
Renata sudah selesai mandi dan memakai baju tidurnya,ada kedua orangtuanya ingin masuk ke dalam kamarnya.
"Adek,apa mama dan papa boleh masuk."ucap Agung lembut.
"Masuk saja Papa,itu pintu gak di kunci oleh adek."kata Renata yang masih sibuk mengatur rambutnya yang basah.
Mona dan Agung pun masuk kedalam kamar putrinya yang berwarna pink pastel.
Agung dan Mona duduk di sofa yang ada dikamar nya Renata sedangkan Renata sudah selesai dengan rambut yang sedikit basah karena sudah mandi.
"Adek duduk sini, sekarang."ucap Agung lembut.
Renata segera duduk disampingnya Agung dan Mona, intinya Renata di tengah pokoknya posisinya disini.
"Adek,benci gak sama papa nanti kalo mama dan papamu ceritakan tentang adek yang sebenarnya."ucap Agung mulai tak enak di hatinya meskipun wajahnya masih tenang.
"Adek gak pernah benci sama mama dan papa,adek tetap sayang sama papa dan mama meskipun mama dan papa sering tegur dan marahi adek kalo adek nakal."jawab Renata tenang,Agung dan Mona sedikit lega tetapi hatinya belum lega.
"Sebenarnya adek dulu............."kata Mona sangat menggantungkan kata-kata tersebut, membuat Renata penasaran.
Flashback on.
Mona sedang menangis sambil mengelus perutnya yang ada janin yang berusia 7 bulan kandungan nya.
"Ma, jangan menangis dong."ucap Agung sabar dan mengelus perut istrinya yang lagi hamil anak keduanya.
"Mama gak rela pa,jika bayi ini harus di gugurkan,aku sangat sayang sama bayi kita,Papa."jawab Mona sedih.
"Apa kita harus mengeluarkan bayi ini, sayang,papa gak mau nanti mama dan adek bayi kita ada apa-apa."ucap Agung lembut dan berusaha menahan air matanya saat ini.
"Mama mau tapi mama gak mau di operasi ,mama mau melahirkan secara normal sama seperti mama melahirkan Jonathan secara normal dulu."jawab Mona serius.
Agung tak suka jika istrinya nekat melahirkan anak nya secara normal,mereka berdua saja tak tahu jenis kelamin dari anak keduanya ini saking sibuknya melihat kondisi janinnya yang selalu lemah di dalam perut Mona.
Di kehamilan kedua ini, kondisi kehamilannya Mona selalu lemah beda dengan kehamilan anak putranya dulu yang selalu sehat-sehat saja.
Dikarenakan ada berita palsu tentang rumah tangga nya itu berdampak buruk terhadap kehamilan Mona dan kondisi nya selalu lemah dari awal 1 bulan kehamilan nya.
"Pa,kali ini saja mama mau melahirkan secara normal."pinta Mona memohon kepada suaminya.
"Nak,kamu gak papa kah,apa kamu yakin mau melahirkan secara normal, seingat mama kondisi kamu tak menyakinkan sekali."tanya Azura khawatir dengan kondisi kehamilan dari menantunya.
Belum di jawab oleh Mona,Mona mendadak kesakitan di perut nya.
"Aduh perutku sakit,Mama."ucap Mona meringis kesakitan.
Dengan cekatan Agung membawa istrinya ke rumah sakit sedangkan Azura menjaga Jonathan yang masih tertidur pulas di kamarnya.
"Gung,bawa istrimu ke rumah sakit sekarang."perintah Scott juga khawatir dengan kondisi kehamilan dari menantunya.
🍂🍂🍂.
Di rumah sakit, Agung benar' gelisah karena Mona harus melahirkan anak keduanya belum waktunya lahir,bahkan usia kandungannya belum 8 bulan.
"Kak Agung, lebih baik temani Kak Mona di ruang persalinan sekarang, kasihan Kak Mona sangat kesakitan."ucap Aldo serius.
__ADS_1
Agung dengan sigap masuk ke ruangan persalinan dengan perasaannya yang tak tenang dan gelisah.
Di luar ruangan Scott,Aldo dan Alan menunggu disini.
"Ada apa dengan Kak Mona."tanya Alan penasaran.
"Kak Mona terpaksa melahirkan anak nya yang belum tepat waktu melahirkan nya bahkan usianya belum genap 8 bulan janin itu."jawab Aldo dengan suara parau.
Ketiga pria itu lagi berdoa agar Mona dan anaknya selamat. Sama di ruangan persalinan,Mona dengan pendiriannya ingin melahirkan secara normal , dokter dan perawat hanya bisa mengikuti permintaan dari Mona bahkan Sabrina juga tak bisa melawan permintaan dari Mona meskipun dirinya yang anjuran untuk operasi caesar ke Mona.
Agung sedang berdoa agar anak dan istrinya selamat bahkan dari tadi Agung tak berhenti menangis.
"Tuhan, tolong selamatkan anak dan istriku,aku gak mau istriku dan anakku pergi meninggalkan aku disini."batin Agung masih menggenggam tangan istrinya.
"Ayo Bu sekarang mengejan iya."ucap dokter kandungan itu.
Mona sudah siap mengejan untuk melahirkan anak keduanya.
Dengan sekuat tenaga Mona mendorong agar kepala janin itu keluar jangan lupa dia menggenggam tangan suaminya.
Ini kedua kalinya Agung melihat istrinya melahirkan anak nya secara langsung, rasa nya sama seperti dulu.
Dengan penuh perjuangan akhirnya bayi itu sudah keluar dan langsung di bersihkan oleh para perawat.
"Selamat Kak Agung dan Kak Mona, bayi nya sudah lahir dan jenis kelamin nya perempuan."ucap Sabrina berusaha memberikan kebahagiaan untuk kepada pasangan suami-istri itu.
"Tapi anak anda harus di inkubator selama 2 bulan lamanya karena kondisinya semakin buruk."ucap Dokter itu dengan hati-hati.
"Apa dengan anak saya di inkubator bisa membaik kondisinya."tanya Agung mulai gemetar hebat ditubuhnya.
"Apa pun itu,dok, tolong sembuh kan putri saya dok."ucap Mona memohon kepada dokter.
"Baik, semoga bayi cantik ini selalu di beri kesehatan."jawab Dokter itu sambil melihat wajah dari bayi perempuan yang sangat cantik.
"Pa,sudah ada kah nama buat putrinya kita."tanya Mona sambil menatap wajah dari Agung yang benar-benar sedih.
Agung sempat diam karena dirinya ternyata ada belum ada menyiapkan nama buat putrinya.
Namun dia teringat kembali apa yang dicari untuk mencari nama buat putrinya waktu 2 minggu yang lalu.
"Namanya Renata Hadikusuma,Mama. Kita panggil saja adek karena adek paling bungsu di Keluarga Hadikusuma."jawab Agung dengan cepat.
Mona dengan senang hati menerima nama putri bungsunya yaitu Renata Hadikusuma.
Flashback off
Renata yang mendengar itu langsung menangis sejadi jadinya karena dia tahu kalo ibu nya benar-benar berjuang untuk dirinya.
"Maafkan papa dan mama,adek. Mama terpaksa menutup kejadian itu,mama takut adek benci sama mama,mama sebenarnya gak rela jika adek harus di gugurkan karena adek tak bisa di prediksi untuk hidup di dunia ini,mama benar' minta maaf dek."ucap Mona sambil memeluk putrinya dengan erat.
"Adek tahu waktu dokter bilang suruh gugurkan adek di dalam perut,papamu langsung mengamuk,papamu bilang kalo adek adalah bayi yang ajaib bagi Keluarga Hadikusuma,papamu juga bilang adek bisa melewati masa-masa yang sulit sampai 2 bulan lamanya adek di inkubator."kata Mona lagi.
Agung hanya diam sambil menangis,dia masih menunggu jawaban dari putrinya.
"Mama dan papa, terimakasih sudah menerima adek apa adanya,adek bilang kalo adek gak pernah benci sama mama dan papa karena papa adalah cinta pertama bagi anak perempuan nya sedangkan mama adalah surga telapak kaki ibu."jawab Renata lembut.
__ADS_1
Dengar jawaban dari putrinya, Agung sangat lega sekali untungnya Renata tidak pernah benci kepadanya,dia sangat berjuang buat putrinya waktu di inkubator dulu bahkan selalu melihat Renata ketika masih di inkubator.
"Jadi adek gak pergi menjauh dari papa dan mama,kan."tanya Agung ke Renata.
"Tidak,."jawab Renata singkat.
"Adek, maafkan papa iya karena adek waktu bayi terpaksa di inkubator selama 2 bulan,papa sangat sedih melihat kondisi adek waktu setiap hari papa berdoa dan menangis kalo melihat adek, Tuhan sangat baik kepada adek,karena adek anak yang hebat."kata Agung dengan suara parau.
"Justru adek senang karena mempunyai orang tua yang hebat seperti mama dan papa."jawab Renata polos.
"Sudah lah jangan menangis,adek lapar nah."ucap Renata polos.
"Adek,ganti baju iya sekarang,papa ajak adek dan mama makan di luar sebenarnya mau ajak kakakmu tapi gak tahu kemana kakakmu pergi."kata Agung sudah siap malahan.
"Ok Papa."balas Renata sambil tersenyum ke ayahnya.
"Itu ceritanya,Jo. Papa dan mamamu sengaja sembunyikan itu dari kamu karena takut nanti kamu sedih terus, waktu itu mama emang kondisi nya buruk sekali bahkan papamu mengamuk ketika dokter menyuruh mamamu gugurkan adekmu di dalam perut, waktu hamil kamu,mamamu malah tambah sehat sedangkan mamamu hamil adekmu kondisi nya selalu lemah karena berita tentang rumah tangga orang tuamu yang selalu diisengin terus,mama kamu selalu kepikiran itu takut papamu punya selingkuhan nyatanya itu bohong belaka,papamu selalu siaga kalo mamamu ada butuh bantuan bahkan rela gak kerja loh."ucap Azura lembut.
Jonathan baru mengerti apa yang di maksud oleh neneknya,jika dia tahu dia pasti melindungi ibu dan calon adeknya tapi waktu itu usianya 8 tahun.
"Adekmu lahir secara prematur daripada kamu bahkan usianya kandungan nya belum mencapai 8 bulan."kata Azura lagi.
"Nenek,Om Argi,Sean dan Clara,aku mau pulang dulu."pamit Jonathan ke semua orang yang ada di rumah ini.
"Hati-hati dijalan nak, salamkan buat kedua orangtuamu dan adek iya."ucap Azura lembut dan memeluk tubuh kekar milik Jonathan.
"Aku pulang dulu iya."jawab Jonathan dan mencium punggung tangannya Azura yang keriput.
Jonathan harus pulang kerumahnya karena dia tubuhnya sangat lengket sekali.
Sambil menunggu kakaknya datang,Renata asyik mengirim pesan ke sahabat nya yaitu Belinda,Belinda sedang di Amerika Serikat.
Belinda:lagi apa,Ren?????
Renata:lagi main hape lah.
Belinda:aku kangen sama sikap dingin mu hahahaha.
Renata;lebay lo.
Belinda:btw kamu sudah kerja kah,minta traktir dong hehehe.
Renata:sudah lah sejak selesai ujian hahahaha,nanti aku transfer uang nya hahahaha.
Belinda:oh iya aku sudahan dulu mau makan hehehe.
Renata:ok Miss Aditama 🐻🐻🐻
Renata masih betah bermain ponselnya entah dia lagi ngapain sih.
🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻🐻.
Jadi sebenarnya Renata itu emang anak kandungnya Agung dan Mona,bukan anak angkat iya.
Kasihan sama Renata waktu di dalam perut ibunya Renata harus digugurkan untuk kedua orangtuanya menolaknya dan lahir prematur.
__ADS_1