Abu-Abu

Abu-Abu
Kutukan Cincin Batu Senja : Masa lalu dan Awal Kisah


__ADS_3

Seperti festival-festival sebelumnya, baik Laras, Rui, dan beberapa warga akan mendaki perbukitan untuk


memetik beberapa keranjang bunga untuk mereka pakai di acara festival. Keranjang warga desa sudah hampir penuh, sementara Rui yang terjerat dalam emosinya belum memetik satu pun bunga yang ia lewati. Memperhatikan hal itu, Laras mengingatkan Rui untuk tidak melamun sepanjang perjalanan mereka memetik bunga.


Rui tidak menggubris, dia melewati Laras begitu saja tanpa menoleh. Hal yang belakangan biasa Rui lakukan terhadap dirinya. Sepanjang jalan yang terus masuk ke kedalaman hutan yang mulai gelap, Laras dan Rui terpisah sudah hampir satu jam lamanya. Tidak ada kekhawatiran diantara keduanya, namun berbeda dengan Eren. Sosoknya yang dapat merasakan hawa kegelapan menyeruak di tengah hutan, mulai mencari kedua sosok itu. Dengan menggunakan wujudnya sebagai sosok sang Hakim Tertinggi, Eren menyusuri sisi hutan dengan mengepakkan sayapnya.


Laras yang tiba-tiba merasakan hembusan angin kencang dengan hawa yang tidak mengenakkan, langsung berangsur menjauhi sisi tengah hutan. Sementara itu, mendengar teriakan Rui, Laras yang berhasil menemukan asal teriakan itu dibuat kaget oleh sebuah pintu batu yang terbuka. Memperlihatkan sosok bayang kegelapan yang berasal dari hasrat, kemarahan, dan semua emosi negative mahkluk hidup di alam semesta.


Sosok itu terikat oleh kilatan rantai berwarna keemasan yang mengekang langkah sosok itu. Namun setiap bayang hasrat mampu keluar dan mempengaruhi mahkluk apapun yang berpendar di sekitarnya. Awalnya bayangan itu menghantui Rui dan berhasil di halau olehnya. Lalu begitu beberapa bayangan menyeruak ke sisi Laras, sosok Eren sebagai sang Hakim tertinggi menghalau semua bayangan itu untuk Laras. Membuat gadis itu mengetahui jati diri dari sosok laki-laki yang sebenarnya sudah mulai ia sukai tersebut.


Disisi lain, pemandangan bagaimana Eren melindungi Laras dari serangan yang datang, membuat amarah dan kecemburuan Rui tumbuh sehingga menarik bayangan terkuat dari sosok kegelapan itu untuk masuk ke dalam dirinya. Menguasai pikiran, hati, dan kemudian jiwanya.


Sosok Rui terbangun dengan sisi kegelapan dihadapan Laras dan sosok Eren sebagai sang Hakim tertinggi lembah kematian. Mengingatkan Eren akan sosok bayang kegelapan yang pernah menyerangnya di perjalanan hidup yang sebelumnya ia jalani bersama Laras yang ia kenal.


Sementara dalam ingatan Laras kala itu, sosok sejatinya adalah penjaga kunci segel dari pintu batu tersebut. Pintu batu lembah kelam yang hanya di penuhi oleh kegelapan dan hasrat negatif seluruh mahkluk semesta. Laras mendorong sosok lain Eren saat sebuah serangan keluar dari sosok Rui yang jiwanya sudah termakan oleh kegelapan. Serangan yang langsung membangkitkan ingatan Laras sebagai sosok penjaga kunci lembah kelam.


Sebagai seorang penjaga kunci, Laras memiliki tugas yang tidak bisa dihindari. Tugas itu adalah menyegel kembali sosok kegelapan itu ke balik pintu batu yang tiba-tiba terbuka. Hal itu hanya bisa ia lakukan ketika Laras bisa menyeimbangkan kedudukan lembah lily dengan menyerang dan mengalahkan sosok kegelapan tersebut dengan mengalahkan bagian yang telah menguasai jiwa dari Rui terlebih dahulu.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Eren saat sosok Laras hanya berdiam diri ketika berhadapan langsung dengan Rui. Teman yang dia kenal selama beberapa tahun terakhir sejak ia melupakan siapa dirinya yang sebenarnya.


"Aku hanya harus mengalahkannya.." jawab Laras ragu, namun tatapannya tetap tegas kearah Rui yang siap menyerang Laras tanpa belas kasihan.


"Aku akan membantu jika memang kamu mengijinkannya."


"Dia tanggung jawabku." ujar Laras. Satu tetes air matanya jatuh begitu harus membalas serangan dari Rui. Pertarungan yang Laras dan Rui alami adalah pertarungan paling menguras emosi keduanya. Rui yang sesekali berhasil menyadari dirinya, langsung menghentikan balasan dari serangan Laras dan menerima serangan Laras begitu saja.


Untuk menyeimbangkan kedua lembah, Laras dan Eren harus membebaskan Rui terlebih dahulu dari pengaruh kegelapan. Dan dari sini, semua kisah dalam ingatan Laras mulai di hapus. Hal itu merupakan kutukan dan juga hadian dari Rui untuk Laras. Rui yang diakhir pertarungannya akhirnya menyadari, setiap takdir memiliki pilihannya sendiri. Dan pilihan yang Rui ambil adalah mati ditangan Laras sebagai sosok penjaga kunci lembah kelam,  dari pada dirinya di telan oleh kegelapan yang menghancurkan jiwa murninya dengan perlahan sebagai seorang penjaga lembah.

__ADS_1


Pilihan yang Rui buat, membuat Laras shock dan trauma dengan pergolakan tersebut. Terlebih saat serangan terakhir Laras langsung menyerang bagian vital Rui dan membuat sosok Rui menjadi lemah tidak berdaya di dalam pangkuan Laras.


"Bertahanlah.." isak Laras. "Aku akan membawamu ke desa dan mencarikan obat untuk lukamu ini." ujar Laras gemetaran sembari mengusap pelan luka yang ada di dada sebelah kiri Rui.


"Bodoh!" rintih Rui menahan setiap kesakitan yang menyeruak di seluruh bagian tubuhnya. Menandakan kegelapan sedang memakan setiap inti jiwa yang ia miliki selama ini.


"Aku akan menyelamatkanmu!" Laras terus berusaha mengangkat tubuh Rui, namun gadis itu menghentikan Laras yang gemetaran dengan hal yang telah di alaminya.


Rui menggeleng. "Aku tidak ingin mempunyai tubuh yang telah terpapar oleh kegelapan."


"Tidak! Kamu akan baik-baik saja. Aku janji.."


Rui kembali menggeleng. Dia menatap ke arah Eren yang sedang menghalau setiap hawa kegelapan yang kembali mencoba menyerang baik Laras ataupun dirinya. Rui sejenak tersenyum ketika Eren berbalik sejenak untuk memastikan keadaanya dan Laras sudah terbebas dari gangguan semua jiwa kegelapan yang datang menyerang.


"Berjanjilah, untuk melupakan semua ini."


Laras menggeleng tidak terima.


Seharusnya dalam kutukan tersebut, Laras tidak melupakan Eren. Namun karena Eren adalah parallel dari kejadian yang dia dan Rui alami, Laras juga menyertakan kutukan itu kepada dirinya sendiri terhadap semua hal yang berkaitan dengan sosok Rui.


Laras bangkit dari posisi yang awalnya menyandarkan tubuh Rui disisinya. Laras akhirnya bangkit dengan tetesan air mata serta tatapan mata yang perlahan mulai kosong dan hampa bersamaan dengan lenyapnya tubuh sejati Rui yang menyatu dengan alam.


“Laras!” ujar Eren berusaha mendekati sosok Laras yang nampak begitu terpukul dengan kematian Rui ditangannya sendiri. Tangan Eren hampir menyentuh wajah itu, namun sosok Laras menghilang begitu saja dari pandangannya.


Pintu batu dihadapannya kembali terbuka. Menyeruakkan kegelapan yang langsung diserang dengan segel  kutukan oleh Laras. Begitu menyadari dalam segel kutukannya tersebut Eren juga termasuk di dalam formasi kutukan, Laras langsung mengambil alih setengah kutukannya dan setengahnya lagi Laras merapalkan larangan pada sosok kegelapan yang berasal dari segala hasrat negative semua mahkluk di alam semesta.


Eren yang berada dalam titik kutukan Laras seketika kehilangan semua kekuatannya. Kutukan yang membuat keduanya berada didalam satu lembah kelam yang bernama lembah abu-abu. Lembah yang tidak pernah mampu mempertemukan keduanya diwaktu yang bersamaan tetapi mereka berdua berada pada satu sisi lembah yang sama. Eren dan Laras berhasil menyeimbangkan kedudukan lembah lily dengan lembah kegelapan yang berdampingan pada dimensi yang sama. Lembah lily yang akhirnya terbelah menjadi dua sisi lembah kelam yang bernama lembah abu-abu.

__ADS_1


Eren terdiam ketika melihat dirinya sendiri berada dalam sisi lembah kelam bernama lembah abu-abu yang kini tidak diketahui keberadaannya. Lembah yang lenyap dari jangkauan teleportasi setelah pertemuannya dengan Laras sebagai sosok sejati masing-masing.


Eren kembali melihat bagaimana dirinya dan Laras berada di dalam lembah yang sama tapi dengan dimensi waktu yang berbeda. Sisi lembah yang membuat sosoknya memiliki bayangan sosok lain sebagai penjaga tertinggi lembah kematian. Sosok yang kini menyeruak dari tubuhnya dan berdiri berhadap-hadapan dengan dirinya.


“Inilah ingatan pertama sang penjaga lembah larangan.” Ujar suara parau dihadapan Eren yang merupakan


perwujudan dirinya dalam bentuk sosok sang penjaga tertinggi lembah kematian.


“Ingatan pertama Laras?!" ucapnya. "Dan alasanku berada dalam ingatan itu adalah karena keinginanku tentang sosoknya...” ujar Eren menimang-nimbang sesuatu yang terlewat olehnya.


“Setiap akibat memiliki sebabnya sendiri. Dan hal itulah yang menjadi bagian dari ikatan takdir yang tercipta


atas pilihan dari kejadian yang terjadi diantara kalian bertiga.”


Sosok lain Eren kembali menatap ke dalam lembah dan memperhatikan bagaimana baik Eren ataupun Laras sebenarnya selalu bersama dan terhubung tetapi tidak pernah saling bertemu.


“Kamu adalah parallel dalam pertumbuhan jiwa sejati pertama yang mereka berdua miliki. Kejadian apapun yang terjadi setelahnya, semua termasuk ke dalam pilihan yang dibuat oleh satu sama lainnya."


“Dengan kata lain, setiap ingatan yang Laras miliki tentangku adalah kutukan dari Rui untuknya?” ucap Eren lagi. “Rui?” Eren menatap kearah yang sama, dimana sosok lain dirinya tengah menatap.


“Setiap sosok kehidupan memiliki pilihan takdirnya tersendiri dan setiap pilihan takdir menciptakan takdir baru yang lain untuk satu sama lainnya.”


Bayangan sosok penjaga tertinggi dihadapan Eren sirna begitu saja. Mengaburkan semua bayangan yang dilihatnya pada sisi lembah kelam bagian penjagaan dirinya. Tergantikan dengan bayangan sosok Laras sebagai penjaga lembah kelam disisi hitam putih.


Pada akhirnya mengantarkan sosok Eren untuk bisa berhadapan secara langsung dengan sosok Laras sebagai penjaga sisi lain lembah kelam yang bernama lembah abu-abu tersebut. Sosok Laras kini berdiri dihadapannya dengan tatapan heran. Dengan membawa setangkai bunga Amarilys merah, Laras berhadapan-hadapan dengan sosok Eren yang tidak dikenalinya sama sekali.


Eren mengulurkan tangannya bermaksud menyenuh wajah Laras. Namun bunga Amarilys berpendar diantara keduanya. Menciptakan bayang ilusi yang membawa Eren pada tugasnya sebagai dewa kematian yang menjemput jiwa-jiwa yang telah menyelesaikan takdir hidupnya. Dimana pergolakan takdir keduanya dimulai dengan ikatan sebuah benang merah yang menjadi takdir pertemuan antara Laras, si mahkluk terlarang dunia kematian dengan Eren, sosok dewa kematian penentu takdir kematian dari mahkluk terlarang alam semesta termasuk sosok Laras.

__ADS_1


Keduanya terjebak ke dalam ruang ilusi yang langsung membawa masing-masing ke dalam kehidupannya di dunia. Laras yang terlahir sebagai manusia yang satu-satunya selamat dari sebuah kecelakaan maut di tubuh gadis kecil berusia 2 tahunan dan sosok Eren jatuh melayang di dalam lembah kegelapan tanpa ujung.


***


__ADS_2