
"Mama rencana kita akan berhasil untuk menjebak cewek sialan itu."tanya Ara kepada Chintya.
"Pasti berhasil dong hahahaha,mama gak suka banget sama anak setan itu alias Renata Hadikusuma."jawab Chintya dengan senyum kemenangan.
"Pasti cewek sialan itu kalah dengan kita hahahaha."balas Ara juga tak kalah dengan ibunya.
Tanpa mereka sadar,Jun dan Danny mendengar perkataan ibu dan anak itu di cafe,terus yang mereka berdua bingung adalah apa masalah nya Renata iya dengan ibu dan anak itu.
"Gila Mak Lampir dan kuntilanak sangat mengerikan sekali."ucap Danny yang masih diam-diam merekam suaranya Ara dan Chintya di cafe.
"Sama-sama sinting hahahaha."balas Jun sambil mengejek Ara dan Chintya.
Renata sedang mendengarkan suara yang di rekam oleh Danny diponselnya yang Danny kirim.
Renata berusaha untuk menahan rasa emosinya di kantor lagipula dia gak mau bikin masalah di sini.
"Sialan, setan dan genderuwo,gila."batin Renata mengumpat dalam hatinya.
"Adek lagi apa."tanya Jonathan lembut ketika melihat adeknya asyik dengar percakapan ibu dan anak yang di kirim oleh Danny.
"Coba Kak Jo dengar ini."ucap Renata serius dan menyuruh Jonathan untuk mendengarkan nya.
Jonathan mengambil earphone milik Renata dan menempelkan ke telinga nya.
"Tuh kan orang gila ini gak ada habisnya ganggu adekku."batin Jonathan mulai geram.
Jonathan mencabut earphone yang di telinga nya lalu melemparkan ke pemiliknya dan bergegas ke ruangan rapat dengan tatapan matanya yang marah.
__ADS_1
Renata bingung kenapa kakaknya ini bersifat seperti cewek yang lagi datang bulan padahal dirinya yang lagi datang bulan.
Renata sedang menunggu Ara di restoran yang di tunjuk oleh Ara.
"Rupanya kau sudah datang iya."ucap Chintya sambil menatap sinis ke Renata.
Renata yang lagi menahan emosi nya tiba-tiba emosi nya meluap saat melihat Chintya dan Ara.
Tanpa mereka bertiga sadar,Jun,Cio dan Arthur ada di restoran ini.
Chintya dan Ara hendak menjambak rambutnya Renata tetapi ada seseorang yang menghalanginya.
"Tante kok jahat sama dia."ucap Marian ketika tak sengaja melihat Renata di bully oleh ibu dan anak.
Renata terkejut adanya Marian disini tetapi dirinya bersyukur sekali.
"Tante stress kok bisa ada di sekitar disini seharusnya iya dirumah sakit jiwa lah sama cabean yaitu putrimu yang setan itu."ejek Jonathan datang dan mulai mengejek ibu dan anak.
Chintya dan Ara getar getir saat melihat ada Jonathan disini sejujurnya mereka sangat takut berurusan dengan Jonathan atau Agung,bisa bisa nanti mereka memutuskan jalin kerjasama di kantor dan berakhir jatuh miskin.
"Kenapa Tante suka banget ganggu adek saya padahal adek saya tak pernah menghina keluarga Tante atau ganggu kehidupan keluarga Tante sendiri."tanya Jonathan dengan tatapan intimidasi.
"Gak tahu iya alasannya,iya sudah saya kasih tahu saja kepada Pak Arsen biar saya memutuskan jalin kerjasama nya."ancam Jonathan serius.
Tak ada suara dari Ara dan Chintya,kalau pun ada suara pun Jonathan gak akan dikasihani kepada mereka berdua.
"Saya gak akan kasihan kepada kalian walaupun ada alasannya yang tepat tetapi saya sudah terlanjur jengkel dengan tingkah kalian,besok siap-siap jatuh miskin kalian berdua."sambung Jonathan dingin dan masih ada tatapan intimidasi nya.
__ADS_1
Ara dan Chintya benar' shock saat ini dan kenapa mereka bisa menantang seorang gadis dari Keluarga Hadikusuma,benar kata orang Keluarga Hadikusuma itu orangnya gak main-main.
"Tuan Jonathan Hadikusuma yang paling saya hormati, tolong jangan memberitahu kepada suami saya,saya mohon."mohon Chintya kepada Jonathan bahkan Chintya pun bersujud dikakinya Jonathan.
"Saya tidak minta hormat kepada siapapun."ucap Jonathan dingin.
"Saya hanya minta kepada anda jangan pernah menghina atau mengganggu adek saya,itu saja yang saya minta dan anda tak perlu minta maaf kepada saya tetapi anda dan putri anda harus minta maaf kepada adek saya."kata Jonathan marah dan menyuruh Chintya untuk berdiri.
Marian,Jun, Arthur dan Cio melihat wajah seram milik Jonathan untuk pertama kalinya mereka berempat melihat nya.
Renata sedang berjongkok lalu tubuhnya sudah gemetar hebat sambil menangis.
"Nona Renata Hadikusuma,kami berdua minta maaf karena sudah membuatmu takut."ucap Chintya tulus tetapi Renata tidak meresponnya.
Renata sangat bosan disini dan bangkit berdiri karena kakinya kesemutan.
"Saya tidak terima permintaan maaf anda tapi jangan pernah ganggu keluarga saya dan lupakan dendam anda ke keluarga saya."ucap Renata baru membuka suaranya dan mengucapkan dengan sangat dingin, matanya menatap tajam dan kejam.
"Mar,bawa aku pergi dari tempat laknat ini."kata Renata serius dan dingin.
Marian membawa Renata pergi tapi tak tahu kemana kedua gadis ini pergi.
Baru di pintu lagi-lagi Renata teringat lagi dengan perkataan dari sang neneknya.
"Oh iya saya lupa jangan pernah ganggu kekasih dari Kak Ezra,Kak Ezra baru saja bahagia dengan gadis itu dan kamu lupakan saja rasa sukamu kepada Kak Ezra,cari pria yang tulus kepadamu, emang sih ada pria yang tulus kepadamu tapi kamu menunggu nya entah itu lama atau sebentar dia muncul di hadapan mu."kata Renata tanpa menoleh ke belakang.
Ara hanya diam saja karena dia terlalu terobsesi dengan Ezra dan air matanya mulai jatuh.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁