
"Sikap dingin lo itu justru yang ngebuat gue semakin penasaran sama lo."
--Faresta Darian Anderson--
_Freyesta_
Seperti biasa Faresta, Bima, Angga, dan Aldo sedang berkumpul di kantin membolos pelajaran.
"Far" Panggil Bima membuka percakapan karna sedari tadi semuanya pada sibuk dengan kesibukannya masing-masing.
"Hm" Jawab Faresta tanpa mengalihkan pandangannya dari HP
"Far" ulang Bima mulai gemas.
"Hm" Faresta kembali menjawab dengan gaya yang sama.
"Faresta" Bentak Bima dengan gemas sembari melemparkan kacang yang ada di meja pada Faresta.
Faresta pun meyimpan HPnya di dalam sakunya lalu mulai menyimak apa yang akan di katakan Bima salanjutnya
"Iya Bima sayang ada apa? What happen? Aya naon?"Jawab Faresta dengan manja dan sontak membuat Bima merinding..
"Jijik"
"Ck...Di jawab salah, di kacangin salah, mau lo apasih?"
"Alay"
Tet...Tet
Bel istirahat pun berbunyi suasana kantin yang sebelumnya sepi menjadi rame para murid berhamburan ke luar dari kelas mereka masing masing dan pergi ke kantin, membuat suasana kantin menjadi lebih riuh.
"Terus lo mo nanya apa tadi?" Tanya Faresta tak mempedulikan keriuhan di kantin.
"Tuh si Aurel tadi kenapa sampe lo gotong"
"Tau" jawab Faresta enteng sembari mengangkat bahunya acuh.
"Ck, di tanya malah tau"
Tiba tiba suasana di kantin mendadak berubah menjadi lebih riuh saat seorang gadis cantik berambut panjang masuk semua pasang mata yang ada di kantin melihat ke aranhnya tak terkecuali ke empat lelaki tersebut.
"Siapa tuh?" Tanya Bima kepo kepada tiga kawannya itu tanpa berpaling dari gadis yang sedang memesan makanan itu.
Dan jawaban dari pertanyaan bima tersebut datang orang yang tak mereka sangka akan mengetahui hal itu, karna baginya tidak penting mengurusi hidup orang lain.
"Jawaban atas pertanyaan lo tadi" Jawab Aldo dengan santai tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca yang sontak membuat ke tiga kawannya itu berpaling kepadanya.
"Maksud lo?" Tanya Faresta mulai kepo dan jiwa Playboynya mulai bangkit.
"Dia yang orang yang ngebuat Aurel jadi seperti pertanyaan lo tadi"
"WHAT?" teriak mereka serempak dengan wajah tak percaya kaget dengan pernyataan yang Aldo berikan.
"Jadi maksud lo yang ngebuat Aurel Fransiska si ratu buly AHS itu sampe tersungkur di lantai dan tak bisa bangkit lagi itu dia anak baru itu?" Tunjuk Angga pada gadis itu dengan gaya alaynya sembari mendramatisir keadaan.
"Lo tau dari mana dia anak baru" Tanya Bima bingung dengan pernyataan yang Angga berikan bahwa gadis yang sedang mereka bicarakan itu adalah anak baru.
Pertanyaan Bima kembali di jawab dengan Bima tapi kali ini dengan gaya sombong.
"Gampanglah, kita gak pernah liat dia di sekolah secarakan dia tuh cantik pake banget lagi kalo misalnya dia murid lama pasti kita udah kenal dia dan udah lama dia ngalahin Aurel"
"Tumben otak lo encer" Puji Bima di sertai dengan ejekan.
"Shit, jadi maksud lo selama ini otak gue gak encer?"
"I don't say that"
"Terus lo tau dari mana Al?" tanya Faresta mengalihkan perdebatan antara Bima dan Angga yang bila di biarkan sampai kucing keluar tanduk pun tak akan ada habisnya.
"Because i saw it this morning" Jawab Aldo masih dengan gaya yang sama.
"What do you see?" Tanya Faresta yang semakin penasaran penasaran.
"Awalnya gue pikir dia yang bakal kena tampar dari Aurel tapi gue salah ternyata Aurel yang kena tampar dari dia sampe jatoh di lantai"
"Gue pastiin lo bakal jadi milik gue" gumamnya dalam hati di sertai sebuah seringai di bibirnya.
Seperti dapat membaca pikiran Faresta tiba tiba Aldo berkata.
"If you think you can get her, i think you're wrong"
"Apa yang gue dapat kalo gue berhasil dapat dia?" Tantang Faresta.
"Gue akan kasih mobil gue"
"Oke"
"And what will i get if you fail?"
"Gue juga bakal ngasih mobil gue, deal?"
__ADS_1
"Deal" jawab Aldo lalu pergi meninggalkan ke tiga sahabatnya itu.
_Freyesta_
"Hai" Sapa seorang lelaki pada seorang gadis yang sedang menikmati makanannya.
"Siapa lo?" Tanya gadis itu to the point dengan nada dingin yang terkesan sinis dan di balas senyuman manis Faresta pada gadis itu.
"Kenalin nama gue Faresta Darian Anderson, cowok terkeren dan terganteng seantero AHS dan juga calon pacar lo, Freya Qiandra Astara " sembari mengulurkan tangannya untuk berkenalan dan membaca name tag gadis itu.
"Freak" Ucap gadis itu lalu pergi meninggalkan lelaki itu dan makanan yang masih bersisa di piringnya.
"Lo bakal jadi milik gue Freye Qiandra Astara, gue bakal pastiin itu" gumamnya disertai dengan seringai di bibirnya.
_Freyesta_
Seperti biasa sepulang sekolah Faresta, Aldo, Angga, dan bima nongkrong di Blue Caffe, caffe yang berada di dekat AHS.
"Gimana?" Tanya Angga sembari menghembuskan asap rokoknya.
"Apanya yang gimana?" Tanya Faresta kembali bertanya dan bukannya menjawab sembari menghembuskan asap rokoknya
"Gimana lonya sama tuh cewek"
"Freya?" Tanya Faresta memastikan.
"Oh jadi tuh cewek namanya Freya" tanya Bima memastikan dengan apa yang ia dengar, sedangkan Aldo sedari tadi hanya menyimak setiap percakapan mereka.
"Hm"
"Iya gimana lo sama Freya? Sudah ada perkembangan sama dia?"
"Belum"
"Wah salut gue sama tuh cewek, bisa matahin rekor playboy seorang Faresta Darian Anderson" salut Bima.
"Bacot lo"
Tiba tiba......
Ceklek
Pintu Cafe itu terbuka menampilkan seorang gadis cantik dengan headshet di telinga dan seragam AHS yang masih melekat pada tubuhnya sedang memasuki Caffe itu dengan gaya santainya dan duduk tepat di belakang empat lelaki yang sedang memperhatikannya.
"Far" panggil Angga.
"Hm"
"Tuh gebetan lo"
"Freya"
"Mana?"
"Tuh di belakang lo" tunjuk Angga pada cewek di belakang Faresta.
_Freyesta_
"Ini pesanan anda nona cantik" ucap seorang lelaki yang jelas bukan waiters sembari memberikan milk shake stowberry dengan sepotong red velvet pada seorang gadis yang sedang memainkan Handphonenya.
"Maaf saya gak-ck lo lagi, lo lagi,bosan gue" balas gadis itu dingin saat melihat siapa yang orang yang memberikan pesanan yang salah itu.
"Bosan? Sama cowok ganteng gini kok bosan? Harusnya lo senang dan bersyukur bisa kenalan sama gue" Jawab lelaki itu penuh percaya diri sembari sembari menarik kursi yang ada di dekat gadis itu yang sontak membuat gadis itu melepaskan headshet yang terpasang di telinganya.
Baru duduk di kursi gadis itu langsung bangun dari tempat duduknya bersiap meninggalkan lelaki itu seorang diri, namun.....
"Mau kemana lo?" Tanya lelaki itu sembari memegang pergelangan tangan gadis itu dan langsung di tepis gadis itu dan....
Bugh
Satu tinjuan berhasil mendarat di pipi cowok itu di iringi dengan darah segar yang keluar dari bibir lelaki itu.
Gadis itu pun langsung pergi keluar cafe tanpa mempedulikan lelaki yang baru ia tinju itu, sembari tak sengaja melirik meja yang sebelumnya lelaki itu tempati.
_Freyesta_
Faresta yang kembali ke mejanya dan langsung di sambut gelak tawa dari ke dua temannya itu, sedangkan Aldo hanya tersenyum mengejek tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca.
"Bwahahahahaha"
"Far, Far, malang banget sih nasib lo"
"Seumur umur gue sahabatan sama lo baru kali ini gue liat lo di tolak sama cewek"
"Gimana rasanya bogeman tuh cewek"
"Bacot lo" bentak Faresta pada dua sahabatnya itu tapi bukannya diam tawa mereka kembali pecah.
"Bwahahahahaha"
Karna kesal pada sahabat sahabatnya itu Faresta mengambil tasnya lalu bangit berdiri berniat meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Mau kemana lo?" Tanya Aldo saat melihat Faresta yang sudah bangkit berdiri.
"Balik" Jawabnya singkat, padat dan jelas lalu segera meninggalkan mereka.
"Ck.... tuh anak baperan amat lagi PMS ya?"
"Tau" jawab bima sembari mengangkat bahunya.
"Eh, mau kemana lo?" Tanya Angga saat melihat Aldo yang sudah bangkit berdiri dan beranjak pergi.
"Balik"
"Mereka berdua kenapa sih?" Tanya Angga bingung dengan sikap ke dua temannya itu dan Bima hanya mengangkat bahunya tanda tak tau.
_Freyesta_
"Ck....ni mobil kenapa lagi sih?" Kesal Freya karna mobilnya yang tiba tiba berhenti tanpa di suruh lalu keluar dari mobilnya.
"Ini pasti kerjaan Pak tua itu" ucapnya saat melihat mobilnya yang seperti habis di otak atik.
Tiba tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan mobil Freya yang sedang mogok dan dari dalam mobil itu keluar para pria kekar dengan pakaian serba hitam langsung mengepung Freya.
"Mau apa kalian?" Tanya Freya waswas.
"Anda harus ikut kami nona Freya" ucap salah satu pria itu dengan sopan.
"Siapa yang menyuruh kalian?"
"Papi anda nona"
"Untuk apa?"
"Kami juga kurang tau nona, kami hanya di perintahkan untuk menjeput nona"
"Bagaimana jika saya menolak"
"Maka kami akan memeksa"
Freya diam sejenak berpikir apa yang harus ia lakukan agar bisa kabur dari mereka.
"Baikalah, saya akan ikut dengan kalian. Tapi saya ambil tas saya dulu" ucap Freya lalu masuk kembali ke mobilnya mengambil tasnya
"Baiklah" jawab salah seorang pria itu sembari pergi mengikuti langkah kaki Freya.
"Ck...ni orang ngapain sih ngikutin gue segala" gumam Freya.
Freya pun mengambil tasnya dan juga Handphonenya lalu memasukannya ke dalam tasnya, setelah cukup yakin Freya pun mulai menjalankan aksinya.
Bugh
Bugh
Bugh
Setelah melihat ada celah buat kabur Freya pun dengan cepat berlari menjauhi para pria itu.
Tiba tiba sebuah motor sport berhenti tepat di hadapannya.
"Cepat naik" ucap pengendara itu yang wajahnya masih tertutup oleh helm yang sedang ia kenakan.
Freya terlihat masih diam berpikir, ia tidak mengenali pengendara itu tapi jika ia tidak ikut dengan dia maka ia akan kena tangkap.
"Ck..Cepetan naik gak usah kelamaan mikir"
Lalu Freya menoleh ke belakang ternyata para pria yang mengejarnya itu sudah semakin dekat di belakangnya, karna tidak ada pilihan lagi jadi memutuskan untuk ikut dengan pengendara yang tak ia kenali itu.
Ia tak tau di balik helm yang pengendara itu kenakan ia sedang tersenyum penuh misteri.
"Cepetan" Bentak Freya karna pengendara itu tak kunjung menyalakan motornya dan pergi dari tempat itu,sedangkan para pria itu sudah sangat dekat dengan mereka.
Tanpa menunggu lama pengendara itu langsung tancap gas meninggalkan tempat itu dan para pria yang mengejar Freya.
_Freyesta_
Setelah merasa sudah cukup jauh dan aman, Freya menyuruh pengendara itu menghentikan motornya.
"Stop"
"Stop"
"Stop"
Pengendara itupun langsung meminggirkan motornya dan setelah motor itu berhenti Freya pun segera turun dari motor.
"Thanks"
"It's okay"
Freya ingin pergi namun matanya menangkap sesuatu yang pengendara itu kenakan.
"Lo anak AHS ya?" Tanya Freya penasaran.
__ADS_1
Bukan jawaban yang ia dapatkan, pengendara itu malah melepaskan helm full facanya memperlihatkan wajahnya yang sontak membuat Freya mengerutkan keningnya.
To Be Continued