Ada Apa

Ada Apa
61


__ADS_3

Renata pergi ke kantin bersama Odelia dan Marian tetapi ada 1 murid di samping nya Jun, entah kenapa hati Renata mendadak sakit melihat nya.


"Aku kayak orang yang lagi cemburu iya."batin Renata.


Renata tak tahan melihat adegan mesra itu dan memilih duduk bersama Odelia dan Marian.


"Ren,mamamu cantik banget sumpah,kamu seperti adeknya mamamu loh."ucap Marian sambil menunggu pesanan datang.


Marian sudah ketemu Mona yang ketiga kalinya secara langsung tetapi dirinya masih tak percaya melihat wajah awet muda dan cantik milik ibu dari Renata.


"Iya gitu mamaku,anaknya juga cantik hehehe."jawab Renata santai.


"Benar kamu juga cantik seperti mamamu tapi wajah mu lebih mirip ke Om Agung dan Kak Jonathan."balas Marian.


Odelia membawa pesanan dirinya,Renata dan Marian.


"Heh,kemarin kenapa Renata tinggalkan kamu sendirian di parkiran sekolah nya."tanya Ezra kemarin tak sengaja melihat Renata menangis di parkiran sekolah dan tinggalkan kakaknya sendirian.


"Mungkin adek gak mood kali,dia ingin pulang sendiri."bohong Jonathan padahal adeknya lagi marah dengan nya.


"Tapi tumben saja iya dia mau pulang sendiri biasanya dia merengek gak jelas kayak anak kecil."kata Ezra curiga dengan sikap dari Renata.


Jonathan tak menganggapi perkataan dari Ezra karena Renata menyuruh jangan ceritakan masa lalunya yang kelam.


"Apa Renata pernah di lecehkan oleh seseorang."tebak Ezra curiga.


Jonathan membulat sempurna matanya saat Ezra ingin tahu masa lalunya dari Renata.


Ezra yakin Jonathan sembunyikan sesuatu yang mungkin dia tak mau dirinya tahu.


"Kata Bunda, Renata pernah tes keperawanan nya tapi si dokter sengaja menyembunyikan hasil tes itu."kata Ezra membuat Jonathan semakin takut jika Ezra ingin tahu tentang masalah adeknya.


"Kau tak perlu tahu tentang adekku,apa kamu mengenal adek lebih jauh,aku sudah lama kenal adek sejak adek baru lahir hingga dirinya mau 18 tahun. Itu masalah adekku mau adek tes itu atau tidak kau perlu tahu, cukup adek saja yang tahu."marah Jonathan kepada Ezra tetapi Ezra tidak takut.


"Aku hanya khawatir dengan Renata,karena Renata satu-satunya cucu perempuan di keluarga Hadikusuma dan aku gak mau Renata di sakiti meskipun aku dan Renata hanya sepupuan."ujar Ezra serius.


Apa benar Renata pernah tes keperawanannya di masa lalu.


"Nanti aku tanyakan langsung saja ke dia."batin Jonathan.


"Apa yang kalian berdua ributkan."tanya Sean melerai 2 pria dewasa ini dan baru datang.


"Tidak apa-apa,kau tak perlu tahu tentang ini."ucap Jonathan dingin.


"Kemarin aku tak sengaja melihat Renata pulang sendiri sambil menangis,apa kamu bikin dia menangis kah karena kamu gak jemput dia."tanya Sean serius.


"Sekali lagi kau tak perlu tahu tentang adek yang kemarin,mau Ade nangis atau tidak itu cuma adekku yang tahu,kalian semuanya tak akan tahu masalah adekku."ucap Jonathan sekali lagi dia marah dan dingin.


"Kau bukan kakak yang baik buat Renata, sering kali kamu melampiaskan amarahmu ke dia padahal dia gak salah apa-apa,salah sedikit saja adek langsung minta maaf,bahkan kamu selalu dingin dengan nya sejak papamu nyuruh kamu menjadi penerusnya di kantor, padahal dulu kamu selalu hangat dengannya karena kamu gak tahu masalah adekmu, Renata sendiri yang cerita ke gue waktu dirinya di sakit gara-gara kamu sendiri yang abaikan dia selama 2 bulan."ucap Sean cukup membuat Jonathan terdiam.


Walaupun Renata tak cerita yang dia disiram dengan air pel bekas lantai dan hampir perkosa di masa lalu,Sean sudah tahu sejak lama karena Renata tidak memberitahu ke siapa-siapa kecuali keluarga nya sendiri.


"Asal kamu tahu iya,Renata itu hampir di perkosa sama kakak kelasnya karena Renata menolak nya jadi Renata disiram air pel bekas lantai bahkan dirinya juga di salahkan oleh kakak kelas itu, seakan Renata yang siram mereka padahal adekmu itu korban yang sebenarnya walaupun Renata tidak cerita kan tentang itu ke siapa-siapa,aku kasihan dengan Renata,kenapa kehidupan sekolahnya sangat berbeda dengan kita."ucap Sean kasihan adek sepupu perempuan nya.


Ezra melongo mendengar ucapan dari Sean dan kaget sekali sedangkan Jonathan tak bisa berbuat apa-apa selain kata diam,bahkan dirinya kaget karena Sean mengetahui fakta dari Renata.


Peter cuma diam saja dan tiba-tiba menangis bukan karena adu mulut dari Jonathan,Ezra dan Sean melainkan kehidupan yang kelam dari Renata.


"Kenapa lagi nih kamu menangis."tanya Ezra bingung.


"Hiks hiks hiks aku kasihan dengan si adek,kok tega iya cowok-cowok gitukan adek kalo aku ada disitu gue tendang itu nah."ucap Peter sambil menangis.


"Sudah gak usah cengeng jadi bocah,sudah jadi ayah buat 2 anak masih saja kayak anak kecil,gue bisa maklumi si adek kalo lagi nangis kalo ini rasanya pingin jitak kepalamu."kata Jonathan dengan suara keras.


Peter berhenti menangis karena dia sudah berhasil membuat mereka bertiga tidak adu mulut lagi.

__ADS_1


"Gimana dengan keadaan papimu."tanya Jonathan serius.


"Papi masih koma weh, Gina nangis mulu gara-gara opanya belum bangun."jawab Peter.


"Terus kenapa kamu tidak membawa anakmu kesini,siapa aku bisa menghibur nya."kata Jonathan lagi.


"Mereka sama Omanya dirumah dan bini gue lagi ujian semester nih."jawab Peter.


"Emangnya bini mu kuliah kah, kuliah dimana."tanya Ezra.


"Kuliah kedokteran tapi dulu dia sempat cuti 1 tahun karena ketahuan hamil anak gue, padahal ibu mertuaku dosen sekalian dokter disitu."jawab Peter santai.


"Kamu sih labil jadi bocah, heh gue pernah dengar kalo bini mu melahirkan di depan sekolahnya Renata loh,bahkan Renata yang menolong binimu waktu melahirkan sampai pingsan pula."kata Sean santai tapi ketiga pria ini pada kaget weh.


"Apa."kata Jonathan,Ezra dan Peter bersamaan dan kaget.


"Gue diceritakan oleh David, waktu itu David bilang kalo Renata pingsan karena orang melahirkan bahkan kepala sekolah juga turun tangan langsung di lokasi hanya menolong Rani doang."jawab Sean santai.


"Mending kamu tanya langsung sana sama Renata atau Rani,dia tahu itu."lanjut Sean.


Sumpah otak ketiga pria ini lagi buntu dan ngeblank.


"Ren, aku boleh minta tolong gak."kata Marian polos.


"Tolong apa weh."tanya Renata bingung.


"Badanmu kan tinggi bisakah nanti ambil buah belimbing dirumah ku nanti."jawab Marian sangat polos tapi Renata iyain saja.


"Ke rumah mu ,iya sudah aku ke rumah lah bosan dirumah mulu."balas Renata santai.


"Ok sekalian kita makan rujak buatan mbak sila kakakku."ucap Marian dan Renata mengangguk saja.


"Aku beli makanan ah."batin Renata.


"Renata."panggil David berjalan santai.


"Iya ada apa."tanya Renata bingung.


"Kamu lihat adekku gak."tanya David bukan menjawab pertanyaan dari Renata.


"Gak, emangnya kenapa."tanya Renata bingung.


"Makasih iya Ren,gue pergi dulu."ucap David gelisah kemana adeknya pergi.


Renata menatap punggung dari David dan tak sengaja lagi Renata melihat Jun dan gadis itu pulang sama-sama.


Sebelumnya Renata tak pernah melihat wajah gadis itu dan siapa gadis itu.


"Siapa gadis itu,aku tak pernah melihatnya."batin Renata penasaran.


"Ren,ada kakakmu loh disitu, sumpah kakakmu ganteng banget iya."kata Marian heboh padahal sudah beberapa kali dia melihat Jonathan secara langsung dulu dia cuma melihat di berita online saja.


"Pasti kakak ganggu lagi acara para ciwik-ciwik."batin Renata bete.


"Adek ayo kita pulang yuk."ucap Jonathan dengan penampilan yang santai tapi terlihat sangat tampan meskipun dirinya seorang duda.


"Adek mau ke rumah teman nah."kata Renata bete.


"Iya kah sama siapa ke sana nya,"tanya Jonathan serius.


"Sama ini lah."jawab Renata polos dan tunjuk ke arah Marian, Odelia dan Kanaya.


"Kak Jo gak boleh ikut ini urusan anak perempuan."kata Renata melarang kakaknya ikut.


"Kalo aku gak mau kayak apa,sudah gak usah bantah aku mau ikut titik."kata Jonathan gak mau dibantah.

__ADS_1


"Tapi adek takut Kak Jo malu,."ucap Renata takut.


"Takut apa,takut aku malu melihat kelakuan gadis remaja yang labil dan lebay plus gitu,sudah biasa aku melihatnya waktu di sekolah bahkan waktu Maya dan gengnya di masa lalu."kata Jonathan malah santai saja


"Pokoknya gak boleh titik,."teriak Renata emosi.


"Cepat tua wajahmu nanti,adek gak malu apa sama 3 gadis ini."ucap Jonathan membuat Renata terdiam.


Ketiga gadis ini cuma diam dan gak berurusan dengan kakak beradik ini.


"Hey adek bawa siapa kok ada artis disini."tanya Kenan sang ayah dari Marian.


Kenan melihat wajah dari Jonathan dan Renata, jujur wajahnya ini mirip ke siapa iya.


"Kamu artis iya."tanya Kenan kepada Jonathan dan Renata.


"Bukan Om tapi mama saya yang artis."jawab Jonathan sopan dan ramah.


"Nama anda itu siapa, mukanya anda sekilas kayak Mona Anggara."tanya Kenan bingung.


Istrinya datang dari dapur dan melihat wajah dari Jonathan dan Renata habis itu pingsan melihat wajah dari kakak beradik yang kayak artis.


Kenan dan Jonathan langsung membawa Hana ke kamarnya.


Selesai meletakkan Hana di atas ranjang, Jonathan langsung minta maaf.


"Maaf Om saya sudah membuat istri Om jadi pingsan saat melihat saya dan adek saya."maaf Jonathan dengan tulus.


"Tidak apa-apa nak,ibu emang kayak gitu kalo melihat muka artis secara langsung."ucap Kenan lembut.


"Sepertinya om penasaran dengan saya dan adek saya, perkenalkan nama saya Jonathan Hadikusuma,saya putra sulung dari Mona Anggara dan Agung Hadikusuma,itu adek kandung saya Renata Hadikusuma."ucap Jonathan sopan.


Kenan baru mengerti bahwa pria ini ternyata anak dari Mona dan Agung.


"Iya Tuan Jonathan,ada apa kemari."tanya Kenan lembut.


"Saya hanya temani adek saya saja om,."kata Jonathan sopan.


"Kau sungguh kakak yang buat adekmu., silahkan duduk dulu,adek tolong bawa temanmu kesini."ucap Kenan sambil memanggil putri bungsunya.


"Iya papi."jawab Marian sambil membawa 3 gadis ini.


"Mar, katanya suruh aku ambil buah belimbing,mana pohon belimbing nya."tanya Renata sedikit tak sabaran.


"Oh dibelakang,ayo kita ke belakang yuk."ucap Marian semangat.


Marian membawa Renata ke belakang rumah, sungguh belakang rumah ini sangat luas tapi lebih luas dirumahnya Renata lah. Disini banyak macam pohon.


Renata mengambil buah belimbing yang sedikit tinggi dan berhasil mengambil buah belimbing yang manis.


"Kau suka makan belimbing kah Ren."tanya Marian saat melihat Renata menatap buah belimbing itu.


"Iya aku suka buah belimbing, dirumah aku ada pohonnya,sama aku juga suka makan buah srikaya,."kata Renata lembut.


2 buah yang di sebut oleh Renata adalah buah kesukaannya Azura sang nenek.


"Vid, akhir akhir kamu sering ngobrol bareng Renata,apa kamu ada hubungannya dengan di masa lalu."tanya Jaden serius.


"Oh aku dulu 1 SMP dengannya makanya aku kenal dia dan Renata kenal aku."jelas David santai.


"Tapi gadis yang dekat sama Jun,siapa. Sumpah aku tak pernah melihat nya."tanya Jaden serius.


David juga gak tahu siapa nama gadis dan memilih diam saja.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2