
Renata pulang ke rumahnya dengan keadaan air matanya yang merah karena habis menangis dengan cepat dia menghapus air matanya agar penghuni rumah gak tahu jika dirinya sedang menangis.
Sakit banget rasanya dihati seorang gadis berwajah dingin dan ayu ini.
Renata melihat ada kakaknya sudah pulang dari mana lah Renata gak tahu tapi ada Sean dan Ezra disini.
"Hey sudah pulang iya princess ku."ucap Sean dan Jonathan langsung melotot tajam ke arah Sean.
"Adek habis jalan tapi mau tidur,sudah ngantuk mata adek."jawab Renata untuk menghindari pertanyaan dari Sean apalagi menghindari dirinya sedang menangis.
Oh iya 3 pria dewasa ini pada cepat pulang dari club malam karena Jonathan ingin main PS di rumahnya.
"Adek cepat pulang iya emangnya adek ada masalah dengan temanmu tadi."tanya Mona bingung.
"Adek mau tidur sudah mengantuk nih,adek mau ke kamar dulu."jawab Renata lagi-lagi menghindari pertanyaan dari mamanya.
Mona cuma menatap punggung milik gadis berwajah dingin dan ayu ini saat naik anak tangga.
"Kayaknya Renata lagi galau deh, dengar suaranya kayak habis menangis."tebak Ezra.
"Emangnya kamu tahu dia sedang menangis apa."tanya Sean serius.
"Mana gue tahu dia lagi menangis, suaranya kayak menangis kok."jawab Ezra gak mau kalah.
"Tadi nada suaranya biasa saja kok."balas Sean juga gak mau kalah.
"Tanya lah sama adek,adek menangis atau tidak tapi rata-rata cewek emang hobi sembunyikan rasa sedihnya ke orang lain."ucap Jonathan menghentikan kegiatan main psnya.
"Pasti tahu dari Maya iya "tanya Ezra.
"Gak cuma Maya doang tapi semua kayak gitu kok,tapi kalo di paksa cerita mau dia ceritakan semuanya apa yang sedang terjadi dalam dirinya, contoh nya si adek."jawab Jonathan.
"Tante mau main PS kah."tawar Sean ke Mona.
"Main PS hhhmm, mending kamu ajak om saja main PS soalnya Tante kamu gak jago main beginian,kalo adek pasti jago banget main beginian."ucap Agung datang dari lantai 2.
"Kaget ada om,iya sudah om main kita sama saja lah."jawab Ezra terkejut.
Jonathan paling malas kalo Agung main PS soalnya papanya sangat jago main PS.
Dia selalu kalah bermain PS kalo lawannya Agung tapi kalo lawannya Renata iya pasti dia menang.
Keesokan harinya Renata sengaja bangun jam 03.30 subuh.
Padahal ini hari Minggu loh tapi dia terbiasa bangun pagi sekali.
Matanya sangat bengkak karena menangis sepanjang malam.
Apa kegiatannya iya saat ini hanya Renata saja yang tahu.
2 jam kemudian Mona sedang berkutik di dapur tapi sang putranya yang mengambil alih di dapur.
"Mama duduk saja di sana biar aku yang masak."kata Jonathan lembut.
"Biar mama saja yang masak nak,lagi pula itu masaknya cuma sederhana saja kok."tolak Mona saat dirinya ingin masak.
"Itu mama temani papa sana sama Otte."kata Jonathan ngotot dirinya mau masak.
Mona meninggalkan dapur dan menemani suami tercinta nya lalu dimana Renata iya dia lagi mandi entah mau kemana dia pergi.
Renata baru saja datang dari lantai 2 dan menatap kedua orangtuanya yang sedang bermain dengan Otte.
Namun disisi hatinya dia ingin sekali bermain dengan anjing itu tapi kondisi tubuhnya yang tidak mendukung.
Sudah lah Renata gak mau ambil pusing dengan itu dan bergegas ke dapur.
__ADS_1
Siang ini mereka berdua harus balik ke kantor lagi karena Jonathan masih ada kerjaan untung saja ada Renata yang membantu dirinya.
Renata ingin bertanya sesuatu kepada kakaknya disaat Jonathan masih sibuk dengan berkasnya.
"Kakak dulu waktu sekolah kakak pergi ke sekolah jam berapa iya dan apa kakak selalu menjemput Kak Maya iya pas berangkat sekolah."tanya Renata lembut.
"Aku gak ingat lagi dan Maya selalu di antar oleh bundanya dulu tapi kalo pulangan pasti barengan."jawab Jonathan serius saat mengecek email di laptopnya.
Jika pikir lagi Renata sangat ok dengan pekerjaan ini karena Jonathan sangat keras mengajarkan Renata hingga dirinya bisa.
πΏπΏπΏπΏ
Di sekolah seperti biasa upacara pagi di hari Senin ini.
Semua murid juga malas kalo lama-lama berdiri di lapangan sekolah.
Termasuk Renata juga dia paling malas kalo upacara apalagi ketua yayasan ceramahnya lama banget.
"Kapan nih selesai nya."tanya Renata bete di lapangan.
"Gak tahu nih,ketua yayasan nya mulutnya lancar jaya ngomong nya."jawab Belinda juga bete tapi suara mereka sangat pelan karena ada pengawasan di belakang.
10 menit kemudian akhirnya upacara di bubarkan akhirnya semua murid pada kelas masing-masing.
Belinda dan Renata tidak ke kelas melainkan ke kantin mau beli lah.
"Gila gak sih sebentar kita mau tapi rasanya malas banget belajar gitu."keluh Belinda ke Renata.
"Malas terus ai kamu gimana Pak Juan tau kalo adeknya pemalas."ucap Renata sedikit ngegas.
"Gak tahu aku Ren, rasanya kalo sudah lulus SMA aku pingin menikah saja."kata Belinda dan Renata agak malas bahas menikah.
"Tapi undang aku lah kalo kamu menikah."ujar Renata santai.
"Hey kakakmu lebih ganteng daripada kakakku,malas aku ajak kakak yang ada aku yang menderita gara-gara mulut julidnya Kak Jo."balas Renata ngegas dan gak santai.
"Tapi kakakmu itu kayak anak-anak boyband tahu,mukanya lonjong, hidungnya bertindik, telinga nya juga di tindik mukanya sangat enak dilihat dan senyuman yang manis membuat aku tergila-gila."ucap Belinda sangat terpesona dengan ketampanan dari Jonathan.
"Kata kakakku jangan halu, soalnya mimpi itu gak sehat iya dan aku sangat beruntung sekali punya seperti Kak Jo walaupun Kak Jo galak,mulutnya kayak emak-emak melebihi mulut mamaku,suka kerjai aku tapi disisi lain Kak Jo sangat lembut dan penuh perhatian kepadaku, Kak Jo orangnya tegas, Kak Jo gak segan-segan memukul para preman jika aku di ganggu dulu banget,aku jadi princess di cucu Keluarga Hadikusuma gak cuma Kak Jo saja tapi Kak Ezra,Kak Peter dan Kak Sean juga sangat perhatian kepada ku."jelas Renata lembut membuat Belinda merasa menohok karena dirinya lagi halu tuh dan hatinya tersentuh karena penjelasan dari Renata.
"Ren,kamu kalo lulus SMA mau ngapain."tanya Belinda kepo.
"Mau kerja lah,sama papa dan kakakku lah."jawab Renata sangat santai.
"Jadi pemimpin perusahaan gitu."tanya Belinda serius.
"Iya lah,aku mau cari uang sendiri."jawab Renata santai.
"Ren, katanya Kak Sean mau menikah iya sama kakaknya Danny."tanya Belinda kepo dan Renata langsung menatap wajah dari Belinda.
"Aku gak tahu soalnya hanya mereka saja yang tahu."jawab Renata malas membahas tentang pernikahan dari Sean dan Clara.
Jun dan Michelle berjalan tetapi memberitahu ke Renata.
"Ren, kamu di panggil oleh ketua yayasan."ucap Jun dingin lalu pergi begitu saja bersama Michelle.
"Jun."panggil Renata dengan keras.
"Apa Ren."tanya Jun bingung.
"Kenapa aku di panggil sama ketua yayasan."tanya Renata bingung.
"Mana aku tahu,sudah lah aku mau ke kelas dulu."ucap Jun juga malas berbicara dengan Renata.
"Jun,apa dia itu pacar kamu."tanya Renata serius.
__ADS_1
"Kalo iya kenapa kamu cemburu kah sama aku."jawab Jun dengan sarkas dan dingin.
Hatinya Renata mendadak sakit dan tanpa air matanya mulai berkaca-kaca.
Michelle tak begitu mengerti tentang hubungan kekasihnya dan Renata.
"Kayaknya kita pernah ketemu deh."tanya Michelle ke Renata.
"Iya kita pernah ketemu pas hari Sabtu."jawab Renata dingin sambil air matanya yang mau jatuh.
"Michelle,ayo kita ke kelas gak usah ladeni gadis dingin itu."ucap Jun marah.
Michelle mengikuti ucapan dari Jun dan Renata dengan cepat menghapus air matanya.
"Ren,aku ke kantin sendirian saja dan kamu harus pergi ke ruangan yayasan Ren."ucap Belinda gak tega melihat Renata yang sedang menangis.
"Iya, maaf aku harus pergi dulu."pamit Renata sedih dan bergegas ke ruangan yayasan.
Belinda ke kantin sendirian sedangkan Marian dan Odelia sudah di kelas.
David melihat Renata sedang menangis langsung berpikir kenapa Jun lebih dingin kepada Renata sekarang Renata mulai berkurang sikap dingin nya walaupun gak sepenuhnya dia berubah menjadi lebih hangat tetapi dirinya mulai sedikit hangat dan mulai bisa di ajak bicara seperti dulu lagi.
David juga di panggil oleh ketua yayasan karena David tidak tahu kenapa dirinya juga dipanggil oleh ketua yayasan.
"Emangnya ada acara kah nanti malam."tanya Jonathan serius.
"Ada tapi cuma Daddy dan kakek doang yang pergi."jawab Sean santai.
"Acara apa weh."tanya Peter kepo.
"Bahas nikahnya dia lah."jawab Ezra ngegas.
"Betulan kamu menikah sama Clara."tanya Peter kaget.
"Betulan lah soalnya nanti hari Sabtu acaranya."jawab Sean santai.
"Aku terlalu sibuk jadi ayah makanya aku jadi kudet hehehe."balas Peter sambil cengengesan.
"11 12 lah sama Renata, sama-sama kudet soalnya keluarga."ledek Ezra ke Peter tetapi dirinya langsung di marahi oleh Jonathan.
"Kenapa kamu bawa-bawa nama adek gue, gitu-gitu juga adek merawat mu waktu kamu sakit dulu banget dan merengek waktu minta nomor hpnya teman dari adek gue."marah Jonathan tak terima adeknya di ledek.
"Ngamuk woy kakaknya kalo adeknya di ledek."ucap Sean.
"Aku kan ngomong nya secara fakta iya."bela Ezra dengan dirinya sendiri.
"Btw gimana kondisi dari papimu."tanya Jonathan serius.
"Masih koma weh dan bini gue hamil lagi."jawab Peter santai dan 3 pria dewasa ini pada mengucapkan selamat.
"Wow si kembar mau punya adek dong btw selamat iya buat bini loh."ucap Jonathan senang tetapi dirinya sedih karena anaknya sudah pergi ke surga bersama Maya.
"Andai saja Maya dan anakku hidup sudah aku hidup bahagia selamanya."batin Jonathan sedih.
"Aku keponakan baru nih, selamat buat istri dan calon anakmu."ucap Ezra lebih heboh lagi.
"Aku juga keponakan imut nih mudahan anakmu lebih bunda nya daripada ayahnya btw selamat iya buat adek si kembar dan bundanya."ucap Sean heboh juga.
Untung gak ada Renata kalo ada Renata langsung heboh sekabupaten tuh bocah.
"Terimakasih ucapan."jawab Peter tulus.
πππππππππππππππ
Maaf aku baru update iya.
__ADS_1