
Renata sudah sampai di ruangan yayasan tetapi dirinya terkejut karena ada David kesini.
"Vid kamu ngapain kesini."tanya Renata kaget.
"Aku juga di panggil oleh ketua yayasan."jawab David santai.
"Oh gitu ya."jawab Renata sambil menggaruk tengkuknya yang gatal.
Skip iya.
Renata matanya sudah mengantuk saat guru sedang mengajar di kelasnya.
Dirinya sampai di tegur oleh gurunya dan menyuruhnya untuk pergi ke toilet hanya untuk cuci mukanya.
"Renata Hadikusuma,cuci mukamu sekarang."perintah Marina serius.
Renata pergi ke toilet dan mencuci mukanya dia.
Pas sampai di toilet Renata langsung mencuci mukanya dengan air di wastafel.
Lagi-lagi dirinya bertemu dengan Michelle dan Renata hanya memasang wajahnya yang biasa saja
Michelle merasa ketakutan dengan raut wajahnya Renata sangat dingin dan buru-buru keluar dari toilet padahal Renata cuma memasang wajahnya yang biasa saja.
"Aneh emangnya aku hantu apa sampai dia keluar secara buru-buru."batin Renata bingung dan heran.
Dirinya kembali lagi ke kelas tetapi rasa ngantuknya masih ada.
Di jam istirahat sekolah Renata , Marian, Odelia dan Belinda nongkrong di kantin sambil bercanda ria.
"Ren, gimana rasanya mempunyai seorang kakak yang tampan dan baik iya."tanya Marian kepo.
"Kayak gitu,biasa saja tapi aku lebih beruntung sekali mempunyai seorang kakak yang baik, perhatian dan peduli kepada ku."jawab Renata sambil memegang gelas yang berisi es batu saja karena minuman nya sudah habis.
"Sudah pasti kamu sangat beruntung mempunyai seorang kakak yang terkenal banget bahkan ibumu juga terkenal banget"balas Marian.
"Apa sih yang dibahas,biasa saja bagiku."ucap Renata malas.
"Heh kakakmu sudah punya pacar belum."tanya Marian sangat kepo banget.
"Tanya sendiri ke orang nya tapi kata Kak Jo gak boleh halu loh karena mimpi itu gak sehat."jawab Renata santai tapi Marian terasa hatinya di sambar petir karena jawaban dari Renata yang menohok.
Pulang sekolah Renata masih merapikan bukunya dan memasukkan ke dalam tasnya di kelas murid yang sudah pada pulangan.
Tinggal dia seorang diri di kelas rasa ngantuk nya datang lagi kenapa dirinya hari ini sangat ngantuk sekali apa dia makan obat tidur oh tidak.
"Gila ngantuk banget, nyesel gue begadang semalaman gara-gara tugas sekolah ini."batin Renata.
Renata mengantuk karena begadang tadi malam.
"Adek ayo pulang sekarang."kata Jonathan yang sudah menunggu dirinya disini.
"Ayo Kak,adek sudah ngantuk nih."jawab Renata lelah.
Skip.
Di sore hari Agung,Argi,Aldo dan Scott berdiskusi tentang acara pernikahan Sean dan Clara di rumah Argi pastinya.
"Jadi bagaimana keputusannya Argi Hadikusuma."tanya Scott serius.
"Jadi Pa tapi aku serahkan kepada Sean dan Clara selaku acara."jawab Argi serius.
"Setelah acara selesai aku papa ada rencana mau jodohkan adek dengan teman papa,Gung. apa adek menerima perjodohan ini."ucap Scott serius tapi Agung gak mau karena itu keputusan dari putrinya.
"Gak mau pa, biarkan adek cari pasangan hidupnya sendiri,aku gak mau nanti papa malu dengan kelakuan adek dan aku gak mau ke ulang lagi di masa lalu dimana papa jodohkan Jonathan dengan cucu teman papa."tolak Agung.
"Baik lah."jawab Scott kecewa.
ππππππ
"Mama lagi apa."tanya Renata melihat mamanya sibuk bikin kue.
"Bikin kue."jawab Mona simpel.
"Emang siapa yang mau ulangtahun."tanya Renata bingung padahal disini gak ada yang ulang tahun.
"Mama cuma pingin kue saja dek,adek mau kan makan kue."ucap Mona lembut.
__ADS_1
"Iya mau lah,."jawab Renata manja.
"Sebentar lagi mau 18 tahun tapi adek manja sekali gak berubah dari dulu hingga sekarang."kata Mona saat melihat putrinya lagi manja kepada dirinya.
"Mama kok gitu sama adek."kata Renata kesal.
"Anak mama ini lagi kesal iya."goda Mona ke anaknya.
"Gak kok."bantah Renata.
ππππ
Di sekolah ada kedatangan tamu yang terhormat karena di sekolah mereka lagi merayakan ulang tahun sekolah.
"Siapa tuh."tanya Marian heboh saat melihat ada tamu di sekolah.
"Mana aku tahu siapa orangnya."jawab Renata malas.
Mana mungkin Jonathan yang datang orang dia sibuk banget bahkan tadi malam dia pulang ke rumah jam 23.40 tengah malam.
Ternyata yang datang adalah Rudy Hanan, bentuk visual nya adalah Hanbin iya.
"Astaga Kak Rudy."teriak Renata heboh saat Rudy datang ke sekolahnya.
"Heh ada Renata disini,aku baru ngeh kalo kamu sekolah disini."ucap Rudy kaget saat melihat ada Renata disini.
"Iya kak aku emang sekolah disini kok."jawab Renata santai.
"Oh gitu."balas Rudy santai.
"Heh ada Kak Lisa."ucap Renata kaget saat melihat ada Lisa di samping Rudy.
"Aku temani dia, Ren."jawab Lisa santai.
"Lalu buat Kak Rudy dan Kak Lisa kesini."tanya Renata heran.
"Oh itu gue mau datangi sepupu aku itu saja."jawab Rudy santai.
"Sepupu siapa."tanya Renata bingung.
Maksud dari Rudy adalah David dan John. Jadi Rudy adalah sepupu dari David dan John.
"Hai Kak Rudy dan Kak Lisa."sapa David ceria.
Renata terkejut saat tahu David dan John adalah sepupu dari Rudy.
Renata membawa Marian ke perpustakaan karena dia mau membaca buku.
Saat berjalan Renata tak sengaja menabrak tubuhnya Jun hingga dirinya terjatuh.
"Makanya kalo jalan pakai mata dong."ucap Jun dingin lalu meninggalkan Renata yang masih duduk di lantai sekolah.
Untung saja ada Marian yang menolong Renata. Jujur rasanya sakit di katakan seperti itu dan Renata benarΒ² mendapatkan karma dari ulahnya sendiri.
Tanpa sadar dirinya menangis dan ijin ke Marian.
"Mar,aku gak bisa ke perpus iya aku mau ke taman sekolah."ijin Renata dengan suara sedih.
Marian gak bisa ikut campur dalam urusan Renata dan mengangguk saja saat Renata pergi ke taman sekolah.
Marian pergi ke perpus hanya seorang diri sedangkan Odelia malas keluar dari kelas.
Tanpa Renata tahu David melihat Renata jatuh karena tak sengaja menabrak tubuhnya Jun, David kesal karena Jun sekarang lebih dingin dari biasanya.
Diam-diam dia mengikuti Renata dari belakang tanpa peduli ada kakak sepupunya disini.
Di taman sekolah Renata berjongkok sambil menangis sakit sekali di hatinya.
Jonathan datang ke sekolah adeknya dan mencari sosok gadis remaja yang dingin dan ayu yang bernama Renata Hadikusuma.
"Cari siapa Kak."tanya Justin kaget saat melihat ada Jonathan kesini dengan berpakaian rapi lah.
"Kamu lihat adekku gak."tanya Jonathan serius dan tidak menjawab pertanyaan dari Justin.
Justin tak tahu siapa nama adek dari pria dingin,tampan, badannya tinggi jangan lupakan tindik di hidungnya.
"Saya tidak tahu siapa nama adek kakak."ucap Justin polos.
__ADS_1
Jonathan bingung kenapa murid ini gak kenal siapa nama adeknya.
"Heh yang kamu tanya itu siapa,ini loh anak SMP makanya dia tak tahu."kata Sean ngegas dan gregetan dengan Jonathan.
"Kamu anak SMP kah,bukan anak SMA."tanya Jonathan sangat bodoh sekali.
"Iya kak,saya murid SMP bukan murid SMA."jawab Justin polos.
"Nama adek kakak itu Kak Renata Hadikusuma iya."tanya Travis cuma memastikan apakah Renata itu saudaranya Jonathan.
"Iya nama adekku Renata Hadikusuma."jawab Jonathan santai tapi raut wajahnya dingin.
Justin dan Travis benar' terkejut saat tahu nama adek dari pria yang bertindik hidung ini adalah Renata Hadikusuma.
Siapa sih yang tidak kenal dengan Renata Hadikusuma di lingkungan SMP dan SMA ini.
Semua orang pasti kenal Renata karena Renata adalah murid paling cantik di lingkungan sekolah ini.
"Oh saya tidak lihat Kak Renata."jawab Travis lembut tapi suaranya berat.
"Baiklah kalo begitu, terimakasih."balas Jonathan lembut lalu mencari adeknya.
Belinda dan Odelia sedang berjalan ke mading hanya untuk mencari Marian dan Renata doang.
Tanpa disangka mereka malah bertemu dengan Jonathan dan Sean.
"Kamu lihat adekku tidak."tanya Jonathan tanpa basa-basi.
"Kita juga cari Renata,kak. Apa kakak juga melihat Renata kah"ucap Odelia polos membuat 2 pria dewasa ini jadi bingung.
"Apa,kamu kan 1 kelas sama adek gue kenapa kamu tanya ke aku kalo adekku sama aku iya ngapain aku tanya sama kamu."kata Jonathan kesal dengan gadis super polos ini.
"Iya saya kira kakak tahu dimana Renata."jawab Odelia malu sekali.
"Otak gadis ini 11 12 dengan Ezra."batin Jonathan.
Sudah lah Jonathan malas bertanya dengan Odelia atau Belinda dan melanjutkan pencarian adeknya disekolah ini dengan Sean.
"Jo,itu cewek cocok banget sama si Ezra sama-sama polos."kata Sean mau ketawa gara-gara polos dari Odelia.
"Emang cocok mereka berdua, entar anaknya jauh lebih polos lagi,Om Aldo sangat polos,Tante Sabrina sangat polos terus putra tunggalnya juga lebih polos lagi,itu calon mantunya juga polos nya luar biasa, rata-rata temannya adek pada polos semuanya."ungkap Jonathan sangat bingung dengan sikap dari Ezra sama orang tuanya dan Odelia yang polos itu.
"Itu mah mending,lah kamu orangnya mesum sama kayak Om Agung hahahaha tapi Renata sangat polos hahaha."ledek Sean dan Jonathan santai saja.
"Kayak nya 5 ronde deh kamu main sama Maya di masa lalu hahaha."lanjut Sean sambil tertawa.
"Terserah gue lah mainnya kayak apa toh Maya mana pernah tolak kalo mau main,mau berapa ronde kah yang penting aku dan Maya puas di ranjang."ucap Jonathan santai.
"Tapi gue mesumnya sama Maya iya mana pernah aku main sama cabe-cabean di hotel."lanjut Jonathan.
Bisa-bisanya mereka berdua bahas beginian di sekolah.
Mereka berdua tetap mencari sosok dari gadis dingin dan ayu itu di sekolah.
Renata kakinya sangat pegal karena berjongkok dan bangkit tetapi dirinya jatuh sampai lutut nya sedikit kotor karena rumput.
"Kaki aku kesemutan."teriak Renata sampai ke telinga Jun
Tapi anehnya Jun hanya menonton Renata di taman sekolah sendirian tanpa ada siapa-siapa disini.
Jun hanya diam dan tak menolong Renata yang ada di taman,Renata tidak tahu kalo ada Jun di taman sekolah tapi bersembunyi di belakang.
"Jun,apa aku gak layak untuk mu sampai kamu memilih gadis yang tidak aku kenal."ucap Renata dengan suara sendu dan sambil menangis.
Di situ juga ada David tapi David tak terima kalo Renata mulai menyukai Jun sedangkan Jun sedikit terkejut dengar ucapan dari Renata.
"Gak akan aku biarkan kamu dengan Renata, Jun."batin David.
"Gak salah dengar aku."batin Jun.
πππππππππππππππ
salam dari Maknae Line(Treasure)
kira-kira ada perang antara Jun dan David nih
__ADS_1