
🍁🍁🍁🍁.
Renata sudah sampai di tempat yang dia tuju adalah rumah kakeknya.
Renata melihat pemandangan dari Scott,Azura dan Alan di ruang tamu.
Tetapi mereka bertiga tidak melihat Renata di depan pintu.
"Mana ada orang yang ngaku sebagai istri ku, istriku sudah meninggal dunia 6 tahun yang lalu tepat di ulang tahun si adek yang 12 tahun."ucap Scott marah dan tak terima dengan Azura disini.
"Mas,ini benaran aku,istri sah kamu,ibu dari 4 anak,nenek dari 5 cucu dan buyut dari 4 cicit,kalo mas gak percaya tanya sama adek,adek lah orang pertama yang tahu tentang aku."jawab Azura tetap sabar menghadapi sang suami.
"Papa,mama gak bohong benaran,aku awalnya gak percaya tetapi aku mulai menerima mama kembali karena aku terlalu kangen sama mama, tolong papa terima mama kembali dong,aku yakin papa pasti merindukan mama kan."balas Alan membela sang mamanya yaitu Azura.
"Kakek,itu nenek,yang di dalam kuburan itu saudara kembarnya nenek."teriak Renata keras membuat Scott,Azura dan Alan terkejut melihat kehadiran dari Renata.
"Adek tahu semuanya fakta dari nenek bahkan nenek sempat menyelamatkan adek di kala adek pingsan di depan sekolah adek dulu, awalnya adek juga tak percaya dengan nenek tetapi adek juga merindukan nenek selama 6 tahun ini."ucap Renata dengan suara parau.
Scott seakan buntu di otaknya,dia berpikir keras lagi.
"Mas, dengar ucapan dari adek,adek saja gak bohong apalagi Alan,mas,aku lebih tahu fakta tentang kalian semua termasuk dirimu yang hampir di bunuh oleh Deon terus perselingkuhan kamu dan wanita itu,adek pernah melihat kamu dan wanita itu sedang enak'enakan bahkan aku sudah tahu jika adek pernah di lecehkan oleh kakak kelasnya, perut nya pernah ditusuk dan di culik,semua fakta itu aku sudah tahu."kata Azura dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
Scott memeluk istrinya dengan erat sekaligus memeluk Alan dan Renata dengan bersamaan.
__ADS_1
Di luar sana Agung melihat pemandangan itu dengan langkah.
"Sudah kah Alan dan adek memeluk mama dan papa."ucap Agung yang selalu merusak suasana haru dari dulu hingga sekarang.
"Agung, ganggu saja sih,adek bilangkan ke papamu jangan suka mengganggu suasana orang saja."kata Azura malah kesal dengan putra sulungnya.
"Tahu tuh Kak Agung ganggu saja malah kacau pula."ejek Alan kesal.
"Agung,kesini sekarang."ajak Scott isyarat tangan ke Agung.
Agung berjalan santai tanpa peduli ada Alan yang paling menyebalkan bagi Agung sendiri.
"Gimana dengan keadaan putramu,si Jonathan Hadikusuma."tanya Scott merasa bersalah kepada cucunya itu karena memaksa jaga Mona dan Renata.
"Papa minta maaf karena memaksa Jonathan untuk jaga istrimu dan adek."maaf Scott betul-betul bersalah.
"Minta maaf nya jangan ke aku Pa tapi ke Jo eh tapi tunggu Jo sadar dari koma deh papa langsung minta maaf kepada Jo."kata Agung lembut.
"Iya sudah nanti papa dan mama akan jenguk Jo dirumah sakit."kata Scott lembut.
Renata senang karena kakek dan neneknya sudah bersatu kembali tetapi dirinya sedih karena kakaknya belum sadarkan diri saat ini.
Renata sedang menonton orang yang sedang bermain basket di lapangan dekat rumahnya.
__ADS_1
Rasanya ingin sekali dia bermain basket tetapi kondisi tubuhnya tak mendukung sama sekali.
"Renata."panggil Rayson lembut.
Renata menoleh ke arah Rayson dengan heran.
"Hai Rayson apa kabarmu hari ini."tanya Renata dengan basa-basi.
"Aku baik' saja, gimana kabar mu hari ini."jawab Rayson santai.
"Aku tak baik'saja."balas Renata dengan wajahnya yang datar.
"Oh gitu kamu tinggal di area sini iya."tanya Rayson kepo.
"Iya."jawab Renata dengan singkat sekali dengan 3 huruf saja.
"Oh aku pergi dulu iya."pamit Rayson tetapi Renata mengabaikan suara dari Rayson.
Rayson pergi sedangkan Renata masih diam di lapangan basket.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Maaf saya baru update iya
__ADS_1