
🍁🍁🍁🍁🍂🍁🍁🍂🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂
Renata sudah sampai di kamar inap ayahnya,disitu ada Aldo yang jaga ayahnya ternyata Jonathan pulang ke rumahnya tapi pergi lagi entah kemana dia pergi.
"Halo Om Aldo."sapa Renata dengan ceria.
"Halo adek yang cantik,apa kabarmu nak."tanya Aldo lembut.
"Adek baik-baik saja om."jawab Renata polos.
"Om daritadi disini iya."tanya Renata kepo.
"Barusan om kesini pas om Alan pulang tadi itu."jawab Aldo lembut.
Agung melihat wajah dari putrinya yang tidak baik-baik saja pasti dia tahu jika putrinya kesalahan kecil di kantor meskipun Jonathan tidak memberitahu kepada dirinya.
"Adek tadi di kantor bikin kesalahan iya."tanya Agung dengan serius dan Renata menjawabnya dengan jujur.
"Iya adek tadi bikin kesalahan sampai adek dimarahi oleh Kak Jo dan Kak Jo pulang duluan entah kemana Kak Jo perginya."jawab Renata jujur sekali.
"Adek lain kali jangan bikin kesalahan lagi iya,papa belum bisa ke kantor sekarang karena masih sakit dan adek jangan sedih iya nanti cantiknya hilang lo."pesan Agung kepada putri bungsunya dan mengusap pipi milik Renata dengan lembut.
"Aku baru sadar jika Renata sekarang jauh mirip dengan mama lo, secara Kak Agung emang mirip sama mama banget dibandingkan papa."kata Aldo pas melihat wajah Agung dan Renata yang mirip banget dengan Azura.
"Eh aku lupa jika Jonathan juga mirip banget sama mama weh."lanjut Aldo yang tadi.
Wajahnya Agung mirip dengan Azura sedangkan Alan dan Aldo perpaduan antara Scott dan Azura dan Argi mirip dengan Scott.
"Papa, gimana wajah dari nenek waktu remaja dulu, katanya adek mirip dengan nenek di masa lalu."kata Renata polos.
"Gimana iya papa gak punya fotonya tapi kakekmu ada kok foto nya."jawab Agung lembut.
"Oh iya Argi dan Alan juga bilang kalo adek sekarang mirip banget sama mama kita, Jonathan waktu remaja betul-betul mirip sama mama sampai di bilang kembar lagi."kata Agung lembut.
Aldo mengeluarkan ponselnya lalu membuka galeri dan mencari foto Azura yang masih remaja.
Aldo juga menyuruh Renata untuk melihatnya,Renata sangat terkejut melihat wajah dari neneknya yang sangat mirip dengan nya, benar-benar cantik seperti dirinya saat ini.
"Nenek cantik sekali, wajahnya mirip banget sama adek,papa dan Kak Jo."kata Renata masih melihat fotonya Azura.
"Papa,masih sakit kah."tanya Mona lembut.
"Masih dan sangat bosan disini."jawab Agung bete.
"Iya bosan karena gak ada bininya di samping kalo lagi tidur apalagi peluk pelukan manja hehehe."canda Aldo sedikit vulgar tapi dirinya di tatap tajam oleh Agung dan Mona sedangkan Renata tak peduli.
"Aldo, tutup mulut kamu, ingat ada anakku disini jangan bercanda yang berlebihan."tegur Agung marah.
"Aldo,adek masih gak ngerti dengan kata-kata kayak gitu lebih baik kamu saring sana kata-kata kamu."marah Mona ke Aldo.
"Iya maafkan aku lah Kak Agung dan Kak Mona."maaf Aldo dengan wajahnya yang polos.
"Adek umurnya berapa."tanya Aldo ke Renata.
__ADS_1
"Umur adek 17 tahun dan sebentar lagi mau 18 tahun."jawab Renata polos.
"Apa muda banget umur putrimu,Kak Agung dan Kak Mona."balas Aldo terkejut dengar dengar usia dari Renata.
"Iya emang umurnya masih muda,masa sudah tua sih."kata Agung ngegas.
Ditempat lain.
Andin,Marian dan Odelia sedang jalan-jalan tapi Andin langsung heboh karena ada Jonathan disini meskipun dari kejauhan.
"Kamu lihati siapa sih sampai heboh gitu."tanya Marian bingung.
"Itu nah ada pangeran tahu."jawab Andin heboh.
"Iya pangerannya siapa sih,kita mah mana tahu gila."tanya Marian kesal.
Jonathan tak tahu kehadiran dari 3 gadis yang heboh karena dirinya.
"Itu kakaknya Renata yang ganteng itu,siapa lagi bukan Kak Jonathan Hadikusuma."jawab Andin ngegas dan heboh.
"Kukira siapa tadi, emangnya Kak Jonathan tahu ada kita disini."kata Odelia takut iya takut ketahuan oleh Jonathan.
"Gak tahu sih soalnya kita jauh dari dia lah."jawab Marian santai.
Tak lama kemudian ada seorang wanita cantik yang menghampiri Jonathan hal itu membuat Andin,Marian dan Odelia penasaran.
"Siapa cewek itu."tanya Andin penasaran.
Bahkan Jonathan tersenyum dengan kehadiran dari gadis tersebut yang jelas bukan Renata iya karena postur tubuh dari gadis itu lebih pendek dari pada Renata yang tinggi banget.
"Baru kali aku melihat Kak Jonathan tersenyum sama cewek itu biasanya mukanya selalu datar mulu ketemu cewek lain apalagi kalo lihat wajah aku."kata Andin bingung saja.
"Kayaknya pupus harapan kamu sama Kak Jonathan."ucap Marian membuat hatinya Andin sakit.
Odelia diam-diam memotret foto Jonathan dan gadis itu lalu mengirim pesan ke Ezra kalo sama Renata iya pasti bertanya-tanya mulu.
Ezra melihat ada pesan dari Odelia lalu membuka pesan itu dan melihat fotonya Jonathan yang tersenyum manis kepada gadis itu tapi dia tak tahu siapa gadis itu karena mukanya gak kelihatan dan hanya punggungnya yang kelihatan.
"Tumben tuh anak senyum-senyum gak jelas sama cewek,mulai jatuh cinta nih orang."batin Ezra.
Kembali ke cafe lagi.
"Kak Jonathan maaf lama menunggu kakak tadi karena aku ada urusan sama pasien."maaf Leticia dengan tulus.
Jonathan masih terpesona dengan kecantikan dari Leticia sampai gak fokus pula.
"Kak Jonathan."panggil Leticia agak keras lalu Jonathan langsung sadar dari melamunnya.
"Iya gak papa,aku tahu kamu selalu berurusan dengan pasien."kata Jonathan untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Kak Jonathan kenapa menyuruh aku kesini,."tanya Leticia kepo banget.
"Temani aku karena aku lagi galau ,gak papa kan."jawab Jonathan jujur tapi emang dia lagi galau karena kerjaan belum lagi adeknya buat kesalahan.
__ADS_1
"Iya Kak Jonathan."balas Leticia sopan tapi canggung banget
Leticia sebenarnya belum merasakan gimana rasanya memiliki kekasih karena semasa hidupnya dia tak sempat mencari pacar karena ayahnya sangat tegas mendidik dia dan adeknya.
"Apa kamu belum pernah pacaran iya."tebak Jonathan dari raut wajahnya Leticia.
"Iya karena ayahku tak bolehkan aku pacaran jika belum bekerja."jawab Leticia jujur.
"Ya ampun Kak Jonathan sangat tampan sekali, apalagi nada suaranya sangat lembut sekali."batin Leticia.
"Wajah kamu mirip dengan seseorang yang aku kenal lo."kata Jonathan membuat Leticia penasaran.
"Siapa Kak Jonathan."tanya Leticia kepo.
"Iya namanya Maya tapi dia lebih tua dari kamu."jawab Jonathan santai.
"Kak Maya bukan kah itu anaknya Om Manuel, katanya dia dulu pernah menikah dengan seorang pria kaya raya dan terkenal tapi sayangnya sudah meninggal dunia."kata Leticia menebak saja.
"Dan pria kaya raya dan terkenal itu adalah aku,aku sempat menikah dengan dia,dia betul-betul mirip dengan kamu,kamu pasti ada hubungannya dengan Maya di masa lalu."ucap Jonathan membuat Leticia bingung.
"Om Manuel sudah mengatakan itu kepadaku,dia sudah mengangkat aku dan adekku jadi anak angkatnya,baru tahu jika aku dan Kak Maya itu sepupu bahkan aku juga baru tahu jika ibuku dan Om Manuel adalah saudara kandung,karena ibuku menentang kakek karena ibuku gak mau di jodohkan dengan pria lain dan memilih menikah dengan ayahku,nama ibuku di coret oleh kakekku, sampai sekarang kakekku menyesal dengan keputusan yang dulu,Aku juga baru tahu kalo Tante Tissa itu tanteku tapi tanteku meninggal dunia karena bunuh diri gara-gara pacarnya gak tanggung jawab atas kehamilannya, pacarnya itu Om Hari bukan sama Om Alan,Om Alan sama sekali gak kenal sama Tante Tissa."cerita Leticia panjang lebar dan Jonathan justru penasaran dengan kisah cinta dari Tissa,Alan dan Hari.
"Om Hari itu siapa."tanya Jonathan karena dia pernah mendengar nama orang itu waktu adeknya marah kepada orang itu.
"Om Hari Geovani ayah dari Kak Salsa."jawab Leticia membuat Jonathan terkejut.
"Om Manuel menyesal telah menuduh Om Alan dan ibuku juga menuduh nya,bahkan Om Hari biang masalah dari Om Agung dan Om Alan hingga bermusuhan karena cinta Om Alan hanya teman sekelas saja kok,Tante Tissa tidak menyukai Om Alan lalu menyerahkan kegadisannya ke Om Hari sampai hamil pula,yang tuduh itu Om Alan dan Om Agung,Om Agung iya gak kenal sama Tante Tissa."cerita Leticia, Jonathan lagi-lagi otaknya lagi buntu.
"Om Hari sengaja kerja ditempat mu karena dia sudah lama mengincar adekmu, soalnya dia dituntut oleh mertuanya, intinya kakak harus jaga Renata baik-baik tuh Renata jangan sampai di lecehkan bahkan di hamili oleh om itu."kata Leticia serius.
Jonathan mengepalkan tangannya dengan kuat jujur dia bikin orang itu sengsara.
Renata sedang jaga ayahnya dirumah sakit ditemani oleh ibu dan omnya yaitu Alan lagi.
Jonathan datang dan Renata langsung menoleh lalu berlari dan memeluk kakaknya dengan erat.
"Kakak kemana saja,adek khawatir sama kakak."tanya Renata begitu perhatian terhadap kakaknya.
"Aku ada urusan dek,maaf tadi adek harus pulang sendirian dan besok kita pulang kerja sama-sama."jawab Jonathan dengan menyesal karena menyuruh Renata pulang sendirian lalu membalas pelukan hangat dari Renata dan mengelus punggung Renata.
"Ada urusan apa nak."tanya Agung bingung.
"Urusan anak laki-laki pa."jawab Jonathan tegas.
"Oh gitu."balas Agung lembut.
Jonathan melepaskan pelukan dari Renata dan menatap ke arah Alan.
"Om Alan,kita bicara di luar,ada yang aku ingin bicarakan Om, sekarang."ucap Jonathan serius.
Alan tak menjawab tapi keluar bersama Jonathan ke taman sebentar.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.
__ADS_1