Ada Apa

Ada Apa
81


__ADS_3

3 hari ini Renata sudah di bolehkan pulang. Sekarang dirinya lagi di kuburan.


1 jam di kuburan neneknya ,Renata memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena kedua orangtuanya tak ijinkan dirinya nginap dirumah temannya setelah dirinya harus di rawat di rumah sakit.


Saat melangkah kakinya tiba-tiba ada seseorang yang menusuk tepat diperutnya Renata, Renata meringis kesakitan saat perutnya di tusuk dengan pisau.


Pandangannya mulai gelap dan dirinya juga tak bisa melihat wajah orang itu dengan jelas.


Bahkan dirinya sempat telpon kakaknya namun tidak diangkat.


Danny dan Jun tak sengaja melihat Renata tergeletak di tanah dengan tusukan perutnya dan membawanya ke rumah sakit.


🍂🍂🍂🍂🍂


Mona sudah selesai syuting iklan nya lalu mendapat berita tentang putrinya.


"Mona,ini sangat berbahaya sekali."ucap Manajer dari Mona.


"Apa itu."tanya Mona penasaran.


Sang manajer tak sanggup mengungkapkannya dan menyuruh Mona untuk membaca berita online yang lagi viral.


Mona langsung membaca artikel tersebut lalu matanya melotot tak percaya dengan berita tentang putrinya.


Mona juga menyuruh manajer nya untuk membawanya ke rumah sakit.


🍁🍁🍁🍁🍁.


Sean, Jonathan dan Ezra sibuk bermain kartu Uno di rumah Sean. Clara berteriak heboh.


"Kak Jonathan, coba baca berita ini sekarang."teriak Clara serius.


Jonathan bingung kenapa wanita hamil ini sangat aneh sekali tapi dirinya menurut saja ke Clara.


Jonathan langsung membaca artikel tentang itu, matanya melotot tak percaya bahwa artikel itu tentang penusukan pisau di perut adeknya.


Tak lama kemudian ada panggilan dari Jun di ponselnya Jonathan.


"Halo Kak Jonathan,Kak Jonathan sekarang ada dimana.,ini Renata lagi kritis Kak Jonathan."ucap Jun dengan suaranya yang kalut.


Ponselnya Jonathan langsung jatuh setika dan bergegas pergi ke rumah sakit sekarang.


"Sayang,ada apa dengan Jonathan."tanya Sean serius.


"Baca artikel itu sekarang,Kak Sean dan Kak Ezra."kata Clara serius dan wajahnya takut sekali.


Sean dan Ezra membaca artikel ini lalu gak percaya jika korban penusukan itu adalah Renata Hadikusuma.


Sekarang berita tentang Renata Hadikusuma menjadi buah bibir di masyarakat,Banyak orang penasaran dengan Renata Hadikusuma yang sebenarnya.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Jun dan Danny sangat gelisah dengan kondisi dari Renata, jujur mereka berdua bingung mau jelaskan seperti apa ke orang tua dan kakaknya.


"Dimana anakku,heh."tanya Mona datang dengan wajahnya yang kalut.


"Didalam Tante,dia kritis Tante"jawab Danny takut.


"Ya Tuhan semoga putriku selamat dari kritis, Tuhan ,aku gak sanggup jika putriku ke surga menyusul Mommy,Daddy dan kakakku,aku belum bisa membuat putriku bahagia,Tuhan tolong selamatkan putriku agar kembali ke rumah,aku mohon Tuhan,dia gadis yang baik, hangat dan tulus kepada siapa saja, Tuhan aku mohon jangan ambil nyawa putriku,."batin Mona sedang menangis.


Tak lama kemudian Jonathan datang dan menghampiri ibunya yang sedang menangis.


"Mama,kenapa menangis."tanya Jonathan sendu dan memegang tangan ibunya dengan lembut.


"Ada apa dengan ibuku, Danny dan Jun."tanya Jonathan serius dan menatap tajam ke arah Danny dan Jun.


"Sudah lah nak,itu bukan salah mereka berdua tapi mama sangat takut jika adekmu pergi ke surga menyusul nenekmu,kakekmu,tantemu,dan istrimu."jawab Mona gak suka jika putranya buat masalah dan masih menangis.


"Nak, apakah papamu sudah tahu tentang kondisi dari adekmu."tanya Mona lembut.


Jonathan menggeleng kepalanya karena dia belum memberi tahu ke ayahnya.


Agung sekarang ada di Malaysia karena ada perjalanan bisnis.


Di Malaysia.


"Kak Agung,kita pulang yuk, sekarang."ucap Argi serius.


"Pulang ke Indonesia,kita baru saja sampai disini dan kita lagi makan siang weh."kata Agung marah.


"Kak Agung,ini serius loh,aku tak sengaja baca berita tentang anakmu di internet,kalo gak percaya baca saja atau tanya langsung ke Kak Mona dan anakmu sekarang."ucap Argi marah dan kesal.


Agung buru-buru mengambil ponselnya dan menelpon istrinya.


Namun sayangnya tak ada angkat telpon nya lalu dirinya juga menelpon putranya.


Untungnya Jonathan mau mengangkat telponnya.


"Papa."kata Jonathan di seberang sana.


"Apa yang sedang terjadi my son."tanya Agung serius.


Tak lama jawaban dari Jonathan yang Agung dengar itu adalah suara tangisan dari putranya.


"Jonathan,kenapa kamu menangis,ada apa di sana, Jonathan Hadikusuma."tanya Agung dengan suaranya tinggi.


"Papa pulang sekarang,ini adek jadi korban penusukan pas mau pulang dari kuburannya nenek,Pa."jawab Jonathan dengan suara getir.


Jantung Agung berdetak kencang karena jawaban dari putranya.

__ADS_1


Agung menyuruh Roy untuk mempersiapkan kepulangannya ke Indonesia sekaligus mencari tahu siapa pelaku yang sebenarnya tanpa sadar air mata mulai mengalir di matanya Agung.


"Tuhan tolong selamatkan putriku agar putriku kembali ceria di keluarga ku,aku gak mau putriku pergi meninggalkan kami bertiga dirumah,aku juga gak mau nyawa putriku di ambil,aku belum bisa jadi ayah yang baik buat dia,aku selalu membuat putriku takut kepadaku,aku mohon Tuhan."batin Agung.


"Kak Agung sabar iya, Tuhan pasti mengabulkan doa mu,Kak...aku juga gak mau jika Renata pergi ke surga,, Kakak tahu kondisinya sangat parah bahkan lebih parah daripada Kak Alan tapi aku tahu Renata bisa melewati masa-masa sulitnya,Kak Agung... kakak tahu jika Renata itu adalah gadis kuat bahkan dulu dia pernah melindungi kakak dan Kak Mona walaupun nyawanya jadi taruhannya"ucap Argi menangis.


"Kita pulang sekarang,dek."kata Agung dingin.


🍁🍁🍁🍁


"Jadi gimana dengan keadaan anak aku, Dokter Sabrina."tanya Mona tak tenang.


"Jadi kondisi dari Renata Hadikusuma sangat parah bahkan ususnya robek di akibatkan pisau tersebut."ucap Sabrina ke Mona dan Jonathan.


"Apa parah sekali."kata Mona tak bisa mencerna kata-kata dari Sabrina. Sabrina hanya mengangguk saja.


"Kak Mona,tenang saja semuanya pasti ada jalannya, sekarang Kak Mona banyak-banyak berdoa lah buat anakmu."nasihat Sabrina saat menepuk pundak Mona.


Jonathan langsung melirik tajam ke Danny dan Jun lalu membawanya ke luar sebentar.


Jonathan langsung melontarkan pertanyaan dari mulut nya.


"Jelaskan apa yang terjadi dengan adekku."tanya Jonathan serius dan menyilangkan tangannya di depan dadanya.


Jun dan Danny menjelaskan semua kejadian yang menimpa Renata di kuburan tadi dan Jonathan sangat geram dengan pelaku itu.


"Sialan,berani sekali dia menyakiti adekku."batin Jonathan geram.


"Baiklah aku berterimakasih kepada kalian,jika gak ada kalian mungkin adekku mati di tempat dan aku lagi-lagi gak becus jadi seorang kakak."ucap Jonathan dengan tulus lalu air matanya mulai menetes dari matanya.


"Kak Jonathan adalah kakak yang baik buat Renata, Kak Jonathan jangan menangis nanti Renata sedih loh."ucap Danny untuk menyemangati Jonathan.


"Tolong kalian jaga mamaku dulu,aku mau pergi sebentar jika ada apa-apa dari mamaku, cepat beritahu ke aku."ucap Jonathan pas menghapus air matanya dan pergi ke suatu tempat.


Danny dan Jun kembali masuk kedalam karena Jonathan menyuruh mereka berdua jaga ibunya.


🍁🍁🍁🍁🍁.


"Gue tahu siapa pelakunya."ucap Peter pas berpapasan dengan Jonathan yang mau masuk kedalam mobilnya.


"Siapa, Peter Hadikusuma."tanya Jonathan serius.


Peter membisikkan kata-kata ke telinganya Jonathan, Jonathan langsung tahu siapa pelakunya dan ingin melabrak pelaku ke rumahnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kasihan Renata digitukan oleh orang itu, semoga dia cepat sadar dari komanya iya.


Siapa pelaku itu iya.

__ADS_1


__ADS_2