
Langkah kaki Renata mendadak kaku ketika dia didepan gerbang sekolahnya.
Jonathan kesal karena Renata cuma diam disitu saja dan terpaksa dirinya turun dari mobil.
"Adek cepat masuk nanti terlambat loh,gak usah takut dengan mereka, mereka cuma iri dengan mu saja,kalo ada apa-apa cepat kasih tahu ke aku biar aku yang kasih pelajaran ke mereka."kata Jonathan serius.
Renata melewati gerbang sekolah yang terbuka padahal ini jam 06.05 pagi karena Jonathan ada meeting di kantor sekalian antar adek kesayangannya jarak sekolah adeknya dan kantor ternyata lebih dekat,10 menit tinggal jalan kaki.
Renata tak dibolehkan menyetir mobil karena belum ada SIM jadi dirinya harus menunggu bikin SIM baru dirinya bisa pakai mobil,dia bisa menyetir mobil kok tapi belum dapat ijin dari kedua orangtuanya.
Pelajaran pertama kali Ibu Marina guru biologi,dia orangnya santai dan ramah.
"Ada yang bisa jelaskan apa yang saya ucapkan materi tadi ini."ucap Marina serius.
Tak ada yang bisa menjelaskan karena mereka bingung.
"Kok gak ada yang bisa jelaskan sih,ok deh saya ganti apa teori evolusi menurut Charles Darwin tapi tanpa melihat buku karena saya sudah kasih kesempatan baca buku selama 20 menit,harus bilang menjawab dong."tanya Marina sekali lagi.
Renata mengangkat tangannya dan menjawab pertanyaan dari Marina.
"Charles Darwin menyatakan bahwa evolusi terjadi melalui proses seleksi alam. Makhluk hidup yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat bertahan hidup. Sedangkan, makhluk hidup yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, tidak akan bertahan hidup / mati."jawab Renata.
"Iya betul sekali,terimakasih Renata Hadikusuma."kata Marina.
Semua murid pada gak suka dengan kepintaran dari Renata sendiri, kecuali Mariana,Belinda dan Odelia.
"Gila dia lagi dia lagi,kenapa sih ada orang kayak gitu di sekolah."sindir Sera kepada Renata.
"Benar,apa jangan-jangan dia suka tidur sama laki-laki makanya dia kayak gitu."ejek Christy.
Di lorong Renata mendengar ejekan dari 2 gadis dan langsung marah kepada 2 gadis itu.
"Gak usah hidup kalian berdua,jangan sok jadi orang."marah Renata.
"Sadar diri coba kamu Renata,emang benar kok kamu itu emang gila."marah Sera balik.
Emosi Renata mendadak naik dan menghajar kedua gadis itu.
Sera dan Christy gak mau kalah dengan Renata, Kepala Sekolah tak sengaja melihat 3 murid langsung memarahi mereka bertiga.
"Renata Hadikusuma,Sera Leniria dan Christy Emiliana,besok bawa orang tua kalian ke sekolah."marah Kepala Sekolah.
Mau tak mau Renata lagi-lagi harus berurusan dengan kepala sekolah.
Jun dan Danny melewati Renata tapi Jun lebih cuek kepada Renata bahkan gak peduli sedangkan Renata juga gak peduli dengan siapapun.
Di kantor Agung dan Jonathan sudah selesai meeting tapi Roy memberitahu ke Agung.
"Bos itu putrinya bos ada masalah di sekolah dan besok bos harus ke sekolah putrinya bos."kata Roy serius tapi dia takut dengan bosnya.
"Baiklah aku besok ke sana."jawab Agung santai tapi dirinya lagi-lagi kecewa kelakuan putrinya di sekolah.
Pulang sekolah Renata sedang menunggu Jonathan seperti biasanya.
"Tumben Kak Jo lama sekali,pasti ada meeting iya tapikan meeting nya jam 9 pagi masa jam segini belum datang sih."kata Renata berbicara sendiri.
Sudah 1 jam lamanya Renata menunggu Jonathan tapi nyatanya Jonathan belum juga datang.
Jonathan tak sengaja bertemu dengan mertuanya dulu di restoran makanya dia lama.
"Kalo gitu saya pamit dulu,Ayah dan Bunda."pamit Jonathan.
"Nak, carilah wanita yang kamu mau,Maya sudah gak ada lagi di dunia bahkan Maya dan calon anakmu juga sudah tenang di surga."kata Mira menatap wajah dari Jonathan.
"Iya carilah istri yang tepat buatmu,ayah tahu kamu belum bisa melupakan Maya, apalagi Maya meninggal dunia saat keadaan hamil pula tapi toh kamu juga butuh pendamping hidup apalagi orang tua kamu juga mengharapkan cucu kan."tutur Manuel.
Jonathan gak tahu bagaimana caranya dia bisa melupakan Maya tapi itu sangat sulit sekali baginya.
Flashback.
Maya sengaja sembunyikan kehamilannya karena dia ingin memberikan kejutan buat suaminya tepat di hari ulang tahun suaminya.
"Semoga papi senang iya dengan kehadiran kamu."batin Maya sambil mengelus perutnya yang masih rata dan berusia 10 minggu.
"Aku gak sabar kalo aku jadi mami dan Jonathan jadi papi hehehe."batin Maya.
Jonathan pulang dari kantor dan melihat wajah dari Maya yang sangat ceria sekali.
"Sayang kamu sudah pulang iya."tanya Maya manja dan ceria.
__ADS_1
"Iya sayang aku sudah pulang,aku kangen sama kamu yang."kata Jonathan sambil mencium kening Maya.
"Sayang kenapa kamu sangat ceria sih."tanya Jonathan bingung.
"Ada deh, rahasia tahu."jawab Maya.
"Apa dulu rahasianya."kata Jonathan kepo banget.
"Nanti iya aku kasih tahu tapi kamu mandi dulu,badanmu bau tahu."ucap Maya.
"Baiklah aku mandi dulu, sayang."kata Jonathan sekali dia mencium kening dari Maya.
2 hari kemudian Maya melihat jam 12 malam dan ternyata ini adalah hari ulangtahunnya Jonathan.
Maya juga ingin membangunkan suaminya tapi Jonathan terbangun karena apa lah.
"Sayang kok kamu belum tidur sih."tanya Jonathan dengan suara beratnya.
"Sayang aku punya hadiah buatmu tapi tutup mata iya."pinta Maya dan Jonathan menutup matanya saat dirinya mengikuti permintaan dari istrinya.
Maya mencari testpack kehamilan yang dia sembunyikan, akhirnya dia ketemu dan kembali ke ranjang.
"Sayang,coba tanganmu kesini dong."perintah Maya dan lagi-lagi Jonathan hanya mengikutinya.
Maya meletakkan testpack itu ke tangannya Jonathan dan Maya juga menyuruh Jonathan untuk membuka matanya.
Saat membuka matanya, Jonathan kaget melihat saat melihat benda kecil itu ditangannya.
"Sayang apa ini,apa aku akan menjadi seorang papi."tanya Jonathan tak percaya dengan hasil ini.
"Iya kita akan menjadi orang tua buat anak kita, nanti kalo gak sibuk temani aku ke dokter kandungan iya."jawab Maya senang.
Dengar jawaban dari Maya, Jonathan langsung memeluk istrinya dengan lama,sudah hampir 4 tahun dirinya dan Maya menunggu seorang anak di keluarga kecil ini.
"Aku gak sabar jadi seorang papi, sayang."kata Jonathan menangis karena terharu dengan istrinya yang lagi hamil.
"Aku juga sayang,aku juga tak sabar menjadi seorang mami?ayah, bunda,mama dan papa pasti bahagia karena ada seorang cucu dan adek pasti senang karena ada keponakannya."ujar Maya senang .
"Kita perginya sama-sama iya ke dokter besok."ucap Jonathan dan Maya hanya mengangguk saja.
Flashback end.
Saat dirinya pergi ke sekolah adeknya karena sudah jam 3 sore lamanya Renata menunggu.
Ada seorang murid SMP yang menegur Renata dengan raut wajah yang takut.
"Maaf Kak bolehkah aku minta tolong kepada kakak."ucap gadis itu meskipun dirinya takut tapi tetap dia meminta tolong kepada Renata.
"Mau minta bantuan kah,dek."tanya Renata lembut.
Gadis itu sangat kaget dengar suara lembut dari Renata.
"Iya Kak."jawab gadis itu dengan antusias.
"Mau bantu apa dek."tanya Renata bingung.
Jonathan turun dari mobil dan melihat ada adeknya dan seorang murid SMP.
"Mau ngapain tuh bocah."batin Jonathan.
"Bisakah pegang kamera soalnya aku dan teman-temanku ada ikut dance cover tingkat SMP tapi karena gak ada bisa pegang kamera jadi kami kesusahan pegang kamera."kata gadis itu yang bernama Kanaya Pradana di baju sekolah nya.
"Sebentar kamu bukan kah adeknya Odelia Pradana kah."tanya Renata merasa ada sesuatu di nama gadis itu karena dia melihat nama gadis itu.
"Iya Kak,kakak temannya Kak Odelia kan sama Kak Ezra itu kakaknya kakak kan."kata Kanaya membuat Renata tambah bingung.
"Kak Ezra itu bukan kakakku dek,Kak Ezra hanya anak tunggal saja di keluarga nya, Kak Ezra itu kakak sepupu aku dek."jelas Renata membuat Kanaya mulai mengerti apa yang di maksud oleh Renata.
"Kak Ezra bilangnya kakak itu adeknya,Kak Ezra bohong nih."ujar Kanaya merasa dibohongi oleh Ezra.
"Jadi bagaimana dengan kameranya, kebetulan aku masih tunggu kakakku ini jadi sekalian aku bantu kamu dek, bagaimana."tawar Renata membuat Kanaya tambah semangat untuk dance cover.
"Ayo Kak kita ke lapangan basket tapi aku lupa nama kakak siapa iya."kata Kanaya semangat.
"Namaku Renata dek, Odelia tahu itu sama aku."jawab Renata santai.
Sebelum Renata dan Kanaya pergi ke lapangan basket mereka berdua di tahan oleh Jonathan.
"Adek."panggil Jonathan lembut.
__ADS_1
Renata dan Kanaya melihat ada Jonathan disitu, Kanaya juga melihat wajah tampan dari Jonathan.
"Kak Renata itu siapa."tanya Kanaya gak tau siapa Jonathan,dia tahunya Ezra.
"Itu kakakku."jawab Renata sangat santai.
"Kak Renata ternyata punya kakak yang sangat tampan iya,astaga mukanya kayak artis siapa iya,oh iya wajah Kakak Renata juga kayak artis juga tapi siapa namanya iya."kata Kanaya membuat 2 saudara itu saling bertatapan.
"Kamu mau ngapain dek."tanya Jonathan ke Kanaya.
"Mau bantu adek ini."jawab Renata polos dan malah dia yang jawab
"Ok lah,aku aja yang bantu."tawar Jonathan membuat Kanaya jadi takut.
"Gak usah Kak,adek saja yang bantu."kata Renata menolaknya.
"Gak usah bantah,biar aku saja yang bantu."ucap Jonathan lebih serius.
Sudah lapangan basket temannya Kanaya pada kaget melihat ada Renata dan Jonathan.
"Kanaya itu siapa."tanya teman Kanaya.
"Bukan kah itu Kak Renata Hadikusuma iya."kata gadis ini.
"Iya ini aku,Renata."jawab Renata santai membuat 3 gadis ini kaget pasalnya mereka melihat Renata itu sangat dingin di lingkungan sekolah.
"Katanya mau dance kok belum mulai sih."kata Renata membuat 4 gadis bersiap-siap.
Renata melihat ada Rayson tapi Rayson tidak melihatnya,4 gadis itu juga tidak masalah dengan Renata yang dijauhi oleh semua murid SMA.
"Mana kamera nya."tanya Renata.
"Ini kah."kata Kanaya menyodorkan kamera ke Renata.
Tapi kamera itu di ambil oleh Jonathan membuat 4 gadis itu kaget.
"Kalian bersiap saja dan aku yang bantu kalian."kata Jonathan sambil menyalakan kamera.
4 gadis itu mulai ngedance cover buat ikut lomba semoga saja mereka bisa menang,Renata juga membantu menyalakan musik di ponsel salah satu anggota itu.
Tanpa disadari oleh Jonathan atau Renata,Juan melihat dengan raut wajahnya yang hangat dan diam-diam tersenyum tapi buat Renata saja.
"Kenapa iya aku tertarik dengan Renata Hadikusuma tapi pasti Jonathan gak akan mengijinkan aku dengan adeknya."batin Juan.
"Gak peduli Renata di jauhi sama semua orang,aku harus melindungi Renata dan juga adekku."batin Juan.
Odelia kembali ke sekolah karena adeknya belum pulang ternyata untung saja Ezra menawarkan ke Odelia jadi dia cepat sampai ke Sekolah.
"Kak Ezra yakin kalo Kanaya ada di sekolah."tanya Odelia ketakutan.
"Aku yakin lah,itu adekmu sama temannya tapi kok ada Renata dan Jonathan di lapangan basket."kata Ezra dan Odelia langsung berlari ke lapangan basket tapi dirinya jatuh.
"Aww sakit kakiku."teriak Odelia.
"Yang mana yang sakit."tanya Ezra panik.
"Kakiku Kak Ezra."jawab Odelia jujur.
"Odelia coba jangan lari kah,nah kan jatuh jadinya."ucap Ezra serius dan membantu Odelia untuk bangkit berdiri.
"Iya Kak."kata Odelia pasrah.
"Masih sakit kah kakimu."tanya Ezra.
"Gak kok."jawab Odelia malas.
"Kak Renata,nama kakak itu siapa."tanya Kanaya daritadi gak tahu nama Jonathan.
"Namaku Jonathan."jawab Jonathan santai.
"Kak Renata dan Kak Jonathan terimakasih sudah bantu aku dan teman aku."ucap Kanaya tulus.
"Iya tapi ini buat apa,ada lomba kah."tanya Jonathan penasaran.
"Iya Kak Jonathan,doakan saja supaya sekolah aku bisa menang. "kata Kanaya.
"Semoga kalian bisa menang,iya sudah kalian pulang sudah ke rumah dan aku dan adekku mau pulang dulu."pamit Jonathan sambil membawa Renata pulang.
2 saudara itu pada pulang dan gak tahu kalo Ezra dan Odelia ada di sekolah.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁