
Renata senang karena kakaknya membeli makanan yang dia mau.
"Di makan iya,aku masuk dulu ke ruang kerja."ucap Jonathan lembut dan Renata cuma mengangguk saja.
.........
Pagi hari Renata sedang memasak buat orang di rumah bersama sang mama tercinta yaitu Mona.
"Mama,adek sepertinya lagi jatuh cinta dengan seseorang."ucap Renata polos tapi Mona langsung kaget mendengar ucapan dari putrinya.
"Jatuh cinta sama siapa adek."tanya Mona tak percaya.
"Itu sama cowok lah masa sama bencong sih."jawab Renata bete.
"Iya mama tahu tapi sama siapa,adek."tanya Mona kesal.
"Iya siapa iya, pokoknya dia ganteng,baik dan tulus sama adek."jawab Renata polos tapi Mona tak puas dengan jawaban dari putrinya.
Mona pergi sebentar lalu bergegas ke kamarnya sebentar. Renata masih sibuk acara masaknya.
Jonathan sudah pulang dari acara joging nya bersama Peter dan Ezra tapi melihat Mona sedang bingung sendiri pas mau naik anak tangga.
"Mama sedang apa."tanya Jonathan dengan suaranya yang berat.
"Iya Tante lagi apa iya."tanya Peter kepo.
"Jonathan,adek kamu lagi jatuh cinta dengan seseorang tapi mama gak puas dengan jawaban dari adekmu,siapa laki-laki yang berhasil menaklukkan hati adekmu yang dingin dan beku itu."jawab Mona serius.
Ketiga pria ini kaget sekaligus tak percaya dengan jawaban dari Mona.
"Tante,aku tahu siapa laki-laki yang berhasil menaklukkan hati si ad......."ucap Peter tapi Renata langsung datang dari dapur.
"Jun,dia laki-laki yang berhasil menaklukkan hati adek,puas semuanya, intinya harus di restui kalo tidak adek bunuh diri di gedung tua di belakang sekolah nya adek,."kata Renata serius sekaligus mengancam orang yang gak beri restu kepadanya.
"Pokoknya adek gak mau sama laki-laki lain apalagi di jodohkan kayak orang gila,restu tak restu harus terima,titik gak pakai koma,."sambung Renata dingin dan kembali lagi ke dapur.
Agung mendengar ancaman dari putrinya tapi dia juga gak mau anaknya tertekan jika di jodohkan.
"Papa langsung setuju dengan adek,kalo gitu suruh dia datang kesini saja,papa ingin sekali berbicara dengan dia."ucap Agung ke putrinya pas mau balik lagi ke dapur.
Wajah Renata langsung berbinar dan senang.
"Benarkah papa,tapi dia di Belanda, papa."jawab Renata sendu.
"Pergi lah ke Belanda,adek..temui lah dia sebelum adek menyesal karena tak ketemu dia untuk terakhir kalinya."balas Agung lembut.
Renata bingung dengan perkataan terakhir dari Agung. Apa maksud dari perkataan itu sama seperti Renata, Jonathan,Ezra, Peter dan Mona juga bingung dengan perkataan dari Agung.
"Mas,kamu ngomong apa sih,, jangan bikin adek bingung dong."tanya Mona bingung.
"Lupakan saja,adek kembali sana ke dapur, katanya mau masak tadi itu."jawab Agung santai.
Renata kalang kabut lalu berlari ke arah dapur.
🍁🍁🍁🍁.
"Papa,adek boleh minta tolong tidak."tanya Renata bingung karena berkas di tangan.
"Minta tolong apa,adek."tanya Agung lembut.
"Adek gak ngerti dengan berkasnya,."jawab Renata polos dan tangannya masih setia pegang berkas.
"Oh itu,adek kasih saja ke kakakmu,itu sulit buat adek,adek kerjakan yang ini saja."balas Agung lembut dan Renata hanya mengangguk saja lalu dia pergi ke ruangan Jonathan.
"Kakak,kata papa kakak kerjakan yang ini iya."ucap Renata pas sudah sampai diruang ini.
"Malas aku suruh papa yang kerjakan."jawab Jonathan malas.
"Kakak gak boleh malas jadi orang,nanti di datangi oleh hantu loh."ancam Renata tetapi Jonathan mendadak tertawa.
"Hantu yang takut sama aku,dek.gak usah pakai ancaman segala,Adek."ucap Jonathan lembut.
"Kakak Jo nyebelin banget sumpah."teriak Renata kesal tapi tetap gemas di mata Jonathan.
"Siapa yang nyebelin."tanya Agung pas datang di ambang pintu ruangan ini.
"Kakak,papa... soalnya kakak malas banget untuk kerjakan ini."jawab Renata polos.
Mendengar jawaban dari Renata membuat Agung tertawa.
__ADS_1
"Itu bukan berkas adek, melainkan proposal skripsi papa jaman papa kuliah dulu... makanya kakak mu gak mau kerjakan ini."jawab Agung dengan wajahnya yang polos.
"Papa tega sama adek,kakak dan papa sama saja, sama-sama bikin adek kesal."teriak Renata kesal lalu melempar proposal skripsi Agung dulu.
Agung paling senang kalo dia kerjai kedua anaknya meskipun dirinya sudah 52 tahun.
🍂🍂🍂🍂.
Hari Minggu hari yang paling di tunggu oleh Renata.
Karena hari ini dirinya akan pergi ke negara Belanda bersama Jonathan pastinya,kalo kedua orangtuanya lagi pacaran hehehe di negeri asalnya.
"Adek senang tidak."tanya Jonathan lembut dan menatap wajah ayu milik Renata.
"Adek senang sekali."jawab Renata ceria.
Jonathan tidak menjawab lalu mengusap kepala adeknya dengan lembut. Dia suka mengusap kepala adeknya selain itu dia juga suka mengusap kepalanya Maya,hanya 2 perempuan saja yang boleh dia usap kepala yaitu Renata dan Maya, itu kenapa bukan ibunya karena itu tidak sopan sama yang lebih tua.
"Aku rindu saat aku mengusap kepalamu, sayang."batin Jonathan.
🍁🍁🍁🍁.
David sedang mencari Renata tetapi Renata pergi ke Belanda.
"Maaf nak David,adek pergi ke Belanda bersama Jonathan tadi subuh."jawab Mona lembut.
Raut wajahnya David berubah kecewa karena Renata pergi meninggalkan negara ini .
David ijin pulang kepada sang pemilik rumah ini lalu pulang kerumahnya dengan perasaannya yang kecewa.
"Jonathan kok gak bisa di hubungi iya."tanya Peter ke Ezra dan Odelia.
"Kak Jonathan ajak Renata pergi ke Belanda,Kak Peter."jawab Odelia jujur.
"Apa ke Belanda,."sontak Peter dan Ezra kaget.
"Iya Kak,tadi malam Renata ajak aku,Marian,Belinda dan adek jalan-jalan ke festival buku gitu,dia cerita kalo subuh nanti dia berangkat sama kakaknya ke Belanda."jelas Odelia santai.
"Astaga kenapa dia gak bilang ke kita sih, Jonathan sama Renata ini."ucap Peter kesal.
"Tahu tuh,gak Kakak gak adek sama saja..gak ada bedanya mereka berdua itu."sambung Ezra juga kesal.
"Sabar iya Kak Peter dan Kak Ezra."jawab Odelia lembut.
Renata sangat senang karena dirinya sudah di negara kincir angin yaitu Belanda lebih tepatnya di Kota Leiden.
"Kakak, Kakak,,sini."ucap Renata ceria dan menyuruh Jonathan apa lah itu.
"Apa sih adek,kayak anak kecil saja."tanya Jonathan dengan keheranan.
"Sungainya bagus iya, Kakak."ucap Renata senang namun Jonathan tak sengaja melihat ada Jun jalan-jalan sendirian disini.
"Itu ada pangeran kodokmu,dek."kata Jonathan sambil ngolok adeknya.
"Dimana, Kak Jo."tanya Renata serius.
"Makanya di lihat dulu baik' baru melihat dengan jelas, jelas-jelas di dekat pohon situ."jawab Jonathan kesal.
Jun juga melihat ada Renata dan Jonathan lalu menghampiri mereka berdua.
"Hai Renata dan Kak Jonathan...apa kabar."sapa Jun dengan gugup.
Jujur Jun merasa Renata semakin hari semakin cantik saja di matanya.
"Dia benar-benar cantik sekali."batin Jun.
"Aku baik baik saja, gimana kabarmu hari ini."jawab Renata santai.
"Aku baik baik saja,Ren."balas Jun santai.
Raut wajahnya Renata mendadak takut karena ada Roby di belakangnya Jun.
"Kamu iya namanya Renata Hadikusuma."tanya Roby dengan tatapan matanya yang tajam.
Meskipun Renata sangat dingin tetapi dirinya hanya manusia biasa bahkan dia bisa takut loh.
"Gadis seperti mu buat apa bertemu dengan keponakan saya, gara-gara kamu dia rela melepaskan beasiswa nya disini."jawab Roby dingin.
"Kenapa om berbicara seperti itu."ucap Renata berusaha tenang.
__ADS_1
"Saya gak mau dekat dengan keponakan saya,yang ada nanti keponakan saya sangat tertekan dengan mu."ucap Roby cukup membuat Renata terkejut dan sakit hati.
Jun dan Jonathan terkejut dengar ucapan dari Roby.
"Om, saya tahu saya pernah menyakiti perasaan keponakannya om tapi sekarang saya sangat menyesal dengan ulahku sendiri,saya mohon om, jangan bikin keponakan om menjauh dari saya, sungguh saya menyukai Jun, keponakannya om itu."ucap Renata lembut dan halus.
"Penyesalan mu tidak ada gunanya, Renata Hadikusuma."teriak Roby ke Renata.
"Jun, kamu lupain saja Renata Hadikusuma dan cari gadis yang lain,aku dan ayahmu tak sudi mempunyai keluarga dari Keluarga Hadikusuma itu."pesan Roby kepada sang keponakan nya.
Renata mendadak terdiam lalu air mata mulai menetes dari bola mata berwarna hazel tanpa ada suara apapun dari mulut nya.
Jonathan cuma diam dan bingung mau seperti apa kepada Roby.
Jun keberatan jika harus melupakan sosok gadis dingin dan ayu ini.
"Jun, tolong jangan lupakan aku,aku tahu aku emang ada salah kepadamu tapi aku mohon jangan mencari gadis lain."ucap Renata serius dan tidak ada kerelaan di wajahnya.
Jun mendekati Renata yang sedang menangis.
"Aku gak akan melupakan mu tapi jangan menangis iya."ucap Jun lembut.
Dengan cepat Renata langsung menghapus air matanya dan menatap wajah dari Jun.
"Terimakasih sudah membuat ku berhenti menangis."ucap Renata tulus.
"Dan kamu, Jonathan Hadikusuma urus adekmu itu biar gak dekat dengan keponakan saya."ancam Roby ke Jonathan.
"Saya tidak janji,jika mereka saling menyukai kenapa kalian jadi penghalang nya,apa anda dan saudara Anda tidak kasihan dengan Jun."ucap Jonathan serius dan sedikit menyindir Roby.
"Belajar ikhlas saja om,saya dan adek saya pamit dulu dan kamu Jun jaga dirimu baik-baik disini, tenang saja aku yang akan gantikan beasiswa mu sekarang juga."ucap Jonathan lembut dan serius.
Jonathan langsung membawa adeknya ke apartemennya,banyak banget ya sumber kekayaan dari keluarga Hadikusuma ini.
Sampai di apartemen Renata lebih banyak sedih daripada ceria hari ini.
"Tuhan tolong aku,."batin Renata sedih.
Cinta yang sangat tragis baginya tak ada yang tulus kepadanya di masa lalu,, David yang selalu menggangu dirinya kemudian Jun di suruh melupakan sosok dirinya saat ini.
"Jahat jahat jahat,kenapa semuanya jahat kepadaku."teriak Renata marah dan emosi.
Jonathan yang sedang menelpon Sean terkejut dengar teriakan dari Renata.
"Jo,itu suara teriak siapa,kayak suaranya Renata deh."tanya Sean juga terkejut dengar teriakan itu.
"Iya itu suara si adek."jawab Jonathan enteng.
"Ada apa dengan si adek."tanya Sean penasaran.
"Nanti aku ceritakan pas aku pulang dari Belanda nanti."jawab Jonathan lalu menutup telponnya.
Jonathan langsung mencari adek kesayangannya ini di sudut ruangan.
"Adek kenapa."tanya Jonathan lembut lalu ikut berjongkok di hadapan Renata.
"Kenapa mereka jahat sama adek, menyuruh adek melupakan dia,adek gak sanggup Kak Jo,adek sudah terlanjur suka dengan nya."jawab Renata masih menangis dan hatinya sakit sekali.
Gadis berwajah dingin dan ayu ini lagi sedih karena kehidupan nya tak pernah mulus.
"Sudahlah dek,,, jangan menangis,adek harus berjuang agar kalian bisa bersatu, berteriak atau menangis gak akan membuat adek maju tahu, melakukan apa yang adek bisa,aku gak bisa bantu tapi hanya bisa berdoa saja."saran Jonathan membuat Renata lebih tenang.
"Jangan galau dong dek nanti cantiknya hilang loh dan nanti dia gak akan tertarik dengan mu,dek."ucap Jonathan sambil menggoda adeknya lalu berusaha menghibur adeknya yang lagi galau.
"Adek cantik tahu,masa di bilangi jelek sih."protes Renata tak terima dibilangin jelek.
"Aku cuma bercanda saja doang kok,adek tetap cantik lah sama seperti nenek dan mama."kata Jonathan dengan suara yang lembut membuat hatinya Renata adem.
Sudah 5 hari di Kota Leiden Belanda, akhirnya 2 saudara julid pulang ke Indonesia.
Meskipun Renata masih sedih tetapi dirinya harus menunjukkan bahwa dirinya lagi baik'saja.
"Jun,aku tetap mencintaimu."batin Renata.
Diam-diam Jun ke bandara hanya untuk melihat Renata saja.
"Ren, hati-hati dijalan."ucap Jun.
"Iya kamu jaga dirimu baik-baik iya disini."jawab Renata.
__ADS_1
Jonathan cuma diam saja karena itu urusan anak di usia 18 tahun ini.
Jun kembali ke rumahnya sedangkan Renata dan Jonathan harus cek in di bandara.