Ada Apa

Ada Apa
100


__ADS_3

Renata lagi berbicara dengan kakaknya di ruang keluarga.


"Kak,apa besok adek pergi ke cafe sebentar saja pas jam istirahat."ucap Renata takut.


"Boleh tapi aku harus ikut iya."jawab Jonathan serius.


"Tapi adek mau ketemu sama David,Kak Jo."kata Renata serius.


"Buat apa dek."tanya Jonathan bingung.


Renata justru menangis dan memeluk kakaknya dengan erat. Jonathan bingung dengan sikap dari adeknya ini.


"Kakak,adek bagaimana jika mereka berdua bermusuhan karena adek,adek gak mau mereka bermusuhan,Kak, tolong adek."tanya Renata masih memeluk kakaknya.


"Gara-gara mereka lagi, adek gue jadi korbannya."batin Jonathan marah.


"Tidak semudah itu adek mencari caranya bagaimana mereka tidak bermusuhan,ada salah satunya marah dan satunya lagi kecewa."kata Jonathan serius.


"Kak,adek mohon bantuannya Kak."ucap Renata lirih.


"Aku tak bisa bantu dek,adek lakukan sendiri lah,itu bukan urusan aku dek karena aku yakin adek bisa mengatasinya dengan baik,adek tidur iya sekarang besok harus kerja lo."jawab Jonathan lembut sambil mengelus punggung Renata.


"Baik Kak, Kak Jo emang kakak yang baik buat adek."balas Renata lembut.


Keesokan harinya.


"Adek, tolong papa dong."ucap Agung serius.


"Tolong apa Papa."tanya Renata polos.


"Coba adek lihat laporannya dong,hari ini papa hanya setengah hari disini soalnya papa gak enak badan."jawab Agung dengan suaranya yang berat dan parau.


Renata melihat isi laporan tersebut namun isi laporan itu tidak sesuai yang Agung minta.


"Isinya gak sesuai yang papa minta."ucap Renata polos.


"Adek suruh dia lah baiki lagi,papa mau pulang sekarang."jawab Agung lesu.


Agung pulang ke rumahnya karena kepalanya tambah pusing di tambah lagi badannya panas.


"Papa, hati-hati dijalan iya cepat sembuh papa."kata Renata dengan menyemangati ayahnya supaya cepat sembuh.


"Adek jangan nakal iya disini,nurut sama kakakmu iya,papa pasti sembuh kok demi mamamu,kakakmu dan adek yang suka manja sama papanya hehehe."balas Agung lembut.


Tiba-tiba Argi datang dengan membawa makanan buat Agung, Jonathan dan Renata.


"Kak Agung mau kemana weh,aku bawa makanan buat Kak Agung."tanya Argi bingung.


"Aku sakit Gi,aku mau pulang."jawab Agung lesu.


"Kak Agung makan dulu baru pulang,Roy gak usah bawa kakakku iya biar aku saja yang bawa kakakku pulang."ucap Argi serius dan Roy hanya mengangguk saja.


Argi emang dari kecil suka memasak entah itu untuk dirinya atau orang lain,bahkan masakannya juga sama enaknya dengan Azura karena Argi suka bantu ibunya masak di dapur.


"Kak Agung,aku kasih tahu ke Kak Mona iya,biar Kak Mona gak panik,oh iya Kak Mona lagi syuting tuh lebih baik aku bawa dulu ke rumah aku iya nanti sore aku bawa kakak lagi ke rumah kakak."ucap Argi dengan mulut cerewet nya.

__ADS_1


Agung cuma diam saja bahkan malas membalasnya cerewet dari Argi karena dia menahan kepalanya yang sakit luar biasa.


"Gi,nanti bawa aku ke dokter iya."kata Agung lesu.


"Papa,adek boleh ikut kan,temani papa iya."pinta Renata memohon kepada ayahnya.


"Adek sama kakak saja iya di kantor,papa sama om mu nanti sekalian ketemu sama Om Aldo di rumah sakit."kata Agung lembut.


"Baik lah, cepat sembuh iya papa."jawab Renata pasrah.


"Anak gadismu makin hari makin cantik iya sama seperti mama dulu iya kan Kak Agung."kata Argi ke Agung.


"Aku melihat adek seperti mama dulu,Gi,mama kita benar-benar cantik dan sekarang adek yang mewarisi kecantikan dari mama."jawab Agung santai.


"Tapi adek bisa masak gak."tanya Argi ke Renata.


"Adek bisa masak tapi malas masak hehehe."jawab Renata cengiran khasnya.


Kedua pria yang berusia 50an hanya tersenyum kepada gadis ayu ini dan tangan Agung mengusap kepala putrinya dengan lembut.


....


Pas jam makan siang sebenarnya Renata sudah makan pas Argi bawa makan hanya saja Renata memilih bersantai sebentar sambil menunggu David datang.


Jonathan mengawasi adeknya tak jauh dari tempat adeknya duduk bersama Sean dan Bobby.


"Kenapa kita gak duduk bareng sama Renata saja,kasihan dia duduk seorang diri."ucap Bobby kasihan kepada Renata.


"Adek mau duduk sendiri kok,adek yang minta bukan aku gak mau bareng sama adek."jawab Jonathan santai.


David datang bersama Rossa sang kakaknya sedangkan Sandra jalan-jalan bersama John adek bungsunya.


"Kamu tuh laki-laki harus gentle jadi laki,kamu sih berkelahi dengan Jun hanya karena Renata bahkan lebih parahnya lagi kamu berkelahi di rumahnya lagi,gak malu apa kamu sama Om Agung,Tante Mona dan Kak Jonathan."marah Rossa dengan keras.


Sean, Jonathan dan Bobby mendengar kemarahan dari Rossa sedangkan Renata tidak dengar sama sekali karena pakai earphone.


"Cepat minta maaf sekarang sebelum Renata Hadikusuma membenci kamu selama-lamanya."perintah Rossa marah lagi.


Jonathan bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Rossa dan David.


"Apa kemarahan kamu cukup membuat adekku menderita."ucap Jonathan marah dan menatap dingin ke Rossa.


"Apa kamu marahi aku karena adek kamu itu sampai adekku berkelahi dengan sahabatnya sendiri,terus apa aku salahkan adek kamu yang sialan itu,ini semua karena Renata Hadikusuma, gara-gara Renata,adek gue menderita, Renata gadis sialan itu dan penyakitan."teriak Rossa marah dan emosi,membuat semuanya pada terkejut termasuk Renata.


Renata sedikit mendengar teriak marah dari Rossa, Renata benar' sakit hati mendengar nya.


Jonathan sangat emosi karena adeknya di hina.


"Jangan pernah bilang adek aku sialan,aku bahkan bisa kejam dengan siapa saja jika berani menyentuh adek ku dari ujung rambut hingga ujung kuku adek gue."marah Jonathan dengan keras.


Renata langsung menghampiri Jonathan dengan air matanya yang sudah mengalir.


"Kak Jo."panggil Renata sambil menangis.


Rossa melihat Renata langsung menampar wajah dari Renata dengan keras.

__ADS_1


David sangat terkejut melihat kakaknya berani menampar gadis itu.


Sean dan Bobby juga terkejut melihatnya bahkan Sean tak pernah menampar wajahnya Renata meskipun Renata bikin dia marah,dia cukup menegur atau menasihatinya saja.


Hati Jonathan sangat sakit sekali melihat adeknya dengan mengelus pipinya yang sakit habis tampar di tambah lagi ayahnya sakit pas di kantor tadi.


Jonathan langsung mengusap lembut sambil menghapus air matanya di pipinya Renata.


"Aku tak pernah menampar wajah adek aku tapi dengan teganya kamu berani menampar wajah adekku,aku sendiri juga tak pernah menampar wajah adek mu ketika adek mu berkelahi dengan temannya."marah Jonathan ke Rossa.


"Dengar kan aku apakah tamparan itu membuat kamu senang atau tidak, sebaiknya kamu berpikir lagi di masa lalu apakah kamu sering di bully oleh murid lain di sekolah,aku rasa kamu tak pernah di bully waktu di sekolah dulu karena kamu belum merasakannya, adek ku selalu di bully oleh murid lain di sekolah bahkan kamu tak pernah tahu jika adekku hampir saja di perkosa oleh kakak kelasnya waktu SMP dulu lagi-lagi kamu belum pernah rasanya jadi adekku kayak apa,kamu juga belum merasakan gimana rasanya jadi dia, walaupun aku laki-laki belum tentu lo bisa jadi manusia bermental baja dan memiliki hati yang tulus seperti adekku,kalo tidak percaya coba tanya sendiri adek mu itu."ucap Jonathan panjang lebar.


Rossa benar' terdiam saat ini karena dirinya juga belum tentu bisa seperti Renata dan Rossa juga meminta maaf kepada Renata.


"Aku minta maaf Renata Hadikusuma karena sudah menghina, menampar wajah mu dan memaki dirimu di depan umum,aku sangat menyesal dengan perbuatanku sendiri."maaf Rossa sambil menangis.


Tiba-tiba Rossa bersimpuh kakinya Renata di depan umum, jujur Renata sangat bingung dan menyuruhnya untuk bangkit berdiri.


"Berdiri lah."ucap Renata sangat lembut suaranya.


Suara lembut itu membuat Rossa justru menangis lagi, biasanya gadis itu selalu bersikap dingin bahkan dinginnya lebih dari es batu.


Meskipun Renata mengeluarkan suara lembutnya tetap saja Renata selalu menunjukkan wajah dingin ciri khasnya.


Rossa bangkit berdiri lalu menatap wajah dingin dari Renata.


"Jangan bersikap kayak anak kecil lagi,aku terima maaf anda dan sekarang pulang ke rumah sekarang juga."ucap Renata dingin dan dingin.


"Dan kamu David,aku tak pernah menyukai mu sampai kapanpun hingga aku meninggal dunia sekalipun tetap aku gak mau dengannya,ada pesan buat mu jangan bermusuhan dengan sahabat mu, carilah gadis yang lebih baik lagi daripada aku,aku bukan gadis yang baik,kamu bisa dengar sendiri kan jika aku dulu pernah di lecehkan oleh kakak kelas dulu, jadi cari gadis yang menurut kamu baik dan tulus,aku pernah dengar dari Andin atau Fanny,kamu menyukai gadis yang bernama itu lah aku lupa namanya,kejar lah dia sampai dia mau dengan mu sekarang juga, bertahan rasa sukamu ke dia."ucap Renata dingin.


"Tapi gadis itu sudah meninggal dunia, Ren,apa kamu lupa waktu itu,kamu bukannya pernah 1 kelas dengannya bahkan kamu melayat pas dia meninggal dunia."jawab David sedih.


"Aku tak pergi karena keluarga ku ada yang meninggal dunia waktu itu ketika pas ujian kenaikan dulu tapi aku sudah lupa dia sudah meninggal dunia."balas Renata serius.


"Itu saja yang aku katakan ke padamu,aku harus kerja karena ayah ku lagi sakit."pamit Renata dingin lalu tak menatap David dan Rossa.


"Eh buset dingin banget sepupu kamu itu."kata Bobby merinding melihat Renata.


"Dia dingin karena gen dari Om Agung tapi sama gue dia manja banget sampai merengek minta beli makanan lah atau apalah."jawab Sean ngegas.


"Oh gitu."balas Bobby malas.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.


Cast Renata adalah Kim Hyun Soo


Kalo gak suka sama castnya nya,bisa cari sendiri kok castnya.


Rossa itu castnya adalah Rose BLACKPINK.


Cast Bobby adalah Bobby iKON.


Cast David adalah Junkyu Treasure.


Terus cucu laki-laki Hadikusuma siapa castnya,Iya personil boyband Winner.

__ADS_1


Nanti saya kasih tahu siapa pemeran cucu laki-laki dari Keluarga Hadikusuma.


Jihoon Treasure adalah pemeran Jun Anggawira.


__ADS_2