Abu-Abu

Abu-Abu
Perubahan Takdir!!


__ADS_3

Bayangan itu memudar diingatan Laras. Bagaimana ia menjadi seorang pelajar. Hidup berdampingan dengan teman dan beberapa tetangga di lingkungannya. Menjadi seorang pengantar susu dan loper koran di saat yang bersamaan. Kebersamaannya sehari-sehari dengan kakek dan neneknya. Melewati hari bersama Eren, Aksara, dan Zara dalam perjalanan takdir yang kembali mempermainkan kehidupan yang telah di jalani Laras selama 17 tahun lamanya.


Hari dimana Laras melihat sesosok malaikat berjubah hitam menatap sosoknya dalam tubuh anak perempuan berusia 2tahun, itulah ingatan pertama yang memudar dari ingatannya. Dimana bayang ingatan yang mengusik hampir delapan bulanan itu perlahan-lahan menghilang dan tidak menyisakan hal apapun pada ingatan Laras. Dimana satu per satu kejadian yang menyangkut kecelakaan mobil 15 tahun silam itu sirna dalam hidup Laras. Semua jiwa yang di dalam bus pun ikut terhapus dari ingatannya.


Melangkah ke ingatan Laras berikutnya, dia yang mengingat masa kecil yang dihabiskannya bersama kakek dan neneknya juga satu demi satu kenangan menghilang. Dimulai dari tangisan pertamanya saat jatuh dihalaman rumahnya ketika mengejar anak kucing saat bermain. Lalu bagaimana kakek dan neneknya merawat dan menjaga Laras yang sedang sakit.


Hari pertama Laras memasuki dunia pendidikan. Bagaimana dirinya mengenakan seragam sekolah dan berdiri dengan bangga ketika akan memasuki halaman sekolah. Di antara sisi gerbang sekolah, Laras berusia 7 tahun melihat anak seusianya menangis dan tidak ingin bersekolah. Dilihatnya pula bayang sesosok penjaga bersayap abu compang-camping yang terus menatap dan memperhatikan sosoknya. Bayangan ingatan yang dulu luput dari perhatian Laras. Kini setelah bayang ingatan itu memudar, barulah Laras melihatnya dengan jelas.


Namun sama seperti bayang ingatan Laras yg lain, ingatan itupun akhirnya sirna tersapu kabut yang memberi ruang kosong pada sebagian ingatannya.


Berjalan ke dalam ingatan Laras selanjutnya, dia melihat dirinya yang berusia 10 tahun dibuntuti oleh sosok penjaga berjubah abu compang camping. Laras baru saja melewati sebuah rumah duka. Rumah seorang nenek tua yang selalu marah-marah atas kerjaan yang Laras lakukan dirumahnya. Untuk mendapatkan uang jajan dan membantu keuangan kakek dan neneknya, Laras berinisiatif untuk membantu seorang nenek tua untuk membersihkan rumahnya setiap pulang sekolah sampai menjelang sore.


Begitu memasuki rumah nenek itu, Laras langsung mengambil lap dan ember yang sudah disediakan. Laras langsung membersihkan setiap sudut rumah itu. Mengelap kaca jendela, membersihkan debu pada meja-meja dan beberapa lukisan. Mengelap bufet diruang tengah, rak televisi, vas bunga besar dan hiasan-hiasan kecil lainnya. Menyapu dan mengepel bagian ruang tamu, ruang keluarga, dapur, ruang makan juga ruang baca.


Didalam ruang baca itu, lagi-lagi Laras diperhatikan oleh sosok penjaga berjubah abu compang camping. Dimana setiap kali Laras membersihkan ruang baca dengan waktu yang lebih lama dan sesekali Laras mencuri kesempatan membaca beberapa buku bacaan yang ada di ruangan itu.


Perlahan, bayang ingatan itu juga memudar dari ingatan Laras. Bayang ingatan yang memudar dan nampak kabur lalu membawa Laras pada ingatannya berikutnya menjelang usianya 13 tahun.


Dimana Laras baru saja melakukan perjalanan darma wisata ke sebuah perkebunan bersama teman-teman sekolahnya di akhir semester kelas 6 SD.

__ADS_1


Di perkebunan itu, Laras berjalan sendirian menikmati luasnya kebun strawberry yang sudah bisa di panen. Dia membawa keranjang berwarna biru yang sudah disediakan oleh pihak pengelola kepada seluruh siswa darma wisata pengunjung perkebunan strawberry itu.


Laras baru saja selesai memetik satu dua buah strawberry untuk dia masukan pada keranjang yang di bawanya, ketika ada beberapa anak-anak lain menjahilinya. Mempermainkan Laras dan dengan sengaja membuat Laras terjatuh dari jalannya.


Hal itu membuat Laras harus kehilangan dua strawberry yang dipetiknya. Juga membuat keranjang plastik dari pihak pengelola perkebunan rusak. Kejadian hari itulah yang menjadi awal Laras bersikap pendiam dan menjauhi beberapa temannya. Bahkan lebih memilih melakukan apapun sendirian.


Begitu pun saat kehidupannya menginjak usia 14, 15, 16 tahun, Laras melewati semuanya sendirian didampingi sosok penjaga berjubah abu compang camping. Setiap kali Laras mengalami kendala, sosok penjaga itu akan selalu membantu Laras untuk menyingkirkan setiap kendala. Dan dari setiap bantuan yang di berikan sosok penjaga berjubah abu compang camping itu, membuat sosok sang penjaga menjadi sosoknya sebagai Eren. Sebuah bayang manusia yang seperti nyata yang didapatkan sosok penjaga berjubah abu compang camping itu atas setiap pertolongannya terhadap Laras.


Pertolongan yang membangun takdir Laras bertemu dengan sosok lain sang penjaga berjubah abu compang camping adalah pada malam hari tepat saat ulang tahun Laras yang ke 16 tahun.


Itu adalah malam terdingin di musim itu. Dimana dedaunan baru saja bertumbuh, dan tunas bunga-bunga mulai bermekaran. Saat Laras dengan suara lantang menegur sosok penjaga berjubah abu compang-camping untuk berhenti mengikutinya. Untuk kembali menjalani hidupnya tanpa harus menumpang pada hidupnya.


Sejak terbangun di pagi hari pada hari ulang tahunnya yang ke 16 tahun, Laras terus memperhatikan sosok penjaga berjubah abu compang camping itu. Sudah beberapa kali Laras dengan jelas dapat melihat sosok penjaga itu. Sudah berkali-kali juga sosok itu membuat beberapa teman-temannya terluka dan mengalami hal yang sial.


"Hei, gadis aneh!" teriak salah satu dari 3 siswa dan 2 siswi dihadapannya.


Kelompok siswa itu nampak sedang tidak senang. Mungkin karena tidak berhasil mengganggu anak lain atau mereka sedang terkena sial, jadi mereka mencari pelampiasan lain. Dan kebetulan Laras berada ditempat yang menurut mereka cukup sepi dan bisa melampiaskan amarah mereka dengan bermaksud mengganggu Laras.


Mereka nampak tidak begitu suka dengan sosok Laras yang pendiam dan tidak banyak bergaul. Jadi mereka bermaksud mengusik ketenangan Laras siang itu. Laras menjadi sasaran empuk bagi mereka berlima yang merasa tempat itu begitu sepi untuk bisa sekedar mengganggu Laras di jam istirahatnya.

__ADS_1


"Ada apa?" Laras merasa terancam dan terintimidasi begitu dua siswa laki-laki itu mendekatinya. Sementara dua siswi perempuan itu mencibir dari kejauhan dan bersiap untuk merekam.


Laras mundur perlahan sampai mentok dan tidak bisa lari dari dua siswa yang mengancamnya. Bermaksud sekedar mengganggu, Laras yang ketakutan segera berjongkok dan menutupi telinganya dari suara parau yang menghantui Laras dari arah belakangnya. Itu adalah suara sosok sang penjaga berjubah abu compang-camping yang mengeram marah dan mengeluarkan begitu banyak jiwa hitam penuh ***** kebencian dan amarah.


Semua jiwa hitam itu melayang dan menyerang ke lima siswa itu. Memberi mereka trauma ketakutan dan membuat mereka takut terhadap Laras karenanya.


Semenjak kejadian darma wisata pada kelas 6 SD, Laras menjauhi teman-temannya karena Laras melihat bagaimana sosok penjaga berjubah abu compang camping itu menghantui teman-teman yang mengganggunya diperkebunan itu. Dan kali ini pun, sosok penjaga itu melakukan hal yang sama. Hal yang membuat Laras di juluki gadis hantu oleh siswa di sekolahnya.


Setelah kejadian siang yang menakutkan bagi ke lima siswa itu, Laras menjadi semakin pemurung dan memilih pulang lebih awal dan membolos di jam pelajaran selanjutnya untuk menjauhi orang-orang disekitarnya.


Laras menepikan dirinya dipuncak bukit halaman belakang sekolah. Itu adalah pertama kalinya bagi Laras melihat hal yang begitu menakutkan. Dia melihat benar bagaimana bayangan-bayangan hitam itu keluar dan mengitari dirinya dengan semua amarah dan kebencian yang dalam. Ditambah dengan sosok sang penjaga berjubah abu compang-camping yang untuk pertama kalinya menunjukan wajahnya yang ternyata hanyalah tulang tengkorak manusia dengan sinar mata merah yang menyerang semua ketakutan pada diri Laras kala itu.


Sore hari sesampainya dirumah, Laras langsung memilih masuk kedalam kamar dan merebahkan dirinya. Sepanjang sore sampai menjelang malam, Laras merasakan tubuhnya menggigil dan kedinginan. Suhu tubuhnya mulai panas, dan bayangan kejadian disiang hari itu terus menghantui Laras sepanjang malam itu.


Tepat pukul 12 malam, Laras kembali mendengar suara parau sosok penjaga berjubah abu compang-camping itu. Suara yang sangat menakutkan untuk Laras. Membuat Laras menitihkan air mata dalam keadaannya yang sedang sakit.


"Pergilah!! Jangan lagi mengganggu orang-orang disekitar ku. Mereka tidak berhak kau takut-takuti seperti siang tadi!" bentak Laras frustasi dengan desisan suara yang didengarnya. Dalam rintihannya menahan semua rasa sakit yang menyerangnya, dia berteriak dengan emosi pada sosok bersuara parau disekitarnya. "Pergilah! Jalani lah hidupmu tanpa menempel pada hidupku! Kau membuatku takut dengan keberadaan mu." isak Laras.


Setelah mengatakan semua yang ada dipikirannya, Laras terus menangis sepanjang malam dalam hening. Membiarkan dirinya terus merasa dihantui rasa bersalah pada teman-temannya. Dan dihantui rasa ketakutan oleh sosok berjubah abu compang camping itu.

__ADS_1


Selama 3 hari setelah kejadian itu Laras jatuh sakit. Demam tinggi dan di malam ketiga, Laras melupakan semua kejadian apapun yang berhubungan dengan sosok berjubah abu compang-camping yang tengah menjadi penjaga sepanjang hidupnya.


//


__ADS_2