
"Jangan selalu berprasangka buruk pada setiap kecelakaan, karna beberapa kecelakaan tidak akan membawa duka"
Faresta Darian Anderson
_Freyesta_
Faresta melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata rata dalam keadaan melamun, tanpa ia sadari sebuah mobil dari arah lain juga sedang melaju dengan kecepatan di atas rata rata.
Tiiiittt....
Suara klakson mobil itu terdengar jelas di telinga Faresta, yang sontak membuat Faresta kembali tersadar di dunianya, melihat mobil yang sudah di depan matanya sontak membuat Fareasta segera mencoba menghindari mobil itu, namun....
Brukkk
Terlambat untuk Faresta ia sudah lebih dahulu terjatuh dari motornya dan tersungkur di aspal.
Samar samar Faresta melihat seseorang turun dari dalam mobil itu setengah berlari menghampirinya, keadaan sang pengedara itu juga tak terlihat baik matanya terlihat bengkak seperti habis menangis.
"Lo gak pa pa?" Tanya pengendara mobil itu penuh khawatir padanya.
"Freya?" Gumam Faresta sebelum akhirnya ia tidak sadarkan diri.
"Faresta?"
"Faresta, ya ampun lo gak pa pa?" Kaget Freya saat melihat Faresta tidak sadarkan diri.
Dengan cepat Freya segera membantu Faresta dan mencoba membangunkannya namun gagal.
Freya memegang kepala Faresta dengan khawatir di lihatnya darah segar mengalir keluar dari pelipis Faresta.
"Astaga darah"
"Far...Far...Bangun....Far"
Dengan perasaan panik dan takut Freya pun memutuskan meminta bantuan warga sekitar agar bisa membawa Faresta dengan cepat ke rumah sakit terdekat.
"Tolong!!! Tolong!!! Tolong!!!!" Teriak Freya histeris meminta pertolongan.
"Kenapa neng teriak teriak minta tolong?" Tanya seorang dari tiga orang pria paruh baya yang menghampiri mereka.
"tolongin saya pak, teman saya baru mengalami kecelakaan"
"Iya neng, teman neng mau bawa ke mana?"
"Bawa ke mobil saya aja pak, mau saya bawa ke rumah sakit terdekat"
"Oh, iya neng"
"Makasih ya pak"
"Iya neng sama sama"
Setelah itu bapak bapak itu pun menggotong tubuh Faresta dan memasukan tubuh Faresta ke dalam mobil Freya.
"Makasih sekali lagi ya pak"
"Sama sama neng, kita sebagai umat beragamakan memang sudah menjadi tanggung jawab kita untuk saling menolong satu sama yang lain"
"Iya pak, makasih titip motor teman saya pak"
"Iya neng"
Freya pun segera melajukan mobilnya menuju Rumah sakit terdekat.
_Freyesta_
Selama perjalanan menuju rumah sakit Freya terus menoleh ke belakang memastikan keadaan Faresta, namun Faresta tidak kunjung sadarkan diri sama sekali dan membuat Freya semakin khawatir.
Drrrt....Drrrt....
Tiba tiba terdengar suara ponsel yang berdering.
Freya mengecek poselnya, namun ternyata bukan poselnya yang berdering.
Drrrt...Drrrt
Ponsel itu kembali berdering.
__ADS_1
Freya akhirnya memutuskan mengecek ponsel Faresta yang berada di sakunya.
Dugaannya ternyata benar, ponsel Faresta yang ternyata berdering.
Annga's Calling
Itulah yang tertera di di layar ponsel Faresta, namun Freya tidak menjawab.
Drrrt....Drrrt...
Ponsel Faresta kembli berdering, dan akhirnya Freya pun menjawab panggilan itu.
"Woi, Far kemana aja lo? Tadi katanya udah di jalan, tapi kok gak sampe sampe?"
"Lo temennya Farestakan?"
"..."
"Hallo?"
"Lo siapa?"
"Gue Freya"
"Faresta di mana?"
"Faresta lagi pingsan"
"What....kok bisa? Lo apain?"
"Ck...banyak tanya lo. gue kirim alamat rumah sakitnya sekarang, lo cepat ke sana, nanti gue jelasin ke lo"
"Oke, gue dan lainya OTW ke sana"
Akhirnya Freya pun memutus sambungan telepon itu dan kembali melajukan mobilnya.
_Freyesta_
"Faresta kenapa?"
"Gimana keadaan Faresta?"
"Lo gak apa apain diakan?"
"Dia baik baik sajakan?"
"Kata dokter apa?"
Freya yang sedang duduk menunggu di ruang tunggu pun di kejutkan dengan kedatangan tiga orang pria dengan pernyataan beruntun yang di lontarkan mereka tanpa jeda.
"Satu satu kalo mo nanya"
"Oke"
"Jadi kalian mo nanya apa?"
"Gimana keadaan Faresta?"
"Kata dokter kepalanya mengalami benturan yang cukup kuat di kepalanya, namun tidak perlu khawatir karena Faresta langsung di tangani" jelas Freya.
"Faresta kenapa bisa kecelakaan?"
Setelah itu Freya akhirnya menjelaskan rincian kecelakaannya pada teman teman Faresta, dan mereka mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Freya dengan seksama.
"Jadi lo yang nabrak Freya?" Tanya Angga setelah selesai mendengar penjelasan Freya.
"Bisa di bilang begitu"
"Berarti lo harus tanggung Jawab"
"Gue udah tanggung jawab kok, bawa dia ke rumah sakit dan bayar biaya rumah sakitnya juga"
"Maksud gue bukan itu, lo yang harus ngerawat Faresta sampai dia sembuh"
Freya diam sebentar nampak berpikr dan menimang nimang keputusannya.
"Oke, gue akan ngerawat dia tapi hanya sampai dia sembuh"
__ADS_1
"Oke"
Setelah itu Angga tersenyum tipis, bahkan sangat tipis sehingga tak ada yang mengetahui dia sedang tersenyum.
_FREYESTA_
Freya memasuki sebuah ruangan dengan nuansa putih yang melekat pada setiap rumah sakit, ruangan VVIP itu nampak dingin dan sepi ketika di masuki.
Di ruangan yang luas itu hanya nampak satu ranjang yang sedang di pakai oleh seorang lelaki sekarang terlihat sedang terlelala.
Freya mendekati ranjang itu dan memandangi wajah seorang lelaki yang sedang terlelap itu.
Freya memajukan kepalanya hingga dekat dengan telinga lelaki itu lalu membisikkan sesuatu tepat di telinga lelaki itu.
"Ini salah gue dan gue bakal tanggung jawab, jadi lo gak usah pura pura tidur lagi"
Lelaki itu membuka matanya perlahan sembari tersenyum kikuk pada gadis yang ada di hadapannya saat ini, ia tak bisa mengelak atau terus berpura pura karna sudah terlanjur ketahuan oleh gadis cantik di hadapannya itu.
Sedangkan Freya menatap Faresta dengan tatapan tidak peduli yang terkesan dingin.
"Gak usah senyum, gue gak butuh senyum lo"
Faresta tak menghiraukan teguran cewek galak itu, ia terus melanjutkan aksinya tersenyum.
_Freyesta_
Freya menatap jenuh ke pada empat pria yang ada di hadapannya kini, sudah 1 jam lamanya mereka hanyut dalam candaan mereka tanpa mempedulikan seorang gadis yang sedari tadi terus menatap mereka.
Drrrt...Drrrt....
Ponsel Freya tiba tiba berdering, gadis itu melirik layar ponselnya.
Pembunuh's calling
Raut wajahnya perlahan berubah, matanya seperti mengisyaratkan kebencian pada layar ponselnya tersebut.
Dengan cepat Freya mereject panggilan tersebut.
Drrrt...Drrrt.....
Ponselnya kembali berdering. Namun, Freya kembali mereject panggilan tersebut.
"Gue balik" Pamit Frsya kepada empat pria di hadapannya.
"Besok lo balik lagi kan?"
"Hm"
Freya pun bangkit berdiri meninggalkan ke empat pria itu yang masih menatapnya.
"Lo terlalu misterius dan buat gue semakin penasaran" gumam Faresta dalam hati sembari menatap kepergian gadis yang sedang meninggalkan ruangan itu.
"Lo rasa gak, kalo dia tuh aneh banget?"
"Menurut gue sih, dia itu terlalu misterius bukan aneh"
"Kalo menurut gue di tetap aneh"
"Misterius"
"Aneh"
"Misterius"
"Aneh"
Sedangkan Faresta dan Aldo tetap membiarkan perdebatan yang tidak penting antara Bima dan Angga.
"Misterius"
"Aneh"
"Terserah lo deh" pasrah angga membiarkan sahabatnya itu senang.
Sedangkan bima tersenyum penuh kemenangan.
To Be continued
__ADS_1