
Renata menatap aneh ke arah Danny, jujur dia paling malas kalo ketemu pria yang bernama Danny Sudarinata.
"Kenapa kamu menatap aku seperti itu."tanya Danny gak suka di tatap seperti itu.
"Pedean siapa juga yang mau tatap kamu kayak itu,gue tuh lihat bintang di langit gila."kata Renata ngegas dan galak.
"Karena gue ganteng makanya kamu tatap aku seperti itu."ucap Danny pede.
"Mau muntah gue."jawab Renata kesal dan geli.
"Iya sudah kamu muntah sekarang,Ren."kata Danny ngegas tapi Renata tendang kakinya Danny.
"Gila lo."teriak Renata kesal dan meninggalkan Danny di lapangan basket yang ada di belakang rumah nya Azura karena sudah mengantuk di matanya.
"Hahahaha, Renata lucu banget gila."ledek Danny sambil tertawa terbahak-bahak karena Renata.
"Gue denger setan."teriak Renata yang tahu dirinya ditawai oleh Danny.
Renata baru saja masuk kedalam rumah ini di sambut oleh Azura dan Mona.
"Adek dari mana."tanya Mona pas melihat Renata sudah masuk.
"Dari belakang lebih tepatnya di lapangan basket."jawab Renata santai.
"Ini sudah malam adek, waktunya adek harus tidur iya, apakah adek mau minum susu sebelum tidur."ucap Azura lembut sekaligus menawarkan kepada cucu perempuan nya.
"Adek gak mau minum susu,nenek."tolak Renata secara halus.
"Jadi mau apa,adek."tanya Mona lembut.
"Mau tidur,Mama dan nenek,mata adek sudah ngantuk nih, apakah adek boleh tidur sama nenek, boleh kan nenek."jawab Renata ceria meskipun matanya sudah mengantuk dan meminta ijin ke neneknya.
"Boleh adek, selamat malam iya Adek."ucap Azura lembut.
"Selamat malam juga mama dan nenek,adek sayang banget sama mama dan nenek."kata Renata ceria dan memeluk Azura dan Mona secara bergantian.
Renata langsung ke kamarnya Azura sedangkan Jun sudah tidur dari tadi, Jonathan iya masih sibuk dengan Agung sambil bermain catur di ruang keluarga,Sean sibuk di kamar sama Clara dan Danny masih di luar.
"Putrimu itu gak berubah iya, tetap jadi gadis yang ceria."kata Azura lembut.
"Iya ma, mungkin karena ada cowok yang adek suka makanya adek kembali seperti dulu lagi."jawab Mona lembut.
"Mona,mama boleh pinjam Jo sama Agung gak."ijin Azura kepada menantunya.
"Boleh ma,kalo Jo dan Agung nakal iya mama boleh cubit mereka berdua hehehe."jawab Mona sambil bercanda dengan ibu mertuanya.
"Mama cubit mereka juga kalo nakal,kalo Sean nakal juga mama bakal cubit dia."balas Azura juga bercanda dengan menantu nya.
🍂🍂🍂🍂.
__ADS_1
"Ini tempat siapa,nek."tanya Sean yang kepo meskipun hanya melihat dari jendela mobil milik Azura.
"Itu tempatnya Deon."jawab Azura lembut.
"Apakah pria tua bangka itu tahu kita ada disini,nek."tanya Jonathan kepo banget.
"Gak tahu, soalnya anak buahnya sebagian sudah nenek lumpuhkan."kata Azura serius.
"Dia keluar Mama, bagaimana nanti dia culik anak gadisku,Ma."kata Agung sudah kalang kabut.
"Makanya kamu itu jadi ayah jangan lengah dong sama kedua anakmu."ucap Azura ngegas.
"Mama kok ngegas sama aku."protes Agung ke Azura.
"Kamu itu gak jelas jadi ayah,paksa paksa anakmu ini lah itu lah tapi kalo anakmu minta sesuatu gak di dukung nya pula"sindir Azura membuat Agung malu.
"Gung,tenang saja adek itu aman di pengawasan mama,tak hanya adek doang tapi orang orang yang ada dirumah juga aman."kata Azura serius.
Mereka bertiga lega sekali karena perkataan dari Azura.
"Oh iya, Gung itu selingkuhan Alan masih berkeliaran karena Deon nyogok ke polisi padahal Alan sudah masukkan dia penjara lo."ucap Azura membuat ketiga pria ini pada menoleh ke arah Salsa.
"Mama tahu Gung,kalo adek pernah melihat adegan itu waktu Alan dan wanita itu sedang enak' enakan di kantor sedangkan kamu,Gung,rela pergi ke London hanya ingin tahu apa saja yang di lakukan oleh Alan kamu sendiri gak bisa cari buktinya sedangkan putrimu malah bisa cari bukti itu sampai adek demam saking shock nya melihat live show itu."kata Azura membuat Agung terkejut sekali.
"Nenek seperti cenayang iya."kata Sean ke Azura.
Mereka sibuk melihat pemandangan unik bagi keluarga Hadikusuma itu didalam mobil.
Pagi yang menyebalkan bagi Renata sendiri yaitu ketemu lagi sama Danny.
"Kamu kapan sih pulang nya,gak takut apa orangtua kamu cariin kamu."tanya Renata sebal dan kesal.
"Gue sudah gede gak kayak kamu di cariin sama orangtuamu bahkan menyusahkan sama orang tuamu."sindir Danny ke Renata.
"Dasar gila lo."teriak Renata kesal dan lempar kok bulu tangkis ke Danny.
"Sana gue main dulu jangan ganggu gue."kata Danny saat mengambil kok badminton yang di lempar oleh Renata.
"Perasaan tadi malam kalian berdua adu mulut mulu sih."tanya Jun kepada Danny dan Renata.
"Teman kamu tuh yang duluan."jawab Renata ngegas.
"Enak saja kamu yang duluan iya."balas Danny tak terima.
Renata tak mau pergi melainkan dia bermain basket seorang diri karena dirinya gak bisa main badminton.
2 jam lamanya mereka bertiga berolahraga Renata duduk bersama Jun dan Danny.
"Heh kapan kalian berdua pulang."tanya Renata serius.
__ADS_1
"Jam 11 siang nanti."jawab Danny santai.
"Kalo aku perhatikan kamu sekarang mulai berubah lo,ada setan' kah yang merasuki dirimu, Renata."tanya Danny serius.
"Gue berubah bukan karena seseorang tetapi dari hatiku sendiri alias murni."jawab Renata dengan tulus.
"Dari jawabanmu ini kurang tulus lo."kata Jun dengan mulut julidnya.
"Kalian berdua harus percaya kepadaku."ucap Renata serius.
"Iya deh."jawab Danny pasrah saja.
"Gue haus dan gue mau minum dulu,gue duluan iya."ucap Danny bangkit berdiri lalu meninggalkan Jun dan Renata di belakang rumah Azura.
"Ren,kamu bakal tinggal disini kah."tanya Jun bingung dan penasaran karena Renata tampak nya belum mau pulang ke rumah aslinya.
"Aku tak tahu, mungkin 1 bulan aku disini."jawab Renata tak yakin sih dengan dirinya sendiri.
"Apa,1 bulan astaga lama sekali,gila."kata Jun terkejut sekali sedangkan Renata malah biasa saja.
"Iya aku kangen sama nenek selama 6 tahun ini."ucap Renata jujur.
"Kenapa kangen kah sama aku."goda Renata ke Jun.
"Iya tidak."jawab Jun dengan candanya.
"Iya sudah aku tambahin lagi jadi 1 tahun lamanya hahahaha."kata Renata membuat Jun jauh lebih kaget lagi.
"Ehh kok gitu sih jadi bocah."tanya Jun serius.
"Kamu juga bocah hahahaha."jawab Renata santai.
"Kamu nih gak jelas banget sih dulu maka kaku kayak kanebo super kering sekali sekarang bacotnya kebangetan."kata Jun kesal sekali karena Renata sedangkan Renata malah biasa saja bahkan ketawa pula.
🍁🍁🍁🍁.
Renata sebenarnya tidak tinggal di tempat nenek selama 1 bulan melainkan 3 hari saja,itu Jun mau saja di bohongi oleh dirinya.
"Nek,adek mau pulang dulu."pamit Renata kepada Azura.
Iya hanya Renata dan Azura saja yang tinggal di rumah ini sejujurnya Azura tak rela jika cucu perempuannya ini pulang karena dia masih merindukan kelima cucunya.
"Hati-hati dijalan iya Adek,salamkan buat kedua orangtuamu dan Jo iya."ucap Azura lembut.
Renata hanya mengangguk dan tersenyum lalu memeluk sang neneknya.
Renata pulang ke rumahnya dengan supir pribadinya Azura dan Azura masih tetap tinggal disini sampai orang itu tidak menggangu keluarga nya lagi.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1