
BREAKING NEWS.
Jonathan Hadikusuma putra sulung dari Agung Hadikusuma dan Mona Anggara menjadi korban penembakan di kediaman nya, pelakunya tersebut adalah Deon Wirasa.
Deon juga pernah menculik putri bungsu dari Agung dan Mona 2 yang bulan lalu, diketahui secara pasti apa motif dendam Deon kepada Keluarga Hadikusuma.
Odelia tak sengaja melihat isi berita tentang Keluarga Hadikusuma di cafe milik Ezra.
Ezra juga melihat berita terbaru tentang sepupunya yang di tembak di ruang kerjanya langsung bergegas ke rumah sakit bersama Odelia.
"Yang, Kak Jonathan di tembak lo bahkan kata Renata,Kak Jonathan masih kritis lo."ucap Rani kepada Peter.
"Apa betulan kah,kita kesana yuk."kata Peter kaget banget malahan.
"Ayo kita kesana sekarang siapa tahu Renata butuh bantuan dari kita."jawab Rani lembut.
Renata menangis karena kakaknya gak sadarkan diri bahkan tadi Sabrina bilang jika Jonathan harus membutuhkan darah karena kekurangan darah.
Renata tak bisa donorkan darahnya karena masih demam bahkan Renata pun lupa jika dirinya lagi demam.
Untungnya Argi lah donorkan darahnya untuk Jonathan.
"Ada apa dengan kakakmu,Ren."tanya Sean duduk disampingnya Renata.
"Adek gak tahu tiba-tiba tua bangka itu ganggu adek dan menembak Kak Jo,adek takut jika Kak Jo menyusul Kak Maya,adek gak mau karena adek takut kesepian walaupun Kak Jo suka marah, bentak,suka jail dan suka cerewet sama adek."jawab Renata sedih bahkan dirinya tak berhenti menangis.
"Ren,kamu harus kuat lo karena kamu adalah gadis yang kuat,kamu banyak-banyak berdoa agar Kak Jonathan cepat sembuh."ucap Jun lembut.
"Benar ucapan mu nak,adek harus kuat dan harua berdoa supaya kakakmu cepat sadar."pesan Argi kepada Renata.
"Terimakasih sudah hibur adek."jawab Renata dengan tulus.
"Adek sudah makan kah."tanya Argi ke Renata.
"Belum."jawab Renata seadanya.
"Makan dulu,coba lihat wajah mu pucat sekali maka badanmu panas sekali."balas Argi lembut.
"Adek pergi dulu om dan Kak Sean."pamit Renata lembut.
"Iya Adek makan yang banyak iya."ucap Argi layaknya seorang ayah dengan anak gadisnya.
"Jun,mau ikut kah."ajak Renata ke Jun.
"Iya."jawab Jun singkat.
Jun dan Renata keluar sebentar tetapi mereka juga jenguk Danang yang sudah diruang inap.
"Daddy ada apa dirumahnya Om Agung dan Tante Mona."tanya Sean penasaran.
__ADS_1
"Ceritanya panjang, intinya ini ada hubungannya dengan adek dan nenekmu."jawab Argi lembut.
.......
Renata sedang melihat ada wartawan yang meliput keluarganya diluar.
Para wartawan tak sengaja melihat ada Renata tetapi dengan cepat Renata menghindari para wartawan karena Renata sangat risih sekali.
Para wartawan mengejar Renata saat ini.
"Hentikan jangan ganggu dia."ucap Mira tegas.
Renata dan Jun menoleh ke arah Mira,Mira tak sengaja melihat ada Renata yang sedang di kejar wartawan.
Tujuan Mira adalah mau jenguk mantan menantunya meskipun cuma mantan menantunya tetapi Jonathan tetap menjadi orang yang pernah di bagian dirinya, suaminya dan putri tunggalnya di dalam hidupnya.
Para wartawan berhenti mengejar Renata dan kembali pulang.
"Terimakasih Tante."kata Renata tulus.
Mira menatap wajah cantik milik Renata,sudah 4 tahun lamanya dirinya tak ketemu adik dari menantunya itu, sangat cantik di matanya Mira saat ini.
"Sama-sama adek, adek kenapa saya Tante, panggil saja bunda."kata Mira tak suka di panggil Tante.
"Maaf Tan eh bunda."jawab Renata hampir keceplosan.
"Tak apa dek,gimana dengan keadaan kakakmu,bunda sudah lama tak ketemu kakakmu yang merindukan Maya terus."tanya Mira lembut.
Jun hanya bisa diam saja karena itu bukan urusan nya.
"Adek sudah makan belum, sepertinya adek belum makan dan badan adek lagi demam."tanya Mira lembut sambil melihat wajah pucat milik Renata.
Renata menggeleng kepalanya karena dirinya belum makan sama sekali sejak Deon nekat masuk ke rumahnya.
"Nak, tolong ajak dia makan iya,bunda mau pergi jenguk menantu bunda dulu."ucap Mira lembut kepada Jun.
Jun mengangguk saja dan pergi beli makan bersama Renata sedangkan mencari ruangan tempat Jonathan lagi koma.
Di kantor polisi,Agung dan Mona mendengar jawaban demi jawaban dari Deon yang sudah berani menembak putra sulung nya.
"Kenapa anda menembak Tuan Muda Jonathan Hadikusuma."tanya Polisi serius.
"Saya menembaknya karena dia berani menghina cucu saya."jawab Deon enteng.
Agung siap baku hantam Deon tetapi Mona menahannya karena ini mereka masih di kantor polisi.
"Terus kenapa anda menculik Nona Renata Hadikusuma 2 bulan yang lalu."tanya Polisi lagi.
"Saya dulunya suka sama Azura Dirgantara tetapi Azura tak menyukai saya,saya baru jika Renata Hadikusuma adalah cucu bungsu dari Azura dan Scott sekaligus putri bungsu dari Pak Agung Hadikusuma dan Mona Anggara, entah setan apa yang rasuki tiba-tiba saya menyukai gadis itu, menurut saya dia adalah gadis paling cantik sedunia bahkan anak dan cucu saya kalah sama dia,saya berusaha mencari perhatian kepada Renata tetapi gadis itu sangat dingin dan susah didekati,sama seperti kakek dan ayahnya yaitu Scott Hadikusuma dan Agung Hadikusuma,saya culik saja tuh Renata karena saya benar-benar jatuh cinta kepada Renata Hadikusuma."jelas Deon sangat enteng.
__ADS_1
Agung tak tahan dengar penjelasan enteng dari Deon dan langsung menghajar wajah dari Deon.
"Tuan Agung Hadikusuma hentikan memukul wajahnya."teriak polisi marah.
"Saya tak terima jika putra di tembak bahkan tadi adek saya menelpon saya bahwa putra saya lagi koma saat ini sedangkan saya juga tak terima jika dia menyukai putri saya,putriku belum tahu apa-apa tentang dunia dewasa meskipun usianya mau 18 tahun bahkan saya tak terima waktu putri saya hampir dilecehkan oleh dirinya, sebagai ayah pasti tak terima jika anaknya di gitukan."ucap Agung marah dan masih emosi.
Mona terkejut dengar ucapan dari suaminya yaitu putranya lagi koma saat ini.
"Oh iya anaknya itu pernah menusuk perut putri saya waktu beberapa bulan yang lalu,iya kan."kata Agung meninggi suaranya bahkan Polisi saja terkejut sekali.
"Apa benar Lira Wirasa pernah menusuk perut dari Nona Renata Hadikusuma."tanya Polisi lagi.
"Iya putri saya pernah menusuk perutnya Renata."jawab Deon mulai ketakutan.
"Itu sama saja anda melenyapkan nyawa seseorang bahkan ini kakak beradik pula yang jadi korban kejahatan anda dan anak anda."kata Polisi serius.
"Saya minta dia di penjarakan saja agar dia tak mengganggu keluarga saya lagi."kata Agung meminta permohonan kepada Polisi.
🍀🍀🍀🍀🍀.
Mira menatap wajah pucat dari Jonathan yang masih belum sadarkan diri saat ini.
Renata masuk tetapi dengan sendiri sedangkan Jun jalan bersama Danny, Justin dan Sam.
Mira dan Renata saling bertatapan dengan canggung,iya canggung lama tak bertemu.
"Gimana kabar mu hari ini,adek."tanya Mira lembut.
"Adek tak baik' saja."jawab Renata dingin.
"Benar kata suamiku sekarang dia sangat dingin sekali bahkan kakaknya kalah dengan nya."batin Mira melihat wajah dingin milik Renata yang sudah mendarah daging sejak dulu.
"Bunda kabarnya bagaimana hari ini."tanya Renata dengan sopan tetapi raut wajahnya dingin.
"Bunda baik' saja tetapi bunda shock dengar berita tentang kakakmu."jawab Mira tenang.
"Bunda,gimana kabar dari ayah,adek sudah lama tak bertemu dengan ayah."tanya Renata lagi.
"Ayah sedang perjalanan dinas di Jerman,jadi bunda sendirian di rumah,coba saja kalo Maya masih hidup mungkin kakakmu, keponakan mu dan Maya bisa temani bunda sendirian di rumah."jawab Mira lembut tetapi Renata bisa melihat wajah sedih dari Mira karena merindukan sosok putri tunggalnya.
"Apa kakakmu belum mau mencari pengganti nya Maya saat ini,bunda dengar kakakmu masih betah sendiri."tanya Mira penasaran.
"Iya bunda, Kak Jo belum mau cari wanita lain bahkan dulu Kak Jo pernah di jodohkan sama Keluarga Dirantito."jawab Renata sedih.
"Apa laki-laki itu pacarmu,dek."tanya Mira lembut dan Renata langsung malu sendiri.
"Dia teman sekelas adek di sekolah."jawab Renata tenang.
"Seperti nya adek suka sama dia, apalagi sekarang adek wajahnya sangat cantik sekali,bunda saja lo kaget melihat wajah adek dan tinggi badan adek,bunda yang kependekan badannya."kata Mira goda Renata.
__ADS_1
"Gak tahu bunda,hanya tuhan saja yang tahu cinta adek seperti apa."ucap Renata malas membahas cinta-cintaan.
Sebenarnya Renata ini sedang menangis tetapi dia menampilkan wajah dingin nya didepan Mira.