
Jun dan gadis yang bernama Michelle Herlanda lagi asyik bermain di sebuah pusat permainan di mall bahkan Jun sudah melupakan sosok Renata yang selalu ada hatinya.
Jun dan Michelle resmi pacaran 3 hari yang lalu dan Michelle adalah murid SMA Santo Dominikus tapi beda kelas, tetangganya Jun.
"Kamu kalah aku menang Haha."ucap Michelle sambil bercanda ria.
"Iya aku kalah weh."jawab Jun santai.
"Michelle kita ke sana yuk,kamu ajak kamu jalan-jalan yuk."kata Jun dan Michelle bermanja ria dengan kekasihnya.
Michelle dan Jun lagi berjalan keliling di dalam mall ini.
Di rumah Marian.
"Pi,kakak sila mana."tanya Marian kepo sambil makan buah belimbing yang di petik oleh Renata.
"Biasa pacaran sama suaminya."jawab Kenan santai.
Odelia menatap Renata yang tadi cuma diam dan matanya sedikit merah seperti mau menangis.
Jonathan sibuk bermain ponselnya sambil mengecek email di tab nya.
"Maaf Om tadi Tante kenapa pingsan."tanya Kanaya ke Kenan.
"Oh biasa si ibu selalu heboh kalo melihat muka yang mirip artis lah, kebetulan ada anaknya Mona Anggara, si ibu ngefans sama Mona Anggara."jawab Kenan santai dan kedua saudara dengan nama belakang Hadikusuma kaget dan tak percaya.
"Betulan Om,kalo gitu saya kurangi wajah ayu saya lah."ucap Renata merasa bersalah karena membuat ibu dari Marian pingsan.
"Tidak lah nak,saya cuma bercanda doang kok."balas Kenan dan Renata malah asyik makan belimbing.
Jun dan Michelle pulang dari mall tetapi mereka gak tahu jika ada Renata di komplek rumah ini.
Renata lagi-lagi tak sengaja melihat kemesraan mereka berdua, jujur hati Renata sakit sekali melihat nya dan tanpa sadar air mata jatuh dipipinya.
Dengan cepat dirinya menghapus air matanya dia gak mau kakaknya melihat dirinya menangis dan cemburu dengan orang lain.
"Sekali lagi siapa gadis itu."batin Renata.
Jonathan dan Renata pulang ke rumahnya dan di sambut oleh Agung dan Mona sedang masak di dapur.
"Dari mana kalian berdua kok lama banget sih."tanya Agung khawatir dengan kedua anaknya.
"Adek ke rumah teman,Pa."jawab Renata lembut.
"Oh gitu,balik ke kamarmu dek."balas Agung lembut.
Renata berjalan ke kamarnya sedangkan Jonathan cuma diam tapi juga ke kamarnya sendiri.
Selesai makan malam,Renata ingin curhat ke kakaknya, Jonathan lagi sibuk di ruang kerjanya.
"Kakak,adek boleh curhat gak."ucap Renata saat kepalanya menunduk ke bawah.
__ADS_1
"Cerita lah kalo adek mau,aku mau dengar cerita mu sekarang."jawab Jonathan tanpa melihat Renata di hadapannya.
"Adek sebenarnya pernah tes ........"ucap Renata tak mampu mengucapkannya.
Lidah Renata sangat kaku sekali.
"Pernah tes keperawanan kah itu yang adek maksud."kata Jonathan menebak apa yang di pikiran dari Renata.
Renata kaget bagaimana kakaknya bisa tahu padahal dirinya gak pernah cerita itu semuanya.
"Iya tapi hasilnya masih itu lah."jawab Renata jujur.
"Lupakan saja tentang itu,aku mau bertanya kepada mu dek,apa benar adek pernah menolong Rani waktu melahirkan di depan sekolah mu bersama David."tanya Jonathan serius dan lagi-lagi Renata kaget dan terkejut bagaimana kakaknya bisa tahu lagi.
"Iya tapi itu dulu, waktu kakak melahirkan adek pingsan karena gak sanggup melihat orang melahirkan."jawab Renata jujur lagi.
"Tidur lah dek besok adek harus pergi ke sekolah kan."ucap Jonathan lembut.
"Tapi besok hari Sabtu karena sekolah adek cuma masuk Senin sampai Jumat saja."kata Renata polos.
"Iya sudah tidur sudah dek,jangan ganggu aku."balas Jonathan masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Dek,Sean tahu loh masa lalu mu dek padahal aku gak cerita kan loh."ucap Jonathan dan Renata berhenti melangkah lalu berbalik arah ke Jonathan.
"Apa, bagaimana Kak Sean bisa tahu,adek takut sekali."kata Renata kaget sekali menangis.
"Bahkan Ezra tahu jika adek pernah tes itu dimasa lalu."kata Jonathan membuat air mata Renata tambah mengalir.
"Kakak,adek harus bagaimana, bagaimana mereka gak mau peduli dengan adek lagi."kata Renata masih menangis.
Jonathan bangkit dari duduknya dan menghampiri adeknya sedang menangis lalu memeluknya.
"Hanya ada pesan buat adek, biarkan mereka tahu apa yang adek alami,karena mereka juga pasti melindungi adek,mereka juga pasti tak akan terima jika adek di gitukan oleh mereka karena adek adalah gadis yang kuat dan baik,kita berempat belum tentu bisa kayak adek yang mentalnya kuat dan hatinya lembut seperti mama dan nenek, percaya lah kepadaku dek."ucap Jonathan sambil mengusap punggung adeknya.
Renata menangis di dada bidangnya Jonathan, sejujurnya Renata sangat senang karena kakaknya peduli lagi dengan nya.
Renata melepaskan pelukannya dan menatap lembut ke pria dengan tindik hidungnya.
"Haruskah adek jujur dengan mereka."ucap Renata takut.
"Iya harus bagaimana pun mereka bisa tahu karena koneksi mereka juga kuat sama seperti aku."kata Jonathan sambil menghapus air mata dari adeknya.
"Tapi adek gak percaya diri untuk cerita."ujar Renata takut.
"Jangan di paksa kalo takut, sudah adek tidur dah ini sudah malam."ucap Jonathan lembut.
Gadis yang rambut panjang hitam dan berponi ini keluar dari ruangan kerja kakaknya.
Renata melangkah ke kamarnya dan masuk kedalam kamarnya.
Pagi hari Renata sibuk memberi makan buat otte dan Lily tanpa peduli alerginya kumat lagi.
__ADS_1
"Adek lagi ngapain."tanya Mona kepada putrinya.
"Lagi kasih makan otte dan Lily ma."jawab Renata polos.
"Adek gak papa kan,."tanya Mona sedikit khawatir.
"Adek gak papa ma."jawab Renata tenang.
"Nak,kakakmu sudah cerita kan semuanya tentang mu,jadi adek jangan tertutup lagi iya sikap adek,adek harus terbuka dengan siapa saja termasuk papa,mama,kakakmu,Ezra, Sean, Peter,Rani,om, Tante dan kakekmu nak,tanpa mereka adek selalu terluka terus,jadi pesan mama adek jangan dingin sama orang lain juga,mama mau adek tetap menjadi gadis yang ceria dan bahagia selalu."ucap Mona dengan rasa harunya.
Renata sangat tersentuh dengar ucapan dari mamanya.
"Mama terimakasih sudah melahirkan adek di dunia ini dan menjadi ibu yang baik buat adek dan Kak Jo."kata Renata saat air mata jatuh dipipinya.
"Terimakasih sudah menjadi putri yang baik buat mama dan papa nak walaupun adek selalu bikin papa mama kecewa tetapi adek tetap menjadi putri yang baik,cantik, lembut dan sopan."balas Mona juga ikut menangis karena haru.
"Adek sayang mama selamanya."ucap Renata menangis dan memeluk ibunya dengan erat.
Mona tidak membalas ucapan dari Renata tetapi dirinya membalas pelukan hangat dari putrinya.
Jonathan sengaja pergi ke kuburan hanya untuk melepaskan rindunya kepada Maya dan putrinya.
Jonathan meletakkan bunga diatas nisan yang bernama Maya Kusnadi dan Anna Hadikusuma.
"Sayang,aku minta ijin kepadamu,aku ingin mencari gadis yang aku mau tapi dia harus mirip dengan mu sayang,bolehkan aku mencari pengganti mu."kata Jonathan seakan dia meminta ijin kepada istri dan anaknya.
30 menit lamanya dia di kuburan waktunya Jonathan kembali lagi ke kantor.
David dan John tak sengaja melihat ada Jonathan tapi mereka kenapa dia tak ke kuburan neneknya iya.
"Kak Jonathan pergi ke kuburan siapa sih."tanya John polos.
"Gak tahu aku,iya sudah kita ke kuburan kakek nenek dulu."ucap David gak tahu.
2 saudara laki-laki itu pergi ke ziarah kakek neneknya.
Renata sedang berjalan menuju ke kantor karena ada sesuatu di di kantor tersebut.
Tanpa sengaja dirinya menabrak seorang gadis yang dia tak ketahui.
"Maaf iya aku gak sengaja."ucap Renata tak tahu ada gadis itu.
"Iya gak papa mbak."jawab Michelle dan Renata menatap wajahnya dari Michelle secara langsung.
Michelle berjalan santai dan Renata masih terdiam kaku melihat Michelle itu.
"Jadi dia ini siapa."batin Renata bingung.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Weh ada persaingan ini hehehe diantara Michelle dan Renata.
__ADS_1