
Ketiganya sudah bersiap siap tetapi Jonathan yang baru saja pulang melihat kedua orangtuanya dan adeknya sedang berpakaian rapi.
"Mau kemana mama,papa dan adek."tanya Jonathan pas dirinya sudah sampai dirumahnya dan melihat kedua serta adeknya sedang berpakaian rapi.
"Mau makan diluar. Kak Jo."jawab Renata dengan wajahnya yang ceria tetapi Jonathan melihat jelas ada kesedihan di wajah dari sang adek.
"Mau ikut,Jo."tawar Agung ke Jonathan.
"Aku mau ikut."jawab Jonathan dengan cepat.
"Nanti saja iya mandinya,ayo kita berangkat sama-sama."ucap Mona lembut.
Jun sedang menonton televisi seorang diri entah apa yang dia nonton namun ada berita yang menarik baginya.
BREAKING NEWS
Keluarga Hanendra mengalami kebangkrutan di perusahaan nya tersebut dan jatuh miskin.
Chintya di kabarkan di larikan ke rumah sakit di karenakan mengalami penyakit asma yang dia sudah lama dia derita dari kecil.
Ara juga di kabarkan jadi penebusan hutang kepada seorang pria berduit karena kedua orangtuanya juga mempunyai hutang yang banyak.
Berita selesai.
Jun mematikan televisi karena berita itu sudah selesai.
Di restoran Jonathan melihat isi berita tentang bangkrutnya Keluarga Hanendra di ponselnya.
"Makanya jadi jangan bergayaan,tuh kena karma Mak Lampir dan kuntilanak."batin Jonathan dengan senyum smirk.
"Kak Jo,kok senyum nya menyeramkan sih."tanya Renata bingung melihat Jonathan.
"Gak kok dek,adek makan sudah nanti dingin lo."jawab Jonathan cepat menjawab
Agung dan Mona sibuk makan malamnya saat ini.
....
"Dek,apa kamu pernah marahi Agung kah waktu itu dulu."tanya Azura kepada putra bungsu nya.
"Iya mama,aku kesal sama Kak Agung yang gak peduli sama anaknya sendiri,masa waktu itu si Jo pernah mengaduh ke aku karena di paksa jadi CEO di usia 17 tahun sambil menangis pula waktu itu Jo kabur dari rumah. mama,terus putrinya juga pernah di abaikan karena tidak peduli waktu putrinya hampir di lecehkan,mama tahu Renata lah memberitahu ke aku dan menceritakan tentang itu,akulah orang pertama yang tahu tentang itu,aku yang duda saja bisa jaga putraku seorang diri pula."jawab Argi benar.
"Iya kamu benar, Agung terlalu menekan kehidupan anaknya sendiri,mama sendiri juga bingung dengan pemikirannya kakakmu sendiri. Mama sangat salut sama kamu dek,yang mama salut adalah kamu bisa merawat Sean dari bayi hingga dia mau mempunyai anak nanti dengan sendiri pula terkadang mama dan papamu juga bantu kamu di saat kamu sulit,beda dengan ketiga kakakmu,Agung terlalu menekan anaknya sendiri terus Alan masa bodoh sama putranya sendiri dan Aldo selalu sibuk mulu bahkan gak ada waktu untuk meluangkan waktunya bersama putranya."jelas Azura panjang lebar.
"Oh iya mama, katanya Keluarga Hanendra bangkrut iya, katanya sih karena Chintya banyak hutang kepada pria berduit bahkan Arsen pun tidak tahu lo. Mama."tanya Argi lembut.
"Iya tuh istrinya jahat sekali kepada orang termasuk Renata si adek."jawab Azura lembut.
__ADS_1
"Sinting emang istrinya tuh, sok-sokan."balas Argi muak dengan drama dari Keluarga Hanendra.
Azura dan Argi asyik bercerita karena itu membuat Azura sangat tenang sekali.
🍁🍁🍁🍁.
Renata sedang menonton berita kebangkrutan dari Keluarga Hanendra di televisi kebetulan saja dia gak sengaja melihat nya saat selesai sarapan pagi.
"Emang gue pikirin dia apa."batin Renata malas.
"Gak pergi kerja kah,adek."tanya Agung bingung dan sambil memegang remote televisi.
"Kerja sih tapi adek malah tertarik dengan isi berita itu."jawab Renata sejujurnya saja.
"Ini mau jam 8 lo adek,ayo cepat berangkat sekarang adek."ucap Mona lembut dan duduk disamping suaminya.
"Baiklah adek berangkat kerja dulu."jawab Renata pasrah.
Renata terpaksa harus pergi ke kantor entah kenapa dirinya hari ini sedikit malas ke kantor.
Siang hari ini suhu tubuh nya Renata mendadak panas dan loyo sekali dirinya saat ini bahkan dirinya juga hampir jatuh pas berjalan.
"Astaga kenapa kepala pusing sekali."batin Renata sambil memegang dahinya yang panas sekali.
"Ayo kerja jangan malas,Renata Hadikusuma."batin Renata yang memaksa dirinya untuk kerja sampai pulangan nanti.
"Heh mantan calon tunangan mu sekarang sama om-om lo."ucap Ezra kepada Peter tapi Peter masa bodoh pokoknya.
"Kok bisa iya papimu berteman sama keluarga gila itu."kata Sean bingung.
"Mana aku tahu emang gue pikirin apa tentang dan aku juga gak tahu kenapa papi bisa bertemu sama orang itu."jawab Peter malas.
"Nak,dimana anak kembar mu sekarang."tanya Azura kepada Peter.
"Didalam nenek."jawab Peter lembut.
"Rafa dan Gina,sini ada buyut lo."teriak Peter saat memanggil anaknya.
Rafael dan Regina berlari ke ruang tamu yang berisi Peter,Azura, Sean dan Ezra.
"Buyut cantik sekali hari ini."puji Rafael senang melihat wajah dari milik Azura.
"Terimakasih anak ganteng,sini peluk buyut."jawab Azura kepada Rafael.
Rafael langsung memeluk Azura dengan erat.
"Buyut kok wajahnya mirip sama Paman Jo sama Bibi Ata iya."ucap Rafael melihat wajahnya Azura.
__ADS_1
"Iya wajahnya buyut lebih mirip dengan Kakek Agung,Paman Jonathan dan Bibi Renata."jawab Azura lembut sambil mengusap kepala nya Rafael.
"Oh iya Peter, gimana kabar dari istrimu katanya istrimu lagi sakit iya."tanya Azura serius.
"Iya nek,nenek mau jenguk dia,dia lagi tidur nek di kamar."jawab Peter lembut.
Azura segera ke kamarnya Rani karena khawatir dengan cucu mantunya yang lagi sakit bahkan lagi hamil pula.
"Giman kabar darimu,Ren."tanya Odelia lembut dan Renata duduk berhadapan dengan Odelia.
"Aku tidak baik-baik saja."jawab Renata dingin dan menatap wajah cantik dari Odelia.
"Kalo tidak baik-baik saja,aku akan menyuruh mu pulang. Ren."balas Odelia lembut.
Renata agak malas menjawab lagi aneh banget bagi dirinya kenapa dia tidak pulang kerumahnya saja padahal dirinya tadi pingin banget pulang ke rumah karena badannya panas sekali.
"Ren, wajah mu pucat sekali,apa kamu lagi sakit."tanya Odelia baru sadar jika wajahnya Renata lagi pucat.
"Jangan khawatir kan aku."jawab Renata lagi dingin terus.
Odelia tidak berani bertanya lagi dia takut jika Renata emosi lagi karena tidak ada keramahan dari wajah dari Renata sendiri daritadi pas masuk kedalam cafe tersebut.
"Lia,kamu ada bawa obat gak."tanya Renata lesu.
"Aku adanya Paracetamol saja didalam tas aku."jawab Odelia lembut.
"Aku minta 1 biji iya habis makan nanti."balas Renata lembut tetapi suaranya berat.
"Ok baik."kata Odelia senang.
Renata dan Odelia memesan makanan yang ada buku menu saat ini.
Arsen murka karena mengetahui istrinya membuat keributan kepada Keluarga Hadikusuma.
Chintya juga takut melihat wajah seram milik Arsen.
"Sialan,kau istri apa sih,lihat aku bangkrut karena kamu,aku sudah ingat kan kamu jangan pernah main-main dengan Keluarga Hadikusuma. Tuh akibatnya si Ara jadi pemuas nafsu nya om-om berduit,ini semuanya karena kamu, Chintya Kuncara."murka Arsen sambil mencekram dagunya Chintya dengan kuat dan marah karena usahanya yang dia jalani itu hancur lebur karena ulah istri dan putrinya.
Chintya benar' ketakutan saat ini dan gak berani bicara apapun.
"Aku akan ceraikan mu sekarang juga."ucap Arsen dingin dan melepaskan cengkeramannya sampai Chintya terjatuh di ranjang rumah sakit.
Arsen tak peduli lagi dengan sang istrinya sedangkan Chintya meraung-raung gak mau di ceraikan oleh Arsen.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Saya kembali lagi.
__ADS_1