
Kedua sosok yang bukan menjadi bagian dari tragedi di lembah itu saling bertukar pandang dari sudut yang berbeda. Mereka saling menatap dan memperhatikan bagaimana setiap percikan darah sosok penjaga itu mengaburkan semua warna pada sisi lembah. Menyisakan hanya dua warna dan satu warna hasil dari gabungan kedua warna yang ada.
Lembah itu kini nampak berwarna hitam, putih dan abu-abu. Menenggelamkan banyaknya warna yang tadinya begitu meneduhkan pandangan mata dan jiwa yang melihatnya.
Merubah jiwa-jiwa bermata kelam. menjadi gelembung-gelembung warna hitam, putih, dan abu-abu yang tanpa arti. Melayang-layang mengitari sisi lembah, bergerak searah jarum jam, dan ada yang bergerak berlawanan dengan gerak arah jarum jam.
Keadaan nampak begitu kacau setelah semua jiwa berubah menjadi gelembung. Kini sosok sang penjaga tetap melayang di posisinya. Menatap kearah dua pintu batu dihadapannya. Dia mengepakkan sayap untuk kali terakhir. Melemparkan serangan berupa percikan darah berwarna merah pekat yang berbetuk meruncing.
Serangan itu seakan memusnahkan beberapa gumpalan jiwa hitam pekat dibelakang jiwa-jiwa bermata kelam dibawah kakinya yang kini melayang-layang bagai gelembung tanpa arti.
Kepakan sayap itu tertutup bersamaan dengan mata sosok penjaga yang terpejam. Sosoknya menghilang secara perlahan sampai ke ujung kakinya. Dan menyisakan kepulan asap berwarna keemasan yang menguap ke udara disekitarnya.
Dataran lembah berganti. Semua bagian lembah runtuh dan jalanan melayang pada lembah itu jatuh ke dalam jurang dibawahnya. Menyatukan sisi lembah yang berpusat pada gasebo yang sudah luluh lantah.
Pepohonan pada hutan yang menjulang tinggi sampai ke langitnya, merapat dan mengitari lembah tanpa memberikan celah cahaya masuk sedikitpun. Namun, pohon berwarna pink itu masih menampakkan keindahannya sampai ujung kaki sang penjaga lenyap dan tidak lagi menyisakan kehidupan apapun pada lembah kelam yang dikenali Eren sebagai lembah kelam bernama lembah abu-abu.
Angin berhembus perlahan. Tatapan itu kembali bertemu antara Eren dan sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya. Memunculkan bayangan yang dimana waktu dari kejadian kedua bayang ilusi yang mereka lihat, terjadi disaat yang bersamaan.
Pada detik terakhir pandangan keduanya, memperlihatkan bagaimana sosok jiwa terlarang terlahir ke dunia. Yang dimana jiwa sang penjaga lembah kelam yang menjadi lembah abu-abu itu, telah menjadi kunci perubahan takdir puluhan jiwa yang terguncang karena tercabutnya bulu emas pada sisi sayap penjaga lembah itu.
Guncangan itu menyebabkan roda takdir bergerak cepat tanpa kendali. Merubah banyak takdir kehidupan seluruh alam semesta. Hal itu pula yang menjadi alasan terjadinya kecelakaan besar yang melibatkan Eren sebagai sosok seorang penjemput jiwa pada masa itu.
Sosok Eren diseberang tersungkur dengan semua pandangan yang dilihatnya. Dimana satu kejadian berkaitan dengan kejadian lainnya. Sementara sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya hanya meratapi sosoknya dengan tatapan tidak menentu.
"Maaf!"
Suara itu terdengar dari salah satu gelembung berwarna putih. Sosok itu langsung hangus dan hanya menyisakan gumpalan debu yang langsung membentuk batu nisan pada dataran lembah.
Sosok Eren merasa tercekat. Tenggorokannya terasa kering lalu dia tertahan oleh banyaknya gelembung dari jiwa-jiwa pada lembah yang mengitarinya. Dia mendongakkan kepalanya. Menatap semua gelembung itu kemudian terdiam beberapa saat.
Sayapnya mengepak berupa kepulan asap hitam pekat dan jubah merah maroon menempel pada bagian dirinya. Tulang tengkorak menghiasi sebagian wajahnya, dan satu tatapan mata menunjukan sinar berwarna kemerahan.
__ADS_1
"Lembah abu-abu?!" gerutunya memandangi tangannya yang tua dan keriput.
Suara riak tetes air jatuh mengembalikan tatapan Eren pada lembah disekitarnya. Dia kembali tertegun dengan pemandangan yang tersaji didepan matanya.
"Apa lagi ini?!"
Eren memutar pandangannya ke sekeliling lembah. Dihadapannya hanya tersaji genangan air berwarna biru kehijauan yang begitu luas dan di kelilingi oleh hutan lebat dengan pepohonan yang menjulang tinggi sampai ke langitnya.
Suara gesekan dahan pohon membuat Eren berbalik ke arah belakangnya. Pada dataran yang tidak begitu luas tersebut nampak sebuah pohon berdaun merah muda dengan beberapa helai dedaunan berwarna hijau dibawah kelopak bunganya. Pohon itu seperti tengah menikmati angin yang nyiur melambai pada setiap dahan pohonnya.
Sosok Eren berdiri dari duduknya. Dia berjalan perlahan ke bagian sisi pohon berdaun merah muda itu. Tingkah beberapa langkah, sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya tergeletak tidak sadarkan diri pada sisi lain pohon itu.
Sebagian tubuh sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu - terendam oleh air. Riak air yang terdengar membuatnya perlahan mengerjap-kerjapkan matanya.
Sebelum langkah Eren sampai pada sosoknya, bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu, telah bangkit dari posisinya yang sempat tidak sadarkan diri.
Dia menatap sosok Eren dihadapannya yang terdiam kaku. Entah hal apa yang kini dirasakan Eren. Sosok itu kembali terpaku begitu bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu mengibaskan seluruh bagian dirinya. Seakan sosoknya yang hanya menyerupai wujud bayangan pada manusia itu telah basah karena air.
Sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu menuding ke arah jalanan yang menunjukan sebuah gerbang besar dibelakang punggungnya.
Dia mengenali gerbang tersebut. Gerbang yang beberapa tahun ini terkunci karena menghilangnya sosok sang penjaga lembah setelah menjalani takdirnya sebagai jiwa yang terlarang. Gerbang itu kini terbuka lebar.
Namun akses masuk yang berupa jalanan setapak berganti dengan genangan air yang membentuk danau yang indah. Berwarna biru kehijauan, air pada sisi lembah ini nampak begitu tenang dan meneduhkan mata yang melihatnya.
"Bagaimana caranya keluar dari sini?"
Eren yang tidak memikirkan cara apapun hanya bisa memilih bertanya pada Sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu.
Dia menunjuk pada sayap berupa kepulan asap hitam pekat dibelakang punggung Eren.
Pemuda itu mengepakkan sayapnya perlahan untuk mengecek apakah sayap itu masih berfungsi setelah semua perubahan yang dialaminya.
__ADS_1
"Ayo keluar bersamaku?"
Sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu menggeleng pelan. Dari ujung matanya yang sedikit naik, menandakan sosok itu tengah menampakan senyum untuk dirinya.
"Untuk pertolonganmu sebelumnya.."
Eren tidak melanjutkan kata-katanya. Sebelum menyampaikan semua kalimatnya, Sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu - sudah menghilang dari hadapannya.
Sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu - berpindah tidak menentu. Sesekali dia terlihat melayang dan berakrobat di udara. Lalu membentur sisi pohon berbunga merah jambu dan terakhir, Sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu tercebur kedalam air di bagian tengahnya.
Eren yang memperhatikan semuanya, hanya tersenyum kecil dengan hal yang dipertontonkan Sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu. Sembari menghela nafas, Eren langsung melesat menarik sosok itu kembali ke dataran.
"Ada yang salah?"
Sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu mengangguk cepat seraya menjawab pertanyaan yang diberikan Eren.
"Apa kau tidak bisa bicara?"
Sosok itu terdiam. Menampakan mimik mata yang menandakan dia tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
"Sudahlah!"
Eren membuang pandangannya.
"Mau kemana?"
Pertanyaan itu kembali mendapat respon berupa tudingan tangan dari Sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu. Sosoknya menunjuk pada dua buah pintu batu berkabut keabuan yang ada di seberang perairan lembah tersebut.
"Bagaimana mungkin?!!!"
Eren terpaku.
__ADS_1
...***...