
Renata masih melamunkan Chandra di kolam berenang,dia bagaimana bisa dia tahu kantor ayahnya.
"Aku tak mau kamu datang disaat aku belum bisa menyembuhkan rasa sakit di hatiku"batin Renata.
Di luar hujan tapi Renata tak peduli yang dia inginkan adalah menghilangkan rasa marahnya kepada Chandra.
Jonathan kalang kabut saat mencari adeknya yang hilang, sudah semua sudut di rumah kakeknya
"Adek"panggil Jonathan sambil berteriak keras.
"Kemana sih itu anak"batin Jonathan.
Renata masih di tepi kolam berenang sambil hujan-hujanan dan menangis.
Ezra dan Peter agak risih dengan teriaknya dari Jonathan dan langsung bertanya.
"Teriak-teriak gak jelas,apa sih yang kamu cari"tanya Ezra kepada Jonathan.
"Kak Ezra dan Peter, lihat adek gak"tanya Jonathan serius.
"Gak lihat"jawab Ezra dan Peter.
Malas meladeni Ezra dan Peter lebih baik dia memutuskan untuk ke kamarnya saja sambil menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda.
Jun menatap bintang bintang di jendela meskipun ini hujan deras diluar sana, pikirannya langsung kemana sejak dia melihat ada Renata dan mantan kakak kelasnya dulu.
"Apa hubungan mereka berdua yang sebenarnya"batin Jun.
Hujan sudah berhenti di jam 23.00 malam tapi Renata masih disitu dan tidak ada niat mau bangkit dari duduknya.
Kenapa kehidupan nya seperti di sinetron-sinetron yang dibintangi oleh Ibunya,apa mungkin kehidupan keluarga juga seperti sinetron juga.
Di kamar Jonathan diam-diam menatap fotonya Maya sambil merangkul bahunya.
Gadis ceria dan centil ini sukses membuatnya dia jatuh hati tapi sayangnya kisah cintanya berakhir karena Maya pergi meninggalkan nya untuk selama-lamanya.
"I Miss you,Maya"batin Jonathan.
Tanpa sadar air mata sudah jatuh dipipinya karena dia belum bisa melupakan sosok Maya, meskipun ada duplikat nya yaitu Leticia.
Paginya Sean iseng-iseng berjalan ke kolam berenang dan melihat Renata pingsan di dekat kolam berenang.
Sean berteriak dengan heboh sampai semua penghuni pada kaget.
"Ada apa sih kok pagi-pagi kamu berteriak-teriak gak jelas"tegur Argi kesal.
"Iya nih anakmu itu pagi-pagi sudah bikin heboh saja"timpal Agung.
"Ada apa nih"tanya Alan kepada saudaranya dan Sean.
__ADS_1
Sean lalu berlari ke arah Renata yang lagi pingsan atau tidur sih.
"Om Agung,anakmu lagi pingsan"teriak Sean ngegas dan gak ada akhlaknya sama orang tua.
Agung juga berlari ke kolam berenang dan melihat putri kecilnya yang lagi pingsan.
"Awas,biar Om saja yang bawa adek"ucap Agung sambil memegang dahi putrinya.
Renata juga demam karena tadi malam dia sengaja menyiramkan tubuhnya dengan air hujan.
Kalang kabut Agung menggendong putrinya ke dalam kamarnya. Mona dan Laura sedang masak untuk sarapan pagi sedangkan Sabrina sudah siap-siap ke rumah sakit karena dia adalah seorang dokter spesialis bedah.
"Mas ada apa ini"tanya Mona kepada Agung.
"Ini loh anakmu pingsan di dekat kolam berenang"ujar Agung gemetar badannya.
"Apa,iya sudah aku buatkan dulu bubur buat adek"kata Mona kalang kabut dianya.
Semuanya pada kalang kabut karena pingsannya dari Renata.
Jonathan sudah siap-siap mau berangkat kerja tapi di lantai bawah ada kehebohan.
"Kenapa adek bisa pingsan, Gung"tanya Scott kepada Agung.
"Aku tak tahu Pa, tiba-tiba Sean teriak gak jelas di kolam berenang,aku pikir ada apa ternyata si adek yang pingsan"jelas Agung panjang lebar.
Jonathan turun dari tangga lantai 2 dan bertanya sesuatu.
"Adekmu itu loh pingsan di dekat kolam berenang"ucap Sean kepada Jonathan.
"What,pantas aku cari adek kok gak ada tadi malam rupanya di kolam berenang pas hujan deras"marah Jonathan kepada Renata tapi sayangnya Renata belum bangun dari pingsannya atau tidurnya.
Dengar suara keributan di ruang keluarga, matanya Renata terbuka dan bangun sari tidurnya. Sebenarnya Renata tidak pingsan melainkan ketiduran pas hujan sudah reda tadi malam.
"Apa ini ribut-ribut disini"tanya Renata polos.
"Adek ini pingsan tahu dekat kolam berenang"marah Jonathan kepada adeknya.
"Adek gak pingsan tapi ketiduran disitu tadi malam"jawab Renata santai dan polos.
"Bisa-bisanya adek tertidur disitu,adek tahu aku tadi malam cari adek seluruh sudut rumah,"marah Jonathan kepada adeknya.
"Jo,sudah pang jangan marahi adekmu,biar papa saja yang marahi adek dan kamu lebih baik kamu sarapan saja sana"ucap Agung kepada Jonathan.
"Baik Pa"jawab Jonathan mengalah kepada Agung.
Jonathan memilih sarapan pagi bersama anggota keluarganya sedangkan Agung sibuk marahi putri bungsunya.
Skip karena adegan marahnya Agung saya potong hehehe.
__ADS_1
Karena hari ini Mona ada jadwal syuting untuk film bergenre drama jadi dia tak bisa menemani putrinya yang sakit tapi untungnya ada Laura yang menemaninya.
Agung iya dia di kantor bersama anaknya sedangkan Argi di kantor nya,Aldo dia ada jadwal operasi di rumah sakit. Iya Aldo profesi sebagai dokter bersama istrinya dan Alan lagi di kantor yang bercabang di Jakarta.
Scott lagi bersama Peter di kantor jadi tinggal Laura dan Renata saja di rumah sedangkan Ezra lagi mengawasi di cafenya.
"Nak kenapa kamu bisa tertidur disitu"tanya Laura kepada keponakannya.
"Adek bosan di kamar jadi maunya di kolam berenang saja eh malah ketiduran disitu"jawab Renata santai.
"Tapikan tadi malam hujan deras nak"balas Laura lembut.
"Adek sudah lama tidak mandi hujan-hujanan Tante"ujar Renata santai dan polos.
Laura hanya geleng-geleng kepala saat mendengar ujaran dari Renata yang santai dan polos.
2 hari kemudian Renata sudah sembuh dari demamnya dan sekarang dia di tepi danau bersama Juan.
Juan mengajaknya ke tepi danau yang sepi karena sudah lama dia tak berkomunikasi dengan muridnya.
"Gimana kabarmu Reren"tanya Juan basa basi.
"Aku baik-baik saja kok Kak,aku habis sembuh dari demam"jawab Renata dingin.
"Iya"balas Juan singkat.
Hanya suasana dingin dan canggung yang mereka berdua rasakan mungkin keduanya sama-sama malu atau gugup gitu karena sudah lama mereka berdua gak saling sapa.
"Kak saya mau pulang jika tidak ada yang mau dibicarakan"ucap Renata dingin.
"Reren tunggu"ujar Juan namun sayangnya Renata memilih pergi meninggalkan Juan sendirian di tepi danau.
Juan mengejar Renata agak jauh di tepi danau dan menyentuh jari lentik milik Renata.
"Reren,aku mau bertanya apa dulu kamu pernah di sakiti oleh seseorang"tanya Juan serius dan menatap wajah Renata yang dingin.
"Itu bukan urusan Kakak dan Kakak lebih baik urus diri sendiri sendiri"marah Renata.
"Chandra Pramono itu mantan kamu kan dan itu juga mantan murid aku"ucap Juan.
"Aku tahu Chandra itu masih labil makanya dia mudah di pengaruhi oleh seorang gadis,aku juga tahu jika kamu pernah di bully seluruh murid di sekolah cuma masalah sepele doang"jelas Juan tahu tentang gadis dihadapannya.
Renata hanya diam karena tak mau bahas tentang dirinya dan Chandra dimasa lalu.
Juan memegang tengkuknya Renata dan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis dingin itu.
Renata langsung buang mukanya kesamping karena dia tahu jika Juan mau mencium bibirnya.
"Maaf aku tidak bisa dan aku harus pulang ke rumah"ucap Renata dingin.
__ADS_1
Juan tak membalas ucapan dari gadis dingin itu dan membiarkan dia pulang sendiri.