Ada Apa

Ada Apa
80


__ADS_3

Renata terbangun dari pingsannya dan melihat ada yang aneh diruang rawat inap yaitu punggung tangan kirinya di tertancap jarum infus.


"Sudah bangun dek."ucap Mona lembut dan mengusap kepala putrinya.


"Sudah tapi kepala adek sakit sekali."jawab Renata dengan suara parau dan berat.


Renata mengambil ponselnya lalu dia ingat jika ponselnya ada di ruang inapnya Odelia mau tak mau dirinya harus meminjam ponselnya Jonathan atau mamanya.


"Kak Jo boleh ponsel kakak gak."ucap Renata lembut.


Tanpa banyak bicara Jonathan pinjamkan ponselnya ke Renata. Renata mencari nomor kontak Ezra dan menelponnya.


"Halo Jo loe ada dimana."tanya Ezra langsung bertanya.


"Ini adek ,Kak Ezra."jawab Renata polos.


"Oh iya kah,ada apa Ren, tumben kamu pakai ponselnya Jo."tanya Ezra bingung.


"Kak,bisa jaga Lia gak soalnya Naya gak bisa karena besok dia ujian kenaikan kelas,kakak tahu kan jika bibinya sudah meninggal dunia jadi adek minta tolong boleh iya soalnya adek mau jaga tapi kepala adek sakit sekali, sebenarnya dia gak mau kakak yang jaga tapi mau tak mau adek harus bertindak gitu."jawab Renata panjang lebar dan serius.


"Emangnya kamu dimana Ren."tanya Ezra penasaran.


"Adek di rumah sakit xxxx dan ruangan dia itu di melati nomor 30."jawab Renata santai.


"Ok gue kesana iya dan semoga kamu cepat sembuh."kata Ezra.


Renata menutup kembali telpon itu dan mengembalikan ponselnya Jonathan yang masih betah berdiri dan diam saja.


"Sampai kapan kamu berdiri disitu my son."kata Agung pas dirinya masuk dalam ruang inap putrinya.


Jonathan langsung menoleh ke Agung lalu pergi begitu saja dan meninggalkan kedua orangtuanya dan adeknya.


"Ada apa dengan dia,Pa."tanya Mona bingung.


"Mana papa tahu, hanya Jonathan saja yang tahu."jawab Agung santai.


🍁🍁🍁🍁


Jonathan langsung masuk ke ruangan Odelia,disitu ada Ezra dan Sabrina yang ikut jaga Odelia.


"Tante lagi apa."tanya Jonathan bingung.


"Tante lagi jaga anakku, Jonathan."jawab Sabrina lembut dan menatap lembut ke Odelia yang sudah sadar.


"Kak Jonathan itu ponselnya Renata, Renata lupa ambil tadi pas mau pamit keluar sebentar."ucap Odelia lembut, sebenarnya Odelia sudah sadar pas Renata mau pergi keluar cari udara segar namun dia pura-pura tertidur saja.


Jonathan langsung mengambil ponselnya Renata dan masuk kedalam kantong celananya.


"Kenapa dengan wajahmu,Jo."tanya Ezra bingung.


"Kita bicara sebentar iya diluar."kata Jonathan dingin dan keluar dari ruangan inap Odelia.


Ezra ijin ke ibunya dan Odelia lalu pergi menyusul Jonathan keluar dari ruangan inap tersebut.


Sampai diluar Ezra gak sabar ingin bertanya sesuatu.


"Ada apa Jo."tanya Ezra penasaran.


"Gue benci orang yang berani main tangan ke adekku,.ucap Jonathan jujur dan kecewa dengan dirinya sendiri.


"Emangnya kenapa dengan Renata tadi."tanya Ezra lebih serius.


Jonathan ceritakan semuanya yang sebenarnya lalu menangis karena dirinya gak becus jaga adeknya.


"Betulan Om Alan tampar pipi nya Renata demi melindungi selingkuhannya."tanya Ezra tak percaya dengan kelakuan omnya sendiri dan Jonathan mengangguk doang.


"Sendirinya cengeng juga, makanya jangan suka ngolok Peter dan Renata cengeng dong,nah cengeng juga jadi orang."ledek Ezra ke Jonathan tapi Jonathan tak menanggapi nya.


Tak lama ada Jun dan Danny datang dan mencari Jonathan.


"Kak Jonathan."ucap Jun lembut dan sopan.

__ADS_1


Jonathan langsung menghapus air matanya dan menoleh ke arah Jun dan Danny.


"Ada apa Jun dan Danny."tanya Jonathan bingung.


"Itu Renata tadi minta titip beli sesuatu tadi pas kami mau pulang dan kami bingung Renata sudah pulang atau belum soalnya dia gak angkat telpon dari gue."jawab Danny jujur.


"Oh itu adek gue ada diruangan sakura nomor 12,ada mama dan papa gue disitu."balas Jonathan lembut.


"Oh terimakasih Kak Jonathan."ucap Jun dan Danny, Jonathan malas menanggapinya lagi.


Belum 1 menit Danny dan Jun meninggalkan taman rumah sakit eeh David datang dan mencari Jonathan.


"Kak Jonathan dan Kak Ezra,dimana Renata Hadikusuma."tanya David ngegas dan nafasnya ngos-ngosan karena susah mencari Renata dari siang tadi.


"Bisa sopan gak sih kamu tuh."tegur Ezra kesal dengan remaja laki-laki ini.


"Mau kamu apa dengan adek gue."tanya Jonathan dingin.


"Oh tadi dia gak angkat telpon aku Kak Jonathan,."jawab David polos.


"Kamu suka dengan adekku kan, jujur saja."ucap Jonathan serius dan David mendadak kaku di badannya.


Kata-kata itu membuat dirinya bingung dan terdiam.


"David,jawab sekarang."bentak Jonathan marah karena David tidak membuka suaranya.


"Iya Kak Jonathan."jawab David dengan perasaannya yang takut.


Jonathan terdiam sejenak dan lalu merenungkan kesalahannya.


David pergi karena takut dengan Jonathan namun Jonathan langsung menahan tangan dari David.


"Gue minta maaf karena sudah membentak keras kepadamu."maaf Jonathan dengan tulus.


"Tidak apa-apa Kak Jonathan."jawab David juga tulus.


"Kau ingin bertemu dengan adek gue."ucap Jonathan lembut.


Jonathan dan Ezra cuma memandangi punggung dari David.


🍁🍁🍁🍁


Renata lagi berbicara dengan Danny dan Jun dengan santainya padahal dulu mereka bertiga sangat canggung dan tidak akrab sama sekali.


"Oh jadi itu pacar kamu iya si Joanne,pantas aku pernah melihatmu di masa lalu dengan dia pas pulangan sekolah waktu SMP dulu."ucap Renata kaget.


"Jadi kamu dulu pernah satu sekolah dengan Joanne,Marian sama David iya waktu SMP dulu."tanya Danny kepo.


"Iya tapi aku gak 1 kelas dengan David,Marian dan Joanne."jawab Renata santai.


"Pantas saja David akrab sekali dengan Renata dan Marian ternyata mereka 1 SMP toh."batin Jun sudah tahu masa lalunya Renata,Marian dan David.


"Waktu SMP aku gak punya teman,ada teman tapi aku di jauhi karena rumor orang tua ku mau cerai."ucap Renata dengan wajahnya yang sendu dan air matanya mulai jatuh.


"Bahkan aku hampir saja di lecehkan oleh kakak kelasku dulu karena mereka memaksa aku jadi pacarnya dan menjadi budak itunya,aku takut dengan laki-laki di sekolah,aku takut kejadian ini terulang lagi di masa sekarang,aku juga takut memiliki pacar lagi setelah mantan pacarku selingkuh dengan gadis lain bahkan aku juga di bully dan di permalukan oleh mantan ku dulu waktu kelas 10."tambah Renata dengan sedih dan menangis sejadi jadinya.


Danny cuma diam saja karena mereka tak tahu jika gadis dingin ini menyimpan kesedihan di masa lalu sedangkan Jun sudah mengetahui fakta dari Renata di masa lalu.


Agung dan Mona tadi pergi sebentar makanya Danny dan Jun disuruh jaga Renata sebentar saja.


Tak lama Jonathan datang bersama Sean dan Peter sedangkan Ezra ke ruangan melati.


Renata,Danny dan Jun kaget melihat kedatangan 3 pria dewasa ini.


Melihat wajah dari Jonathan,Renata langsung menangis kencang,entah salah Jonathan apa dengan adeknya.


"Kamu pergi saja sana,Jo....adekmu lagi gak mau melihat wajah mu loe."ledek Sean dan Jonathan langsung menatap tajam ke Sean.


"Adek kenapa.,pasti kalian berdua kan yang bikin adek gue nangis."ucap Jonathan lembut tapi matanya tajam ke Danny dan Jun.


"Gak Kak Jonathan, soalnya Renata cerita masa lalunya kok sampai kita kaget tahu."jawab Danny tak terima.

__ADS_1


"Kak Jo ganggu terus nah,."ucap Renata polos dan kesal.


"Aku ada ganggu apa dek."tanya Jonathan polos.


"Kak Jo ganggu suasana sedih saja,adek gak jadi nangis kan."jawab Renata polos lalu menatap bete ke Jonathan.


Sean,Peter,Danny dan Jun tak kuasa menahan ketawanya lalu tertawa sepuasnya.


"Gak usah ketawa kalian berempat."kata Jonathan kesal.


"Lucu tahu hehehe ,iya kan Renata Hadikusuma yang cantik,imut dan polos."ujar Sean ke arah Renata.


"Iya."jawab Renata singkat.


"Ren,kenapa pipimu merah kayak habis di tampar."tanya Peter kaget melihat pipinya Renata merah karena habis di tampar oleh Alan.


Deg deg.


Renata mendadak terdiam dan langsung bersikap dingin lalu menatap ke arah lain tanpa melihat siapapun yang ada di dalam ruangan ini.


Perasaannya yang marah dan kecewa dengan Alan. Jujur keempat pria ini pada bingung dengan sikap dari Renata yang mendadak dingin sekali kecuali Jonathan.


30 menit sudah Renata tidak membuka suaranya bahkan masih setia menatap ke jendela dekat dirinya.


"Sampai kamu tidak membuka suaramu,apa hobinya suka irit berbicara dengan aku."ucap Peter saat memecahkan suasana canggung.


Tetap saja Renata tidak membuka suaranya dan masih terdiam kaku disisi lain air matanya selalu mengalir di pipinya.


"Danny dan Jun lebih baik kalian pulang saja iya, soalnya adekku lagi gak enak moodnya."ucap Jonathan menyuruh Danny dan Jun pulang.


"Baiklah Kak Jonathan,kami pulang dulu."pamit Jun sopan.


"Besok kami kesini lagi iya."kata Danny dan Jun.


"Iya boleh, hati-hati dijalan."jawab Jonathan santai.


Danny dan Jun terpaksa pulang karena Renata lagi tidak mood malam ini.


"Adek."panggil Jonathan lembut pas memegang bahu dari gadis ini.


Tetap saja Renata tak menoleh ke arah Jonathan,Sean dan Peter.


45 menit kemudian tak ada suara dari Renata dan ketiga pria ini sibuk dengan dunia sendiri, Renata akhirnya membuka suaranya.


"Adek lapar."ucap Renata pelan namun dirinya ragu.


Jonathan langsung menatap wajah polos dan ayu milik Renata, duduk di tepi ranjang sambil menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Renata.


"Adek mau makan apa."tanya Jonathan lembut.


"Nasi doang."jawab Renata polos.


"Masa cuma nasi doang,Ren...gak ada yang lain kah selain nasi."ucap Peter tak percaya dengan jawaban dari gadis berwajah ayu ini.


"Emangnya mau makan apa,pasir,batu,semen,kayu,bata,cat tembok dan seng sih,gak jelas nih Kakak."jawab Renata kesal namun dirinya lebih gregetan lagi.


"Kamu tak mengerti apa maksud dari nasi doang."ucap Sean tahu apa yang di maksud oleh Renata.


Agung datang dan membawa makanan buat siapa saja yang mau makan termasuk nasi doang buat Renata.


"Dimana pemuda tadi itu."tanya Agung tak melihat ada Danny dan Jun.


"Sudah pulang,Pa."jawab Renata dengan wajahnya yang ceria.


"Kalian bertiga sudah makan belum."tanya Agung ke putra dan 2 keponakannya.


3 pria ini menggeleng kepalanya karena belum makan sama sekali.


"Makan lah,kalian semuanya itu Tante yang masakin buat kalian."ucap Agung lembut.


Keempat manusia ini sedang makan yang di bawa oleh Agung dari rumah.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2