Ada Apa

Ada Apa
55


__ADS_3

Renata melihat isi dokumen yang diperlukan oleh kakaknya sumpah Renata gak paham dengan isi dokumen tersebut.


"Ini dokumennya."ucap Renata menaruhkan dokumen di atas meja.


Jonathan mengambil dokumen tanpa menjawab ucapan dari Renata dan fokus dengan pekerjaan.


Sudah jam 1 siang akhirnya pekerjaan sudah selesai waktunya mau pulang ke rumah.


"Kita pulang sekarang."kata Jonathan sambil kunci mobil dan ponselnya.


"Iya."jawab Renata singkat.


Di pagi hari jam 05.40 Renata sudah di ruang makan sambil menunggu papa dan kakaknya.


Hari ini Renata kembali ke sekolah seperti biasa tapi di luar sana hujan deras.


"Selamat pagi sayangku dan princess nya Papa."sapa Agung ceria dan duduk di kursi makan.


"Pagi juga suamiku,mau berangkat kerja nih."sapa Mona lembut.


"Pagi juga papaku."sapa Renata biasa saja ekspresinya.


Tak lama Jonathan juga hadir dan duduk disamping mamanya.


"Heh ada anak papa yang tampan ini,kok pakai baju santai sih."tanya Agung bingung melihat cara berpakaian dari Jonathan yang santai.


"Hari ini aku cuti 2 hari."jawab Jonathan santai.


"Oh gitu."balas Agung juga santai.


"Hari ini biar papa saja yang antar adek ke sekolah."ucap Agung tapi Renata malas banget kalo papanya yang antar.


"Kenapa sih papa yang antar adek ke sekolah."protes Renata marah.


"Sudah jangan banyak bacot jadi bocah,mau nih papa suruh otte dan Lily ganggui adek."ancam Agung tegas dan gak main-main.


"Soalnya papa itu pernah bikin adek telat ke sekolah."ujar Renata kesal.


"Itu kan dulu karena papa juga kelamaan ngomong sama teman papa di kedai kopi langganan papa dulu jaman kalian berdua belum lahir, keasyikan ngobrol tak sadar papa lupa kalo adek telat ke sekolah."kata Agung santai.


"Kalo ke kedai kopi kira-kira dong melihat waktunya, kebanyakan gosip jadi bapak-bapak gak sadar anaknya telat ke sekolah,iya mama tahu papa paling suka ke situ sama Aldo dan Argi,dulu jaman pacaran papa juga selalu ajak mama kesitu setiap pagi."cerita Mona di masa pacaran dengan Agung.


Kedua anak ini cuma dengar percakapan kedua orangtuanya di ruang makan.


Hujan sampai sekarang belum berhenti Renata kepingin ke kantin secara diam-diam.


"Kenapa sih kok gurunya malah masuk sih,coba ada jam kosong sudah aku pergi ke sepuasnya hehehe."batin Renata bete.


Guru masih menjelaskan materi dikelas 1 bulan lagi murid kelas 12 akan menghadapi tryout , ujian dan teman-temannya.


Jonathan sedang berbicara dengan Manuel di restoran.


"Ayah."sapa Jonathan dengan canggung.


"Kok kamu malah canggung sama ayah sih,anggap saja aku ayahmu sendiri nak."ucap Manuel lembut.


"Gimana dengan keadaan om mu."tanya Manuel ingin tahu.


"Masih koma ayah."jawab Jonathan dingin.


"Sepertinya kamu masih betah sendiri sejak putriku meninggal dunia."ucap Manuel membuat Jonathan muak tapi dalam hatinya.

__ADS_1


Sejujurnya Jonathan belum mau cari penggantinya Maya,entah hatinya hanya untuk Maya saja.


"Lalu bagaimana dengan adekmu sekarang,saya sudah lama tak bertemu dengan adek mu apalagi dia sekarang sudah kelas 12 SMA iya."tanya Manuel kepo.


"Adekku baik² saja ayah dan sekarang adekku sudah kelas 12 SMA."jawab Jonathan santai.


"Wow sudah besar iya adekmu, pasti sekarang dia menjadi seorang gadis yang cantik dan jelita sudah jelas dia banyak cowok-cowok yang suka dengan nya."balas Manuel santai.


"Ayah ada yang ingin saya tanyakan tentang masa lalu ayah dengan papaku dan Om ku."ucap Jonathan mulai serius.


"Oh jadi kamu penasaran dengan masa lalu itu, sebenarnya saya tak setuju kamu dan Maya berpacaran dengan Maya meninggal dunia karena saya masih sakit hati dengan Alan Hadikusuma tetapi saya baru tahu jika kamu bukan anaknya Alan melainkan anaknya Agung,saya kasihan dengan Agung dia selalu menjadi korban keimbasan dari adeknya sendiri,adekku si Tissa meninggal dunia karena bunuh diri gara-gara si om mu itu Alan,adekku satu lagi di culik orang dan kabarnya dia sudah meninggal dunia."cerita Manuel sedih.


Jonathan memilih pulang ke rumah karena dirinya lagi sakit hati gara-gara fakta itu.


Di perjalanan Jonathan fokus menyetir tetapi dirinya sedang menangis.


"Ren,kamu ada kamus bahasa Mandarin kah."tanya David ke Renata.


"Kan hari ini gak ada pelajaran bahasa Mandarin,besok baru pelajaran nya."ucap Renata sibuk dengan buku-buku di tangannya.


"Oh iya aku lupa hehehehe."jawab David cengengesan.


Dari kejauhan Rayson melihat adegan Renata dan David di depan.


"Sialan David sekarang mau dekati si cantikku."batin Rayson kesal.


"Ok deh terimakasih Ren."ucap David dengan tulus.


Renata tidak melanjutkan tugasnya melainkan ke kantin bareng Marian.


"Jun,kamu lihat David gak sih,kemana tuh bocah."tanya Danny kesal.


"Mana gue tahu dia dimana."jawab Jun acuh dan cuek.


David dan Kevin duduk berhadapan dengan Jun dan Danny di kantin.


"Tumben lama sekali."tanya Jun dingin.


"Aku tadi mau pinjam kamus bahasa Mandarin ke Renata tapi besok pelajaran nya."jawab David santai tapi Jun malah biasa saja dan bodoh amat.


"Kok kamu sekarang jadi bodoh amat sih kalo ada nama Renata disitu."tanya Danny heran dengan Jun.


"Gue gak peduli dengan dia,emang dia siapa mama gue apa."ucap Jun bodoh amat dan cuek pas Renata masuk ke kantin.


"Ngeri iya sekarang kamu nih hehehe."balas Danny cengengesan.


Renata melihat Jun tetapi dirinya bingung kenapa sekarang Jun lebih dingin dari biasanya.


"Ada apa dengan dia dan kenapa dia sekarang lebih dingin dari pada aku."batin Renata merasa janggal dengan Jun.


Jam istirahat sudah habis waktunya para murid kembali ke masing-masing kecuali Renata dan David karena di panggil kepala sekolah.


"Vid,kenapa kita di panggil kepala sekolah."tanya Renata bingung.


"Gak tahu sih Ren soalnya aku juga bingung kenapa aku juga di panggil kepala sekolah."jawab David santai.


Renata dan David sudah sampai di ruangan kepala sekolah dan duduk berhadapan dengan kepala sekolah.


"Renata Hadikusuma dan David Jumantara,saya panggil kalian berdua untuk bantu saya ke yayasan nanti pas pulangan, ok kalian berdua boleh kembali ke kelas."ucap Kepala Sekolah lembut dan mereka berdua kembali lagi ke kelas.


"Vid,nanti aku mau pinjam ponselmu pas pulangan nanti."ucap Renata lembut.

__ADS_1


"Buat apa bukannya kamu punya ponsel."tanya David heran.


"Aku gak pakai ponsel selama ujian soalnya aku mau fokus ujian nanti dan aku mau telpon kakakku takutnya kakakku lama menunggui aku."jawab Renata santai.


"Pulang sama aku saja Ren,nanti aku jelaskan sama kakak dan orangtuamu nanti."balas David tulus.


"Aku gak enak sama kamu walaupun kita sudah 6 tahun 1 sekolah tapi aku gak enak dengan mu."tolak Renata secara halus.


"Gak papa Ren,lagian kakakmu sibuk dengan pekerjaan."ucap David yakin.


"Kakakku lagi of, David."ujar Renata sedikit kesal.


"Gak papa Ren,jangan tolak tawaran dari aku titik gak pakai koma."kata David serius.


Renata mengalah sama David dan melanjutkan langkah kakinya.


"Sejujurnya aku sayang sama kamu Ren, coba kamu tahu isi hati aku."batin David diam-diam tersenyum saat melihat Renata disampingnya.


Ini sudah jam pulang sekolah Jonathan malah bersantai ria di lingkungan sekolah bersama Sean.


"Kok lama banget sih adekmu itu ini kan sudah jam pulangan sekolah."tanya Sean bosan di sekolah Renata.


"Sabar ai,kamu sih gak punya adek makanya kamu gak tahu rasanya bagaimana lamanya menunggu bocah itu pas pulangan sekolah."jawab Jonathan santai dan memakai topi dan masker tak lupa dirinya juga memakai masker.


Odelia berjalan menuju ke gerbang tetapi dirinya di tahan oleh Jonathan.


"Heh kamu lihat adek gue gak."tanya Jonathan serius.


"Tadi Renata di panggil oleh kepala sekolah."jawab Odelia takut.


"Kenapa kamu takut sama saya, emang nya aku hantu apa."kata Jonathan heran kenapa gadis ini sangat takut dengan nya.


"Soalnya kakak sangat menyeramkan."jawab Odelia jujur dan polos.


"Iya kah, padahal gadis-gadis disini pada tergila-gila dengan aku soalnya aku ini sangat tampan, intinya aku gak kalah tampan dengan Ezra."balas Jonathan pede dan sedikit kesal dirinya di bilang sangat menyeramkan.


"Kamu sih pasang wajah seram makanya dia takut hahahaha."ledek Sean sambil tertawa.


"Diam kamu."kata Jonathan bete.


"Siapa namamu dek."tanya Sean kepo dan sksd.


"Nama saya Odelia."jawab Odelia lembut.


"Oh gitu,iya sudah kamu pulang ke rumah dan hati-hati dijalan."balas Sean santai.


Sudah selesai akhirnya Renata dan David tetapi Jonathan dan Sean sudah menunggu dirinya.


"David, aku duluan iya soalnya kakakku sudah di sekolah nih."pamit Renata lembut.


"Ok deh hati-hati dijalan."jawab David santai tapi kecewa gak bisa pulang bareng dengan Renata.


"Heh itu adekmu sama si David."ucap Sean heboh dan Jonathan langsung menoleh ke arah Renata dan David.


"Habis darimana mereka berdua."batin Jonathan curiga.


"Kak Jo dan Kak Sean lama kah menunggu adek disini."tanya Renata polos.


"Iya lama sekali 30 menit gue menunggu adek disini,kok bisa sama si itu sih."tanya Jonathan curiga.


"Oh tadi kepala sekolah menyuruh adek dan David ke yayasan dekat asrama."jawab Renata santai dan malah masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


2 pria itu juga masuk ke dalam mobil.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2