
1 Minggu sudah waktunya Rani dan Peter melangsungkan pernikahan tentunya.
Seperti biasa keluarga cemara ini hadir,Renata melihat Rani yang begitu cantik bahkan wajahnya sangat cantik dengan make up super mahal biasanya wanita itu selalu bermake-up natural saja.
"Wow Kakak sangat cantik hari ini."puji Renata dengan tulus.
"Terimakasih adek tapi kakak malu."jawab Rani malu karena di puji.
"Apanya yang malu bukan kah kakak nanti akan menjadi seorang istri di keluarga Hadikusuma,adek justru senang karena ada kakak disini."ucap Renata senang sambil memegang tangan Rani dan tersenyum manis.
Baru kali ini Rani melihat senyum manis dari Renata biasanya gadis ini selalu berwajah dingin bahkan gadis ini sangat cantik jika tersenyum hal itu membuat Renata bingung dengan ekspresi dari Rani.
"Kenapa kakak melihat adek seperti itu."tanya Renata bingung.
"Kamu sangat cantik jika tersenyum bahkan aku pertama kali melihat kamu tersenyum manis."jawab Rani dengan jujur.
Dengar jawaban dari Rani membuat pipi Renata menjadi merah merona dan salah tingkah.
"Iya kah,"kata Renata tak yakin.
"Iya aku gak bohong kok,Dek"ujar Rani jujur lagi.
Renata kembali diam dan kembali ke orangtuanya karena dia takut kedua orangtuanya mencari dirinya.
"Dimana sih adek kamu itu,Jo."tanya Agung kesal karena putrinya pergi begitu saja.
"Mana aku tahu,Pa. Itu bocah menghilangkan begitu saja."jawab Jonathan malas.
Renata malah berjalan santai dan berdiri di samping Jonathan, Agung dan Jonathan kaget melihat ada Renata disini btw Mona kemana iya,iya pergi ngobrol sama Laura disana.
"Kamu darimana,adek."tanya Agung galak.
"Adek pergi ke pengantin wanita,Pa."jawab Renata santai.
"Bisa bisanya kamu jawabnya santai sekali."kata Agung heran.
"Kan harus santai Pa,gimana sih."balas Renata ngegas tapi kepalanya langsung di jitak oleh Jonathan membuat kepalanya sakit.
"Aduh kepala adek sakit gara-gara Kak Jo,"kata Renata mengelus kepalanya yang sakit.
"Kamu tuh sopan sama papa dong,aduh."jawab Jonathan galak tapi dirinya di tegur.
"Jo,kenapa kamu jitak kepala adek kamu."tegur Agung galak.
"Itu bocah suka begitu."ujar Jonathan santai.
"Iya kepalanya yang sakit kamunya gak."balas Agung kesal dengan sikap dari 2 anaknya.
"Punya anak benar-benar kayak bocah anak kecil saja,umur sudah tua."batin Agung mengelus dadanya.
"Kak Agung."panggil Argi datang bersama anak semata wayangnya yaitu Sean.
"Argi."teriak Agung langsung memeluk Argi kayak Teletubbies.
Renata,Sean dan Jonathan terdiam karena melihat Agung dan Argi kayak anak kecil padahal umur iya sudah 50 an lah.
"Sudah tua tapi kayak anak kecil saja."batin Sean.
"Heh Renata,ini kamu kah."tanya Sean melihat Renata dengan berpenampilan yang berbeda.
Biasanya gadis ini selalu diuraikan rambutnya lengkap dengan poni tetapi poninya di kepang ke samping dan rambutnya sedikit di tata agar rapi.
"Iya ini adek."jawab Renata santai.
Saat ingin menyentuh rambutnya Renata tangannya Sean di tahan oleh pemilik rambut itu.
"Jangan sentuh rambut adek,susah tahu bikinnya,"kata Renata galak banget tapi lucu mimik wajahnya.
Sean terkekeh melihat wajah dari adek sepupunya yang muda ini sedangkan Jonathan hanya diam saja bahkan tidak berkomentar apa-apa puji saja gak apalagi berkomentar.
"Jo, tumben loe gak puji adekmu,adekmu cantik loh hari ini."tanya Sean.
"Bosan tahu,sudah tahu dia cantik dari bayi,ngapain aku puji dia."kata Jonathan malas.
"Bosan lihat mukanya dia."tebak Sean asal-asalan.
"Itu kamu tahu."jawab Jonathan.
Renata langsung cubit lengannya Jonathan karena kesal tetapi Jonathan gak merasakan sakitnya di cubit.
"Gak sakit wlek."kata Jonathan sambil menjulurkan lidahnya ke adeknya.
"Adek tarik lidah Kak Jo."marah Renata.
"Tarik saja kalo berani,jelek tahu mukamu itu,cantiknya hilang loh."ledek Jonathan sekali lagi dia julurkan lidahnya ke adeknya.
"Sumpah dia kakak yang laknat sekali."batin Renata.
"Kak Agung kapan acaranya dimulai."tanya Aldo datang secara tiba-tiba.
"Mana gue tahu."jawab Agung sangat santai.
"Loh kok Kak Aldo datang darimana."tanya Argi kaget melihat ada Aldo disini.
"Om Aldo datangnya gak permisi."sambung Renata.
"Aku dari rumah lah, kalian kali yang gak lihat aku."jawab Aldo ngegas banget.
__ADS_1
"Gak usah ngegas pang Aldo."kata Agung kesal.
"Suka suka gue lah."jawab Aldo malas berdebat dengan Agung.
Aldo melihat penampilan dari Renata yang sangat berbeda apalagi rambutnya yang bikin dia beda.
"Kak Agung,itu Renata kah,kok beda sekali sih rambutnya."tanya Aldo tak yakin itu Renata.
"Iya ini adek,Om Aldo."kata Renata.
"Kayak bukan kamu tapi kayak Kak Agung yang pakai wig, hahahaha."sambung Aldo sambil tertawa.
"Bodoh amat apa yang kamu bilang."ujar Agung kesal.
Aldo paling suka mengganggu Agung dari kecil hingga tua saat ini,tapi Alan dan Argi juga suka mengganggu Agung dari dulu hingga sekarang.
"Om Aldo kok jahat banget sih sama papaku,papaku salahnya apa sih."kata Renata membuat Aldo terdiam.
Agung tersenyum bangga karena putrinya membela dirinya,dia menang hehehe.
"Kena mental dah aku sama keponakanku yang cantik ini."batin Aldo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Loh kok diam saja sih Kak Aldo, habis marahin sama putrinya iya."tebak Argi.
"Gak kok cuma kaget doang."bohong Aldo padahal dia dimarahi oleh Renata.
"Like father like daughter ini mah,Kak Agung iya kah."kata Argi.
"Bisa jadi tapi orang bilang kayak gitu."jawab Agung biasa saja.
"Ayah,bunda panggil itu."teriak Ezra mencari ayahnya.
"Sebentar ayah kesana sekarang."kata Aldo langsung pergi.
Laura dan Mona berjalan sambil berbicara,disitu juga ada Argi,Sean, Jonathan, Agung dan Renata pastinya.
"Sudah kah gosipnya."tanya Agung muak dengan gosipnya para ibu-ibu.
"Papa ini mengganggu saja,"kata Mona galak.
"Tante kapan sih acaranya dimulai."tanya Sean bosan daritadi belum mulai juga acaranya.
"Sebentar lagi iya sayang."kata Laura lembut.
"Sebentar mulu,kapan mulainya."ucap Jonathan lebih bosan daripada Sean.
"Iya sabar lah nak,gimana sih kamu ini."jawab Mona galak.
"Kenapa mama sih yang jawab,kan Tante Laura yang berhak menjawabnya."balas Jonathan kesal.
"Oh gitu iya kamu sama mama,dasar bocah gak ada akhlak."kata Mona lebih galak lagi, Jonathan sudah terbiasa dengan galaknya dari mama tercinta.
"Iya mama maafkan kamu."kata Mona tulus.
"Kak Mona itu siapa iya kok kayak anakmu."tanya Laura baru sadar dengan penampilan dari Renata yang berbeda.
"Ini adek Tante."jawab Renata kesal.
"Astaga maaf tak tahu kalo ini kamu,nak."balas Laura dan Renata kembali tampilkan wajah dinginnya.
"Terserah orang mau bilang apa,aku gak peduli sama sekali."batin Renata.
Skip iya.
Acara sudah dimulai saatnya Rani dan Peter saling bertatapan dengan manis sedangkan Scott sibuk dengan kedua cicitnya.
Desi menatap putrinya yang depan altar bersama menantunya seandainya kalo ada suaminya mungkin hari ini akan lebih bahagia lagi.
Renata melihat posesifnya kakek dan kedua bocah sejujurnya dia mulai tersingkirkan kasih sayang dari kakek,mulai dia cemburu hahahaha.
"Sialan."batin Renata.
Rani dan Peter sudah resmi menjadi pasangan suami-istri, Keduanya memanggil Rafael dan Regina.
"Ayah."panggil Regina dengan wajah yang ceria.
"Putri ayah cantik sekali."puji Peter gemas dengan putrinya.
"Ayah nanti tinggal sama bunda kan."tanya Rafael.
"Iya dong sayang,"jawab Rani lembut.
"Ayah bunda."kata Ezra muncul tiba-tiba bersama Aldo dan Sabrina.
"Apaan sih kamu nih."ujar Peter kesal.
"Selamat iya bro,sudah resmi nih btw mereka berdua boleh aku pinjam nanti."ucap Ezra kesenangan.
"Boleh kok."jawab Rani.
"Paman ini siapa namanya."tanya Regina gak tahu nama Ezra.
"Panggil saja Paman Ezra."kata Ezra santai.
"Adek tahunya Paman Jonathan dan Bibi Ata(Renata)."jawab Regina.
"Aku gak dikenal kah ,adek manis."protes Sean tak terima.
__ADS_1
"Adek gak tahu siapa nama paman ini,lupa namanya."jawab Regina dengan polosnya.
"Kasihan iya gak dianggap hahahaha."ejek Jonathan sambil tertawa.
"Paman Sean iya."tanya Rafael.
"Iya."jawab Sean santai.
Regina sekarang sudah tahu siapa nama dari Sean.
"Bibi Ata."panggil Regina memegang rok milik Renata.
"Apa weh."tanya Renata dingin.
"Bibi senang gak kalo ada adek."tanya Regina membuat Renata lebih banyak diam.
Renata tidak menjawabnya dan memilih pergi ke suatu tempat.
Tempat yang di maksud adalah toilet tapi Renata hanya cuci muka saja lagi pula Renata tak memakai make-up sama sekali karena dia alergi make up.
Tanpa make up juga Renata tetap cantik hehehe. Setelah mencuci muka saatnya dia kembali lagi ke tempat tadi.
"Adek dari mana saja."tanya Jonathan berdiri di depan pintu masuk utama.
"Dari toilet."jawab Renata polos.
"Ayo kita pulang sekarang,"perintah Jonathan.
Agung dan Mona sudah didalam mobil cuma menunggu putrinya saja. Jonathan membawa adeknya ke dalam mobil.
"Adek kalo mau pergi harus ijin dulu iya."ucap Jonathan serius.
"Iya Kak Jo."jawab Renata.
"Masuk."kata Jonathan sudah dalam mobil.
Renata masuk ke dalam mobil dan duduk disampingnya Jonathan yang menyetir mobil itu Agung.
"Adek dari mana,papa dan mama dari tadi hanya mencari mu saja."tanya Mona melihat Renata ke belakang.
"Dari toilet Ma Pa."jawab Renata polos.
"Oh gitu tapi harus ijin dulu my daughter."kata Mona lembut.
"Iya Ma."balas Renata.
"Kok cepat pulang sih, emangnya mau kemana kita."tanya Renata bingung.
"Iya Papa hari ini mau berangkat sama kakakmu."jawab Agung serius sambil menyetir.
"Mau kemana Kak Jo."tanya Renata polos.
"Mau ke mana kita Pa, aku lupa weh."kata Jonathan lupa.
"Mau ke Amsterdam."ujar Agung.
"Adek mau ikut ke Belanda."ucap Renata berharap dirinya bisa ikut.
"5 hari lagi adek masuk sekolah, sedangkan papa dan kakakmu 10 hari disana, jadi adek dirumah sama mama saja ,kalo kesepian adek bisa ke rumah kakek atau kakak sepupu mu apalagi Peter sudah punya anak toh,bisa main sama si Kembar."tutur Agung membuat raut wajahnya Renata menjadi sedih.
"Gak bisa iya,iya sudah dah."kata Renata sedih.
Dari dulu Renata berharap ingin liburan tapi selalu gagal melulu.
"Nanti aku bawakan oleh-oleh buat adekku yang cantik jelita ini."ucap Jonathan tersenyum kepada adek kesayangannya.
"Adek gak mau oleh-oleh tapi adek maunya Papa dan Kakak Jo cepat pulang dan selamat sampai tujuan."tutur Renata.
"Jadi adeknya mau apa."tanya Mona bingung.
"Adek gak minta apa-apa kok."tolak Renata menggeleng kepalanya.
"Iya jangan di paksa,Ma,kan mama tahu kalo adek gak mau oleh-oleh setiap kita mau pergi luar kota atau luar negeri,adek itu maunya ikut dengan kita tapi selalu gagal melulu."jawab Agung.
"Iya juga iya sayang."balas Mona.
Suasana di mobil menjadi sunyi karena Renata tertidur pulas sambil menyandarkan kepalanya ke bahunya Jonathan.
"Ini bocah kebo banget sih."batin Jonathan.
Kembali ke acara tadi.
"Mana Jonathan dan Renata."tanya Ezra mencari 2 adek sepupunya.
"Sudah pulang,Om Agung mau ke Belanda bersama Jonathan."jawab Scott santai.
Sebelum pulang Agung dan Mona meminta ijin kepada Scott makanya semuanya gak tau kalo keluarga Cemara ini sudah pulang duluan.
Sisi lain.
Wanita muda ini sedang melihat foto pria yang berusia 50an dan dirinya yang sedang habis bergelut di ranjang.
"Tunggu aku iya sayang."batin wanita itu sambil menunggu seseorang disana.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Siapa wanita itu iya
__ADS_1
Maaf iya ini ceritanya tentang keluarga Hadikusuma dulu iya.
Apa wanita itu ada hubungannya dengan Agung atau siapa lah.