Ada Apa

Ada Apa
113


__ADS_3

Setelah selesai berbicara dengan Scott, Jun dan Renata lagi jalan kaki weh entah kemana mereka berdua pergi.


"Ren, sebenarnya aku tahu kamu suka sama aku kan waktu kelas 11 SMA dulu,ngaku saja deh."ucap Jun dengan mulut yang julid sekali dan Renata langsung menoleh ke arah Jun.


"Mana ada iya."jawab Renata tak mau mengaku bahwa dirinya suka dengan pria disampingnya.


"Kakekmu sendiri lo iya cerita ini ke aku,sudah jujur saja ke gue."kata Jun berusaha membuat Renata jujur ke dirinya.


Renata gak mau mengaku di depan Jun karena gengsi sekali.


"Kenapa gak mau ngaku saja sih,kalo gitu kenapa kamu bersikap dingin ke aku waktu itu."tanya Jun membuat Renata terdiam dan bingung menjawabnya.


Renata kesal kenapa kakeknya membongkar rahasia nya,yang dia takut itu adalah Jonathan karena Jonathan pasti mengolok-oloknya.


"Aku gengsi mengakuinya, maaf aku dulu bersikap itu karena masa lalu waktu aku SMP dulu."jawab Renata dengan jujur.


"Bagus lah kamu jujur ke aku."balas Jun tulus.


"Lupakan saja,aku bosan aku mau main basket nih,kamu harus datang iya ke tempat basket di kompleks rumahku tapi jangan bawa siapa-siapa iya hanya kamu saja iya, ingat jam 4 sore lo."kata Renata dengan tegas dan serius.


"Ok,gue datang iya."jawab Jun lembut.


🍁🍁🍁.


"Betulan kamu dendam dengan Kak Jonathan kah, padahal Kak Jonathan gak ada ganggu kamu lo."tanya Lisa yang asik mengelus perutnya yang berusia 9 bulan ke Rossa.


"Aku kesal sama duda gila itu yang sok kegantengan itu."jawab Rossa kesal.


Lisa dan Clara bingung dengar jawaban dari Rossa.


"Siapa yang duda,Ros."tanya Clara kepo.


"Itu putranya Pak Agung dan Ibu Mona lah siapa lagi kalo bukan Kak Jonathan Hadikusuma."jawab Rossa kesal.


"Kak Jonathan pernah menikah kah,kok gak ada kabar Kak Jonathan menikah,terus dia menikah dengan siapa."tanya Lisa penasaran.


"Kak Jonathan pernah menikah dengan Kak Maya Kusnadi,anaknya Pak Manuel Kusnadi dan Ibu Mira Dinata,mereka berdua menikah waktu lulus SMA tapi sayangnya pernikahan mereka tertutup,terus Kak Maya sudah meninggal dunia karena penyakit bahkan dia meninggal dunia dalam keadaan hamil anak pertama mereka berdua 4 tahun yang lalu,Kak Jonathan seperti nya kayak masih perjaka tapi kenyataannya iya seorang duda tanpa anak, Kak Jonathan dan Kak Maya itu pacaran sejak kelas 1 SMA lo."jawab Sandra panjang lebar.


Lisa dan Clara juga pernah mendengar nama yang disebutkan oleh Jonathan waktu menelpon ibunya di acara dulu 7 bulan yang lalu.


"Jadi itu toh Kak Maya ternyata istri sahnya Kak Jonathan dulu,kok aku baru tahu sih soalnya Kak Sean gak pernah cerita ke aku."kata Clara masih bingung.


"Sama aku juga baru tahu padahal dulu pernah tahu tentang Kak Maya di masa lalu."ucap Lisa lagi.


Tanpa disadari 4 wanita cantik itu, Jonathan menguping pembicaraan mereka secara diam-diam lalu menghampiri mereka berempat.


Geng hitam merah jambu itu terkejut dengan kehadiran dari Jonathan yang sangat dingin sekali.

__ADS_1


"Jadi kalian penasaran dengan masa lalu aku iya,aku juga tahu kalian berempat pernah menguping pembicaraan aku waktu aku telpon ibuku di acara itu,iya kan,ok gue kasih tahu ke kalian daripada mati penasaran nanti,gue pernah menikah dengan Maya di masa lalu bukan karena aku menghamili Maya tapi kami berdua saling mencintai dan menyayangi,aku serius menikah dengan Maya karena cinta aku ke dia sangat kuat dan Maya juga cinta ke aku juga kuat tapi sayangnya pernikahan aku hanya 4 tahun saja karena Maya meninggal dunia dengan keadaan hamil buah cintaku dengan Maya, kenapa aku tidak bocorkan pernikahan aku karena aku gak mau orang ganggu rumah tangga aku dan Maya,itu saja yang gue cerita,gue pamit dulu."kata Jonathan dingin lalu meninggalkan geng wanita itu.


Geng hitam merah jambu lagi-lagi terkejut dengar cerita langsung dari Jonathan.


Bentuk visual Maya dan Leticia adalah Seulgi Red Velvet.


Renata menunggu Jun di lapangan basket,dia ingin menghabiskan waktunya bersama Jun sebelum dia pergi dari sini maksudnya pergi ke tempat yang aneh dan tak bisa dijangkau oleh orang lain.


Jun datang dengan pakaian olahraga nya , sangat tampan dimatanya Renata.


"Akhirnya kamu datang juga,lumutan kaki gue nih."canda Renata saat memainkan bola basket nya dengan lincah.


Jun melihat Renata emang cocok menjadi seorang atlet basket karena dia seorang kapten basket di sekolah dulu selama 3 tahun lamanya namun sayangnya Renata tak tertarik karena Renata menganggap basket adalah hobinya.


Sudah 1 jam lamanya mereka berdua selesai bermain basket.


"Gila kamu makin jago saja main basket nya,gue laki saja kalah sama kamu."kata Jun sambil menatap bola basket didepannya.


"Aku gak jago sih."jawab Renata santai.


"Sebelumnya aku berterima kasih kepadamu waktu aku mau lompat diri dulu."kata Renata tulus.


"Bukannya kamu sudah berterima kasih kepadaku kenapa kamu bilang lagi."tanya Jun bingung.


"Iya gak papa kali hehehe."jawab Renata cengengesan.


"Mulai besok aku harus pergi dulu tapi aku gak bisa kasih tahu kemana aku pergi soalnya akhir akhir ini keluarga aku jadi sasaran orang jahat,jadi hari ini aku kasih tahu saja agar kamu tak kaget besok ketika aku pergi."kata Renata serius.


"Kenapa kamu mendadak pergi,Ren."tanya Jun serius.


"Aku gak tahu,Jun soalnya kakak dan kakak sepupuku yang tahu,kamu gak usah khawatir nanti aku bakal kirim pesan terus,tenang saja."jawab Renata lembut tapi Jun tak puas dengan jawaban dari Renata.


Jun tak ingin bertanya lagi yang ada gadis disampingnya ini gak mau kasih tahu.


🍀🍀🍀🍀.


"Gak bisa pokoknya adek gak boleh pergi."kata Mona yang tak setuju dengan ide dari Ezra dan Peter.


"Tapi Tante ini demi kebaikan anak Tante sendiri."jawab Ezra juga gak mau kalah sengit dengan Mona.


"Kalo gak boleh iya gak boleh, jangan pernah melawan perkataan dari Tante,adek masih kecil mana bisa adek pergi seorang diri."balas Mona marah.


Renata kecewa karena ibunya tak setuju dia pergi meninggalkan rumah nya.


"Kalian berdua tuh benar' bodoh sekali,gak ingat apa adek dulu pernah kabur sampai kalang kabut Tante dan om cari adek doang."marah Mona dengan wajahnya benar-benar tak bisa dilawan.


"Mama gak boleh dong, kasihan adek,Ma,aku justru setuju dengan ide mereka berdua."ucap Jonathan juga emosi karena ibunya tak setuju.

__ADS_1


"Kamu tuh bukan kakak yang baik buat adek kamu, selalu sakiti terus sampai mental adekmu seperti mental kerupuk dan kamu juga melawan mama kamu sendiri."marah Mona ke putra.


"Ada apa nih, sayang."tanya Agung pas datang dari rumah sakit.


"Pa,adek boleh......."kata Renata tapi dipotong oleh Agung.


"Tak boleh, emangnya adek pergi kemana,pasti ini ide gila dari kalian bertiga kan."ucap Agung marah sambil menunjuk kearah Jonathan, Ezra dan Peter.


"Ini ide adek sendiri bukan idenya kakak."jawab Renata dengan tegas.


Agung dan Mona melotot tajam ke putrinya, ternyata ide gila bukan dari Renata sih.


"Adek kenapa suka bohong sama orang tuamu,papa tahu ini bukan ide dari adek melainkan ide dari kakakmu tuh,adek pasti membela mereka kan."bentak Agung marah ke Renata.


"Adek tidak bela siapa-siapa,iya sudah adek pergi dari sini,puas."kata Renata tak kalah marahnya dengan ayahnya.


Renata pergi dengan membawa dirinya sendiri,kopernya sudah di rumahnya Odelia tadi pas mau titip agar orangtuanya tidak curiga dia pergi.


"Adek,tuh kan adek pergi,sudah lah kalian bertiga pergi dari sini, sekarang."ucap Agung mengusir Jonathan,Ezra dan Peter.


Ketiga pria dewasa itu pun pergi dengan anjuran dari Agung.


Renata sudah sampai dirumahnya Odelia,Renata tak masalah dengan rumahnya Odelia tetapi kenapa dirinya nyaman dirumah ini.


"Lia,ini aku."kata Renata sambil mengetuk pintu.


Odelia membuka pintu rumah dan melihat ada Renata yang lagi sedih dan sendu.


Tak ada yang tahu jika Renata pergi kesini termasuk kakaknya sendiri.


"Masuk,Ren."kata Odelia lembut dan menyuruh Renata masuk.


Renata masuk kedalam rumah ini walaupun rumah ini lebih kecil daripada rumahnya tetapi lagi-lagi Renata sangat nyaman dirumah sederhana ini.


"Aku tinggal disini 2 hari ini saja,iya."ijin Renata ke Odelia.


"Iya Ren."jawab Odelia senang.


Danny,Jun dan Kyle sibuk bermain PS di rumahnya Danny.


"Bagaimana tadi pas bermain basket bersama Kak Renata, pasti gugup iya."tanya Kyle penasaran.


"Aku gak gugup malah santai saja."jawab Jun malas.


"Masa sih,biasa kan kamu selalu gugup jika berpapasan dengan Renata waktu di sekolah dulu."balas Danny tak percaya dengan jawaban dari Jun.


"Terserah saja lah."kata Jun ngegas.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.


Btw Renata mau pergi kemana iya .


__ADS_2