
Hari Senin yang paling ditakutkan oleh semua murid karena setiap hari Senin selalu ada upacara. Renata sengaja turun jam 05.40 pagi karena dia malas terlambat.
Tapi cuaca hari ini memang hujan selama 1 minggu ini. jadi semua murid pada kesenangan karena gak jadi upacara. Renata masuk ke kelas dan memilih bermain ponselnya.
Renata melihat ada seorang guru tapi guru SMP dia tau siapa nama guru itu dan memilih keluar kelas.
Davina menatap wajah dari mantan muridnya dulu yaitu Renata. sama seperti dulu Renata selalu cuek dan dingin tapi dia selalu menyapa dirinya.
"Pagi Bu Davina"sapa Renata sedikit canggung.
"Pagi Renata"sahut Davina ramah.
"Ibu mau ngapain"tanya Renata basa basi.
"Mau ke ruang yayasan"sahut Davina tapi dia bohong. dia mau ke ruang guru untuk bertemu dengan Juan.
Renata curiga dengan ucapan dari Davina mana mungkin dia pergi ke ruangan yayasan karena ruang yayasan dekat sekolah ini juga dan dekat asrama tetapi Renata hanya diam saja.
Renata kembali ke kelas karena dia lagi gak mood sedangkan Davina bergegas ke ruang guru.
Namun tiba-tiba Juan datang ke kelas dan menemui Renata. ada raut wajah yang tak bisa ditebak Renata hanya diam dan cuek saja. Juan menarik tangannya Renata dan membawanya ke belakang sekolah,Renata mendadak takut dan menunduk kepalanya karena dia mau menangis.
Sampai di belakang sekolah Juan mengatakan yang sebenarnya.
"Renata tatap wajah saya sekarang"ucap Juan dingin. Renata terpaksa menatap wajah dari gurunya dengan dingin.
"Apa lagi yang dia katakan"batin Renata takut.
"Kamu yang menulis surat kepada saya 2 tahun yang lalu"bentak Juan keras dan membuat Renata mendadak berubah menjadi bingung dan semakin takut.
Flashback on
2 tahun yang lalu. Renata diam diam menulis surat cinta buat gurunya yaitu Juan Aditama. jujur Renata diam diam menyukai gurunya sendiri yaitu Juan. karena dia tahu bahwa Juan adalah pria yang tampan dan dingin. Juan adalah wali kelasnya saat ini. dia ingin mendekati dirinya dengan Juan. oh iya Juan juga seumuran dengan kakaknya yaitu Jonathan.
Renata selesai menulis surat itu dan diam diam menaruh surat itu ke meja Juan tapi tak jadi karena dia lupa kalo diruang guru itu lagi rame. Dimalam hari Renata sengaja datang ke sekolah hanya untuk menaruh surat itu karena dia tak mau ketahuan sama yang lainnya.
Sampai diruang guru Renata menaruh surat itu disela sela buku yang selalu menjadi tempat bahasan. tak peduli dia mau baca atau tidak yang penting dia sudah menulis surat itu dan dia gak mau lama lama disekolah. Renata memilih bergegas kerumahnya karena besok dia harus turun ke sekolah.
Flashback end.
"Renata cepat jawab pertanyaan dari saya"marah Juan.
"Iya Pak saya yang menulis surat itu"ucap Renata jujur.
__ADS_1
"Kenapa kamu tak jujur saja daritadi"kata Juan masih emosi.
"Karena saya takut dengan bapak"sahut Renata jujur lagi.
"Ingat aku ini gurumu dan kamu itu muridku jadi jangan aneh aneh dengan saya"ancam Juan.
"Ingat itu Renata"ucap Juan emosi dan meninggalkan Renata sendirian di belakang sekolah.
Renata bergegas ke toilet untuk mencuci mukanya. Sampai didalam toilet Renata mengunci bilik toilet dan menangis diam diam karena perbuatannya di masa lalu. karena ini masih jam 05.50 pagi jadi dia meluangkan waktunya untuk menangis. 30 menit lamanya dia menangis Renata memutuskan untuk keluar dari bilik toilet dan mencuci mukanya agar orang lain tak tau jika dirinya sedang menangis.
Renata bergegas ke kelas. di lorong lagi lagi dia bertemu dengan gurunya yaitu Juan. Renata langsung membuang mukanya karena dia masih takut sedangkan Juan bingung melihat ekspresi wajahnya Renata tapi hanya diam saja.
Renata tak sengaja menabrak loker karena gak fokus jalan dan dahinya mengeluarkan darah segar yang mengalir. karena dia tak mau Juan melihatnya lebih baik Renata berlari saja ke UKS.
Diam diam Juan mengikuti Renata dari belakang karena dia penasaran. sampai di UKS anak anak yang jaga langsung mengobati luka di dahinya Renata tak sampai 10 menit mereka mengobati luka di dahinya Renata dan Renata memutuskan untuk kembali ke kelasnya tapi ditahan sama Juan.
"Nanti jam pulang sekolah temui saya di rooftop sekolah nanti dan saya tunggu kamu nanti."ucap Juan dingin dan lagi lagi meninggalkan UKS.
Jam 07.30.
Pelajaran pertama sudah dimulai tapi gurunya berhalangan hadir jadi digantikan dengan tugas tapi dikumpul hari ini juga.
Renata seperti biasa dia selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya sedangkan geng black moon malah santai saja kecuali Jaden karena dia tak turun hari ini.
"Padahal dia tampan loh"batin Renata sambil mengerjakan tugasnya.
Jam istirahat Renata,Belinda, Odelia dan Marian mau pergi ke kantin sekarang Renata mulai sedikit terbuka dengan 3 gadis itu. tiba-tiba Juan lagi lagi menarik tangannya Renata dan membawanya ke gudang. sontak Belinda, Odelia dan Marian sangat kaget tapi yang lebih parah adalah Belinda. iya karena Juan adalah kakak kandungnya.
"Pak kita mau kemana sih"teriak Renata kesakitan.
"Nanti kamu tau sendiri Renata"bentak Juan marah sambil mencekram tangannya Renata hingga tangan dari Renata kesakitan.
Sampai di gudang Juan menatap tajam ke Renata pintu gudang itu sudah dia kunci. Renata lagi lagi malas melihat wajah dari Juan.
"Apa alasanmu kamu menyukai saya"teriak Juan marah.
"Saya suka sama bapak karena bapak sangat tampan"ucap Renata jujur.
"Cuma tampan doang"kata Juan marah.
"Iya"jawab Renata singkat.
"Kalo begitu kamu pergi dari sini dan jangan lupa di rooftop sekolah nanti"ucap Juan mengusir Renata dari gudang.
__ADS_1
Renata keluar dari gudang dengan raut wajahnya yang dingin sedangkan Juan masih di gudang.
Jam pulang sekolah Renata buru buru ke rooftop sekolah karena Juan gak punya waktu lagi.sampai di atap sekolah Renata sudah melihat ada seorang pria setinggi 187cm dan berat badannya Renata gak tau beratnya, tinggi badannya Renata berapa sih iya tinggi badannya adalah 175cm karena rajin bermain basket dan gen badan tinggi berasal dari Agung, Jonathan dan Mona. Iya pria itu adalah Juan Aditama selaku gurunya dia. Renata mematung disitu karena dia lagi gugup dan takut.
Juan mendekati Renata yang masih terdiam disitu dan menatap tajam ke Renata.
"Kamu tahu maksud tujuan saya menyuruh kamu kesini"ucap Juan suara dingin.
"Tidak tahu Bapak"jawab Renata takut.
"Alasannya saya menyuruh kamu kesini adalah merahasiakan identitas ku yang sebenarnya"kata Juan serius dan Renata tambah bingung.
"Apa itu Pak"tanya Renata penasaran.
"Kamu tahu Belinda Aditama"tanya Juan dingin.
"Iya saya tahu"ucap Renata serius.
"Dia adik kandungku dan kamu satu satunya orang mengetahui fakta ku ini"jawab Juan jujur dan Renata benar benar kaget dan shock.
"Jadi Bapak saudaranya Belinda"tanya Renata masih tak percaya.
"Iya saya kakaknya dia"ucap Juan menyakinkan Renata.
Renata masih bingung dan tak percaya dengan kenyataan ini sedangkan Juan melihat raut wajah dari Renata sendiri.
"Makanya saya tahu jika kamu adalah adik dari Jonathan Hadikusuma. ayahmu adalah seorang CEO terkenal dan ibumu seorang artis terkenal. intinya saya tahu siapa kamu yang sebenarnya. tapi kamu jangan ke siapa siapa tentang rahasia ku ini"cerita Juan panjang lebar.
Renata hanya mengangguk saja dan merahasiakan identitas Juan yang sebenarnya. Juan menarik wajah dari Renata dan mencium bibirnya Renata dengan lembut. jujur bagi Renata ini adalah pengalaman yang pertama karena dia tak melakukan itu sedangkan Juan dia tak pernah berciuman dengan wanita manapun dan pertama kalinya dia berciuman dengan muridnya sendiri.
Renata tak membalas ciuman itu dan memilih kembali ke raut wajah yang datar. 10 menit sudah mereka berdua berciuman mereka berdua kembali seperti semula.
"Jangan panggil aku bapak jika tak ada murid manapun. panggil saja aku Kakak"ucap Juan serius.
"Baik bapak eh baik Kakak"kata Renata sedikit gugup.
"Good buat kamu"jawab Juan lembut sambil mengelus dahinya Renata yang sakit tadi.
"Iya sudah kamu pulang ke rumahmu sekarang"ucap Juan serius dan Renata memutuskan untuk pulang kerumahnya.
Sampai dirumah Renata masih terbayang-bayang saat dirinya dan Juan sedang berciuman dengan lembut di atap sekolah. Renata memilih tidur siang karena menguras otak nya tadi di sekolah.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1