Ada Apa

Ada Apa
45


__ADS_3

Renata sedang makan martabak yang dibelikan oleh kakaknya, gadis ini emang manja kepada Jonathan.


Terkadang mereka berdua juga sering adu mulut karena hal yang sepele.


Punya kakak laki-laki membuat Renata pusing,dia juga belum pernah bagaimana rasanya mempunyai seorang saudara perempuan.


Ada anjing yang mengganggu Renata minta di manja kali.


Tapi sayangnya Renata alergi anjing jadi dirinya gak bisa pegang anjing selain alergi make up dan debu.


"Pergi sana,"usir Renata kepada anjing peliharaannya Jonathan.


Bukannya pergi malah mendekati Renata hal itu membuat Renata bersin-bersin dan batuk.


"Jangan ganggu adek, kasihan adek batuk dan bersin-bersin."ucap Jonathan dan anjing itu berlari kearah Jonathan.


Anjing itu nurut kepada Jonathan.


"Jangan ganggu adek iya kasihan si adek karena dia gak bisa main denganmu."ucap Jonathan kepada anjing peliharaannya dan bergegas ke ruangan kerja.


Renata sama seperti Sean sama-sama alergi anjing.


Dering telepon ponsel dari Renata dan mengambil ponselnya lalu mengangkatnya.


"Halo ada apa."tanya Renata penasaran.


"Ini aku Ara."jawab Ara di seberang sana dan dahi Renata mengernyit.


"Ara siapa."tanya Renata serius.


"Ara Hanendra, emangnya siapa lagi."kata Ara.


"Kamu dapat nomor aku darimana."tanya Renata dengan wajah intimidasi.


"Kamu tak perlu tahu, Renata Hadikusuma."ucap Ara sombong.


"Ok,apa maumu,Ara."teriak Renata emosi.


"Orang tua gue ada masalah dan aku minta tolong kepadamu,"cerita Ara.


"Orang tua mu ada masalah itu bukan urusan ku dan kamu urus orang tua kamu sendiri sana."marah Renata dan menutup telponnya.


"Sialan."batin Renata masih emosi.


Ara kesal karena Renata gak mau menolongnya padahal Renata bukan siapa-siapanya mereka sih tapi Ara yakin kalo Renata bisa bantu namun Renata gak mau karena mereka gak saling kenal.


Jangankan mau menolong,mau jadi temannya Renata saja susahnya bukan main.


"Dasar cewek gila."batin Ara.


Keesokan harinya.


Renata sudah sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa yaitu bersekolah.


Wajah Renata tak bersemangat untuk pergi ke sekolah tapi apa daya dia harus bersekolah. Ternyata Renata ingin bolos ke sekolah.


"Adek kok melamun sih."tanya Mona membuat Renata kaget bukan main.


"Adek gak melamun kok."ucap Renata bohong.


"Itu apa kok melamun, melamunkan cowok kah dek."goda Mona.


Pipi Renata menjadi merah merona karena Mona menggoda dirinya.


"Mana ada Ma, cowok siapa yang adek melamunkan."kata Renata.


"Adek itu wajahnya cantik dan ayu masa belum punya pacar sih sampai sekarang."tanya Mona.


"Adek itu cari suami bukan cari pacar?Ma."ucap Renata dengan pede.


"Cari pacar saja gak bisa apalagi cari suami."sambung Jonathan ikut-ikutan nyambung.


"Kak Jo diam saja."rajuk Renata ngambek.


"Aku bicaranya secara fakta kok,itu cowok-cowok banyak antri hanya merebut hatimu doang."ucap Jonathan.


"Bodoh amatan."kata Renata bete.


"David Jumantara atau Jun Anggawira,yang mana adek mau pilih."ucap Jonathan membuat Renata tak bisa menjawabnya kemudian dia menjawab apa yang dia bisa.


"Adek sudah bilang adek gak pilih siapa-siapa."jawab Renata sambil menggeleng kepalanya.


"Nanti kamu menyesali perbuatanmu sendiri kalo adek abaikan salah satunya."ancam Jonathan membuat Renata terdiam.


Renata sudah sampai di sekolah dan langkah kakinya terasa berat saat mau menuju ke kelas.

__ADS_1


Mata elangnya Renata tertuju kepada David dan Jun yang baru saja masuk ke dalam kelas.


Ada anjing penjaga sekolah manja kepada Renata tapi Renata langsung bersin karena alergi.


"Pergi sana."usir Renata kepada anjing itu.


Anjing patuh dengan Renata dan pergi meninggalkan Renata sendirian di situ.


"Gila badanku gatal banget."batin Renata.


Renata mengambil obat anti alergi didalam tasnya dan meminumnya.


"Renata kamu sudah sembuh kah."tanya Rayson saat melihat Renata sibuk dengan dunianya sendiri.


"Aku sudah sembuh kok."jawab Renata santai.


"Tapi kok kamu minum obat sih, bukannya kamu sudah sembuh dari demammu."tanya Rayson bingung.


"Aku alergi terhadap anjing makanya aku minum obat biar kurang rasa gatalnya."ucap Renata jujur.


"Oh alergi terhadap anjing,aku juga sama dengan mu,aku alergi anjing dan aku memilih melihara kucing daripada anjing."jawab Rayson.


"Oh gitu."balas Renata seadanya.


"Aku mau ke kelas dulu."ucap Renata santai lalu tersenyum.


Rayson langsung salah tingkah saat melihat senyum dari Renata untuk kedua kalinya. Emang langkah iya senyum dari Renata.


"Gila senyum nya bikin dia cantik."batin Rayson.


Jam sekolah lagi sepi karena para guru dan kepala sekolah ada rapat sedangkan murid murid disuruh pulang jam 10 pagi.


Bagi semua murid hal yang paling menyenangkan tetapi beda dengan Renata dia harus menunggu kakaknya.


"Apa aku ke kantor saja daripada aku kayak orang gila disini."batin Renata.


Ada suara lagu yang menurutnya itu bagus tapi apa judul lagunya, Renata juga gak tahu.


Kurindukan dekapanmu


Kujanjikan setia


Berdua kita jalin kasih


Oh Tuhan tolong


Jaga dirinya disana


Aku di sini kan menunggu


Hingga diriku dan dirinya


Indah pada waktunya


Itu lirik lagu indah pada waktunya milik Rizky Febian.


Ternyata pak satpam di sekolah yang menyetel lagu itu katanya dia kangen sama istrinya di kampung.


"Pak Satpam lagi galau mah."batin Renata.


Renata berjalan santai menuju ke kantor entah dia mau main atau ganggui Jonathan.


Seorang resepsionis melihat Renata dengan wajahnya yang dingin dan masih memakai seragam sekolah tetapi dirinya hanya diam saja.


"Mbak saya mau bertemu dengan bosmu."tanya Renata sopan tapi wajahnya dingin.


"Anda ada janji sama bos."tanya Resepsionis sopan.


"Tidak ada karena saya adek dari bosmu."ucap Renata membuat resepsionis terdiam dan menyuruh Renata masuk.


Langkah kakinya Renata lagi-lagi terasa berat saat mau masuk lift khusus untuk petinggi.


Akhirnya Renata memilih pulang daripada masuk kedalam lift tapi dia balik lagi dan masuk ke dalam lift yang paling tinggi lantainya karena tidak tahu berapa lantai disini dan gak jadi pulang.


Kehadiran Renata membuat semua pada bingung, bingung bagaimana bisa seorang remaja SMA bolos sekolah hanya untuk pergi ke kantor.


Jonathan keluar dari ruangan rapat dan melihat ada adeknya yang jalannya super santai.


"Heh bocah labil ngapain kamu kesini,bolos sekolah kah."tanya Jonathan heran.


"Kak Jo, disekolah adek ada rapat makanya murid-murid disuruh pulang."jawab Renata santai.


"Iya pulang lah sana jangan ganggu aku."balas Jonathan tapi tangannya di tahan oleh Renata.


"Adek mau disini,adek sudah bilang sama mama kok."ucap Renata dengan wajahnya yang lugu dan imut.

__ADS_1


"Gak boleh."jawab Jonathan dengan tegas.


"Kakak jahat sama adek hiks hiks hiks."ucap Renata pakai drama tangisan yang alay nan lebay.


"Gak usah pakai tangisanmu yang lebay itu, pulang sana."ucap Jonathan galak.


"Adek mau disini gak mau tahu pokoknya."tolak Renata mentah-mentah.


"Pulang sana bocah labil."kata Jonathan dengan mata elangnya.


"Adek mau disini gak mau tahu dan gak mau di bantah,titik gak pakai koma."ucap Renata.


"Kak Jo adek mau disini."lanjut Renata merengek-rengek dan mulai menangis.


Jonathan pusing bukan karena kerjaan melainkan adeknya ini yang bikin dia pusing.


"Iya sudah adek temani aku tapi jangan nakal iya."ucap Jonathan dan memeluk adeknya dengan erat.


"Punya adek pusingnya bukan main."batin Jonathan masih memeluk adeknya.


"Adek gak nakal kok."ucap Renata dengan polosnya.


"Kalo adek nakal aku gak segan-segan mengurung mu sampai besok."ancam Jonathan.


"Adek tidak nakal iya."ucap Renata bete.


"Kak Jo lagi ngapain,nanti orang lihat kita ini seperti pasangan kekasih loh."ucap Renata polos.


"Polos banget nih bocah."batin Jonathan.


"Mana ada orang yang berani mengatakan itu,aku ada kerjaan jangan ganggu aku pokoknya."kata Jonathan serius dan melepaskan pelukannya lalu berjalan santai.


Renata mengikuti kakaknya dari belakang dengan jalannya yang santai.


Mona awalnya ingin jemput anaknya tetapi tak jadi karena Renata mau pergi ke kantor.


Mona khawatir jika Renata itu bandel dan susah di kasih tahu.


"Semoga adek gak bikin masalah lagi."batin Mona.


Yohan hari ini gak masuk karena sakit jadi Jonathan harus kerja keras.


"Kak Yohan gak masuk iya."tanya Renata gak tahu.


"Iya."jawab Jonathan singkat.


Renata iseng membaca agenda di kantor dan melihat ada jadwal pertemuan di restoran di jam 1 siang.


"Kak Jo hari ini ada pertemuan di restoran jam 1 siang."ucap Renata dengan ceria.


Jonathan saja baru ingat ada pertemuan, Yohan saja yang sekretaris bisa lupa apalagi dirinya.


"Iya kah,adek lihat dimana."tanya Jonathan serius.


"Di agenda sih hehehe."jawab Renata santai.


"Ada gunanya juga iya si Renata ini"batin Jonathan mulai tersenyum.


"Kak Jo, banyak banget dokumennya,gak pusing kah Kak Jo."tanya Renata polos dan gak tahu dunia pekerjaan kantoran.


"Iya pusing lah apalagi kalo ada adek tambah pusing lagi."jawab Jonathan pusing kepalanya.


"Kalo pusing jangan paksa untuk kerja keras lah, kerjakan aja yang ada nanti stres loh kalo kebanyakan."balas Renata dengan simpel.


"Apa yang adek katakan itu benar."batin Jonathan.


"Kak Jo jangan khawatir dengan pekerjaan,adek bisa bantu walaupun adek belum ada berpelangaman, pasti kerjaan itu akan selesai dengan tepat."ucap Renata tersenyum lalu memegang tangan Jonathan.


Awalnya Jonathan malas untuk kerjakan lalu dia tersenyum kepada adeknya dan memegang tangan Renata dengan erat.


Seperti perkataan dari Renata kerjaan sudah selesai tepat jam 12 siang. Renata cuma bantu sedikit saja karena dirinya kurang paham dengan dunia itu.


"Habis ini Kak Jo mau ngapain."tanya Renata polos.


"Kepo Luh."jawab Jonathan dengan iseng.


"Kak Jo nyebelin banget sih jadi Kakak."balas Renata bete.


"Ayo ikut aku ke suatu tempat."ucap Jonathan bangkit dari duduknya dan membawa Renata ke suatu tempat.


Renata mengambil tas sekolahnya dan berjalan mengikuti kakaknya dari belakang.


Renata gak tahu dirinya mau kemana tetapi dirinya hanya bisa diam saja.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


__ADS_2