
Hujan deras di pagi hari tak membuat Jonathan malas untuk ke kantor.
Renata sudah siap dari tadi dan membantu kakaknya di kantor.
"Princess nya Papa mau kemana."tanya Agung bingung kenapa Renata sudah berpakaian rapi pula.
"Adek mau bantu Kak Jo lagi di kantor karena besok hari Minggu dan hari Senin adek harus pergi ke sekolah lagi."jawab Renata polos.
"Tapi tumben adek mau ke kantor biasanya menangis kalo mau ke sana."tanya Agung sambil meledek putrinya.
"Adek cuma kasihan sama Kak Jo apalagi Kak Yohan masih sakit ."kata Renata polos.
"Iya sudah tapi adek jangan nakal iya di kantor."ucap Agung sambil membaca novel tentang non fiksi ala anak remaja.
"Adek ayo nanti kita telat loh."kata Jonathan sudah siap dari tadi.
"Papa dan Mama,adek pergi dulu iya."pamit Renata polos.
"Hati-hati dijalan Jo dan adek,ingat jangan nakal disana iya Adek."kata Agung dengan suara lembut.
"Ok siap."jawab Renata santai.
Danny dan Jun lagi berjalan ke suatu tempat tapi dijalanan sangat macet mungkin ada banjir kali.
"Kok macet sih,kesal gue jadinya."kesal Danny sambil memencet tombol klakson.
"Kamu nih gak sabaran sih, emangnya kamu mau kemana sih."tanya Jun dengan mulut julidnya.
"Mau ketemu ayang bebebku si Joanne."jawab Danny santai.
"Yang mana orangnya."tanya Jun penasaran.
"Teman masa kecil ku."jawab Danny santai.
"Kamu suka kah sama dia iya."tebak Jun.
"Kalo gue suka emangnya kenapa,."kata Danny ngegas.
Sama seperti Danny dan Jun yang terjebak macet, Jonathan dan Renata juga terjebak macet dan gak tahu apa penyebabnya kemacetan dijalanan ini.
"Tumben macet di pagi hari, emangnya ada apa sih."keluh Jonathan sangat kesal.
"Kak Jo seperti ada orang kecelakaan deh."tebak Renata asal-asalan.
"Masa sih."kata Jonathan tak percaya.
"Adek gak tahu sih tapi perasaan adek jadi gak enak."kata Renata was-was.
Macet dijalanan karena ada kecelakaan mobil disitu ada seorang pengusaha tajir yang jadi korban kecelakaan.
Banyak mobil yang jadi korban kecelakaan disitu termasuk pengusaha tajir itu.
Maka disini masih hujan deras pula, Renata melihat ada mobil yang sangat mahal dan terbatas jual disini.
Renata kaget pas para tenaga medis mengeluarkan korban kecelakaan maut itu, orang itu adalah Alan Hadikusuma.
"Kak Jo itu Om Alan loh."kata Renata heboh.
Jonathan menoleh depan dan melihat ada Alan yang bersimbah darah.
Jonathan turun dari mobil tanpa peduli ini masih hujan deras pula.
Renata tak tega melihat kakaknya kehujanan langsung turun dari mobil dengan menggunakan payung.
Renata berlari ke arah Jonathan yang sudah kena basah karena hujan.
"Kak Jo basah tahu baju Kakak."kata Renata lembut sambil memegang payung untuk dirinya dan Jonathan.
Jonathan melihat Alan dan langsung bertanya kepada petugas ambulans dan polisi.
"Permisi saya mau bertanya apa yang sedang terjadi disini."tanya Jonathan sopan.
"Ada sopir truk yang mabuk,truk tersebut tidak bisa mengendalikan dan menabrak beberapa mobil yang melintas termasuk Alan Hadikusuma, supirnya dan asistennya."jelas Polisi dengan serius dan tegas.
__ADS_1
"Anda ini siapa."tanya tenaga ambulance.
"Saya keponakan dari bapak ini."jawab Jonathan sopan.
"Bapak Alan Hadikusuma maksudnya."tebak tenaga ambulance tersebut.
"Iya."kata Jonathan singkat.
Mau tak mau Jonathan tak jadi ke kantor melainkan ke rumah sakit demi menolong Alan om dia.
Di rumah sakit Renata dan Jonathan terdiam sambil menunggu para dokter dan tenaga medis menangani kondisi dari Alan, Aldo dan Sabrina ikut andil dalam menangani kondisi dari Alan.
Tak lama Agung datang bersama istri dan menanyakan kepada kedua anaknya.
"Gimana kondisi dari om mu itu."tanya Agung tak sabaran.
"Masih didalam Pa."jawab Jonathan dingin.
Laura dan Peter mendengar kabar dari Renata perihal kecelakaan dari Alan langsung menanyakan kepada 2 saudara itu.
"Gimana dengan kondisi suamiku."tanya Laura lebih tak sabar lagi dari pada Agung.
"Masih di dalam Tante."jawab Jonathan dingin.
"Kenapa Alan tidak memberitahu mu jika dia balik kesini."tanya Agung dengan suara keras dan dingin kepada Laura.
"Aku tak tahu Kak Agung,aku saja baru tahu pas Renata memberitahu aku."jawab Laura jujur.
"Suami tengilmu itu seharusnya kasih tau dong pas mau pulang sebelum dia menginjak kakinya di kota Jakarta ini."marah Agung kepada Laura.
"Sayang jangan marahi Laura dong,ini masih keadaan panik,mungkin saja Alan lupa memberitahu ke Laura atau Peter, aku tidak bermaksud untuk membela siapapun."tegur Mona kepada sang suami yang hobinya marah-marah.
"Lupa kasih tahu tapi kalo sama babi ngepet berwujud manusia lajunya bukan main."sindir Agung membuat Laura dan Peter bingung dengan sindiran dari Agung.
"Maksudnya Kak Agung apa."tanya Laura bingung.
"Kamu harusnya curiga sama suami gilamu itu,kenapa mesti aku yang curiga dengan adek gue sendiri, seharusnya kamu lebih curiga lagi dong sama suamimu,masa kakaknya yang curiga, kakaknya juga punya kesibukan sendiri."marah Agung lagi.
"Sudah Papa jangan berdebat gak jelas kayak gini, selesaikan di rumah saja."teriak Renata muak dengan drama aneh didepannya.
"Gimana Agung,di teriak sama anakmu sendiri."ucap Scott datang hanya untuk melihat kondisi dari putra keduanya.
"Tau ah gelap."jawab Agung malas dan memilih duduk disampingnya Jonathan.
"Kakak belum makan kah."tanya Renata kepada Peter.
"Sudah."jawab Peter bohong.
"Kenapa wajah kakak seperti orang yang banyak bebannya."tanya Renata sangat polos sekali.
"Anak gue sakit,barusan anak gue di rawat inap disini."jawab Peter jujur.
"Sakit apa anakmu."tanya Jonathan dengan tatapan matanya yang tajam.
"Demam berdarah."jawab Peter.
"Kenapa kamu tak jaga anakmu disana."tanya Jonathan marah masa ada seorang ayah tega meninggalkan anaknya yang sedang sakit.
"Bini gue yang jaga,."jawab Peter santai.
"Kak Jo kok marah-marah gak jelas sih."kata Renata dengan polosnya membuat Jonathan tak jadi marahnya melihat wajah polos dari adeknya.
"Gak kok adekku sayang."jawab Jonathan sambil mengusap kepala adeknya dengan lembut.
"Gitu dong sama adekmu,masa adekmu selalu jadi korban keisengan kamu sih selama hidupnya."kata Scott senang melihat Jonathan sedang mengusap kepala adeknya.
"Jo,aku juga mau di usap sama kayak Renata."pinta Peter kayak anak kecil membuat Jonathan geli dan risih.
"Usap kepalamu sendiri sana, siapa suruh jadi anak tunggal."kata Jonathan ngegas dan julid.
"Jonathan Hadikusuma, mulutmu sama seperti ayahmu si Agung Hadikusuma sama-sama julid,setiap hari kerjaannya julid mulu loe berdua."tegur Scott kesal sambil menunjuk ke arah Jonathan dan Agung.
"Aku curiga kalo Agung ke kantor bukannya urusi berkas malah berjulid ria sama anaknya."kata Scott ngegas sekali.
__ADS_1
Peter dan Renata menahan rasa ketawanya gara-gara Jonathan dan Agung di tegur sama kakeknya.
"Peter Hadikusuma dan Renata Hadikusuma gak usah ketawa,kerjaan kalian berdua itu nangis mulu jadi bocah."tegur Scott membuat Renata dan Peter terdiam.
Sebenarnya Peter itu orangnya cengeng sama seperti Renata.
Kasihan mereka berempat ditegur sama Scott.
Scott pergi ke rawat inap cicitnya lagi sakit karena dia bosan dengan Jonathan,Peter,Renata dan Agung pastinya.
"Papa mau kemana."tanya Agung kepo.
"Mau pergi ke cicit ku lah, Renata jangan iri sama keponakanmu sendiri."kata Scott ngegas.
Tak lama kemudian Aldo datang dan memberitahu ke semua anggota keluarga nya.
"Kak Alan mengalami pendarahan yang hebat parahnya lagi dia butuh darah nah karena stok golongan darah B sudah habis tapi untungnya aku yang mendonorkan darahnya buat Kak Alan karena kami sama-sama memiliki golongan darah yang sama."jelas Aldo serius tapi kepalanya pusing karena kakaknya mengalami kecelakaan.
Ezra, Sean,Argi datang dan menghampiri Aldo yang lagi kalut.
"Aldo, terus gimana keadaanya Alan sekarang."tanya Agung serius.
"Kak Alan kondisinya kritis dan mengalami koma pas aku donor darah buatnya."kata Aldo menangis.
Ezra melihat ayahnya langsung memeluk ayahnya dengan erat.
Scott tak jadi ke rawat inap cicitnya karena dia tak sengaja mendengar kondisi dari Alan.
Renata tak tega melihat Aldo sedang menangis dan ingin memeluk om nya tapi gak bisa karena badannya masih ada merah-merah dikarenakan alergi.
Renata langsung menunduk kepalanya dan air matanya mulai jatuh di pipinya.
Laura yang mendengar berita tentang suaminya langsung menangis,Peter langsung memeluk maminya dengan erat.
"Kak Aldo sekarang dimana Kak Alan."tanya Argi sedih.
"Lagi diruangan hiks hiks hiks."kata Aldo masih menangis.
"Jadi siapa yang bawa Kak Alan kesini."tanya Argi serius.
"Adek sama Kak Jo,adek gak sengaja melihat ada beberapa dan truk saling tabrakan,pas petugas ambulans membawa korban adek kaget banget pas melihat Om Alan bersimbah darah,adek kasih tahu ke Kak Jo,eh Kak Jo malah turun dari mobil tanpa pakai payung pula,adek gak tega lihat Kak Jo bajunya basah,adek takut kalo Kak Jo jatuh sakit gara-gara kehujanan,adek langsung dari mobil sambil membawa payung,adek kasihan sama Om Alan maka ngeri lagi kondisi nya."jelas Renata panjang lebar dan raut wajahnya polos tapi sedih dan sendu.
"Jo, lebih baik kamu ganti baju sekarang,nak."kata Mona baru sadar jika baju putranya sudah basah karena hujan.
"Iya Jonathan lebih baik kamu pulang saja dulu dan mengganti bajumu,lagi pula adekmu gak kemana-mana kok."kata Ezra serius.
"Nanti saja,"tolak Jonathan malas.
"Kebiasaan kamu tuh Jo nanti kalo masuk angin bagaimana,gak ada urus kamu papa mana mau karena manja banget sumpah."geram Agung dengan Jonathan.
"Ini tubuh aku pa,bukan tubuh orang lain."kata Jonathan ngegas.
BREAKING NEWS HARI INI.
Berita tentang kecelakaan maut di jalan xxxx tadi pagi menewaskan 8 orang,9 orang masih dalam keadaan kritis dan 7 orang pada selamat.
Salah satu dari korbannya adalah putra kedua dari pasangan dari Scott Hadikusuma dan almarhumah Azura Dirgantara yaitu Alan Hadikusuma.
Tidak tahu pasti gimana kondisi dari Alan Hadikusuma di tutup akses nya karena keponakan dari Alan Hadikusuma tidak mau memberitahu kondisi dari Alan Hadikusuma itu tersebut.
Manuel mematikan televisi dan kembali beraktivitas seperti biasa.
"Sepertinya Alan kena karma dari masa lalunya."batin Manuel dengan senyum liciknya.
Ada seorang dokter juga ikut andil dalam menangani kondisi dari Alan dan menatap tajam ke Alan.
"Aku belum bisa melupakan kejahatan mu ke adekku."batin Dokter itu yang bernama Seira Kusnadi.
Ternyata Seira masih hidup dan ingin mencari keberadaan dari kedua anaknya dan suaminya,bahkan yang lebih mengejutkan lagi suaminya 5 bulan sudah meninggal dunia.
Bahkan dia juga mencari keberadaan kakak laki-lakinya tapi sayangnya keponakannya dia sudah meninggal dunia 4 tahun yang lalu karena penyakit kanker.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Bakal seru nih hehehehe masa lalunya Alan.
Ayo suruh Agung cari bukti yang kuat dari Alan tersebut biar rasa curiga nya yang dihantui dirinya tidak bergentayangan lagi.