
"Nama kamu Jun Anggawira iya kan."tanya Azura lembut.
Renata melihat wajah dari Jun yang semakin hari semakin tampan saja sih.
"Iya nek."jawab Jun sopan tetapi dirinya takut dengan Azura masa orang mati malah hidup lagi.
"Nenek tahu kamu pasti terkejut kan."tebak Azura lembut.
Azura menceritakan semuanya kepada Jun,Jun saja terkejut sekali apalagi Renata tadi itu.
"Kamu sudah lama tak bertemu dengan cucuku yang cantik ini kan,nenek pergi dulu iya dan maaf mengganggu kalian berdua."ucap Azura lembut lalu meninggalkan Jun dan Renata yang masih di ruangan tersebut.
"Nenek kamu lebih cantik jika bertemu secara langsung."kata Jun ke Renata.
"Iya jelas dia nenek aku hehehe."jawab Renata cengengesan.
"Kamu gak kangen sama aku kah."tanya Renata serius dan mendekati Jun hingga Jun merasa aneh dengan Renata.
Renata seperti orang yang lagi menggoda pria hehehe, Jun benar-benar canggung sekali.
"Ren,ini rumah nenekmu dan aku gak mau berbuat aneh-aneh disini, misalnya aku berbuat aneh-aneh disini yang aku di marahi oleh nenek mu."ucap Jun serius.
"Kamu tuh gak bisa berbuat romantis sedikit saja,apa salahnya aku menggodamu lagipula auramu sangat menarik sekali."rajuk Renata sedikit kecewa.
"Aku bukan kekasihmu,Ren."jawab Jun lembut tetapi perkataan itu membuat Renata terdiam.
Iya mereka berdua bukan pasangan kekasih,mereka berdua hanya temanan saja.
"Iya aku tahu tapi aku ingin melakukan itu."kata Renata memohon kepada Jun.
Jun langsung jitak kepalanya Renata, Jun bukan orang yang suka tergoda apapun meskipun Michelle sering menggoda dirinya tetapi Jun lagi-lagi tak mudah tergoda apapun.
"Aku gak mau lakukan itu sebelum menikah,aku akan melakukan itu jika aku sudah menikah."ucap Jun dengan tegas.
"Baiklah aku tahu sekarang lupakan saja dan aku tanya ke kamu,kamu kangen gak sama aku."kata Renata sambil bertanya lagi.
"Iya jelas aku kangen sama kamu."jawab Jun lembut.
Renata menjauh sedikit dari Jun takutnya nanti dia dimarahi oleh neneknya.
"3 hari yang lalu kamu kemana,Ren."tanya Jun serius.
"Oh pergi lah ke tempat yang aku mau."jawab Renata ngegas dan gak mau Jun tahu jika dirinya tinggal dirumahnya Odelia dan Kanaya.
"Dari jawabanmu kurang meyakinkan."balas Jun langsung membuat Renata terdiam.
"Harus yakin sama aku, sayang."ucap Renata tanpa sadar dia mengatakan kata sayang ke Jun.
Jun langsung salah tingkah dan deg degan karena ucapan dari Renata.
"Maksud aku kamu harus yakin dengan aku."kata Renata dengan menutup ucapan konyolnya.
Renata tak pernah bilang sayang kepada laki-laki manapun termasuk Agung dan Jonathan.
"Baiklah aku percaya dengan kamu."kata Jun lembut.
Dari kejauhan Danny dan Azura melihat adegan Renata dan Jun.
"Cucu nenek itu orangnya emang dingin tapi sekarang ada setan yang merasuki ke tubuhnya Renata, nek."ucap Danny polos ke Azura.
Azura malah tertawa gara-gara ucapan dari Danny yang polos.
"Kamu benar,adek itu seperti ibunya waktu masih muda ketika berpacaran dengan ayahnya dulu waktu SMA, sama-sama gengsi hahahaha."jawab Azura lembut.
"Tante Mona dan Om Agung dulu pernah 1 sekolah,nek."tanya Danny kepo.
"Iya, Agung dulu pengagum rahasia nya Mona waktu sekolah sampai ayahnya mengatakan cinta nya kepada ibunya hingga menikah dan mempunyai 2 orang anaknya."jawab Azura santai.
"Maafkan nenek iya karena membuat kamu pingsan tadi."maaf Azura dengan tulus.
"Iya nek, soalnya aku kaget karena wajah nenek itu benar-benar mirip dengan Kak Jonathan dan Renata."jawab Danny tulus.
"Gak papa nenek bukan orang jahat btw mobil kamu besok bisa di pakai dan kamu dan sahabatmu boleh pulang tapi hati-hati di sekitar sini karena ada orang yang mengintai kalian berdua lebih baik kamu dan sahabatmu pulang di jam 11 siang saja besok."pesan Azura serius dan Danny mengingat pesan dari Azura.
Jonathan terbangun dari tidurnya dan melihat beberapa foto yang dipajang di dinding yaitu foto pernikahan nenek dan kakeknya 53 tahun yang lalu.
Jonathan melihat wajah dari kakek dan neneknya, kakeknya mirip ke Argi dan Scott sedangkan neneknya mirip dirinya, Agung dan Renata.
Ada juga perpaduan wajah dari Alan dan Aldo di foto tersebut.
Tapi yang membuat dirinya tertarik adalah foto pernikahan nya dengan Maya, jujur air matanya mulai menetes karena merindukan sosok Maya.
"Sayang aku kangen sama kamu."batin Jonathan sembari mengambil foto pernikahan nya.
Di foto itu ada Agung,Mona, Scott sama Azura dan Renata didepan kedua pengantin selesai pemberkatan pernikahan.
Tiba-tiba ada yang masuk saja ke kamar itu yaitu Azura.
__ADS_1
"Nenek."kata Jonathan kaget dan kembali bingkai foto itu ke tempat semula.
"Kamu kangen sama Maya iya,Jo, nenek sengaja memajang foto itu karena nenek juga kangen dengan sikap manja dan ceria dari istrimu yang cantik."ucap Azura lembut lalu menghampiri Jonathan yang masih berdiri di depan bingkai foto tersebut.
"Iya Nek."jawab Jonathan jujur.
"Apakah nenek boleh mengusap wajah mu,Jo."ijin Azura lembut dan halus.
"Tentu saja, soalnya aku paling suka kalo nenek suka usap wajah ku jika aku lagi sedih dan menangis."ucap Jonathan lembut.
Tangan keriput milik Azura mengusap lembut di wajahnya Jonathan.
Jonathan lagi-lagi bersalah karena dia tadi menepis kasar kepada neneknya dan pecah air matanya.
"Jika kamu mau menangis iya menangis,kamu gak boleh menahan air matamu itu."ucap Azura lembut.
Jonathan langsung menangis sejadi jadinya sambil memegang tangan nya Azura yang masih tempat di pipinya.
"Kenapa kamu gak bilang ke ayahmu,ayahmu,Ezra dan Peter lagi dimarahi oleh kakekmu terus ibumu sedang menangis karena adek pergi dan kamu juga pergi,nenek juga seorang ibu dari keempat putra nenek jadi nenek tahu perasaan ibumu saat ini apalagi ibumu sedih karena anak gadisnya pergi meninggalkan rumah itu yaitu adekmu meskipun nenek gak punya anak perempuan."kata Azura serius.
Astaga Jonathan baru sadar jika ibu dan ayahnya sedang khawatir disana.
"Aku akan menghubungi papa dan mama,nek."ucap Jonathan lembut.
"Nenek pergi dulu karena ada tamu disini."kata Azura lembut dan meninggalkan Jonathan sendirian disini.
Jonathan langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Agung sang papanya.
"Halo kamu dimana,Jo."tanya Agung marah diseberang sana.
"Aku di tempat markas,papa dan mama bisa kesini sekarang,aku akan kasih share lokasinya,tenang saja aku sudah ketemu adek,Pa."jawab Jonathan serius.
Agung langsung mematikan telpon dari putranya.
"Sayang,adek sudah ketemu, Jo sekarang sudah sama adek,Ma."ucap Agung lembut dan berusaha menenangkan hati dari istrinya yang lagi tak tenang jika kedua anaknya menghilang apalagi putrinya.
"Benaran Pa."tanya Mona polos.
"Iya sayang."jawab Agung lembut dan mencium kening istrinya.
Jonathan mengirim pesan ke Agung, Agung membuka pesan dan melihat lokasi tersebut sejujurnya dia tidak tahu tempat itu.
"Sayang kita pergi yuk,aku sudah ketemu tempatnya."ucap Agung lembut.
"Ayo kita pergi sekarang."jawab Mona tak sabar bertemu dengan kedua anaknya.
"Aku gak tahu, soalnya tadi Renata suruh kesini hehehe."jawab Sean cengengesan tetapi dirinya kena pukulan dari istrinya.
"Dasar gila lo."balas Clara kesal.
Renata dan Azura sudah menunggu kehadiran dari Sean dan Clara.
"Nenek tenang saja kalo Kak Sean marah sama nenek,kan ada adek,nek."ucap Renata lembut.
"Iya adek."jawab Azura lembut.
Sean dan Clara turun dari mobilnya setelah satpam membuka pintu gerbang tersebut.
Sean dan Clara ada Renata dan Azura tetapi Sean dan Clara terkejut melihat ada Azura disini.
"Sean Hadikusuma dan Clara Sudarinata,apa kabar mu sayang,Sean ini nenek nak."sapa Azura lembut.
Otaknya Sean benar' buntu saat melihat Azura setahu dia neneknya sudah meninggal dunia waktu ulang tahunnya Renata yang ke 12 tahun.
"Kita bicara di dalam saja."ucap Renata agar suasana nya tak canggung.
Skip.
Di belakang rumah Jonathan,Jun dan Danny malah bermain futsal milik Azura.
"Jujur gue takut lihat badannya Kak Jonathan."kata Jun dengan julidnya pas melihat Jonathan membuka bajunya sehingga dia hanya bertelanjang dada saja.
"Bacot lu,gadis yang kamu suka itu suka sama badan gue apalagi istri gue."ucap Jonathan dengan pedenya.
"Tapi kan Renata malah enek melihat nya."sindir Danny ke Jonathan.
"Diam kamu."ucap Jonathan ngegas dan gak mau disindir.
"Ayo kita main lagi."ajak Jun kepada Jonathan dan Danny.
Mereka bertiga masih betah bermain futsal di belakang rumah nya Azura.
Di ruang keluarga Azura memegang tangan Sean dan untung nya Sean tidak menepis tangan Azura.
Renata membawa minuman dan buah buat mereka berempat.
"Ok kalian pasti kaget kan,sama seperti Jo dan adek juga kaget tapi untungnya Jo dan adek sudah menerima nenek."ucap Azura lembut.
__ADS_1
Azura menceritakan semuanya kepada Sean dan Clara, Sean langsung memeluk neneknya dengan erat sambil menangis.
Clara juga menangis tetapi gak ada suara lagi-lagi Renata menangis bahkan seperti anak kecil pula.
"Nenek kenapa gak kasih tahu ke aku kalo nenek sendirian disini."tanya Sean masih menangis.
"Nenek tak bisa nak."jawab Azura sambil mengelus punggung Sean.
"Terus gimana dengan kandungan mu, pasti sehat bayinya."tanya Azura ke Clara.
"Iya nek,dia sehat dan bayinya laki-laki nek."jawab Clara sambil menghabis air matanya.
"Tampan seperti Daddynya,nek."balas Sean masih peluk neneknya dengan manja.
"Berapa bulan nak."tanya Azura kepada pasangan suami-istri itu.
"6 bulan,nek."jawab Sean santai.
Azura bersyukur sekali karena Sean dan Clara mulai menerima dirinya lagi sebagai neneknya.
.....
Jonathan berjalan santai yang masih bertelanjang dada tanpa sadar Azura langsung mencubit pinggang nya Jonathan.
"Kamu tak pernah berubah dari dulu, pakai baju mu sekarang dan gak malu apa dengan temannya adek di belakang mu."tegur Azura yang mode yang galak.
"Nenek sakit tahu."rengek Jonathan kayak anak kecil sambil mengelus pinggangnya yang habis dicubit oleh neneknya.
"Gerah nek, aku juga gak ada bawa baju,nek."ucap Jonathan polos.
"Banyak alasanmu, cepat kalian bertiga mandi sana,bau tahu badan kalian,jangan khawatir baju kalian sudah nenek di sediakan."perintah Azura galak.
Trio itu pun segera mandi karena ditegur oleh Azura.
Renata tak sengaja melihat ada mobil ayahnya,Agung turun dari mobilnya sambil bertanya kepada satpam.
Satpam itu mau menjawab pertanyaan dari Agung tetapi Renata langsung menghalanginya.
"Papa,adek kangen."sapa Renata ceria dan memeluk Agung dengan erat.
Agung pun membalas pelukan hangat dari putrinya, jujur dia tenang karena putrinya lagi baik' saja.
Satpam itu lagi-lagi melihat wajah dari Agung,fix bapak dan kedua anaknya ini benar-benar mirip dengan Azura.
Mona keluar dari mobil dan langsung memeluk suami dan putrinya dengan erat.
Dari kejauhan Azura melihat adegan tersebut langsung menangis dan keluar dari rumahnya lalu menghampiri putra sulungnya dan menantunya.
"Agung Hadikusuma dan Mona Anggara,apa kabar mu nak,ini mama lo."ucap Azura lembut.
Agung menatap wajahnya Azura dengan tak percaya dan kaget sedangkan Mona malah terlihat biasa-biasa saja bahkan menunjukkan senyum lembutnya dan tidak kaget sekali.
"Mama,apa ini mama kah."tanya Agung tak percaya bahkan ini seperti halusinasi karena Agung tak bisa membedakan yang mana nyata dan yang mana tidak nyata.
"Ayo masuk kedalam, Jo lagi mandi,ada Clara dan Sean berserta kedua temannya adek."ajak Azura kepada keluarga dari Agung dan Mona.
Skip.
Mona langsung memeluk ibu mertuanya dengan sambil menangis sedangkan Agung masih bengong, bingung dan masih bertanya-tanya apakah ini nyata tidak.
"Agung dan Mona,mama akan ceritakan semuanya yang sebenarnya tetapi adek boleh pergi iya,adek nonton saja drama Korea yang adek mau."ucap Azura lembut dan Renata langsung ke kamar dengan semangat karena gak lama tidak menonton drama Korea.
Agung tak sabaran ingin tahu yang sebenarnya yang terjadi kepada Azura selama 6 tahun ini.
"Cepat cerita lah,aku gak sabaran lagi."ucap Agung dingin.
Azura mulai bercerita yang sebenarnya kepada putra dan menantu, jujur Agung lagi-lagi buntu di otaknya.
"Ayura Dirgantara itu siapa."tanya Agung dingin dan sedikit keras suaranya.
"Saudara kembar nya mama,Gung."jawab Azura tenang dan Agung tidak mau melanjutkan pertanyaan tentang Ayura Dirgantara malah bertanya tentang Deon si pria tua bangka.
"Lalu dimana tempat markas orang gila itu."tanya Agung tak sabaran.
"Jam 11 malam,ikut mama nanti sekalian ajak Jo sama Sean."jawab Azura lembut lalu memanggil anak buahnya untuk memasak makan malam.
Di kamar.
Renata sedang bertelponan dengan Marian,karena gadis itu lagi-lagi suka galau gak jelas.
"Iya sudah kamu jangan khawatir dengan dia,gue bikin rencana agar dia takut dan menyesal denganmu."kata Renata serius.
"Betulan Ren,ok deh nanti kalo kamu kembali kita bikin ide lagi."tanya Marian tak percaya dengan ide dari Renata.
"Iya gila gue mau mandi dulu, tunggu gue pokoknya."kata Renata ngegas dan matikan telepon.
Renata langsung menaroh ponselnya di atas meja lalu mengambil handuk sejujurnya dia sangat bau sekali di badannya dan bergegas ke kamar mandi.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.