Ada Apa

Ada Apa
26


__ADS_3

Tempat yang di maksud itu adalah rumahnya Rani,iya tadi Peter menyuruh Jonathan untuk menemani dirinya ke rumah Rani.


Tujuannya iya Jonathan tidak tahu tapi Peter ada tujuannya ke rumah Rani.


"Sorry,sudah membuatmu repot-repot untuk menemani aku"ucap Peter merasa bersalah kepada Jonathan.


"Sudah sana urus itu kamu dan ibu dari 2 anak itu"kata Jonathan dingin.


Papa is calling di ponsel Jonathan.


"Halo"ucap Jonathan.


"Kamu dimana, Jo"tanya Agung di seberang sana.


"Aku di rumah teman"jawab Jonathan dingin.


"Adekmu ada di apartemen"tanya Agung serius.


"Ada, emangnya kenapa?Pa"tanya Jonathan.


"Masa papa telpon adek tapi gak di angkat sih,kemana adek"tanya Agung agak emosi.


"Oh adek lagi tidur,Pa"jawab Jonathan santai.


"Pantasan adek gak mau angkat ternyata adek lagi tidur,"balas Agung dan langsung matikan teleponnya.


"Om Agung kah yang telpon"tanya Peter.


"Iya"jawab Jonathan seadanya.


"Ayo masuk kedalam dulu,Mas"ajak Rani kepada Peter dan Jonathan.


Peter dan Jonathan masuk kedalam dan duduk di sofa ruang tamu sedangkan Rani membuat minuman buat mereka berdua.


"Paman"panggil Regina dengan wajah polos dan imutnya.


"Paman siapa dek"tanya Peter.


"Itu Paman yang badannya tinggi banget"kata Regina sambil menunjuk ke arah Jonathan.


"Aku"kata Jonathan sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya Paman"jawab Regina senang.


"Paman itu yang belikan adek es krim waktu itu bersama bibi cantik"sambung Regina sambil memegang boneka.


Ingatan bocah perempuan ini membuat Jonathan terkagum-kagum dan Peter ingin bertanya sesuatu kepada Jonathan.


"Apa kamu pernah bertanya dengan Regina"tanya Peter penasaran.


"Iya pernah waktu aku dan adek tak sengaja bertemu dengan dia,es krimnya jatuh dan aku yang membelikan es krim buat dia dan kembarannya"cerita Jonathan.


"Oh gitu pantasan dia senang sama kamu"kata Peter.


"Dia lucu dan cantik seperti adek di waktu adek masih kecil"ucap Jonathan melihat Regina seperti Renata di masa lalu.


"Oh iya kalo aku melihat Gina,dia sikapnya duplikat dari Renata meskipun wajah dia mirip dengan aku"kata Peter merasa sikap Regina seperti Renata.


"Renata itu siapa,Paman"tanya Rafa tiba-tiba datang dari kamarnya.


"Adeknya Paman,yang ikut kesini waktu itu dulu"ucap Jonathan santai.


"Gak tahu"jawab Rafa polos.


"Rafa lagi ngapain"tanya Peter.


"Lagi main lah"jawab Jonathan malah dia yang jawab.

__ADS_1


"Aku tak tanya kamu,Jo"balas Peter kesal.


"Diam loh"ujar Jonathan kesal juga.


"Dasar pemarahan kamu loh,Jo"ledek Peter.


Jonathan memberikan tatapan tajam ke Peter yang super laknat sama kayak adeknya si Renata.


Rani membawa minuman buat Jonathan dan Peter tapi Rani tak sengaja melihat ada mobil mogok didepan pagar rumah.


"Mas, tolong jaga Gina dan Rafa dulu iya"ucap Rani lembut.


Jonathan dan Peter hanya mengangguk saja dan Gina duduk disampingnya Jonathan sambil pamer bonekanya,Rani keluar sebentar saja.


"Paman,main boneka yuk"ajak Gina polos dan ceria kepada Jonathan.


"Main boneka,ayo dek paman mau main boneka sama adek"kata Jonathan lembut.


Jonathan biasanya sih main sama anak kecil tanpa peduli dia anak siapa yang penting dia ada hiburannya,dulu waktu dirinya masih 8 tahun, Jonathan selalu bermain boneka dengan Renata waktu masih bayi banget karena dirinya senang mempunyai seorang adeknya.


"Aku melihat bocah ini seperti Renata waktu masih kecil dulu,"batin Jonathan.


Flashback.


Jonathan sedang bercanda ria bersama Renata yang berusia 5 bulan di ruang bermain.


"Ciluk ba"kata Jonathan senang.


Renata tertawa senang karena kakaknya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik buat adeknya.


"Kak Jo,"panggil Mona datang untuk memberikan susu buat Jonathan.


"Mama,lihat adek lagi senang bercanda ria sama Kakak"cerita Jonathan senang.


"Kak Jo dan adek akur iya sampai tua nanti"ucap Mona senang dan memeluk putra sulungnya.


"Kak Jo,kamu harus minum susu iya biar sehat dan badannya tinggi seperti papa iya"kata Mona sambil menyerahkan susu buat Jonathan.


Jonathan meminum susu buatan mamanya sampai habis dan mengembalikan gelas kosong ke Mamanya.


"Ini Mama sudah habis"kata Jonathan


"Kak Jo jaga adek dulu mama mau cuci bekasnya"ujar Mona bergegas ke dapur.


Flashback end.


Sean kesal karena mobilnya Bobby mendadak mogok didepan pagar rumah orang.


"Mobilmu ini gak pernah diservis kah"tanya Sean kesal.


"Di servis kok tapi gak tau kenapa ini mendadak mogok"ucap Bobby jujur dan serius.


"Ada apa dengan mobilnya"tanya Rani dengan sopan.


"Ini mobil mendadak mogok di pagar rumah ini"jawab Bobby serius.


"Mobilnya disitu saja dulu dan ayo masuk kedalam,siapa tahu kalian berdua lagi lapar ditambah lagi ini mau hujan"ucap Rani lembut.


"Gak usah Mbak,ini sama saja kita berdua merepotkan Mbak"tolak Sean secara halus.


"Ayo masuk kedalam sekarang,saya bukan orang jahat kok"ucap Rani lembut dan mengajak Sean dan Bobby.


Sean dan Bobby terpaksa masuk kedalam rumah Rani padahal mereka berdua sudah menolak secara halus.


Saat Rani membawa Sean dan Bobby,Peter terkejut dengan kedatangan Sean dan Bobby sedangkan Sean dan Bobby juga terkejut melihat ada Peter dan Jonathan yang lebih perhatian lagi adalah wajah dari kedua bocah yang mirip dengan Peter.


Jonathan malah sibuk bermain boneka dengan Regina tanpa tahu ada Sean dan Bobby sedangkan Rani membuat minuman buat Sean dan Bobby.

__ADS_1


"Kok Peter dan Jonathan ngapain disini"tanya Bobby heran.


Jonathan menoleh ke Bobby tapi dirinya malah biasa saja.


"Tanya saja sama dia"ucap Jonathan dingin dan menunjuk ke arah Peter.


"Peter,apa 2 bocah itu yang kamu bicarakan waktu dulu"tanya Sean serius.


"Iya"jawab Peter seadanya,Bobby semakin bingung dengan jawaban dari Peter.


Rani membawa minuman buat Sean dan Bobby dan duduk disampingnya Rafa yang sibuk dengan robot.


"Mbak makasih iya minumannya"ucap Sean dan Bobby.


"Sama-sama Mas"kata Rani lembut.


"Jo,kalo sama anak kecil paling duluan dah dia main"kata Sean santai.


"Mas Jo yang mana"tanya Rani bingung.


"Aku mbak Rani"kata Jonathan sambil angkat 1 jari.


"Oh mas yang sama adeknya dulu,dimana adeknya mas"ujar Rani.


"Dirumah lagi tidur,aku pinjam dulu anaknya mbak"ijin Jonathan kepada Rani.


"Boleh mas tapi jangan bawa dia keluar"kata Rani.


"Paman, Rafa boleh ikut main sama paman"ujar Rafa kepada Jonathan.


"Sini sama paman saja daripada sama 2 om yang baru datang tadi"kata Jonathan.


Rafa berlari ke arah Jonathan dan adek kembarnya.


"Mas suka sama anak kecil"tanya Rani kepada Jonathan.


"Aku suka sama anak kecil kalo melihat mereka berdua seperti adekku di masa lalu,adekku persis kayak bocah gadis ini"kata Jonathan santai.


"Mas sayang iya sama adeknya"tanya Rani.


"Iya walaupun kelakuannya kayak lebih barbar tapi aku sayang sama adek aku, sama adek aku juga sayang sama aku walaupun aku sangat keras dan banyak cerewetnya dimulut"kata Jonathan.


Renata bangun dari tidur siangnya dan mengingat kembali waktu dia pijit kakaknya yang bawel dan cerewet.


"Kak Jo gila"kata Renata berbicara sendiri.


3 jam yang lalu.


"Adek,"panggil Jonathan sambil menarik rambut panjang hitam milik Renata.


"Aw sakit Kak Jo, emangnya rambut adek di jadikan lompat tali apa"ketus Renata sambil memegang kepalanya.


"Enak tahu main rambut adek apalagi rambut adek halus banget."ucap Jonathan masih bermain rambut adeknya.


"Adek, ambilkan baju aku dong,please."perintah Jonathan.


"Iya deh."kata Renata pasrah dan keluar mencari baju buat kakaknya.


Renata kembali dan melempar baju Jonathan tepat di pas wajahnya Jonathan.


"Adek merusak wajah tampan aku iya"kata Jonathan mau marah.


"Gak kok,"jawab Renata santai dan polos.


"Sudah pakai baju sana, emangnya Kak Jo mau kemana sih"lanjut Renata serius.


"Mau pergi sebentar,itu ada kartu buat adek belanja sesuka hatimu,dek."kata Jonathan bergegas mencari kunci mobilnya.

__ADS_1


Renata malas jalan-jalan apalagi belanja lebih baik dia pergi tidur siang saja.


__ADS_2