Ada Apa

Ada Apa
76


__ADS_3

Malam harinya Scott datang dan menginap di rumah Agung dan Mona.


"Adek mana Gung."tanya Scott kangen dengan gadis kecilnya itu dan tidak melihat sosok cucu perempuannya.


"Lagi tidur pa,adek lagi demam."jawab Agung santai dan membaca majalah bisnis.


"Kenapa adek bisa demam mendadak gitu."tanya Scott serius.


"Papa kan tahu kalo adek itu kalo shock besoknya demam,dulu aku kalo shock juga demam kok, masalah adek shock itu karena kejadian 3 hari yang lalu."jawab Agung serius tapi melirik wajah papanya dengan tatapan yang serius.


Scott terlihat bingung dengan jawaban dari putra sulungnya.


"Ini maksudnya apa, Gung."kata Scott serius.


Agung dan Mona bingung mau menjawab apa, diam-diam Jonathan menguping pembicaraan kakek dan kedua orangtuanya di ruang keluarga sedangkan Renata lagi tidur iya.


"Jangan bilang kamu menyuruh adek untuk menikah pria yang tidak adek mau."tebak Scott namun Agung menggeleng kepalanya karena bukan itu tebakan dari papanya.


"Emangnya ini jaman Siti Nurbaya apa,gue mah malas jodohkan kedua anakku dengan yang lain dan membiarkan mereka mencari jodohnya sendiri."sindir Agung membuat Scott hatinya tersambar petir nya karena pernah menjodohkan cucu keduanya dengan cucu dari temannya bahkan dirinya yang malu dengan kelakuan dari Jonathan di masa lalu.


"Terus apa Gung."kata Scott tak sabaran sekali.


"Tapi jangan sampai papa menangis disaat gue ceritain yang sebenarnya."kata Agung serius.


Di kamar Renata.


Renata mendadak terbangun dan demamnya semakin parah dan gak mau turun demamnya.


Renata langsung mengambil ponselnya untuk melihat apakah ada notifikasi dari Jun dan ternyata ada balasan dari Jun.


Jun: Renata,kamu kenapa.


Renata:aku lagi demam,Jun. Disana kamu baik saja atau lagi gak enak badan.


Jun:aku baik' saja kok btw aku sudah dulu iya soalnya Tante panggil aku.


Renata meletakkan kembali ponselnya diatas nakas dan kembali tertidur di ranjangnya tetapi dirinya gak bisa tidur lagi.


Kembali ke situ.


Scott benar-benar saat mengetahui putra keduanya lagi berselingkuh dengan wanita muda,di Keluarga Hadikusuma tidak ada istilah main selingkuh,jika berani berselingkuh maka nama yang terkait ini langsung dihapus dari keluarga tersebut.


"Kurang ajar tuh bocah,sudah tua masih saja gila, Agung apakah Laura jika suaminya sedang berselingkuh."tanya Scott serius.


"Untuk saat ini Laura tidak tahu tapi putra dan menantunya sudah tahu."jawab Agung serius.


"Jadi kamu tahu darimana jika adekmu sedang berselingkuh."tanya Scott sedikit penasaran.


"Dari adek pa,3 hari yang lalu gue menyuruh nya untuk mengantarkan proposal ke Alan, kebetulan saja adek melihat adegan itu,adek juga merekam video itu bahkan pas sudah balik lagi,adek menangis dan mengadu ke gue dan Jonathan,aku pikir adek gak dibolehin masuk sama Alan ternyata adek juga shock melihat adegan itu yang semestinya adek gak boleh lihat karena adek masih polos"cerita Agung panjang lebar.


Hati Scott lagi-lagi terasa di tampar kenyataan bagaimana bisa cucu perempuan satu-satunya yang masih polos ini melihat adegan itu bahkan Renata yang status nya hanya keponakan saja kok bisa melihat itu sedangkan anak kandungnya iya belum melihat adegan itu.


"Besok papa ingin kamu undang semuanya disini kecuali adek karena adek katanya masih sakit,."perintah Scott dan Agung hanya mengangguk saja.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Besok paginya demamnya masih tinggi dan seperti biasa Renata sarapan pagi bersama kedua orangtuanya,kakak dan kakeknya.


"Adek makannya jangan dikit iya."pesan Scott ke Renata tapi Renata tidak menganggapi pesan dari kakeknya.


Ada rasa kecewa di benaknya Renata terhadap om nya sendiri.


Ternyata tadi malam Renata mencari informasi tentang wanita yang bersama om nya 4 hari yang lalu.


Karena tadi malam dirinya gak bisa tidur.


"Siapa itu Salsabila Geovani,itu nama selingkuhan dari Om Alan dan dia anak dari pasangan Geovani, ibunya dulunya seorang pelakor makanya anaknya seorang pelakor juga."batin Renata yang sekarang sudah tahu latar belakang dari wanita dan ibunya ini ada hubungannya dengan eps 48.


"Buah tak jauh dari pohonnya."batin Renata dengan wajahnya yang dingin.


"Adek kok diam saja sih."tanya Agung ke anaknya.


Renata langsung menoleh ke arah Agung dan bertatap dengan heran.


"Gak papa kok."jawab Renata dingin.


"Jangan keluyuran loh,awas saja kalo adek keluyuran lagi."ancam Agung dengan tegas.


Renata pernah ketahuan pas keluyuran jalan pas dirinya lagi sakit 2 hari yang lalu karena bosan dirumah.


Dirinya yang dimarahi habis-habisan oleh Agung.


"Adek gak keluyuran lagi."kata Renata takut tapi Agung gak yakin dengan perkataan dari putrinya.


"Gung,kenapa sih kamu selalu begitu dengan anakmu sendiri,kalo keluyuran iya kan bisa bicarakan dengan baik' jangan langsung marah saja,apa alasannya adek keluyuran,adek lagi sakit tapi adek juga butuh menghirup udara bebas dong,gimana sih Gung,kamu ini gak bisa jadi ayah dari 2 anakmu."tegur Scott marah ke putra sulungnya.


"Iya Pa."jawab Agung lesu karena dimarahi oleh papanya.


"Kek,marahi saja tuh papa."kata Jonathan ikut nyambung saja.


"Jo,kamu tuh kok gitu sih sama papamu."tegur Mona ke putranya yang labil nan julid.


"Kakek tegur papamu biar papamu gak gitu sama kalian berdua tapi kamu ini kok melawan papamu sendiri."jawab Scott kesal ke cucunya.


"Sudah nah,gak usah ribut jadi orang dan lanjut sarapan sekarang."teriak Renata kesal membuat 4 manusia ini terdiam.


🍁🍁🍁


"Ren, gimana kabar mu hari ini."tanya Marian pas bervideo call dengan Renata.


"Masih begini gila."kata Renata kesal.


"Aku ke rumahmu iya."kata Marian.


"Boleh lah sekalian bawa Odelia dan adeknya."ucap Renata.


"Ok ibu cantik."jawab Marian.


"Apa ibu ibu,gue bukan ibu-ibu gila."protes Renata tak terima dirinya dipanggil ibu-ibu.


"Iya Princess Hadikusuma."kata Marian pasrah.

__ADS_1


Renata langsung matikan video callnya dan kembali beraktivitas seperti biasa walaupun demamnya belum juga kunjung turun.


Renata keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang keluarga.


"Kakek."sapa Renata ceria walaupun dirinya masih demam.


"Ada apa dek."tanya Scott saat dirinya bersama putra sulungnya yaitu Agung di ruang keluarga.


Sepertinya Renata takut dengan wajah dari ayahnya yang gak ijinkan dia keluar sebentar.


"Ini mau ngapain iya."tanya Renata polos.


Tak lama kemudian ada Argi,Alan dan Aldo datang kerumahnya lalu Renata disuruh masuk ke kamarnya oleh Agung.


"Adek ke kamar iya."kata Agung lembut.


"Tapi nanti ada temannya adek mau kesini."jawab Renata polos.


"Iya sudah papa telpon dulu kakakmu,biar kakakmu ajak adek jalan sama teman-teman adek."balas Agung tapi Renata gak mau.


"Gak usah pa soalnya kakak lagi sibuk dengan pekerjaannya."tolak Renata secara halus.


"Siapa bilang kakakmu lagi sibuk dengan pekerjaannya itu kakakmu ada dibelakang mu."kata Agung dan Renata langsung menoleh ke belakang.


Btw Jonathan tidak masuk kerja karena hari ini dia cuti 2 hari.


"Ada apa Pa."tanya Jonathan dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Ajak adekmu jalan sama temannya adek dong."ucap Agung tapi Jonathan menolaknya.


"Gak mau pa, soalnya aku malas jalan-jalan sama anak gadis yang ada nanti pada pingsan semuanya apalagi ada gadis yang diincar oleh si itu nanti aku kena omelan nya."tolak Jonathan gak mau ajak adeknya jalan.


"Iya sudah biar Mama saja yang bawa mereka pa,"kata Mona lembut lalu menatap ke wajah dari Renata yang masih saja pucat.


"Kak Agung,itu putrimu mukanya lagi pucat loh kenapa malah di kasih jalan suruh putrimu istirahat pang, benar' kayak mayat hidup tahu."protes Argi karena marah dan kesal ke kakaknya.


Agung baru sadar jika Renata masih demam bahkan demamnya belum turun juga.


"Benar apa yang dikatakan oleh adekmu, Gung..anakmu masih sakit dan biarkan saja temannya datang kesini lagi pula anakmu ajak ke kamarnya kok."kata Scott ke Agung.


"Baiklah aku tak memaksa adek kok."jawab Agung dengan tulus.


Alan menatap sendu ke Renata lalu menatap ke Agung.


"Ini mau diskusi apa kayak rapat anggota dewan saja."tanya Jonathan dengan wajahnya yang penasaran padahal tadi malam dia menguping pembicaraan kakek dan kedua orangtuanya.


"Ini bahas tentang itu dan kamu lebih baik balik ke ruang kerja mu atau bermain boneka dengan adekmu sana."jawab Agung dengan nada suara nya yang tegas.


"Aku laki-laki sejati pa masa disuruh main boneka sih."protes Jonathan bete dan bergegas ke ruang kerjanya.


Renata menatap punggung dari Jonathan yang lagi bete banget pokoknya. Lalu ada suara bel rumah dan Renata langsung membuka pintunya.


Ada Marian dan Odelia datang kerumahnya dan Renata menyuruh nya langsung masuk ke kamarnya saja. Biasa anak cewek mah gitu orangnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Maaf saya gantung cerita lagi.


__ADS_2