
Renata pergi sebentar ke suatu tempat karena tadi malam dia gak dapat ijin dari kedua orangtuanya namun pas keluar dari kamarnya kepala Renata mendadak sakit sekali.
"Aduh sakit kepala ku eh."batin Renata.
Namun Renata gak mau bermalas-malasan dan memilih berangkat kerja.
🍁🍁🍁
Istirahat ini Renata menjenguk Odelia dirumahnya karena sakit.
Odelia menyuruh Renata jangan memberi tahu kepada Ezra dan orangtuanya karena dia gak mau merepotkan mereka bertiga.
"Masih sakit kah,kalo masih sakit aku bawakan kamu ke rumah sakit."tanya Renata serius.
Odelia tak menjawab, matanya mulai kabur dan pingsan,Renata dan Kanaya langsung panik dan membawanya Odelia ke rumah sakit tapi bukan rumah sakit tempat kerja om dan Tante nya demi privasinya Odelia.
Kanaya menangis di pelukannya Renata karena Odelia sampai sekarang belum sadarkan diri.
Ini
"Kak Renata bagaimana kakakku mati."kata Kanaya sedih dan masih menangis.
"Jangan berbicara seperti itu, banyakin berdoa nak."jawab Renata tak suka.
"Nanti kalo kakak nyusul ayah dan ibu bagaimana Kak Renata."balas Kanaya membuat Renata lebih bingung lagi dengan balasan dari gadis ini.
"Sudah kukatakan padamu,kakakmu itu gadis kuat dan kamu harus banyak berdoa supaya kakak bisa sembuh."bentak Renata emosi dan Kanaya langsung melepaskan pelukannya karena takut dengan Renata.
Kanaya langsung menjauhi Renata dan berdoa kepada Tuhan agar kakaknya selamat.
Renata langsung merenungkan kesalahannya dan menangis karena dirinya sendiri.
🍁🍁🍁🍁
"Adek."teriak Mona pas datang ke kantor suaminya.
"Pa,mana adek pa."tanya Mona panik.
"Jalan ma."jawab Agung polos.
"Tapi ini sudah 1 jam lebih loh pa,adek jalan kemana sih pa."kata Mona marah karena suaminya cuek banget.
"Biarkan saja adek pergi dulu tadi malam kan dia mau jalan tapi kita gak ijinkan adek pergi ma... papa yang menyuruhnya untuk pergi agar otaknya tenang,."jelas Agung santai lalu berjalan ke istrinya.
"Ada anaknya."ucap Jonathan pas melihat papanya mau cium mamanya.
"Kamu kan sudah gede my son dan kamu sering toh gituan sama Maya di masa lalu."jawab Agung santai tapi dadanya di cubit oleh istrinya.
"Dasar mesum iya kamu,anakmu emang sudah gede tapi lihat dulu keadaan nya."tegur Mona dan Agung takut dengan istrinya.
"Suami-suami takut istri."batin Jonathan ejek papanya tapi dalam hatinya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Lanjutkan yang tadi.
"Sebenarnya kakakmu sakit apa,Naya."tanya Renata memecahkan kecanggungan mereka berdua.
"Aku gak tahu kak tapi kakak sakitnya parah banget."jawab Kanaya masih takut melihat wajah dari Renata.
"Aku minta maaf karena membentakmu tadi."ucap Renata secara tulus.
"Gak papa Kak."jawab Kanaya juga tulus.
Ada seorang dokter keluar dari IGD dan memberi tahu kepada Renata dan Kanaya.
"Keluarga pasien ada disini."tanya dokter itu yang bernama Wendy.
"Saya Dokter."jawab Kanaya sudah was-was dengan penyakit dari kakaknya.
"Jadi pasien penderita demam berdarah,."balas Wendy karena berat memberi tahu kepada Kanaya.
Kanaya langsung menangis dan memeluk Renata dengan erat.
"Tapi dok dia gak ada gejala sama sekali."tanya Renata serius.
"Pasien ada gejalanya tapi dia sembunyikan dari kalian semuanya."jelas Wendy juga serius.
Danny dan Jun tak sengaja melihat Renata sedang memeluk Kanaya yang sedang menangis dan menghampiri Renata.
"Renata Hadikusuma,kamu ngapain disini."tanya Danny bingung.
"Itu si Odelia lagi sakit."jawab Renata saat berusaha untuk santai di wajahnya namun dalam hatinya dia sedang sedih.
"Iya kah Ren."kata Jun serius dan Renata cuma mengangguk saja.
"Orang lagi sakit malah berkata seperti itu sih."ucap Danny gemes dengan mulut julid dari sahabatnya.
"Jangan berdebat disini woy."kata Renata karena kesal dengan 2 laki-laki alay nan tampan ini.
"Baiklah kami tidak berdebat kok."jawab Jun santai.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁
Renata balik lagi ke kantor lalu mengambil sesuatu yang ketinggalan yaitu ponsel dan salep alerginya.
"Adek darimana."tanya Mona membuat Renata kaget dengan kehadiran dari ibunya.
"Dari rumah teman."jawab Renata dingin dan bergegas mengambil ponsel dan salepnya.
"Kok lama banget dek,gak seperti biasanya sudah lebih 4 jam loh dek."kata Mona curiga.
Biasanya Renata hanya pergi ke rumah temannya cuma 1,5 jam paling sebentar dan 2 jam itu paling lama.
"Maaf adek tadi ketiduran di rumah teman."bohong Renata karena dia malas berbicara dengan Mona.
"Oh iya Adek semingguan ini adek nginap dirumah teman iya,ijin atau gak ijin harus terima titik gak pakai koma."kata Renata dingin dan bergegas ke rumahnya karena mau mengambil barangnya lah.
Agung daritadi cuma dengar saja tapi akhirnya dia buka suaranya.
"Tumben banget adek mau nginep dirumah teman adek."ucap Agung curiga dengan putrinya.
"Gak papa adek lagi suntuk."jawab Renata dingin.
"Kalo ada apa-apa cepat kasih tau ke papa iya dek."pesan Agung ke putrinya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Danny dan Jun menjaga Odelia yang sedang di rawat di rumah sakit sedangkan Kanaya lagi tertidur pulas di sofa.
"Lama banget sih Miss Hadikusuma ini."keluh Danny bosan.
"Sabar lah dulu."kata Jun juga bosan menunggu Renata.
Renata datang dengan penampilan yang biasa saja tapi tetap cantik kan.
"Heh berapa lama kamu mandinya."tanya Danny kesal.
"Aku mandinya cuma 25 menit iya...."jawab Renata santai lalu memberikan camilan buat Danny,Jun dan Kanaya.
"Terimakasih Renata Hadikusuma."jawab Danny dan Jun sedangkan Kanaya lagi tertidur pulas.
"Sama-sama."jawab Renata dengan tulus.
2 jam kemudian Danny dan Jun harus balik ke rumahnya dan pamit ke Kanaya dan Renata sedangkan Odelia belum sadarkan diri.
"Ren,gue pamit dulu iya."pamit Jun.
"Iya hati-hati dijalan."jawab Renata.
Kedua laki-laki itu sudah pergi sedangkan Renata masih bingung nih.
"Kenapa kamu tak memberi tahu ke Kak Ezra saja."tanya Renata serius.
"Aku gak mau Kak Ezra merepotkan kami berdua, orangtuanya Kak Ezra sangat baik sama kami tapi kami bingung mau balas apa buat keluarga Kak Ezra."jelas Kanaya dengan wajahnya lesu.
"Baiklah aku mengerti apa yang kamu jelaskan."jawab Renata pusing.
Sampai sekarang kepala Renata masih sakit sekali.
🍁🍁🍁🍁
Ezra menelpon Odelia atau Kanaya namun sayangnya tidak dijawabnya.
"Kenapa kamu."tanya Jonathan serius.
"Lia dan adeknya gak angkat telpon gue, perasaan gue jadi gak enak loh."jawab Ezra khawatir.
"Coba kamu telpon Renata,dia pasti tahu dimana gadis itu."saran Peter dan Ezra langsung menelpon Renata.
Akhirnya Renata mengangkat telpon darinya.
"Halo Ren,kamu dimana."tanya Ezra serius namun Renata tak langsung membuka suaranya di seberang sana.
10 menit sudah Renata tidak membuka suaranya dan Ezra marah.
"Renata Hadikusuma,kamu dimana sekarang."tanya Ezra marah.
"Adek di rumah teman smpku dulu."jawab Renata bohong padahal dia lagi dirumah sakit.
"Oh gitu kenapa lama sekali buka suaramu."kata Ezra marah.
"Oh adek minum dulu karena haus lalu oles salep alergi adek."jawab Renata dengan simpel.
"Kamu tahu dimana Lia sekarang."tanya Ezra serius.
"Mana adek tahu,coba telpon saja sana sendiri ke orang nya."jawab Renata dengan ketus dan memutuskan sepihak telepon nya.
Ezra kesal dengan jawaban dari Renata,pasti dia ada sembunyikan sesuatu.
"Gue curiga dengan jawaban dari Renata."batin Ezra.
"Jo,tadi adekmu ada ke kantor kah sama kamu."tanya Ezra serius dan Jonathan langsung menatap wajah dari Ezra dengan bingung.
__ADS_1
"Tadi ada tapi pas jam istirahat,adek disuruh jalan-jalan lah sebagai gantinya tadi malam adek gak di ijinkan jalan-jalan tapi sekarang gak aku gak tahu adek dimana."jawab Jonathan dingin.
"Kamu gak curiga kah sama Renata,Jo."tanya Ezra gak puas dengan jawaban dari Jonathan.
"Curiga apa,."tanya Jonathan dengan tatapan aneh dan tidak menjawab pertanyaan dari Ezra malah balik bertanya.
"Curiga ada yang aneh dengan Renata Hadikusuma.... Jonathan Hadikusuma."kata Ezra mulai kesal.
"Tanya sendiri sana sama adek,capek gue disini mending gue pergi saja."ucap Jonathan marah kayak emak-emak di kompleks perumahan sebelah.
🍁🍁🍁🍁
Renata sedang jaga Odelia di ruang rawat inap sedangkan Kanaya disuruh pulang karena dia harus persiapkan ujian kenaikan kelas nanti di hari Senin.
Kepalanya masih sakit seperti tadi pagi namun dirinya gak mau orang lain melihatnya seperti orang yang lagi sakit.
"Cepat sembuh iya biar bisa julid lagi."kata Renata melihat kondisi dari Odelia yang masih berbaring lemah di ranjang pasien.
Renata keluar sebentar hanya untuk mencari udara segar. .
Ketika dia di luar rumah sakit langkah kakinya berhenti tepat didepan club malam yang mewah dekat rumah sakit itu.
Betapa terkejutnya Renata melihat Salsa berciuman dengan mesra dengan Alan.
"Brengsek."teriak Renata emosi dan marah.
Salsa dan Alan terkejut mendengar teriakan dari Renata.
Tak hanya Salsa dan Alan,banyak orang juga terkejut dengar teriakan dari Renata.
Mata Renata langsung merah karena emosi dan menarik rambut wanita itu dengan kuat sehingga Salsa kesakitan karena Renata lah.
"Brengsek kamu iya."kata Renata marah dan masih menjambak rambutnya Salsa.
Bahkan Renata juga menampar wajah Salsa dan memukul perut wanita dengan kuat. Sungguh brutal sekali Renata Hadikusuma.
"Brengsek kamu gak tahu diri banget jadi orang."teriak Renata marah.
Alan langsung bergegas ke arah Renata dan menampar wajah Renata.
"Dia lebih tua daripada kamu."marah Alan ke Renata.
Jonathan tak sengaja melihat ada yang rame di luar sana dan turun dari mobilnya, betapa terkejutnya dia melihat adeknya di tampar oleh Om nya sendiri.
"Om kenapa tampar wajah adek saya om."tanya Jonathan dingin dan menarik tubuh adek ke dalam pelukannya.
Jonathan memeluk adeknya dengan tenang. Jonathan juga melihat Salsa kesakitan akibat perbuatan dari Renata.
"Oh jadi ini perempuan gila yang om membelanya lalu berani menampar wajah dari keponakan sendiri yang notabenenya emang keluarga kandungnya sendiri."marah Jonathan kepada Alan dan Salsa.
Salsa menjadi takut melihat wajah dari dingin, menyeramkan dan tampan milik Jonathan.
Sungguh wajah kakak beradik ini berbahan dasar dari wajah dingin dari Agung sendiri.
"Kenapa om membelanya,apa karena wanita ini iya kan sampai tega menampar wajah adekku."marah Jonathan kepada Alan.
"Dan kamu gak usah ikut campur dalam urusan keluarga gue,pergi dari sini dan gue bakal bikin hidup loe menderita."bentak Jonathan marah dan Salsa langsung pergi meninggalkan Renata, Jonathan dan Alan dengan badannya yang sakit di akibatkan oleh Renata.
Tak lama mata Renata mulai kabur dan jatuh pingsan karena dirinya gak makan seharian,gak ada selera makan hari ini.
Alan dan Jonathan panik melihat Renata pingsan dan untungnya ada rumah sakit dekat disitu.
Sampai IGD Renata langsung ditangani oleh tenaga medis dan tak lama kemudian Agung dan Mona datang.
"Gimana dengan keadaan adekmu."tanya Mona sangat khawatir dengan putrinya.
"Masih didalam Ma."jawab Jonathan lesu.
Agung menatap tajam ke Alan dan bertanya sesuatu ke adeknya.
"Kita bicara di luar saja,Alan Hadikusuma."ucap Agung serius.
Agung dan Alan pergi ke taman rumah sakit dan langsung menanyakan yang hal serius.
"Kamu kenapa tampar wajah putriku."tanya Agung tak terima jika putri bungsunya di tampar.
Deg di hati Alan.
Alan bingung bagaimana caranya dia menjawab pertanyaan dari Agung.
"Meskipun putraku tak kasih tahu kejadian yang sebenarnya tetapi naluri seorang ayah tak pernah lepas dari pikiran ku,aku gak pernah menampar wajah kedua anakku walaupun mereka berdua lebih bandel daripada putramu,Sean dan Ezra,aku gak terima jika putri ku di tampar begitu saja karena wanita itu kan."bentak Agung marah.
"Aku bisa membunuhmu loh."ancam Agung dengan serius.
Alan menyesali perbuatannya karena sudah menampar wajah keponakan perempuannya.
"Sudah lah aku gak mau lagi berurusan dengan mu lagi,urus dirimu sendiri sana."ucap Agung kecewa.
Agung pergi meninggalkan Alan sendiri di taman rumah sakit dengan rasa penyesalan.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1