Ada Apa

Ada Apa
128


__ADS_3

Jun dan Danny memutuskan untuk jenguk kerumahnya Renata, kebetulan juga ada Agung pulang setengah hari di kantor.


"Cari siapa nak."tanya Agung dingin.


"Cari Renata om."jawab Jun sopan.


"Putri saya lagi sakit hari ini,kalo kamu ketemu silahkan tapi jangan ke kamarnya, ingat kalian berdua gak boleh ke kamar putri saya karena kalian berdua belum menikah dan saya gak mau kalian berdua macam-macam terhadap putri saya."ucap Agung tegas dan dingin.


Renata melihat ada ayahnya,Danny dan Jun di luar. Dia memilih kerja dirumahnya daripada istirahat.


"Papa sudah pulang kok cepat sekali."tanya Renata bingung dan heran.


"Papa ada urusan sebentar di kantor baru tuh pulang deh."jawab Agung lembut.


"Adek,mamamu ada didalam tidak."tanya Agung lembut.


"Ada didalam lagi sama 2 anjing yang menyebalkan itu."jawab Renata polos.


Agung masuk kedalam rumah nya sedangkan Danny dan Jun masih diluar karena belum disuruh masuk oleh pemilik rumah ini.


"Kalian kesini karena apa."tanya Renata polos.


"Iya jenguk yang lagi sakit lah, Renata."jawab Danny gemas karena pertanyaan polos dari Renata sendiri.


"Ayo masuk nak."ucap Mona datang dan menyambut 2 laki-laki yang seusia dengan putrinya.


"Iya Tante."jawab Danny dan Jun serentak.


"Masuk sudah, hargai ibuku dong."balas Renata lembut.


"Iya Renata yang paling cantik sedunia."kata Jun ngegas dan tak lupa dengan mulut julidnya yang mendarah daging.


Mereka bertiga masuk kedalam rumah yang levelnya sultan banget pokoknya.


"Ren,kenapa di halaman rumah mu gak ada bunga-bunga gitu,ibumu gak suka tanaman bunga gitu."tanya Danny ingin tahu saja.


"Oh ibuku menghargai aku soalnya aku alergi semua jenis bunga."jawab Renata santai.


"Oh gitu,mommy aku juga alergi bunga makanya mommy ku tak pernah tanam bunga di sekitar rumah."kata Danny santai.


"Emangnya kenapa kamu bertanya seperti itu."tanya Renata heran.


"Iya aku cuma tanya doang masa gak boleh sih,inces."jawab Danny ngegas.


"Inces itu apa."tanya Renata polos tapi polosnya kebangetan.


Danny dan Jun mulai merespon pertanyaan dari Renata tetapi tiba-tiba mereka berdua tertawa gara-gara pertanyaan polos dari Renata.


"Serius kamu gak tahu,kamu tinggal di jaman apa sih."kata Jun heran,heran karena Renata kurang gaul.


"Gadis dingin ini ternyata kurang gaul weh."ujar Danny juga heran tapi ketawa.


Renata bingung dengan respon mereka berdua sambil menggaruk kepalanya yang gatal sekali.


"Inces itu apa sih,aku tak tahu lah."tanya Renata emang gak tahu istilah itu.


Ada suara langkah kaki dari seseorang yang mau masuk ke dalam rumah ini sehingga membuat Renata,Jun dan Danny terdiam.


Jonathan baru saja pulang dari luar kota yaitu Kota Bogor,dia sempat dengar pertanyaan dari adeknya tetapi dirinya tahan ketawa sendiri.


"Kak Jo sudah pulang, cepat sekali."tanya Renata polos dan lugu.

__ADS_1


Jonathan tak langsung menjawab tetapi tiba-tiba dia ketawa sendiri,Danny dan Jun juga bingung kenapa pria dewasa ini ketawa sendiri.


"Kenapa sih Kak Jo gak jawab pertanyaan adek sih,adek mau tahu jawabannya."protes Renata kesal banget.


"Adek tanya apa tadi sebelum aku masuk ke dalam rumah."tanya Jonathan malah balik bertanya kepada Renata.


"Itu Kak Jonathan, Renata gak tahu kata inces."jawab Danny ikut nyambung saja.


"Apa serius adek gak tahu."tanya Jonathan bingung dengan Renata yang kurang update dan kurang gaul.


Renata menggeleng kepalanya karena tak tahu sama sekali.


"Apa itu inces."tanya Renata polos dan tanya lagi tentang itu.


Ketiga pria ini malah ketawa gara-gara Renata lagi.


"Orang tanya kenapa malah ketawa sih."teriak Renata marah,marah gak di jawab pula.


"Inces itu adalah princess."jawab Jun santai tapi kasihan dengan Renata yang kepo banget dari tadi.


"Emang ada kata itu iya,kok baru tahu iya."tanya Renata serius.


"Kamu hidup di jaman apa sih,Renata Hadikusuma."tanya Danny gemas sama Renata.


"Hidup di jaman dinosaurus kayaknya."sambung Jun dengan julid.


"Ternyata kamu itu kurang gaul hahahaha."balas Danny sambil tertawakan Renata.


"Iya adek emang kurang gaul,puas."kata Renata kesal banget.


"Makanya adek gaul sedikit jadi anak gadis, jangan halu cowok ganteng terus,gak baik lo anak gadis suka halu cowok ganteng terus,kalo cowoknya gay bagaimana dek,apa adek mau gitu."kata Jonathan tegas,dia sudah nasihat kepada Renata agar hidup sesuai dengan realita yang tidak bisa di khayal kan eh malah ujungnya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.


"Kak Jo,jangan buka rahasia adek dong."protes Renata tak terima.


"Hahahaha Renata suka hobinya suka berkhayal cowok ganteng, disini kita ganteng lo., Renata Hadikusuma."ucap Jun dengan pedenya.


"Iya kamu emang ganteng kok."jawab Renata kesal.


"Sebentar aku bikin minum dulu,awas iya kalian berdua ribut atau bergosip gak jelas iya."kata Renata sambil ancam 2 sahabat alay dari Danny dan Jun.


"Iya Renata."jawab Jun julid.


Renata bergegas ke dapur sedangkan Danny dan Jun malah asyik main game,Agung datang dengan pakaian yang santai dan menghampiri teman dari putrinya.


"Sudah makan kah kalian berdua."tanya Agung dingin di wajahnya tetapi nada suaranya lembut.


"Sudah om."jawab Danny dan Jun bohong, bohong karena mereka berdua belum makan siang.


"Tetapi wajah kalian berdua seperti orang yang belum makan, jujur saja ke om."ucap Agung tahu jika 2 remaja laki-laki ini belum makan.


"Sebenarnya kami berdua belum makan,om."jawab Danny sudah jujur ke Agung.


"Mau makan siang disini, kebetulan ini jam makan siang lo."tawar Agung kepada Danny dan Jun.


"Tidak usah Om."tolak Danny secara halus.


"Tidak ada kata penolakan."kata Agung tak suka penolakan.


"Baiklah Om."jawab Danny dan Jun bersamaan.


Renata membawa minuman dan camilan buat Danny dan Jun,dia masa bodoh sama ayahnya sendiri disini.

__ADS_1


"Minum iya,awas gak di minum."kata Renata lagi-lagi sambil mengancam mereka berdua.


"Makasih Renata yang paling cantik sedunia."jawab Danny santai.


"Kamu suka sama anak saya."tanya Agung ke Danny.


"Gak om,saya punya pacar."jawab Danny santai tapi kaget di tanyakan seperti itu.


"Oh iya om pergi dulu,adek jangan nakal iya."kata Agung terus kasih pesan kepada putrinya.


Renata cuma diam sedangkan Danny dan Jun hanya mengangguk saja,Agung pergi ke ruangan kerja pastinya.


"Ren,kamu di rumah di panggil apa sih."tanya Danny kepo.


"Iya Adek lah gak dengar apa ayah dan Kak Jonathan panggil dia adek."jawab Jun yang menjawab bukan Renata.


"Aku tanya dia bukan tanya kamu."balas Danny kesal.


"Oh aku di panggil adek dari bayi karena aku anak bungsu di Keluarga Hadikusuma."jawab Renata lembut.


"Jadi kamu panggil dirimu juga adek."tanya Danny lagi.


"Iya tapi hanya di rumah sama keluargaku saja."jawab Renata lembut.


"Aku juga anak bungsu tapi gak dipanggil adek tuh mommy dan daddy."kata Danny bingung.


"Malas kali mommy dan daddy mu hahaha."jawab Renata sambil meledek Danny.


Danang tiba-tiba muncul di ruang tamu dan memberitahu kepada Renata.


"Eneng,ada seseorang yang mencarimu,."ucap Danang dengan wajah kalut.


"Siapa."tanya Renata penasaran.


Orang itu langsung tembak kakinya Danang sehingga Danang merasakan kesakitan.


Danny langsung menolong Danang sedangkan Jun melindungi Renata saat ini.


Sejujurnya mereka bertiga sangat terkejut melihat seseorang yang memakai pakaian serba hitam.


"Ada apa ini."tanya Agung datang karena dia mendengar suara tembakan.


"Oh jadi kamu ayah dari gadis cantik iya."tanya Deon si pria tua bangka versi Keluarga Hadikusuma.


"Danny,cepat bawa Pak Danang ke rumah sakit sekarang sebelum Pak Danang mati."perintah Renata dengan perasaan yang sangat kacau.


"Baik Ren,."jawab Danny sambil membawa Danang yang sakit di kakinya, untung saja ada Paijo yang bantu Danny kebetulan lagi ada Justin dan Sam yang bantu Danny dan Paijo.


Sebelum Danny dan Jun datang, Justin dan Sam sengaja Renata suruh datang kesini,entah hanya Renata yang tahu.


"Ayo Pak.,bapak pasti kuat."ucap Justin semangatkan Danang.


"Iya nak terimakasih."jawab Danang tidak sanggup lagi menahan rasa sakitnya.


Danny,Justin dan Sam membawa Danang ke rumah sakit sedangkan Paijo jaga di pos yang ada di halaman rumah mewah ini.


"Hey kamu ngapain ganggu putri saya,hah setan."tanya Agung marah dan mencekek leher Deon dengan kuat.


Sebagai ayah,Agung tak terima jika putrinya di ganggu oleh siapa saja bahkan dia bisa membunuhnya langsung disitu juga.


"Aku siap membunuh jika kau berani ganggu putri aku."ancam Agung dengan dingin.

__ADS_1


Deon menatap wajah dingin milik Agung sedangkan dipikirkan adalah putri dari pria dingin yang berani cekek leher dirinya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.


__ADS_2