Ada Apa

Ada Apa
25


__ADS_3

Di bandara.


Jonathan baru sampai di bandara dan ternyata Agung sudah menunggu putranya.


"Papa sudah sampai."tanya Jonathan.


"Sudah nak dan ayo kita pulang sekarang"ucap Agung lelah.


"Pulang ke apartemen aku saja?Pa"kata Jonathan.


"Terserah yang penting papa mau tidur"ujar Agung.


Sebelum sampai di apartemen Jonathan membeli martabak manis buat Renata. Jonathan turun dari mobilnya dan Agung memilih didalam mobil.


"Bang, martabak manis rasa keju yang spesial iya"ucap Jonathan kepada penjual martabak.


"Ok siap"tukang martabak santai.


Tunggu 30 menit pesanan sudah jadi,saatnya Jonathan membayar martabak manis buat adek bungsunya.


"Mas,bisa saya mau berfoto dengan mas!boleh tidak"ucap pemilik martabak manis itu.


"Kayak artis saja aku disini"batin Jonathan.


Jonathan mengambil ponselnya dan menyuruh tukang martabak itu memoto dirinya dan pemilik martabak manis.


"Sudah iya Mas, adek saya sudah menunggu martabak nya ini"ucap Jonathan malas.


"Iya mas, terimakasih sudah mau memenuhi permintaan saya"kata pemilik martabak itu.


"Semoga jualannya laris"ujar Jonathan tulus.


"Sama-sama mas"jawab pemilik martabak.


Jonathan masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya.


Kembali ke acara tadi.


"Eh,tadi ada Kak Jonathan loh"ucap Clara ke Sean.


"Dimana,Clara"tanya Sean sambil mencari sosok Jonathan.


"Tadi ada tapi sekarang dia sudah pulang"ujar Rossa santai.


"Tuh anak pasti pulang duluan"kata Sean bete.


"Kalo dia pulang duluan,emangnya kenapa"tanya Sandra santai.


"Iya aku tumpang tidur di rumah nya"jawab Sean santai.


"Sebentar emangnya Kak Sean sama Kak Jonathan hubungannya apa"tanya Sandra dan Rossa penasaran.


"Iya aku dan Jonathan itu sepupu"jawab Sean.


"Apa? sepupu"kata Sandra dan Rossa kaget.


"Iya? soalnya Om Agung dan Daddy gue itu saudara kandung"kata Sean.

__ADS_1


"Eh Kak Sean,Kak Jonathan katanya ibunya seorang artis terkenal dan mempunyai adek perempuan?benar gak"tanya Rossa penasaran.


"Iya dia punya adek perempuan dan umurnya 17 tahun,kalo ibunya.iya ibunya seorang artis"kata Sean.


"17 tahun? berarti dia seumuran sama David dong"kata Sandra.


"David itu siapa"tanya Sean.


"Adek gue"jawab Rossa.


"Oh"balas Sean.


"Kak Sean, coba lihat muka adeknya Kak Jonathan"rengek Rossa.


Sean membuka galeri foto diponselnya dan menyuruh Rossa dan Sandra untuk melihat foto Renata.


"Astaga aku pernah melihat anak ini di festival buku bersama Kak Jonathan"ucap Sandra heboh.


Clara sebenarnya sudah tahu siapa adek dari Jonathan tapi dia ikut ikutan heboh gara-gara Sandra dan Rossa apalagi Sean juga ikutan heboh.


"Clara,kamu kan sudah tahu siapa adek dari Jonathan tapi kenapa kamu ikut heboh juga"tanya Sean heran.


"Kamu sendiri kenapa ikut ikutan heboh padahal Renata itu adek sepupu kamu loh"sindir Clara kepada Clara.


Sandra dan Rossa mendadak tertawa gara-gara sindiran dari Clara.


Di apartemen.


Renata sedang membersihkan sudut apartemen daripada dia bosan gak ngapa-ngapain.


Suara pintu terbuka dan Renata melihat ada Agung dan Jonathan tapi ada bau makanan enak.


"Papa sudah pulang kah"tanya Renata tanpa peduli ada Jonathan bawa martabak manis buat dirinya.


"Iya dek tapi papa mau istirahat dulu dan adek makan sudah makanan yang dibeli oleh kakakmu"ucap Agung lelah dan masuk ke dalam kamar.


"Kak Jo,kenapa pintu tadi di kunci"tanya Renata polos.


"Aku pikir adek gak ada iya sudah aku kunci tapi aku baru sadar pas pulang dari acara tadi makanya aku belikan adek martabak manis buat mu"kata Jonathan dengan mulut julidnya.


"Adek makan dulu ya"kata Renata pergi untuk mencuci tangannya.


Jonathan pergi ke kamarnya sambil mencari laporan.


Selesai mencuci tangannya saatnya Renata memakan martabak manis yang diberikan oleh kakak julid tapi tampan.


Siang hari.


Jonathan masih malas untuk ke kantor sedangkan Agung pergi ke kantor meskipun dirinya masih capek seharian perjalanan jauh dari Shanghai ke Jakarta.


"Adek,kesini sekarang"teriak Jonathan.


"Apa Kak Jo"tanya Renata dengan kesal.


"Jawabannya adalah aku diam-diam mengikuti adek dari belakang pas adek pergi ke rooftop sekolah mu eh malah melihat adek asyik berciuman dengan gurumu itu tapi adek tidak membalas ciuman darinya karena kaku"jelas Jonathan panjang lebar.


"Emangnya Kak Jo pernah ciuman apa"tanya Renata polos.

__ADS_1


"Sering sama Maya tapi itu dulu"jawab Jonathan enteng.


"Sekarang"tanya Renata ingin tahu lagi.


"Tidak,buat apa aku berciuman dengan wanita yang tidak aku kenal"kata Jonathan.


"Kak Jo mau coba iya"goda Renata.


"Coba ke siapa"tanya Jonathan tak paham apa yang dimaksud dengan perkataan dari Renata.


"Sama Mbak yang itu dulu"tebak Renata.


"Aku gak kenal meong"kata Jonathan ngegas.


"Ada pas Kakak antar dia pulang pas mabuk, waktu itu Kak Jo gak tahu alamat rumah mbak itu kan jadi mau tak mau Kak Jo suruh dia nginap di kamar tamu dan adek diam-diam mengintip sedikit,ayo Kak Jo pernah tidur bareng sama mbak itu"kata Renata panjang lebar.


"Heh,gue gak pernah tidur bareng sama dia bahkan sentuh saja aku tak pernah,sejak kapan aku bawa perempuan ke rumah kita,adek"ujar Jonathan kesal.


"Lalu yang bawa itu siapa"tanya Renata bingung.


"Itu kejadiannya kapan,Adek?"Jonathan malah balik bertanya ke Renata.


"1 tahun yang lalu, soalnya adek tak sengaja melihatnya"kata Renata polos.


"Itu Ezra yang bawa ke rumah kita tapi aku yang di tuduh sama Mama,mama bilang aku yang bawa terus tidur dengannya padahal mbaknya gak kenal gue,habis itu Ezra lah yang di marahi habis-habisan sama Mama sampai lapor ke Om Aldo dan Tante Sabrina"cerita Jonathan yang sebenarnya.


"Kak Ezra ngapain juga titip mbak itu ke rumah kita,sudah tahu ada mama yang galak itu"kata Renata geram tapi gemas dengan tingkah dari Ezra.


"Otaknya lagi miring"jawab Jonathan ngegas.


"Adek,tolong pijit badan aku dong"perintah Jonathan.


"Buat apa dulu"tanya Renata tak mau.


"Gak papa,aku tak enak badan kali, cepat pijit seluruh badan aku sekarang"ucap Jonathan tak mau dibantah.


Daritadi Jonathan hanya bertelanjang dada saja terus perut sixpack dan dada bidangnya membuat para cewek cewek disana tergila gila tapi beda dengan Renata.


Iya Renata bosan melihat dada bidangnya Jonathan setiap saat tapi dia sangat beruntung melihat tubuh atletis milik kakaknya.


"Ngapain adek melihat dada aku , cepat pijit dari bahu dulu lalu ke punggung"perintah Jonathan galak.


"Kak Jo ngapain juga gak pakai baju segala,salah sendiri kalo adek melihat tubuh kakak yang atletis ini"kata Renata ngegas.


"Heh sejak kapan adek pakai baju tanpa lengan"tanya Jonathan baru sadar jika Renata hanya pakai baju tanpa lengan.


"Sudah lama kali tapi Kak Jo emang tak pernah melihatnya"jawab Renata santai.


"Pamer ketiak mulus kah adek ke gue"ujar Jonathan ngegas.


"Kak Jo sendiri juga pamer bulu ketiak,ngaca dulu sana"sindir Renata.


Jonathan mendadak terdiam karena sindiran dari adeknya sendiri Renata memijit bahunya Jonathan yang berotot.


"Kurang keras,Dek"teriak Jonathan kesal.


"Sudah keras ini"marah Renata sambil pukul bahunya Jonathan.

__ADS_1


Capek memijit badan kakaknya,Renata bergegas ke kamarnya untuk tidur siang sedangkan Jonathan pergi ke suatu tempat.


__ADS_2