
Renata pergi ke rumahnya Marian hanya untuk curhat saja.
"Mar,aku galau."kata Renata galau tingkat dewi.
"Pasti galau gara-gara 2 cowok gila itu kan,kamu selalu begitu mulu sih Ren."tebak Marian ke sahabatnya.
"Iya,tapi aku bingung nah."jawab Renata pusing.
"Bingung kenapa,Reren."tanya Marian serius.
Renata langsung menangis karena daritadi dia menahan air matanya di bola mata berwarna hazel itu.
Marian tahu jika gadis dingin ini sedang bersedih bahkan dirinya juga sering mendengar cerita dari Renata yang sama.
Galau galau galau itu yang dipikirkan oleh Renata.
Renata menceritakan apa yang sedang terjadi di dalam dirinya, Marian cuma diam saja namun dirinya kasihan kepada Renata walaupun ceritanya yang sama.
Tiba-tiba Renata tertidur di kamarnya Marian karena lelah menangis.
Sore hari,Mona kalang kabut karena putrinya belum pulang dari tadi.
"Mas,gimana kalo adek diculik lagi, kenapa adek tidak mengangkat telpon dari aku,mas."ucap Mona dengan cemasnya namun Agung malah bersantai.
"Bukannya adek sudah pulang,coba cek dulu ke kamar adek."saran Agung santai.
Mona kesal karena sang suami malah bersantai saja namun dirinya malah menuruti saran dari Agung.
Mona bergegas ke kamarnya Renata,Renata sudah pulang ke rumahnya lalu bergegas ke kamar mandi karena badannya sudah bau.
Mona mengetuk pintu kamar anaknya ini lalu Renata membuka pintunya.
"Mama lagi apa."tanya Renata polos.
"Mama kira adek belum pulang,maaf mama lupa nah."jawab Mona benar' dirinya lupa jika putrinya sudah pulang dari 1 jam yang lalu.
"Adek mau mandi dulu iya ma."balas Renata lembut lalu tersenyum ke arah Mona.
"Ini kenapa sih pada pelupa semuanya."batin Renata.
Jonathan sudah pulang dari kantornya di jam 19.20 malam,dia banyak kerjaan hari ini.
"Sudah pulang iya kakak."ucap Renata dengan polosnya.
Jonathan menatap Renata dengan aneh,tidak seperti biasanya nih adeknya menyambut dirinya pas pulang kerja.
"Kesamber petir nih bocah."batin Jonathan.
"Pergi sana,kakak belum mandi,bau tahu."ledek Renata sambil cengengesan tapi Jonathan langsung jitak kepala adeknya.
Renata mengelus kepalanya yang habis di jitak oleh kakaknya.
"Aduh sakit."rengek Renata tapi diabaikan oleh Jonathan.
Renata kesal lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Jun.
Di Roma Italia.
__ADS_1
Jun dan Danny lagi jalan-jalan, Danny adalah orang yang pertama tahu jika Jun pergi meninggalkan negara Belanda.
"Jun,itu ada pesan dari Renata."kata Danny namun Jun malas membalasnya.
"Jika jalan-jalan saja kalo gitu."ucap Jun acuh.
Kembali ke Indonesia.
Renata kesal karena Jun tidak membalas pesan darinya.
"Dia sedang apa sih disana sampai gak balas pesanku."batin Renata.
"Adek."panggil Jonathan dengan keras agar gadis ini mendengarnya.
"Sakit telinga adek."kata Renata kesal sambil tutup telinganya.
"Dek, cepat siap-siap sekarang."perintah Jonathan membuat Renata tak mengerti.
"Siap-siap apa sih,Kak Jo."tanya Renata masih tak mengerti apa yang di maksud oleh Jonathan.
"Gue suruh adek cepat siap-siap sekarang,gue tunggu 10 menit dari sekarang."kata Jonathan tak mau di bantah.
"Sabar pang bawel."balas Renata kesal dan langsung banting pintu kamarnya membuat Jonathan terkejut.
"Buset nih bocah bikin gue kaget saja."batin Jonathan.
Belum sampai 10 menit Renata sudah siap-siap nih tapi dia tak tahu kenapa kakaknya ini mengajak dirinya jalan-jalan.
"Kak Jo,adek sudah siap."kata Renata sudah siap-siap entah kemana dia pergi.
"Iya sudah kita pergi sekarang."ucap Jonathan tanpa menoleh ke Renata.
"Gak kuat kenapa mami."tanya Rani lembut.
"Papi telah selingkuh dari mami selama 8 tahun,mami akan memberikan kejutan buat papimu besok."kata Laura dingin membuat Peter dan Rani bingung.
Laura benar' sakit hati jika mengetahui bahwa suaminya telah selingkuh,kenapa dirinya baru menyadari ini dan kenapa kakak ipar serta kedua anaknya bisa tahu tentang itu.
Mundur jam 16.10 sore.
Sean dan Jonathan sedang berbicara gak jelas gitu di cafe milik Ezra namun mereka berdua tak sengaja melihat Laura sedang galau di cafe seorang diri.
Saat mereka berdua menghampiri Laura, Laura langsung bersikap biasa-biasa aja.
"Ada apa nak."tanya Laura lembut.
"Tante sedang apa."tanya Jonathan sopan.
"Tante mau tanya sama kamu nak,benar kah Renata yang melihat adegan itu di kantornya suami Tante dan perempuan gila gila."ucap Laura serius.
Jonathan dan Sean saling bertatapan.
"Jika benar,bisa kah Tante minta video itu sekarang."kata Laura lebih serius.
"Tante,jika mau minta video itu,aku tak punya Tante."jawab Sean polos.
"Aku punya Tante,,adek langsung kasih ke aku waktu itu sambil menangis."ucap Jonathan serius.
__ADS_1
Jonathan langsung mengirimkan video itu ke ponsel milik Laura, sebenarnya Laura ingin memberi tahu kepada Jonathan dan Sean namun ada saatnya dia akan kasih kabar yang mengejutkan.
Kembali ke jam 20.30 malam.
"Katakan kepadaku,apa tujuan mu yang sebenarnya."kata Jonathan dingin ke Lira.
Renata menatap ngeri ke Jonathan, jujur dia baru kali melihat kakaknya benar' seperti monster yang sangat mengerikan.
"Anda,ayah anda dan putri anda, benar-benar benalu jadi orang,ini gadis yang kau tusuk perutnya waktu itu dulu, sekarang apa tujuan mu berani menusuk perut adekku, jika adekku mati di tempat,aku kupastikan hidupmu gak akan tenang selama-lamanya."ancam Jonathan dengan tatapan tajam dan dingin.
Ancaman itu benar' membuat semua orang pada takut.
Kakak mana yang gak sakit hati melihat adeknya menderita, begitu juga Jonathan walaupun Jonathan sering melampiaskan amarahnya ke Renata namun jiwa seorang kakak gak akan tenang.
"Apa tujuan mu yang sebenarnya."teriak Jonathan marah dan menatap tajam ke Lira.
"Itu karena ayah aku."jawab Lira takut.
"Ayah itu kakek dari putrimu itu,kau seorang perebut suami orang terus putrimu juga perebut suami orang, benar benar benalu banget."ejek Jonathan.
"Tujuannya adalah kakek itu sudah merebut Azura dimasa lalu,kalian berdua gak akan tahu tentang itu,."kata Lira marah.
"Kakekku bukan perebut nenekku,tapi kakek adalah cinta sejatinya nenek dan nenek adalah cinta sejatinya kakek,kakekku setia kepada nenekku hingga nenekku meninggal dunia."kata Jonathan dengan bangga karena kakeknya setia kepada neneknya.
Mendengar perkataan itu membuat Lira terdiam dan tertusuk ke hatinya.
"Aku gak akan menyiksa anda tapi anda akan bersiap-siap karena polisi akan datang kesini dan menangkap anda, karena kasus narkoba dan penusukan di perut gadis ini."ucap Jonathan serius.
Raut wajahnya Lira kaku dan ketakutan karena kebusukannya sudah terbongkar karena Jonathan.
Polisi sudah datang dan menangkap Lira.
"Renata, tolong bebaskan aku sekarang."teriak Lira saat meminta mohon ke Renata.
Renata cuma diam bahkan dirinya masih takut dan berlindung di belakang tubuhnya Jonathan.
"Bawa saja Pak,jangan hiraukan dia pak."ucap Jonathan serius.
Setelah Lira di bawa ke kantor polisi, saatnya 2 saudara itu pulang ke rumahnya.
🍁🍁🍁🍁🍁.
Renata bangun di jam 04.30 pagi namun dirinya masih terdiam karena kejadian tadi malam.
Bukan penangkapan Lira melainkan Jun.
Biasanya Jun selalu balas pesannya tetapi nomornya ternyata diblokir oleh Jun.
"Kenapa dia begini."batin Renata.
.....
Jun sengaja memblokir nomornya Renata agar dirinya tidak menghubunginya lagi.
Dia ingin hidup tenang tanpa ada yang ganggu dirinya.
"Maafkan aku Ren,aku lakukan ini demi diriku Ren."batin Jun.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.