Ada Apa

Ada Apa
57


__ADS_3

Father and Son ini lagi asyik bersepeda dengan temani oleh Otte dan Lily,siapa lagi kalo bukan Agung dan Jonathan.


"Sudah lama papa tidak bersepeda dengan mu son."kata Agung dengan menampilkan wajah maskulin dan tampan meskipun usia nya hampir 52 tahun.


"Papa jika berkeringat maka papa terlihat seksi."puji Jonathan membuat Agung malu.


"Papa ada keinginan untuk menghabiskan waktu dengan adek gak."tanya Jonathan santai.


"Papa ingin sekali menghabiskan waktuku dengan adek mu tapi belum ada waktu untuk itu,sudah lama papa tidak mengajak adek ke tempat yang dia mau."kata Agung sedikit sedih.


"Minggu ini ada festival makanan,adek pingin sekali ke sana,aku juga mau ikut ah."ucap Jonathan santai.


"Papa akan ajak kalian berdua nanti."jawab Agung lembut.


"Ayo kita pulang my son, kasihan mamamu sendirian dirumah."kata Agung lembut.


Di sekolah hari-hari hidup Renata biasa saja malahan dia curiga dengan perubahan sikap dari Jun.


Setiap berpapasan dengan Jun,Jun bersikap dingin dan cuek dengan dirinya bahkan dirinya tadi iseng-iseng menyapa Jun malah di balas dengan cueknya dari Jun.


"Apa yang sedang terjadi dengan dia."batin Renata.


Matanya bengkak karena habis menangis.


Renata menghampiri David namun dirinya di hadang oleh Jun.


"Mau apa kamu gadis dingin dan tak perasaan."tanya Jun dingin dan membuat hati Renata sakit dan air mata jatuh ke pipinya.


Renata memilih keluar dari kelas sambil menangis.


David tahu jika Renata sedang menangis namun dirinya memilih cuek karena dia gak mau ketahuan jika dia menyusul Renata keluar dari kelas.


Renata pergi ke lapangan basket hanya untuk meluapkan rasa sakit di hatinya,air mata selalu jatuh di pipinya.


"Apa ini adalah karma buatku kah,Tuhan."batin Renata saat dirinya masih menangis.


"Jika iya,ampuni dosa aku iya Tuhan."batin Renata.


Kehidupan remaja Renata tak seperti kakaknya di sekolah, meskipun dirinya banyak cowok cowok yang menyukainya tetapi dirinya bukan primadona di sekolah melainkan dirinya hanya murid biasa bahkan namanya tidak terkenal di sekolah meskipun dirinya adalah Keluarga Hadikusuma.


Renata tak peduli dirinya terkenal atau tidak yang penting dia ingin menjadi manusia biasa.


Tetapi dirinya mulai terkenal gara-gara kasus batalnya pertunangan Peter dan Ara otomatis dirinya yang jadi sasaran empuk dari semua murid.


Pulang sekolah Renata sudah melihat ada mobil milik kakaknya tetapi dirinya belum mau pulang ke rumahnya.


Takut dirinya ketahuan habis menangis,Renata bergegas ke toilet wanita di sekolah.

__ADS_1


Renata mencuci mukanya di wastafel selesai mencuci muka saatnya dirinya keluar dari toilet wanita.


Melihat sikap dari Jun tadi di kelas membuat Renata kembali menangis.


"Kenapa hidupku sangat berat sekali."batin Renata.


"Renata."panggil David dan Renata menoleh ke arah David.


"David."ucap Renata kaget dan menghapus air matanya.


"Pulang sama-sama yuk."tawar David berharap Renata mau menerima tawaran dari dirinya.


"Vid, kakakku sudah jemput aku,aku minta maaf iya."maaf Renata membuat David sedih lagi.


"Baiklah hati-hati dijalan Ren."kata David lembut.


"Iya kamu hati-hati dijalan David."balas Renata lembut.


"Gagal lagi setan."batin David hanya mengumpat dirinya sendiri.


"Lama banget nih bocah."batin Jonathan bosan menunggu adeknya pulang sekolah.


"Kak Jo."kata Renata saat dirinya memegang pundak kakaknya.


Tanpa menjawab perkataan dari Renata, Jonathan langsung masuk kedalam mobilnya.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Adek kau habis menangis kah."tanya Mona membuat Renata terkejut.


"Iya Ma."jawab Renata pelan sekali suaranya.


"Apa yang adek tangisi."tanya Mona lembut sambil mengusap rambut hitam dan panjang milik Renata.


"Tidak apa-apa Ma, adek hanya sedih pas baca novel yang bertema sedih."bohong Renata dan Mona sangat lega karena Renata mau menjawab padahal bukan novel membuat Renata menangis.


"Nak,temani mama ke arisan iya, mau tidak my daughter."ajak Mona lembut.


"Ma,adek capek dan mau istirahat,adek minta maaf iya."maaf Renata lembut dan menolak dengan halus.


"Tidur iya my beautiful daughter,jangan lupa belajar iya buat ujian nanti."kata Mona tidak memaksa Renata untuk ikut ke arisan ibu-ibu.


Mona keluar dari kamar putrinya dan Renata cuma diam terkaku di depan pintu kamarnya.


"Apa lagi yang harus aku dihadapi."batin Renata.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Keesokan harinya Renata siap-siap ke sekolah tetapi dirinya terkejut melihat ada Kakeknya ke sini,tumben saja iya.


"Heh cucuku yang cantik,mau ke sekolah kah."tanya Scott di ruang makan.


"Kakek tumben kesini."tanya Renata bingung.


"Tadi malam kakek nginap di rumah orang tua mu tapi pas kakek kesini adek sudah tidur di jam 8 malam."jawab Scott santai.


Jujur Renata tadi malam sangat kelelahan dan tidur lebih awal bahkan dia tak tahu jika Kakeknya datang kesini.


"Adek sebentar lagi mau ujian,ada rencana apa nanti pas adek lulus SMA."tanya Scott kepada cucu perempuannya.


"Adek tak tahu dan adek gak mau kuliah."jawab Renata malas.


"Mau menikah kah,adek.jika adek mau menikah maka kakek akan mencari calon suami buat adek,"kata Scott membuat Renata lebih kecewa.


"Kakek,adek gak mau dijodohkan dengan siapapun,hanya saja belum ada yang tepat buat adek, adek mau masih sendiri kek,jangan libatkan adek dengan siapapun."ucap Renata kecewa dan sakit hati.


Agung dari tadi cuma diam saja dan mendengarkan percakapan kakek dan cucu perempuan itu.


"Kenapa adek gak mau jika kakek cari pasangan buat adek,adek persis sekali dengan kakakmu itu si Jonathan."kata Scott serius.


Jonathan datang dari lantai 2 dan mendengarkan percakapan kakek dan adeknya.


"Adek gak mau,Kek?adek bukan anak kecil, maaf adek membuat kakek sakit hati tapi adek juga sakit hati dengan kata-kata itu."kata Renata menolak dan meminta maaf kepada kakeknya.


Dengar dijodohkan dengan siapapun, membuat Jonathan kesal karena dirinya dulu pernah di jodohkan oleh cucu dari teman kakeknya.


Kakeknya juga memaksa Jonathan untuk menikah lagi padahal hatinya masih berduka atas meninggalnya Maya dan putrinya.


"Kakek terlalu berlebihan,bahkan papa dan mama mana pernah menjodohkan anaknya ke orang lain."sindir Jonathan yang kurang ajar sama kakeknya.


"Jonathan Hadikusuma, tutup mulutmu."tegur Agung marah karena putranya berani kurang ajar ke kakeknya sendiri.


"Adek mau berangkat sekolah,adek pamit dulu."pamit Renata tanpa sarapan pagi dulu.


"Adek sarapan dulu sekarang."marah Agung.


"Adek telat ke sekolah."kata Renata dingin dan pergi ke sekolah.


Mona, Scott dan Jonathan terdiam saat Renata pergi ke sekolah tanpa sarapan dulu, kebiasaan gadis ayu ini selalu melewatkan sarapan pagi nya.


Renata pergi ke sekolah bareng Marian. Marian membawa motor dan Renata naik motor milik Marian.


"Ayo kita berangkat sekarang."kata Renata pas dirinya pasang helm di kepalanya.


"Iya Miss Hadikusuma."jawab Marian pas menyalakan mesin motor milik nya.

__ADS_1


Kedua gadis itu pergi ke sekolah.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍂🍂🍂🍂🍂🍂


__ADS_2