
Apa kerjaan lo cuman gangguin hidup gue aja?"
Freya Qiandra Astara
_Freyesta_
"Lo anak AHS ya?"
Namun bukan jawaban yang ia dapatkan, pengendara itu malah membuka helm full facenya memperlihatkan wajahnya yang sontak membuat Freya mengerutkan keningnya.
"Eh lo bukannya temannya cowok aneh itukan?" Tanya Freya sarkastik.
"Maksud lo Faresta"
"Meybe, I also don't know his name"
"Bukannya kalian sudah kenalan?"
"I'm not sure"
"Btw, nama gue Aldo"
"Freya"
Tak lama kemudian sebuah taksi lewat tepat di hadapan mereka, Freya pun langsung memanggil taksi tersebut dan segera naik.
"Sekali lagi thanks" ucapnya sebelum menaiki taksi itu dan akhirnya meninggalkan Aldo seorang diri.
Setelah Freya pergi Aldo hanya tersenyum tipis, dan segera meninggalkan tempat itu.
_Freyesta_
Brang
Tiba tiba sebuah pintu terbanting di balik pintu itu terlihat seorang gadis masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah kesal.
"Maksud anda apa mengirim orang untuk membawa saya?" Bentak gadis itu pada pria paruh baya di hadapannya itu.
"Kamu gak bisa sopan sama papi?"
"langsung to the point aja tidak perlu basa basi lagi, waktu saya tidak banyak"
"Baiklah, alasan papi panggil kamu ke sini adalah papi ingin menjodohkan kamu dengan anak teman papi" jelas pria paruh baya itu.
"saya tidak mau"
"Papi tidak akan minta jawabannya sekarang, tapi papi minta kamu pikirkan lagi tawaran papi baik baik, juga pikirkan perusahaan warisan mamimu yang sekarang sudah menjadi milikmu"
"Tetap saya tidak tertarik, saya yakin saya bisa menjalankan perusahaan warisan mami tanpa perlu di jodohkan, saya harap anda bisa menghargai keputusan saya dan berhenti mengganggu saya" Jawabnya mantap dan tegas lalu pergi meninggalkan pria paruh baya itu sendiri di ruangan itu.
"Papi yakin suatu saat kamu akan berubah pikiran Fey" gumam pria paruh baya itu sembari tersenyum penuh arti.
_Freyesta_
Freya melangkahkan kakinya memasuki Anderson High School, bisik bisik para siswa siswi AHS terus memasuki gendang telinga gadis cantik itu sejak ia melangkahkan kakinya keluar dari mobilnya. Namun, Freya tetap bersikap acuh tak acuh dengan santainya ia berjalan menyusuri lorong menuju kelasnya.
"Hai beauty" sapa seorang lelaki yang entah sejak kapan sudah berada di situ.
"Ngapain lo?" Balas Freya dingin ke pada lelaki itu.
"Nemenin lo"
"Freak" gumam Freya sembari mempercepat langkahnya menuju kelas. Jujur ia sangat malas meladeni makhluk astral itu.
"Ck...kok gue di tinggal sih yang, pelanan dikit ngapa?" rengek lelaki itu manja ketika berhasil menyamakan langkah kakinya dengan Freya yang tetap tak di gubris oleh Freya yang semakin mempercepat langkahnya, namun tiba tiba sebuah tangan mencekal lengannya dan membuat langkah Freya terhenti.
"Kan tadi udah gue bilangin pelan pelan"
Freya yang sedari tadi gusar dengan kelakuan lelaki itu lansung di menepis tangannya dan menendang tulang keringnya, lalu menggalkannya seorang diri.
__ADS_1
"Aw" ringis lelaki itu meratapi kepergian gadis itu sembari memegangi tulang keringnya yang masih terasa sakit.
"Lo bakal jadi milik gue Freya Qiandra Astara" gumamnya dalam hati sembari tersenyum licik.
_Freyesta_
Tet..tet...
Waktu yang di tunggu tunggu setiap anak sekolah pun telah tiba semua siswa berhamburan keluar kelasnya menuju kantin tak terkecuali Freya, namun saat ia baru keluar kelas.....
"Hai beauty" sapa seorang cowok yang berada di ambang pintu kelasnya.
"Ck... lo lagi, lo lagi, gak ada kapok kapoknya?" geram Freya pada cowok di hadapannya itu.
"Kapok? Gak ada kata kapok dalam kamus gue"
"Serah lo dah" malas Freya lalu pergi menuju kantin.
_Freyesta_
"Eh lo ngapain sih di sini?" Bentak Freya pada seorang cowok yang tiba tiba lansung duduk di mejanya tanpa permisi.
"Makanlah" ucapnya dengan tampang tak berdosa.
"Terus ngapain lo duduk di sini?"
"Nemenin princess Freya makan" gombalnya sembari mengedipkan sebelah matanya pada Freya.
Prang
Freya melemparkan sendok dan garpunya pada manguk mi ayam miliknya, jujur lelaki dihadapannya ini benar benar menguji kesabarannya.
"Mau lo apa sih?"sewot Freya pada pria yang masih melahap makanannya dengan santai, tanpa merasa bersalah sedikit pun karena telah mengusik gadis di hadapannya.
"Mau gue lo jadi pacar gue" jawab lelaki itu dengan santai tanpa mempedulikan gadis yang di hadapannya saat ini gusar kepadanya.
"Yup, do you want to be my girlfriend?"
"In your dream" kesal gadis itu lalu bangkit dari tempat duduknya, mengambil minumannya dan....
Byuurr...
Guyur gadis itu pada lelaki di hadapannya itu yang sontak membuat mereka jadi tontonan gratis oleh semua penghuni kantin.
"ups"
"What the **** are you doing?"
"sorry sengaja" ucapnya sembari tersenyum puas, lalu pergi meninggalkan lelaki itu yang masih dengan tampang terkejut.
_Freyesta_
Bima dan Angga yang menyaksikan kejadian itu tak kuasa menahan tawa, sedangkan Aldo dia hanya diam tak berkomentar apa pun seperti biasa.
"Bwahahahhaha"
"Hahahaha kasian banget tuh teman lo Bim"
"Temen lo juga bor"
"Teman gue?" Tanyanya sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Bukan temennya Aladin" Jawab Bima sarkas.
"Om jin dong"
"Bwahahahahaha"
Tawa mereka pecah yang kembali membuat Aldo yang menyaksikan keanehan ke dua sahabatnya itu geleng geleng kepala bingung dengan tingkah ke dua sahabatnya itu yang aneh bin ajaib baginya.
__ADS_1
"Lo mau kemana?" Tanya Bima bingung saat Aldo bangkit dari tempat duduknya.
"Samperin temannya Aladin"
"Gue ikut"
"Gue juga"
_Freyesta_
"Ck...sumpah demi apa pun yang ada di muka bumi ini, baru pertama kali gue ketemu sama spesies cowok yang gak ada kapok kapoknya" omel Freya selama perjalanannya menuju kelas hingga ia tak menyadari bahwa di hadapannya sekarang sudah ada tiga orang gadis yang sengaja menghalangi jalannya.
"Eh cewek bar bar" panggil salah satu gadis itu sengaja memancing emosi Freya.
"Ck....lo lagi, lo lagi" malas Freya ketika menyadari kehadiran tiga gadis di hadapannya.
"Tadi lo apain Faresta?" Bentak gadis di tengah sembari mendorong bahu Freya pelan dengan jari telunjuknya.
"Oh jadi nama cowok benalu itu Faresta"
"Apa lo bilang?"
"Cowok benalu"
"Tarik ucapan lo atau-"
"Atau apa?" Tantang Freya.
"Atau lo bakalan nyesal" ancam gadis itu.
Namun bukannya merasa takut Freya malah semakin gencar menantang para gadis itu.
"Gue tunggu pembuktiannya, bikin gue sampe nyesel karna menghina pangeran kesayangan lo" tantang Freya lalu beranjak pergi ingin meninggalkan ke tiga gadis itu namun ke dua tangannya terlanjur si cekal oleh ke dua gadis itu.
"Lepas" Pinta Freya.
"Kan tadi sudah gue peringatkan Freya Qiandra Astara, tapi sayangnya lo gak dengerin" Ucapnya sembari manaikan dagu Freya dengan satu tangannya.
"Lo pikir dengan lo pake cara murahan kayak gini bakal buat gue takut"
Muka dari seorang gadis itu telah merah padam emosi dengan Freya yang tak ada takut takutnya padanya, salah satu tangannya sudah terangkat siap menampar Freya.
"Dasar jal- Faresta?" Kaget gadis itu ketika tangannya sudah di cekal oleh seorang lelaki dengan pakaian bebas.
"Aw" ringis gadis itu.
"Don't touch her, she is mine" ancam lelaki itu dengan nada dingin tanpa melepaskan cekalannya pada gadis itu.
"Aw... sakit Far lepas" gadis itu kembali meringis meminta Faresta melepaskan cekalannya.
"Oke" Jawabnya lalu segera melepaskan cekalannya pada gadis itu yang segera pergi bersama ke dua temannya pergi meninggalkan mereka berdua.
"Lo gak pa pa?" Tanya Faresta pada Freya.
"Menurut lo?"
"Gak tau terima kasih banget sih lo" kesal Faresta pada gadis yang di hadapannya itu.
Freya pun memajukan tubuhnya pada lelaki itu dan.....
"Terima kasih untuk apa Faresta sayang?" Bisiknya tepat di telinga lelaki itu yang sontak membuat lelaki itu diam membeku.
"Gue di labrak tiga cabe itu karna lo, dan tanpa lo pun gue bisa hadapi mereka" Jelasnya sembari tersenyum mengejek kepada lelaki tersebut dan pergi meninggalkan lelaki yang masih diam mematung di tempat.
"Kok jantung gue deg degan gini ya" gumamnya sembari memegang dadanya.
To Be Continued
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°
__ADS_1