
Siap-siap tisu iya soalnya ini ada adegan mengandung bawang.
Habis pulang dari acara kelulusan sekolah Renata cuma diam saja bahkan tidak mengeluarkan kata-kata apapun.
"Loh kok daritadi cuma diam saja sih dek,ada apa dengan adek hari ini."tanya Jonathan curiga dengan sikap adeknya.
"Benar kata kakak."jawab Renata membuat Jonathan bingung dengan jawaban dari adeknya.
"Maksudnya apa dek."tanya Jonathan bingung.
"Gak papa."jawab Renata hanya dirinya lagi baik' saja.
Renata pergi ke kamarnya dengan air matanya yang dia tahan dari tadi.
Pintu kamarnya sengaja dia kunci dan cepat-cepat dia membuka surat yang diberikan oleh Jun dan membacanya.
Untukmu
Renata Hadikusuma.
Maaf aku tulis surat ini karena aku masih menyukai mu tapi aku tak kenapa aku menulis surat, sejujurnya aku marah dengan diriku karena aku terlalu dingin dengan mu.
Aku juga kecewa dengan sikap dingin mu tapi aku gak tahu kenapa aku menyukai mu meskipun kamu tidak menyukai ku.
Aku di tipu dengan gadis itu dan sekarang aku baik' saja,sejak kita lebih akrab lagi selama 1 bulan ini aku sangat khawatir dengan perpisahan ini.
Aku ingin bilang bahwa aku menulis surat kepadamu karena aku harus pergi ke luar negeri, aku minta maaf pasti kamu kaget,tak rela dan menangis.
Maaf aku mendadak memberikan surat ini agar dirimu sadar dengan apa yang kamu pikirkan tentang itu.
Dari
Jun Anggawira.
Lagi-lagi air matanya mendadak pecah saat membaca surat tersebut.
Renata menyesali perasaannya sendiri sekarang dirinya tak bisa pergi ke Bandara karena Jun langsung berangkat ke Belanda.
"Rasa suka kepadamu sudah terlambat."batin Renata masih menangis.
Di Belanda.
Jun tinggal bersama omnya yang tinggal di Belanda bersama istrinya.
"Gimana kabarmu nak."tanya Robby ke keponakannya.
"Aku baik'saja kok om."jawab Jun sendu.
"Lalu bagaimana dengan gadis itu yang bernama Renata Hadikusuma."tanya Robby ingin tahu tentang gadis yang berani menyakiti perasaan keponakannya.
"Dia baik'saja om."jawab Jun santai tapi dalam nya sendu.
"Lalu bagaimana dengan gadis brengsek itu yang bernama Michelle Herlanda."tanya Robby serius.
"Aku gak tau om soalnya sudah 2 bulan ini aku gak kontakan dengan dia sejak putus dan berselingkuh dari belakang."jelas Jun dengan wajahnya yang sendu.
"Tapi dia jauh lebih brengsek daripada Renata, Renata cuma abaikan kamu saja karena masa lalunya sedangkan Michelle emang dari awal mana pernah dia mencintaimu secara tulus."balas Robby.
Mendengar masa lalunya Renata,Jun ingin tahu tentang masa lalu dari Renata.
"Om aku ingin tahu masa lalunya Renata,om."ucap Jun serius.
Robby menceritakan semua tentang masa lalunya Renata bahkan Jun terbelalak matanya karena baru tahu jika Renata dulunya hampir saja di pelecehan oleh kakak kelasnya waktu SMP dulu.
"Pantas saja dia dingin terhadap laki-laki yang mau dekat dengannya."batin Jun.
Kembali ke Indonesia.
Perubahan sikap dari Renata membuat 3 pria ini sangat curiga pasalnya Renata lebih banyak diam.
"Ren,kenapa mata kamu bengkak."tanya Sean curiga.
Namun gadis ini gak mau menjawab pertanyaan dari Sean.
Bahkan Renata langsung pergi begitu saja tanpa menoleh sedikit pun ke siapa-siapa.
"Lagi datang bulan kah tuh bocah."kata Ezra heran.
"Mana gue tahu dia lagi itu atau tidak."sambung Peter tak tahu.
"Bocah itu selalu begitu jika berbicara dengan orang yang lebih tua."ucap Sean kesal dengan sikap dari adek sepupunya.
__ADS_1
Jonathan datang dari ruang kerjanya lalu bergegas menuju ke kolam berenang di belakang rumah nya.
"Kenapa wajah kalian bertiga ini.,ada apa dengan kalian bertiga."tanya Jonathan bingung dengan raut wajah dari ketiga pria ini.
"Adekmu kenapa sih kok lebih banyak diam saja, lagi datang bulan kah dia."tanya Ezra serius.
Masalah Renata lagi datang bulan atau tidak, Jonathan mana tahu lah dia,aneh kan dia gak tahu rasanya sakit jika lagi datang bulan.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu tentang dunia wanita ke aku,tanya sendiri sana ke orangnya."kata Jonathan marah.
"Orang nya lagi marah sama kayak kamu yang lagi marah juga,gak kakak gak adek sama saja."ucap Ezra gak mau kalah dengan Jonathan tapi lebih ke ngegas.
Sean yang kesal dengan perdebatan antara Ezra dan Jonathan tak sengaja melihat ada surat yang terjatuh dan langsung mengambil nya lalu membacanya.
Sean membaca sangat serius dan kaget dengan isi surat ini.
"Oh ini rupanya tuh bocah lagi galau toh.,sini kalian bertiga baca surat ini sekarang."teriak Sean sukses membuat ketiga pria ini menolehnya.
Yang pertama Jonathan yang membaca surat ini lalu dia juga kaget dan tahu kenapa Renata lebih banyak diam dan mata bengkak karena menangis.
"Pantas dia menangis ini toh penyebabnya tapi apa dia menyesali perasaannya iya."batin Jonathan.
Kemudian Ezra dan Peter juga membaca surat itu dan bertanya siapa Jun itu.
"Siapa itu Jun."tanya Peter gak tahu.
"Iya sahabat nya Danny dan David dan teman sekelasnya adek."jawab Jonathan santai.
"Emangnya dia seganteng apa sih sampai Renata galau tingkat dewi."tanya Ezra penasaran.
"Dia itu ganteng dan masih muda sih itu saja yang aku tahu."jawab Jonathan malas.
Renata gak tahu jika surat dari Jun di baca oleh kakak dan kakak sepupunya.
Malam harinya Renata ingin cerita kepada kakaknya.
"Kakak."panggil Renata saat dirinya masih menangis.
"Kenapa dek."tanya Jonathan pasti dia tahu bahwa adeknya sedang menangis.
"Benar kata kakak,adek menyesali perasaan adek sendiri, rasanya sudah terlambat Kak."jawab Renata dengan raut wajah yang sedih.
"Lalu adek menyesal setelah dia pergi gitu."kata Jonathan serius dan Renata masih menangis.
"Dia pergi kemana dek."tanya Jonathan serius.
"Ke Belanda Kak Jo."jawab Renata sedih.
Jonathan cuma diam karena bingung mau ngapain.
Seminggu kemudian Jun masih betah di Belanda, jujur dia kangen dengan orang tua dan adeknya yang masih kecil.
Sisi lain juga dia merindukan sosok gadis dingin siapa lagi kalo bukan Renata.
Berbeda dengan Renata yang sekarang sibuk dengan urusan pekerjaan kantor.
Agung sekarang mengawasi putrinya di kantor, sering kali Renata banyak berbuat kesalahan karena gak fokus bahkan Renata sering di marahi oleh papanya.
"Jika adek gak konsen lagi, papa gak segan-segan memarahi adek lagi, mengerti sudah."ucap Agung dengan tegas.
"Mengerti papa."jawab Renata takut dirinya gak konsen lagi.
Renata gak konsen karena dia mencari informasi tentang Jun walaupun Jun sudah berada di Belanda bahkan dirinya meminta tolong ke Jonathan namun hasilnya nihil.
"Di Belanda tapi dimana nya sih."batin Renata.
Siang hari Renata disuruh mengantarkan proposal ke kantor Alan.
Renata hanya menurut saja ke ayahnya lalu pergi ke kantor omnya.
Butuh 15 menit sudah Renata sampai di kantor tersebut. Oh iya Alan sudah sembuh dari kritisnya.
Renata langsung masuk kedalam lift karena resepsionis menyuruh nya masuk saja.
Sampai di depan pintu ruangan itu tiba-tiba Renata melihat ada adegan aneh di antara omnya dan wanita angkuh itu.
Mata Renata terbelalak melihat omnya selingkuh dengan wanita muda yang mungkin seumuran kakaknya.
Meskipun Renata hanya keponakan nya tetapi Renata juga merasa sakit di hatinya.
Alan dan Salsa tidak tahu jika Renata ada disini. Buru-buru Renata memotret foto itu dan video kan adegan itu.
__ADS_1
Setelah adegan itu selesai, Alan dan Salsa kembali dengan posisinya yang seperti semula.
Disitu juga Renata langsung bersikap seperti biasa yaitu dingin dan ponselnya langsung masuk kedalam kantong roknya.
Salsa keluar dari ruangan itu dan gak tahu ada Renata di tembok yang di sembunyi. Lalu Renata juga masuk kedalam ruang omnya.
"Kamu sudah datang dek."tanya Alan dengan sembunyikan sesuatu dari Renata, padahal Renata sudah melihat adegan itu.
"Iya om adek sudah datang barusan saja."jawab Renata bohong padahal sudah 30 menit lamanya dia menunggu.
"Ini om proposal nya papa."ucap Renata lembut.
"Taroh di atas meja dek."kata Alan santai.
Renata langsung menaroh proposal itu dan langsung pamit pergi.
"Om,adek pamit dulu iya karena takut papa dan Kak Jo mencari adek."pamit Renata polos.
"Terimakasih iya Adek,nanti om ajak adek jalan-jalan mau gak."ucap Alan sekaligus menawarkan ke Renata.
Renata sendiri sudah menjadi sebagai anak angkat dari bayi karena Alan dulunya pingin punya anak perempuan tapi ada rejekinya.
"Gak usah om,adek ada kerjaan."tolak Renata secara halus.
"Oh baiklah dek, hati-hati dijalan adek."ucap Alan sedikit kecewa.
Renata langsung balik ke kantor dengan rasa sakit di hatinya.
Sudah di tinggal Jun pergi terus dia melihat adegan om nya selingkuh dengan wanita itu.
"Kenapa mesti aku yang melihat itu dan kenapa anaknya tidak melihat adegan itu."batin Renata.
Sampai di kantor Renata langsung melaporkan adegan itu ke Agung dan Jonathan sambil menangis.
"Adek kenapa menangis."tanya Jonathan khawatir.
"Kakak tadi adek melihat Om Alan selingkuh dengan wanita lain."ucap Renata sedih.
Jonathan dan Agung langsung shock mendengar ucapan dari Renata.
"Apa selingkuh,mana buktinya kalo ommu lagi selingkuh."tanya Agung mulai marah.
Renata langsung mengeluarkan ponselnya dan menyuruh Agung dan Jonathan melihat adegan itu.
Astaga Jonathan dan Agung juga terbelalak matanya melihat adegan itu, jujur rasa penasarannya sudah dimulai, Agung benar' emosi bagaimana bisa Alan berani selingkuh dengan wanita itu di saat dirinya mau mempunyai cucu ketiganya.
"Jadi benar dia gak mau ada aku di London karena berselingkuh dengan setan gila itu."batin Agung.
Seharusnya anaknya melihat adegan itu tapi kenapa putrinya yang melihat adegan itu.
Tapi Agung tak menyesali apa yang dia menyuruh Renata mengantarkan proposal ke Alan karena hanya kebetulan saja.
Jonathan yang bukan anaknya saja, melihat adegan itu sudah cukup membuat dirinya sakit bagaimana nanti anak kandungnya yang melihat adegan itu.
Tanpa sadar air mata sudah mengalir di pipinya. Dia gagal jaga adeknya.
"Papa kenapa menangis."tanya Renata polos dan memegang tangan ayahnya dengan lembut.
"Papa bukan kakak yang baik buat ommu nak."jawab Agung sedih.
"Kan ada istri dan anaknya pa,kenapa papa seperti orang yang bersalah,papa juga ada tanggung jawab kepada mama dan kita berdua pa."jawab Jonathan marah dan tak terima.
"Iya papa emang ada tanggung jawab kepada mamamu dan kalian berdua tapi papa juga mempunyai 3 adek yang harus di perhatikan karena pesan nenek kalian papa harus perhatikan adek-adek papa nak tapi papa sudah gagal begini jadinya."ucap Agung sedih.
"Kurang ajar tuh orang."batin Agung.
Setelah tahu skandal perselingkuhan adeknya , Agung lebih banyak diam dan bahkan dirinya juga makannya sedikit.
"Kenapa dengan papa kalian."tanya Mona bingung.
"Om Alan selingkuh ma,papa kecewa sekali."jawab Jonathan santai tapi Mona langsung kaget.
"Apa selingkuh,yang benar saja sih."tanya Mona serius.
Renata langsung menyerahkan ponselnya dan Mona melihat adegan yang seharusnya gak boleh putrinya melihat adegan itu dan terbelalak matanya melihat adegan tersebut itu.
"Astaga gila sekali tuh orang,"batin Mona.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Kasihan banget saya sama Renata sudah di tinggal sama orang yang dia sukai terus melihat omnya selingkuh pula.
__ADS_1
Sakit banget rasanya jadi dia.