Ada Apa

Ada Apa
120


__ADS_3

🐰🦁🐻🐣


Renata terbangun dari tidurnya dan dia bingung kenapa dirinya bisa di kamarnya setahunya dia ketiduran di ruang keluarga.


Sekarang ini jam 04.50 pagi waktunya sudah bangun.


.....


Renata tak langsung sarapan pagi melainkan memberi makan kepada ikan di kolam punyanya Agung.


"Lahap iya makan,makan iya nanti adek kasih lagi makannya."ucap Renata berbicara dengan ikan padahal berbicara sendiri sih.


Setelah selesai memberi makan kepada ikan di kolam saatnya dirinya harus mengisi perutnya yang meronta-ronta daritadi.


"Nenek gak kangen sama ayah dan bunda."tanya Ezra ke Azura saat sarapan pagi.


Bahkan Aldo dan Sabrina tak tahu jika putra semata wayangnya ini tak pulang kerumahnya bahkan mereka sibuk di rumah sakit.


"Kangen lah,nenek juga sama kakekmu, Peter, Agung walaupun pernah ketemu,Alan sama Argi itu saja."jawab Azura tenang.


"Lalu kenapa kamu tidak membawa pacarmu kesini,nenek tahu kamu sudah pacar bahkan kamu pernah ancam adek karena minta nomor hpnya gadis itu hahahaha walaupun adek tak cerita ke nenek,nenek tahu kamu pertama kali melihatnya langsung jatuh cinta cie cie cie,nenek juga tahu latar belakang dari gadis itu bahkan nenek juga kasihan kepadanya karena orangtuanya sudah meninggal dunia karena kecelakaan hebat 1 tahun yang lalu."kata Azura lembut sukses membuat Ezra lebih kaget lagi.


"Rahasia kamu,Jo,Sean,Peter dan adek,nenek sudah tahu tapi yang paling menyedihkan itu rahasianya adek,nenek kasihan sekali kepada adek apalagi adek pernah di culik, hampir di lecehkan oleh kakak kelasnya sendiri sebelum Maya meninggal dunia,di hina waktu batalnya pertunangan Peter dan Ara,di tusuk perutnya hingga koma 10 hari lamanya, pernah melihat live show ommu yaitu Alan dan wanita yang berusia dengan Jonathan secara langsung pula sampai demam tinggi."lanjut Azura sedih.


Ezra hanya diam lalu memegang tangan keriput milik Azura dan air matanya mulai keluar.


"Kamu baik' iya sama adek sepupu mu karena kamu adalah cucu paling tua disini yaitu Keluarga Hadikusuma."pesan Azura sukses membuat Ezra menangis sejadi jadinya dan bersujud di kaki nya Azura.


"Adek kenapa."tanya Jonathan lembut ketika wajah Renata yang gelisah sekali pas mau masuk lift.


Renata enggan masuk kedalam lift melainkan melihat seseorang lagi.


"Itu ada Irena dan anaknya ganggu adek lagi."kata Renata dengan wajahnya yang benar-benar sedih dan takut.


Ya itu adalah Irena dan Rossa yang dilihat oleh Renata.


Jonathan juga melihat ada sosok ibu dan anaknya yang tak habis habisnya ganggu adeknya.


Irena dan Rossa menghampiri kakak beradik tersebut.


"Gara-gara kamu, saya diancam oleh suami saya yaitu diceraikan kau pikir kau yang paling hebat dan merasa cantik disini."marah Irena kepada Renata.


"Tante kenapa suka sekali ganggu adek saya, kemarin sudah berani menyakiti, menampar, menjambak rambutnya bahkan menghina adek dan ayahku kemarin, seharusnya Tante itu tobat dong jangan kelakuan masih labil sudah tua bahkan usianya sudah nenek pula."kata Jonathan marah dan emosi.


"Seharusnya Tante dan keluarga Tante sadar diri dong kalo gak ada ayahku iya kalian semua pada gembel total tahu."teriak Jonathan keras sukses membuat ibu dan anak itu terdiam.

__ADS_1


Teriak itu emang membuat mereka berdua mulai sadar diri.


"Kalian berdua gak perlu minta maaf ke aku dan lebih baik minta maaf saja ke adekku."ucap Jonathan dingin sekali.


"Kalo gak minta maaf iya sudah jangan ganggu adekku lagi dan silahkan pergi dari sini sekarang,aku dan adekku gak ada waktu untuk kalian berdua."sambung Jonathan dingin dan membawa Renata masuk kedalam lift, pintu lift itu sudah tertutup.


🍂🍂🍂


"Mar,kamu kenapa sih kok kayak orang gila."tanya Renata ketika dirinya sudah pulang kerja iya,tadi pulang ke rumah sebentar untuk ambil kunci mobil doang dan ganti baju.


"Itu orang nya coba kamu ikuti dia dong."jawab Marian serius.


Renata dengan tak sabar untuk mengikuti orang itu dari belakang sambil menyetir mobilnya.


Mobil itu pun berhenti di sebuah basement apartemen. Mobil Renata juga berhenti disini namun agak jauh dari mobil pria itu.


Pria itu pun keluar dari mobil sedangkan Renata dan Marian pun keluar dari mobilnya untungnya mereka berdua berpakaian tertutup dan memakai masker.


Pria ini tidak menaruh curiga kepada Renata dan Marian ketika mau masuk kedalam lift.


Untungnya Renata sudah tahu tempat ini karena gedung apartemen ini adalah milik Jonathan sekaligus penghuni disini juga.


"Di lantai 25 dia tinggal."batin Renata pas melihat pria itu menekan tombol 25 lantai.


Ting bunyi suara lift telah terbuka.


Pria itu berhenti di nomor 2501,Renata dan Marian ingin tahu apa yang terjadi kepada pria itu.


Ada seseorang yang membuka pintu itu dan ternyata orang itu pernah dekat dengan Alan.


Marian naik pitam dan langsung menghampiri kekasihnya dan selingkuhan nya.


"Setan lo berdua."teriak Marian emosi dan tinggi sampai kedengaran tetangga sebelah.


Renata baru pertama kalinya mendengar suara marah dari Marian.


Pria itu dan Salsa terkejut melihat ada Marian disini.


"Kamu sudah rebut suami orang sekarang rebut pacarku,dasar cewek murahan,bau tanah,genit,muka kayak setan,suka menjajakan diri dengan pria banyak uang,j.. Ng pula,pelakor pula."marah Marian dan menampar wajahnya Salsa dengan kuat.


Pria itu terkejut lagi bahkan pria itu hanya diam saja. Renata juga langsung menghampiri ketiga manusia itu.


Dengan suka rela juga dia menampar wajahnya Salsa dengan kuat dan bilang sesuatu ke pria itu.


"Besok tunggu saya di kantor, mengerti."ucap Renata dingin.

__ADS_1


Pria itu juga terkejut karena gadis ini adalah adek bosnya sendiri.


"Dan kamu gak kapok-kapok nya ganggu laki orang setelah omku sekarang karyawan saya lagi,kenapa kamu bebas disini karena kamu di bebas oleh pria tua bangka yang status kakekmu sialan itu dan kenapa kamu gak mati saja."marah Renata ke Salsa.


"Kita break saja dan semoga kalian berdua langgeng sampai nenek kakek."ucap Marian berusaha untuk tegar tetapi hatinya sudah terlanjur sakit dan perih.


Marian melangkah kakinya dan Renata juga ikut menyusul Marian.


Bahkan pria itu pun mau menyusul Marian tetapi dirinya malah ditendang oleh Renata sendiri.


Tanpa mereka sadar, Jonathan melihat semuanya terlebih lagi yang membuat Jonathan fokus adalah Salsa,dia bingung kenapa orang itu bisa ada disini padahal tempat sangat ketat dan tak terima orang aneh seperti Salsa.


Secara Jonathan adalah pemilik gedung apartemen Grand Deluxe


Jonathan menghampiri Salsa dan berkata dengan tajam.


"Silahkan keluar dari sini, sekarang."ucap Jonathan dengan tega mengusir ibu hamil.


"Kau siapa,emangnya kau pemilik apartemen ini."tanya Salsa tak terima diusir begitu saja.


"Saya pemilik gedung apartemen ini,saya berhak dong mengusir penghuni siapa saja kalo ada apa-apa disini termasuk kamu juga,kamu ,ibu dan kakekmu sialan itu sama-sama sinting."jawab Jonathan dingin.


Jawaban itu membuat nyali Salsa menciut,dia tak tahu pria yang pernah marahi dirinya waktu itu adalah pemilik gedung apartemen ini.


"Cepat kemasi barang kamu sekarang atau gue suruh anak buah gue yang kemasi barang lo."ucap Jonathan dingin dan galak.


Salsa dengan cepat bergegas masuk kedalam dan mengemasi barang-barang nya karena lagi-lagi dia takut dengan keponakan dari mantan teman Bobonya yaitu Alan Hadikusuma.


20 menit kemudian Salsa membawa barang nya dan berkata dengan tajam ke Jonathan.


"Kau sama saja dengan Pak Alan."ucap Salsa berani berkata itu kepada Jonathan.


"Secara gue ini keponakannya, Om Alan adalah adik dari ayahku,kamu cuma anak dari sampah doang."jawab Jonathan dingin sambil menghina dan merendahkan Salsa.


Salsa tak tahan lagi berhadapan dengan pria jahat yaitu Jonathan dan langsung pergi saja dengan membawa barang nya bawaannya.


Jonathan juga pergi tetapi mengikuti Marian dan Renata pastinya entah kemana kedua gadis itu apalagi salah satunya gadis itu lagi sedih.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.


Kasihan Marian di selingkuhi oleh pacarnya sendiri.


Marian sebenarnya sudah pacar tapi gak di publikasikan saja kepada Renata,Belinda dan Odelia.


Banyak banget iya kekayaan dari Keluarga Hadikusuma

__ADS_1


🐰🦁🐻🐣


__ADS_2