
Agung kesal karena Alan memberitahu bahwa acara pertemuan anaknya dimajukan yang dia kesal itu dia mau liburan bersama istri dan kedua anaknya apalagi Renata harus butuh ketenangan karena sebentar lagi dia harus menghadapi ujian nasional.
"Sialan,emang tuh Alan Hadikusuma bikin gue kesal."batin Agung.
"Papa,kenapa"tanya Renata dengan wajahnya yang polos dan bingung melihat wajah dari Agung.
"Malam ini kita harus balik ke Indonesia."jawab Agung serius.
Awalnya Renata semangat mau jalan-jalan tetapi dirinya mendadak kecewa dan air matanya jatuh.
"Kok cepat banget?Pa."tanya Jonathan datang dan mendengar jawaban dari Agung.
"Adek gak mau pulang,adek mau jalan-jalan hiks hiks hiks."kata Renata marah sambil menangis kencang pula kayak anak kecil.
"Loh sayang kenapa adek menangis."tanya Mona datang juga dan mendengar tangisan dari putrinya.
"Pa,jawab pertanyaan dari aku,aku gak mau dengar tangisan dari adek kalo papa tidak menjawab."tanya Jonathan serius sambil tutup telinganya.
"Tadi Alan telpon papa,dia dan Laura mau majukan acara pertunangan Peter dan Ara,mau tak mau kita berempat harus balik lagi ke Indonesia, acaranya 4 hari lagi."jawab Agung serius.
"Kenapa sih Om Alan dan Tante Laura jahat betul."marah Renata.
"Kenapa adek marahnya sama papa, seharusnya adek marahnya sama Alan dan Laura dong."kata Agung gak terima dia kena marah.
"Agung Hadikusuma,gitu iya kamu sama anak kamu sendiri,dulu rengek pingin punya anak perempuan sekarang kamu malah gitu sama anak kamu sendiri."tegur Mona marah dan Agung ketakutan karena marahnya Mona.
Jonathan hanya mengelus dadanya karena sebagai laki-laki yang berwajah dingin dia juga takut dengan marahnya Mona sang mama tercinta. Renata masih menangis karena tak terima liburannya di potong hari oleh Alan dan Laura.
"Gara-gara Alan Hadikusuma nih aku jadi kena getah dari Mona."batin Agung.
"Renata Hadikusuma, umur adek sudah 17 tahun tapi kelakuan kayak anak kecil,sudah pang adek jangan menangis."tegur Mona kepada Renata.
"Baik Ma."kata Renata takut juga dengan Mona.
2 hari kemudian Keluarga itu pulang dari Paris,Renata pulang dengan wajahnya masih marah dan kesal bisa bisanya Omnya tega potong liburan sekolahnya dia.
"Dek,jelek tahu muka adek kayak gitu."ejek Jonathan.
"Apaan sih Kak Jo jahat."kesal Renata.
"Loh kok aku yang jahat sih."kata Jonathan tak terima.
"Soalnya Kak Jo bilang wajah adek jelek padahal wajah adek itu cantik seperti nenek dan mama."ujar Renata dengan pedenya.
"Terserah adek saja lah."balas Jonathan malas.
__ADS_1
Acara pertunangan Ara dan Peter menjadi trending topik di seluruh Indonesia,banyak orang yang iri dengan Ara karena dia bertunangan dengan keluarga konglomerat nomor 1 se-Asia.
Beda lagi dengan Renata,karena dirinya gak mau disorot oleh media. Peter juga malas dengan acara busuk tersebut. Sama seperti Renata,Ezra juga gak mau disorot oleh media karena dirinya ingin hidup mandiri. Jonathan dan Sean gak tahu apa maksud dari majunya acara pertunangan tersebut.
"Gila kenapa banyak kamera iya."batin Renata paling gak suka kalo ada kameramen jurnalis berita.
Tapi yang paling di sorot adalah wajah dingin nan ayu milik Renata,banyak orang yang terpesona dengan wajah dari Renata tetapi Renata lagi-lagi menunduk kepalanya karena gak mau disorot dan sangat risih bagi dirinya.
"Wajahnya sangat cantik sekali tapi dinginnya bukan main."batin kameramen jurnalis tak mau menyerah mengambil foto dari Renata.
"Kapan sih ini acara busuk ini dimulai."batin Renata benar benar sangat risih dengan banyak orangnya.
"Ren,aku mau ingin pulang kalo belum dimulai acaranya."bisik Ezra juga tak nyaman.
"Adek gak tahu."kata Renata secara terang-terangan bahwa dirinya malas.
"Sakit telinga aku?Ren."teriak Ezra kesal. Membuat semua orang melihat Ezra dan Renata.
"Kayak anak kecil kalian berdua ini."tegur Aldo kepada Ezra dan Renata.
"Tau ini kalo Ezra bareng Renata ,iya pasti mereka berdua ribut mulu."tegur Agung kesal dan malu.
"Sudah pang jangan ribut disini,malu sama yang punya acara."kata Argi malu melihat tingkah dari 2 keponakannya.
"Betul sekali adekku yang tampan ini."ujar Agung bangga dengan Argi sang adik bungsu.
Ara menggunakan gaun dengan desainer ternama di dunia, banyak orang yang memuji kecantikan dari Ara tetapi tidak termasuk Renata,Ezra dan Peter.
Alan dan Laura sudah tak sabar lagi dengan acara tukar cincin tunangan Peter Hadikusuma dan Ara Hanendra.
Maaf aku tak paham dengan acara pertunangan iya jadi aku lewati sedikit saja.
Saatnya mereka berdua tukar cincin tunangan tetapi Peter mengangkat bicara soal fakta yang di ketahui oleh orang kecuali Renata, Jonathan, Sean, Ezra ,Mona,Agung dan Argi.
"Sebelumnya aku minta maaf atas segala segalanya karena aku ingin membatalkan pertunangan sialan ini,aku sebenarnya mempunyai seorang anak dari wanita lain bahkan sebelum bertemu dengan gadis yang mau memasangkan cincin tunangan ini,aku tak bisa melanjutkan acara ini karena aku benar-benar bersalah kepada 2 anakku dan wanita itu,aku juga memberitahu kepada semuanya bahwa Ara ini di manfaatkan oleh kedua orangtuanya untuk merampas harta dari Keluarga Hadikusuma, Ara juga sudah menghina adek sepupu aku yang sama usianya dengan Ara,intinya keluarga Hanendra licik sekali."terang Peter secara blak-blakan dan jujur.
Ara sudah tukar cincin tetapi dirinya malah dapat malu dari keluarga Hadikusuma.
Arsen dan Chintya tak terima kalo Alan dan Laura tak becus jaga anaknya sendiri.
Alan dan Laura malu dan marah kepada putra tunggalnya,malu karena Keluarga Hadikusuma jadi pembicaraan hangat di sekitar masyarakat.
Scott,Aldo, dan Sabrina terkejut dengar pernyataan dari Peter,semua orang juga terkejut sekali alhasil keluarga Hadikusuma sekarang jadi trending topik di masyarakat maupun media online.
"Alan Hadikusuma,kamu benar benar gak tahu diri iya,kenapa anakmu yang brengsek ini berani melukai hati sang anak gadisku."marah Arsen kepada Alan.
__ADS_1
"Ara tak pernah menghina Renata Hadikusuma,Kak Peter."bela Ara sudah mulai menangis.
"Bohong,kamu bilang apa gak suka sama dia berarti sama aja kamu gak suka sama aku.,sudah lah aku tak mau melanjutkan pertunangan busuk ini."marah Peter membuat hati Ara sakit hati.
Ara menatap sinis ke wajah dingin milik Renata sedangkan Renata juga menatap tajam dan sinis ke Ara.
"Gak disangka jika putramu ini sangat berbahaya, bagaimana bisa dia menghamili seorang gadis hingga mempunyai seorang anak,jawab Alan Hadikusuma dan Laura Sanjaya."marah Chintya. Alan dan Laura juga bingung mau merespon jawaban marahnya Chintya terlebih lagi mereka berdua sangat malu dengan tingkah dari Peter.
"Selesaikan secepatnya."ucap Scott kecewa dan marah dengan cucu satu ini.
"Peter,kamu gila iya ternyata,."marah Laura kepada putranya sendiri.
Peter memilih meninggalkan ballroom hotel tersebut dan menenangkan pikirannya.
"Urusan kita belum selesai,Alan atau keponakan perempuanmu ini akan menjadi target selanjutnya."ancam Arsen sambil menatap wajah dingin dari Renata.
"Dia gak salah buat apa kamu mengancam keponakan aku dengan cara seperti ini,ingat dia gak ada hubungannya dari itu."marah Alan tak terima jika keponakan perempuannya jadi targetnya Arsen.
"Apaan ini,kenapa putri aku jadi sasarannya."marah Agung tak terima anaknya di gitukan.
"Adakah putri aku menghina anakmu,gak kan.putri aku saja gak kenal sama anak kamu,gak jelas kamu ini."lanjut Agung membuat Arsen terdiam.
Benar Ara dan Renata gak saling kenal buat apa Arsen menargetkan Renata sebagai umpan kejahatannya. Membuang waktu saja mah ini.
"Alan,kamu harus menepis kabar burung agar kamu dan Laura tidak di cap jelek oleh masyarakat."saran Agung kecewa dengan Alan apalagi Peter.
Agung membawa pulang Scott,istri dan kedua anaknya ke rumah karena malu dengan Peter.
Batalnya acara pertunangan ini membuat Alan dan Laura marah gara-gara pernyataan dari putranya.
Rani sedang membaca artikel tentang batalnya pertunangan Peter dan Ara, sejujurnya dia bingung tapi senang sih dia karena dia juga mempunyai seorang anak kecil pula yang harus dia tanggung jawab.
"Apa dia batalkan demi Rafael Hermawan dan Regina Hermawan."batin Rani.
Rani hanya memberikan nama belakang dari ayahnya untuk kedua anaknya karena dia tak mau memberikan nama belakang dari Hadikusuma.
Jun, David dan Danny membaca artikel tentang batalnya pertunangan dari Keluarga Hadikusuma dan Keluarga Hanendra. Jujur mereka bertiga sangat kaget sekali.
"Gila ternyata sepupunya Renata lebih parah daripada Renata sendiri,coba lihat bisa-bisanya dia mempunyai anak dari wanita lain,gue yakin pasti Renata jadi sasaran empuk dari semua murid nanti pas masuk semester genap nanti."kata Danny merinding.
"Iya,bukan hanya Kak Peter sih yang kena nanti, Renata pasti itu kena walaupun dirinya gak salah."sambung David.
"Gimana iya nanti Kak Jonathan tahu jika adek kesayangannya nanti di hina oleh semua murid nanti,kamu tahu loh Renata banyak orang gak suka sama dia karena dikira dia sombong dan mentang mentang dia berasal dari keluarga Hadikusuma yang terkenal itu walaupun dirinya tak pernah mengungkapkan identitas dirinya."cerita Jun panjang lebar.
"Pasti Kak Jonathan mengamuk lah tahu adek kesayangannya di bully,Kak Jonathan itu orangnya gak main-main,dia akan berlakukan seperti psikopat demi melindungi adeknya yaitu Renata."jawab David.
__ADS_1
"Karena Kak Jonathan dan Om Agung itu banyak koneksi nya jadi mereka bisa tahu walaupun Renata tak pernah ceritakan tentang semuanya yang dia alami karena Renata takut dirinya Kak Jonathan dan Om Agung marah kepadanya."balas Danny.
Jun khawatir dengan Renata nanti pas masuk sekolah nanti walaupun dirinya gak salah.