Ada Apa

Ada Apa
42


__ADS_3

David merasakan ada yang aneh jika bersama Renata padahal sudah hampir 6 tahun dia dan Renata di sekolah yang sama dari SMP pokoknya.


Jun tadi itu gak sengaja melihat David dan Renata bersama di ruang teater tetapi dirinya belum mampu melupakan sosok dari Renata.


Kenapa harus David yang jadi pasangannya Renata dan kenapa bukan dirinya yang jadi pasangannya Renata.


"Ren, disekolah banyak iya suka sama kamu."tanya Sean penasaran.


Pertanyaan ini juga hal yang paling Renata benci dan bosan.


"Gak tahu adek."jawab Renata malas dan muak banget.


"Emangnya gak ada pertanyaan lain apa selain itu,bosan dan muak adek dengar pertanyaan itu-itu saja."lanjut Renata membuat Sean terdiam.


"Kan adek itu cantik,muda, pintar dan kaya tapi kok gak ada yang membuat kamu tertarik."tanya Ezra penasaran.


"Untuk saat ini belum ada tapi adek dulu punya mantan cuma sebulan saja kok ketemunya di sekolah saja, sebenarnya ini gak mau adek ceritakan tapi iya apa boleh buat,bahkan adek pernah ciuman tapi adek gak balas karena bukan kaku tapi adek sakit hati karena di tolak cinta adek kepada orang yang adek suka."cerita Renata membuat Ezra kaget dan gak bisa berkata apa-apa.


"Tapi orang itu sekarang bagaimana dek."tanya Sean penasaran.


"Adek gak mau tahu lagi deh."jawab Renata malas.


Mereka bertiga masih betah di tepi kolam berenang. Jonathan jangan ditanya dia lagi di ruang kerjanya meskipun dirinya masih sakit.


"Kak Peter dan Kak Rani kok lama banget iya."kata Renata capek menunggu pasangan suami-istri itu.


"Katanya mereka urus apa lah di catatan sipil."jawab Sean santai.


Raut wajah Renata menjadi asam dan kecewa karena bosan menunggu seseorang.


"Oh iya Adek pergi dulu iya soalnya adek harus urus Kak Jo dulu."pamit Renata kecewa.


Sean dan Ezra tidak menghiraukan Renata dan sibuk dengan ponselnya.


Suara pintu terbuka di ruangan kerja, sejujurnya Jonathan hanya duduk diam dan gak ngapa-ngapain disini.


"Kak Jo lagi apa."tanya Renata masuk ke dalam ruangan kerja.


"Adek temani aku disini dong."rengek Jonathan manja.


Bukan memanfaatkan kesabaran dari adeknya tetapi Jonathan hanya bisa manja kepada Renata atau kedua orangtuanya dulu ketika Maya masih hidup iya Jonathan juga manja kepada istrinya.


"Kak Jo masih sakit kah."tanya Renata polos.


"Masih tapi aku bosan dirumah mulu."jawab Jonathan santai.


"Kak Jo,kalo sudah sembuh nanti nonton iya drama adek walaupun adek gak begitu jago aktingnya daripada Mama tapi jangan bilang cie cie kepada pemeran utama pria itu."kata Renata dengan wajahnya yang polos dan imut.


"Adek mau jadi artis kah."tanya Jonathan serius, Renata menggeleng kepalanya karena gak mau.


"Gak mau Kak Jo,adek ingin jadi manusia biasa."jawab Renata dengan wajahnya yang sangat lesu.


"Adekku yang cantik dan imut ini kenapa kok wajah mu lesu sekali sih dek."tanya Jonathan melihat keanehan dari adek tercinta.


"Adek gak papa kok,Kak Jo."jawab Renata malas.


"Kak Jo, waktu di sekolah banyak iya para gadis-gadis yang suka sama Kak Jo."tanya Renata hanya penasaran saja.


"Banyak tapi aku tak tertarik,aku lebih tertarik kepada Maya."jawab Jonathan santai.


"Adek sendiri banyak iya para cowok cowok disana yang suka sama adek."tanya Jonathan serius.


"Iya tapi adek trauma di masa lalu, cowok-cowok disana jahat kecuali Kakek ,Papa dan Kak Jo."kata Renata sedih.


Jonathan bangkit dari kursinya dan bergegas ke pintu untuk kunci pintunya agar tak ada yang ganggu mereka berdua.


"Kak Jo kok di tutup pintunya."tanya Renata panik dan tubuhnya gemetar.


"Aku gak apa-apakan kamu Dek,urut badan gue dek."perintah Jonathan santai dan duduk di sofa empuk.


Renata emang daritadi sudah duduk di sofa dan memijit badan kekar milik Jonathan.


"Dek,siapa pemeran utama dari pria itu."tanya Jonathan ingin tahu.


"David Jumantara."jawab Renata malas dan asyik memijit tubuhnya Jonathan.


"Cie cie kok selalu berpasangan mulu, btw anaknya si ketua DPRD provinsi itu bagaimana."tanya Jonathan membuat Renata mendadak terdiam dan kaku.


Renata tidak melanjutkan urut badan kakaknya dan memilih diam sejenak di sofa.


"Heh aku tanya kenapa gak dijawab."tanya Jonathan serius dan gregetan.


"Adek gak suka dengan keduanya."jawab Renata jujur.


"Iya sudah tapi nanti adek menyesal loh."goda Jonathan membuat Renata lebih ilfeel.


"Apaan sih gak jelas,urus diri sendiri sana?Kak Jo.",rajuk Renata marah.


"Cie ada yang marah iya kalo aku yang godain adeknya sendiri."goda Jonathan sambil toel pipi adeknya.

__ADS_1


Peter dan Rani serta kedua anaknya datang,Mona menyambut keponakannya dan cucunya dari saudara iparnya.


"Tante ada adek gak."tanya Peter saat mencari adek sepupunya.


"Urus Jonathan, Jonathan lagi sakit."jawab Mona santai dan lembut.


"Pantas saja dia gak mau jawab pesan dari aku."balas Peter bete.


"Kak Jo dulu pernah iri gak sama adek waktu adek masih bayi."tanya Renata tiba-tiba bertanya seperti itu.


Sejujurnya Jonathan dulu merengek minta memliki adek perempuan waktu dirinya masih kecil dan sekarang dia mempunyai adek perempuan yaitu Renata.


"Gak,aku gak pernah iri dengan adek."jawab Jonathan.


"Tapi kok kalo Kak Jo gak mau iya dengar curahan hati dari adek."balas Renata dengan raut wajah sedih.


"Terkadang aku juga emosi dengan adek tapi masalah itu aku pastikan mau dengar curhatan mu,dek."kata Jonathan membuat Renata lebih sedih lagi.


"Kak Jo dulu pernah di bully gak."tanya Renata.


"Gak tahu tapi banyak sih yang gak suka sama aku gara-gara ceweknya suka sama gue padahal aku juga tak tertarik dengan dia."jelas Jonathan.


Renata menatap pria yang ada tindik di hidungnya ini dan kembali menatap lurus ke depan.


"Adek mau ke bawah dulu."ucap Renata bangkit dari sofa dan keluar dari ruangan kerja ini.


"Ikut."kata Jonathan juga bangkit dari sofa.


Agung tiba-tiba datang ke ruangan kerja dan Jonathan ditahan oleh Agung, awalnya Renata keluar dari ruangan tapi di suruh balik lagi.


"Jonathan Hadikusuma dan Renata Hadikusuma."panggil Agung serius.


Kakak beradik itu menatap wajah serius dari ayahnya.


"Ada apa Pa."tanya Renata bingung.


"Papa lupa mau tanya apa itu."kata Agung bikin Renata dan Jonathan kesal.


"Papa gak jelas banget sih."ucap Renata kesal.


"Sebentar nah papa ingatkan lagi apa yang mau ditanyakan."kata Agung.


"Papa sudah tua pikun pula."sindir Renata membuat Agung terbatuk-batuk.


"Gila parah banget nih adek sindiran nya."kata Jonathan kaget mendengar sindiran dari adeknya untuk ayah mereka berdua.


"Adek ngomongnya secara fakta iya."ujar Renata polos.


"Lebih baik aku keluar saja daripada dengar pertanyaan tapi lupa melulu."ucap Jonathan kesal sambil menyindir Agung.


"Kak Jo, ikut."rengek Renata.


Kakak beradik itu sudah pergi dan meninggalkan Agung seorang diri di ruang kerja.


"Lah kenapa aku ditinggal sendirian disini."kata Agung sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Tunggu papa woy."teriak Agung ngegas tapi pakai bahasa gaul.


"Loh kok baru nongol sih."tanya Peter saat melihat Jonathan.


"Gue lagi sakit."jawab Jonathan sangat enteng.


"Hai paman."sapa Rafa tapi Jonathan menyuruhnya jangan mendekat dirinya.


"Heh anakmu suruh jauhkan aku pang,gue takut jika anakmu kena demam dari aku."kata Jonathan serius.


Wajah Rafael menjadi sedih tapi untungnya Renata mengajaknya bermain.


"Main sama aku yuk."ajak Renata tulus dan Rafael tambah senang.


"Bibi adek juga mau ikut main."ijin Regina dengan polos.


"Ayo."kata Renata lembut.


2 bocah itu ikut bersama ke ruangan bermain yang dulu pernah mereka main waktu masih kecil.


"Lagian adek main masak-masakan walaupun nanti umurnya 18 tahun."tebak Jonathan si pria yang sudah berusia 26 tahun.


"Biarkan saja adekmu main masak-masakan entar adekmu stres kalo adekmu belajar terus."ucap Mona santai tapi menyindir Jonathan,Ezra dan Sean.


"Mama jangan bicara seperti itu."protes Jonathan merasa dirinya kena sindiran.


"Mama kan omongnya secara nyata."ujar Mona santai.


"Sayang,Jo dan adek itu malah tinggalkan papa seorang diri."lapor Agung dengan manja.


Mona bingung dengan tingkah dari suaminya ini sudah tua tapi kayak anak ABG labil seperti putrinya.


"Itu juga anak kamu,Gung."ucap Mona ngegas dan galak membuat Agung takut lagi.

__ADS_1


4 pria dewasa itu tidak bisa menahan ketawanya akhirnya pada ketawaan semuanya gara-gara Mona galak kepada suaminya.


"Hey kenapa 4 bocah ini malah ketawakan aku."tanya Agung ngegas.


"Papa sudah ingat kah apa yang mau di tanyakan tadi itu."tanya Jonathan bukan menjawab pertanyaan dari Agung.


"Jawab pertanyaan dari aku,heh 4 bocah labil yang berkedok pria dewasa ini."ucap Agung gak sabaran.


Sean,Ezra, Jonathan dan Peter saling bertatapan tapi kompak jawab juga pertanyaan dari Agung.


"Iya Papa takut Mama hahaha, makanya kami berempat tertawa."jawab Jonathan jujur.


"Om ternyata takut iya sama Tante Haha."sambung Ezra.


"Suami-suami takut istri.hahahaha."ucap Sean sambil tertawa.


"Om takut iya sama Tante Mona kan."tanya Peter.


"Dasar bocah gak ada akhlak kalian semuanya ini."ucap Agung kesal dan ngegas.


"Papa ngambek iya,iya sudah papa tidur saja sana."kata Mona.


"Gak mau jika gak ada mama disamping papa."jawab Agung dengan wajahnya yang mesum.


"Sudah tua mesumnya bukan main."sindir Mona membuat 4 pria dewasa itu kompak tertawa.


"Lah mereka berdua malah tertidur disini astaga."kata Renata saat melihat 2 keponakannya tertidur pas bermain.


Renata, Rafael dan Regina sedang bermain masak-masakan diruang bermain.


"Heh dimana adek."tanya Agung baru menyadari Renata gak ada disini.


"Main masak-masakan."jawab Jonathan santai.


"Kenapa kamu tidak main sama adekmu."tanya Agung membuat Jonathan malas.


"Malas Pa,itu mainan anak perempuan kali."kata Jonathan kesal dan ngegas.


"Iya anak kamu dengan Maya juga perempuan."ucap Ezra menyindir Jonathan.


"Iya sih."jawab Jonathan bete.


"Malas gue disini."ucap Jonathan bete dan bergegas pergi kemana lah.


"Jonathan selalu begitu mulu."kata Ezra ceplas-ceplos.


Emang gengsinya doang di hatinya namun dia diam-diam pergi ruang bermain tempat dirinya bermain waktu kecil bersama adeknya.


"Kak Jo."panggil Renata dengan suara pelan.


Jonathan menutup pintunya dengan pelan dan duduk disampingnya Renata.


"Kak Jo."panggil Renata sekali lagi tapi Jonathan tidak menghiraukannya.


Renata mencoba mengambil tangan Jonathan tapi Jonathan langsung menepisnya.


"Kak Jo kenapa marah sama adek."tanya Renata bingung.


Tetap saja Jonathan cuma diam namun dirinya memilih pergi meninggalkan Renata dan 2 bocah di ruang bermain.


Renata bingung kenapa sikapnya Jonathan mendadak dingin.


Keesokan harinya.


Jonathan sudah sembuh dari demamnya dan dia memilih ke kantor di pagi buta tanpa membawa adeknya ke sekolah.


Renata mencoba menyusul Jonathan tapi sayangnya sudah pergi duluan.


"Kak Jo kok sih sama adek."batin Renata sedih.


"Adek kenapa."tanya Mona kepada putrinya.


"Gak papa mama,adek mau berangkat sekolah dulu."ucap Renata seakan dirinya tidak baik-baik saja karena dia tak enak badan.


"Kakakmu sudah pergi duluan,adek."tanya Mona sudah gak melihat batang hidung dari Jonathan.


"Sudah tapi adek bingung kenapa Kak Jo dingin dengan adek,salah adek apa sih."kata Renata sedih.


"Kakakmu tadi malah manja sama Mama."ujar Mona lembut.


"Iya sudah biar Mama saja yang antar adek iya."ucap Mona membuat Renata lebih baik daripada yang tadi tapi dirinya tetap sedih karena sang kakak mengabaikan dirinya.


Agung sudah berangkat ke bandara dari jam 19.00 dengan jet pribadi miliknya, sebelumnya Renata ingin ikut antar ke bandara tapi Agung melarangnya karena besok Renata harus sekolah.


"Semoga rasa curiga ku benar."batin Agung.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hai aku kembali.

__ADS_1


Maaf aku baru update karena aku gak enak badan.


Kenapa iya Jonathan cuek banget sama adeknya sendiri.


__ADS_2