
Renata menatap lurus ke depan karena diluar hujan malah semakin deras. disana dia melihat ada geng black moon. tapi anggota nya semakin bertambah jadi anggota nya 8 orang.
Sebenarnya Renata penasaran dengan grup itu. dia ingin menghampiri geng itu tapi rasa gengsi nya yang mendarah daging.
"Sweet but Psycho"kata Renata berbicara sendiri.
Jun juga tak sengaja melihat ada Renata disitu tapi bersama gurunya sendiri yaitu Juan.
Karena ini masih hujan deras Renata agak malas disini dan memilih mengechat sahabat nya.
Ternyata Marian dan Odelia belum pulang dari sekolah tadi diam diam memberikan kejutan kepada yaitu suprise. Marian dan Odelia mengagetkan Renata dan hampir saja ponselnya terjatuh.
"Dasar laknat Luh berdua"kata Renata ngegas.
"Bisa ngegas juga iya ternyata Miss Hadikusuma"ledek Marian.
"Diam loh"ucap Renata pusing.
"Kita pulang saja"kata Renata dingin.
"Iya deh"ujar Marian dan Odelia.
3 bulan kemudian seluruh murid pada ujian akhir semester Renata sedang mengerjakan soal ujian karena pengawasnya hari ini adalah Celine, intinya jangan jangan main main sama Bu Celine sekali menyontek langsung di panggil orang tua.
Jonathan tak sengaja bertemu dengan Leticia yang sedang berdoa di makam kedua orangtuanya. saat melihat Jonathan, Leticia langsung menghapus air matanya.
"Jika kau menangis,menangis lah aku gak melarangmu"ucap Jonathan suara berat.
"Kau siapa,aku tak mengenalmu"marah Leticia.
"Anggap saja aku ini hantu buatmu"kata Jonathan mengalah.
Leticia langsung meninggalkan Jonathan sendirian di kuburan sedangkan Jonathan hanya diam saja.
"Bagaimana cara menaklukkan hatinya dia,bahkan dia sangat berbeda dengan Maya"batin Jonathan.
Leticia gak tahu kenapa Jonathan perhatian dengannya dulu pertama kali ketemu Jonathan lebih dingin dan galak kepadanya sekarang dia lebih apa lah. Leticia gak mau di cap kasihani oleh semua orang karena dia harus bangkit dari kedukaan nya dan harus berjuang keras untuk adeknya.
2 minggu kemudian Renata sedang menunggu dirinya di panggil oleh wali kelasnya yaitu Bu Celine,dia sedang mengambil rapot bersama ayahnya Pak Agung.
"Adek gugup"tanya Agung santai.
"Tidak Pa,adek hanya bosan saja disini"kata Renata dingin.
"Sebentar adek mau ujian nasional tapi adek seperti orang tak bersemangat hari ini"ucap Agung serius.
"Tidak Pak, soalnya Adek bingung mau ngapain kalo habis lulus SMA"ujar Renata bingung.
"Adek harus berkuliah di Amerika habis lulus SMA nanti"ucap Agung serius.
"What"kata Renata dingin.
"Gak ada penolakan hari ini dan terusnya"ucap Agung lebih serius lagi.
Renata hanya diam saja dan gak tahu kenapa orang tuanya selalu menekankan hidupnya.
"Renata Hadikusuma"panggil Celine.
Renata dan Agung duduk berhadapan dengan Celine,Celine menyerahkan hasil rapot punya Renata.
"Anak Bapak nilainya bagus sekali,saya perhatikan dia selalu serius belajar saat guru guru sedang mengajar di kelas, disekolahan dia sekarang sudah memiliki sahabat,saya sangat senang sama anak anda ini Pak Hadikusuma"jelas Celine sambil menyuruh Renata tanda tangan absen.
"Itu berkat Anda juga tapi berterimakasih kepada anda dengan sabarnya anda mendidik anak saya dengan baik"puji Agung.
"Itu sudah kewajiban dari saya,Pak,saya perhatikan bapak mendidik Renata dengan baik dan benar"puji Celine.
"Ibu Celine,saya juga berterima kasih kepada ibu karena sudah sabar dengan saya"ucap Renata tulus.
"Sama sama nak"jawab Celine lembut.
Renata dan Agung meninggalkan kelas dan bergegas pulang ke rumah. saat Renata berjalan di koridor sekolah tiba-tiba Jun menyapa nya tapi hanya jawab cuek saja.
__ADS_1
"Hai Renata"sapa Jun ramah.
"Hai juga"balas Renata dingin.
"Gue duluan dulu,Jun"ucap Renata malas.
"Iya hati hati dijalan"kata Jun santai.
"Sok akrab banget tuh orang"batin Renata marah.
Agung tidak membawa Renata pulang melainkan membawanya ke kantor. banyak karyawan pada hormat kepada Agung tapi mereka bingung siapa gadis di sampingnya Agung saat mau masuk ke ruang pertemuan emang Renata tak pernah dibawah ke kantor papanya dan kakaknya makanya banyak karyawan gak tahu siapa Renata itu.
"Halo Pak Agung apa kabar"sapa Arsen Hanendra ayah dari Ara Hanendra .
"Saya baik'saja Pak Arsen"balas Agung.
"Itu putri anda"tanya Arsen serius.
"Iya dia putri saya yang paling terakhir"kata Agung.
Agung menyuruh Renata untuk bersalam dengan Arsen,Renata hanya mengangguk saja.
"Sudah besar iya putri anda malah semakin cantik lagi"puji Arsen.
"Pak Arsen bisa saja"ucap Agung malu-malu.
Jonathan dan Yohan masuk kedalam ruang pertemuan dan melihat ada ayah dan adiknya.
"Halo Om Arsen"sapa Jonathan sopan.
"Halo juga Jonathan"balas Arsen.
"Sepertinya anda masih betah sendiri"tanya Arsen santai.
"Iya belum ada penggantinya Maya,Om"jawab Jonathan dingin.
"Kau masih mencintai Maya"tanya Agung sedikit tak suka anaknya yang masih mencintai Maya karena Maya sudah meninggal dunia.
"Cari wanita lain yang kamu mau"saran Agung.
"Belum nanti saja Pak"tolak Jonathan.
"Arsen, katanya kamu punya seorang putri yang seumuran dengan Renata? benarkah"tanya Agung basa basi.
"Iya dia seumuran dengan putrimu,namanya Ara Hanendra dia cuma anak tunggal di keluarga Hanendra"cerita Arsen.
Renata dan Jonathan cuma diam saja apalagi si Renata dia lebih banyak diam daripada banyak berbicara. dia tak tahu siapa Ara Hanendra itu.
"Gila lebih baik gue di kamar saja daripada disini mendengar bapak bapak lagi bergosip ria"batin Renata marah dan bosan.
"Apakah Ara mau dengan putra saya"tanya Agung menawarkan ke Arsen. Jonathan mendadak terdiam dan malas di jodohkan.
"Gak tau kalo si Ara,kalo saya dan ibunya setuju saja sih"kata Arsen santai.
"Ara itu siapa sih"batin Renata penasaran.
"Dimana Kak Yohan,aku minta tolong kepadanya"batin Renata mencari dimana Yohan berada.
"Perasaan tadi ada deh kok mendadak menghilang sih"batin Renata kecewa.
"Papa adek pergi sebentar saja boleh gak"ijin Renata dingin.
"Boleh tapi gak boleh keluar dari kantor ini, mengerti"kata Agung dengan tegas.
"Baik Pa"sambung Renata.
Renata keluar dari ruangan pertemuan sedangkan Jonathan memilih bermain ponselnya sebentar saja. Renata mencari sosok Yohan dan ternyata Yohan ada di ruangan nya, Renata memilih masuk ke dalam ruangan Yohan.
"Kak Yohan,aku minta tolong, tolong periksa latar belakangnya Ara Hanendra sekarang"perintah Renata dingin.
"Baik Renata"kata Yohan dingin.
__ADS_1
"Nanti malam aku minta iya,Kak Yohan dan aku pamit dulu"ucap Renata dingin dan keluar dari ruangan Yohan.
Renata kembali ke ruangan pertemuan dan melihat ada ayahnya masih berbicara dengan Arsen sedangkan Jonathan masih bermain ponselnya.
"Kapan orang ini pulang,aku benar-benar malas dengan nya"batin Renata tak suka dengan Arsen.
"Oh iya saya balik dulu ke kantor Pak Agung Hadikusuma"pamit Arsen santai.
"Hati-hati di jalan Pak Arsen"kata Agung santai.
Arsen sudah kembali ke kantor nya sedangkan Agung ingin perkenalkan Renata ke seluruh karyawan kantor biar tak salah paham.
Sebagian sudah pada kumpul di ruangan pertemuan dan Agung tak sabar mengumumkan Renata ke seluruh kantor.
"Perkenalkan ini putri saya,yaitu Renata Hadikusuma"ucap Agung senang.
Karena ini menggunakan ke speaker seluruh kantor,jadinya Renata menjadi buah bibir di kantor. jujur Renata sangat risih dengan semua orang yang melihatnya maklum Renata ini orangnya introvet banget.
"Aku ingin pulang sekarang"batin Renata mulai panik.
Selesai mengumumkan Renata ke seluruh kantor Agung, Jonathan dan Renata memutuskan ke ruang kantor CEO.
Banyak karyawan wanita merasa iri dengan Renata karena Renata ini cantik, kaya,muda pasti itu,pintar,dan menjadi kesayangannya Bosnya dan pendiri kantor ini.
"Pa,adek ingin pulang"terang Renata tak nyaman.
"Di rumah adek lagi ngapain,cuma baring,tidur, nonton film atau drama Korea dan lain'nya , disini adek harus belajar menjadi penerus disini"tolak Agung tak mau tahu.
"Tapi adek tak terbiasa disini"protes Renata marah.
"Renata Hadikusuma,bisa gak sih adek turuti permintaan Papa, Papa ingin adek sukses dalam berkarir di usia muda"bentak Agung ke Renata.
"Gila kenapa kehidupan seperti ini"batin Renata tak tahan di atur oleh ayahnya sendiri.
"Lihat kakakmu dia tak pernah protes,kenapa adek protes jika papa menyuruh belajar disini"marah Agung ke putrinya.
"Papa gak tau kalo aku juga sama dengan Renata yaitu terpaksa dan tertekan"batin Jonathan.
Flashback
"Jonathan di usia 17 tahun ini kamu harus ikut Papa ke kantor sekarang"ucap Agung.
"Papa aku ini masih sekolah Pa,gak ada waktu untuk ke kantor"tolak Jonathan.
"Jonathan kamu sudah dewasa,gak mungkin Papa tunggu adekmu itu,adekmu itu masih anak SD dan kamu mau lulus SMA"bentak Agung marah.
"Pa,Aku ini mau bebas Papa"marah Jonathan.
"Jonathan Hadikusuma bisakah kamu turuti permintaan Papamu sekali ini saja"kata Mona menahan amarahnya.
"Ma Pa,aku gak sanggup bekerja seperti itu"tolak Jonathan marah.
"Kamu belum mencobanya"teriak Agung ketus.
"Mulai sekarang kamu harus belajar mengerti"kata Agung marah.
Jonathan hanya diam dan tak mau berbicara dengan kedua orangtuanya sedangkan Renata tak mengerti apa yang di maksud oleh orang dewasa itu.
Renata mengambil es krim di kulkas tapi tak sampai karena tinggi kulkas itu 150cm,Renata memanggil kakaknya.
"Kak Jo, bisakah ambil kan es krim buat adek"kata Renata polos.
"Aku gak mood dek,ambil sendiri sana dek"tolak Jonathan marah dan menaikkan anak tangga.
Renata sedih karena Jonathan selalu dingin kepadanya apa dia ini bukan saudara kandungnya tapi seperti saudara tiri. faktanya mereka berdua adalah saudara kandung.
Flashback end
Mau tak mau Renata selalu menuruti permintaan dari ayahnya sendiri daripada dia kena omel sepanjang waktu
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Saya kembali lagi