
Setelah selesai menangis Renata melanjutkannya isi barang yang mau dia bawa nanti dengan bantu oleh kakak dan 2 kakak sepupu nya.
"Jadi kangen deh sama adek."kata Ezra sedih.
"Benar nih,adek seperti mau pergi pulang kampung nih."sambung Peter sedih.
"Dek,jangan kerja dulu iya sampai keadaan ini aman buat keluarga kita nanti."pesan Jonathan ke Renata.
"Iya Kak Jo."jawab Renata lembut.
Skip iya mereka bertiga juga bantu Renata membersihkan kamarnya.
Sebelum Renata pindah ke apartemen, Renata menjenguk om dan kakeknya di rumah sakit.
Air mata selalu mengalir terus di pipinya.
Renata tak sendiri dia ditemani oleh Jun tapi status mereka berdua bukan pacaran iya.
"Gak jenguk kah kakekmu,Ren."tanya Jun khawatir karena gadis ini daritadi hanya menangis saja.
"Aku masuk dulu iya, tunggu disini dulu."jawab Renata sangat lembut.
"Iya pergilah ketemu kakekmu, Ren,aku tunggu disini saja."balas Jun lembut.
Renata masuk kedalam kamar inap kakeknya, Scott sudah sadar dari koma hari ini sedangkan Argi belum sadar dari koma.
"Kakek,ini adek."kata Renata melihat sang kakek yang masih baring di atas ranjang.
"Adek,ada apa kok mukanya adek sedih sekali dan kenapa mata adek seperti orang yang habis menangis."tanya Scott dapat melihat mata dan wajahnya Renata yang lagi sendu.
"Gak papa Kek,adek baik-baik saja kok."jawab Renata dengan berbohong lagi.
"Adek sekarang suka bohong iya,adek jangan pernah bohong sama kakek lagi karena kakek gak suka jika adek sembunyikan rasa sedih dan kecewa di dalam diri adek,coba katakan saja yang sejujurnya ke kakek,kakek gak akan marah dan kakek siap mendengar tangisan dari adek."kata Scott sedikit marah ke Renata.
Renata langsung menangis sejadi jadinya di hadapan kakeknya karena dirinya ketahuan berbohong terus.
"Heh kamu ngapain disini weh."tanya Sean pas melihat ada Jun di depan pintu bersama Jonathan.
"Aku kesini bersama adek kakak tapi aku gak enak masuk nih jadi memilih tunggu disini saja."jawab Jun jujur.
"Terus adek gue mana."tanya Jonathan galak.
"Didalam Kak Jo."jawab Jun lagi.
"Ayo kita masuk sama-sama,siapa kakek gue senang sama kamu hehehe."ajak Sean sambil mengoda bocah julid ini.
__ADS_1
Suara tangisan itu menjadi ketiga pria ini bingung.
"Dek,coba ceritakan apa saja yang adek alami selama ini,kakek tahu adek lagi stres dan gila saat ini."bujuk Scott agar Renata ceritakan semuanya yang dia alami namun gadis ini masih asyik menangis saja tanpa berhenti sedikit pun.
Scott hanya diam saja dan menunggu gadis itu berhenti menangis, Scott melihat gadis yang selalu menunjukkan wajah dingin,tegas dan tak pernah senyum ini tapi kali ini dia melihat bahwa gadis ini adalah manusia biasa dan kondisinya bukan baik-baik saja.
"Kakek."panggil Sean ceria.
"Eh cucuku yang tampan ini ada apa,eh ada cowok tampan ini lagi mencari siapa."kata Scott dan bertanya kepada Jun.
Renata langsung menoleh ke 3 pria tersebut sambil menghapus air matanya.
"Dia temannya adek,Kek?teman sekolah dulu."jawab Renata antusias.
"Bukan kah teman cowok adek itu David iya."tanya Scott sedikit penasaran.
"David itu teman SMP adek doang."jawab Renata kesal.
"Teman SMA juga iya,dek."goda Jonathan tapi Renata langsung pukul lengan kakaknya tapi Jonathan lagi-lagi tidak merasakan rasa sakit yang dipukul oleh adeknya.
Sean dan Jun hampir saja mau ketawa tapi tak jadi hehehe.
"Aww sakit dek,kakek,adek jahat sama aku,Kek."aduh Jonathan manja ke kakeknya.
"Adek gak boleh gitu sama kakakmu, ingat itu ada temanmu lo."nasihat Scott kepada cucu perempuan itu.
"Adek minta maaf sama kakakmu, sekarang."kata Scott sedikit tegas.
"Tidak mau,Kek."tolak Renata gak mau.
"Iya sudah,kalian bertiga keluar sebentar soalnya kakek mau ngomong sama cowok ini, sekarang."usir Scott kepada ketiga cucunya.
Cucu Hadikusuma keluar dari kamar tersebut dan hanya Jun saja sendiri disini bersama Scott.
"Nama kamu Jun,kan."tebak Scott ke Jun.
"Iya Kek."jawab Jun sedikit gugup.
"Gak usah gugup sama kakek,kakek sudah tahu kamu sejak kamu suka sama cucu perempuan ku, maafkan cucu kakek iya karena adek emang kayak gitu sama cowok,kakek sangat salut sama kamu karena kamu membuat adek kembali seperti dulu lagi,kakek dulu bingung kenapa adek selalu bersikap dingin kepada siapapun bahkan adek juga bisa bersikap dingin ke kakeknya sendiri, ternyata masa lalunya yang menyedihkan itu,kakek bukan kakek yang baik buat kelima cucu kakek terutama adek,adek sempat menderita depresi waktu kelas 10 SMA,kakek sangat kaget waktu itu adek menyilet pergelangan tangannya karena mau bunuh diri,kakek sangat marah kepada kedua orangtuanya karena gak becus jaga anaknya sendiri,kakek tahu adek itu otaknya masih labil saat ini sampai sekarang pun dia masih labil,bahkan adek juga hampir mau lompat dari lantai atas di sekolah waktu kelas 11 SMA, untungnya ada seseorang yang menolongnya,kakek selalu mengawasi nya di sekolah dengan bantuan kepala sekolah agar kakek tahu apa saja kegiatan adek di sekolah,kakek sangat shock karena adek selalu bikin masalah, selalu menyendiri di sekolah,gak punya teman atau sahabat,selalu bersikap dingin ke semua murid termasuk kamu dan selalu di bully oleh murid lain,kakek menilai bahwa kehidupan sekolah adek sangat berbeda dengan kakaknya dulu tapi persamaannya adalah selalu bikin masalah itu saja,Kakek berterima kasih kepadamu karena sudah membuat cucu kakek itu kembali ceria lagi meskipun adek suka berbohong dan suka sembunyikan sesuatu kepada kakek,kakek senang dengan kamu nak,dan terimakasih juga karena kamu lah menolong adek waktu mau lompat dari lantai atas itu di sekolah."cerita Scott panjang lebar.
Jun mengira bahwa kakeknya Renata jahat atau tidak suka dengan nya namun ternyata salah, justru kakeknya lah yang berterima kasih nya.
"Kamu tahu gak sebenarnya adek itu suka sama kamu sejak kamu menolong adek waktu kelas 11 SMA tapi adek itu orangnya gengsi sekali hahaha sama seperti ibunya yang gengsi ke ayahnya waktu orangtuanya sekolah dulu."kata Scott membuat Jun terkejut.
"Bagaimana kakek bisa tahu itu."tanya Jun penasaran.
__ADS_1
"Adek itu cerita ke kakek waktu liburan sekolah,hanya kakek dan adek yang tahu, waktu cerita adek sangat semangat dan ceria gitu bahkan tak segan-segan dia memuji kamu itu sangat tampan,iya kakek akui kamu emang tampan dan sekali cocok sekali dengan cucku yang cantik itu hanya saja adek itu pemalu dan malu mengatakan langsung ke kamu."jawab Scott senang dan lembut.
Lagi-lagi Jun terkejut lagi karena jawaban dari Scott.
"Emangnya Renata itu orangnya pemalu iya,Kek."tanya Jun penasaran dengan masa kecil dari Renata.
"Adek itu orangnya emang pemalu seperti neneknya dulu,adek mewarisi semua yang ada di dalam diri neneknya,dari kecantikan nenek yang diwariskan si adek, sikapnya, neneknya dulu selalu bersikap ceria dan adek juga bersikap ceria dari lahir, wajahnya juga sangat mirip sekali, bahkan kakaknya juga mirip dengan neneknya gak ada satupun yang mirip dengan kakeknya karena wajah neneknya mereka wariskan,ayahnya juga sangat mirip dengan neneknya seperti anak kembar ayah dan neneknya, intinya adek,kakak dan ayahnya lah sangat mirip dengan neneknya dulu,kamu lihat kah wajah neneknya dulu, pasti kamu terkejut nanti."kata Scott cerita tentang istri,putra sulungnya berserta kedua anaknya itu.
Jun juga penasaran dengan wajahnya Azura yang katanya mirip dengan Renata.
Scott mengambil ponselnya lalu membuka galeri foto dan mencari foto istrinya waktu remaja dulu lalu menyuruh Jun untuk melihat.
Jun terkejut melihat wajah dari Azura waktu remaja dulu benar kata Scott,mereka bertiga emang mirip dengan Azura maksudnya bapak dan kedua anaknya itu bahkan wajahnya Azura seperti Renata saat ini.
"Nenek sangat cantik iya,Kek, seperti Renata di jaman sekarang, sama-sama cantik gitu."puji Jun yang masih melihat fotonya Azura.
"Iya kakek teringat lagi dengan wajahnya adek dengan neneknya dulu, sama-sama cantik dan ayu sekali tapi bedanya nenek nya gak pernah bikin masalah di sekolah dan bersikap dingin sedangkan adek iya selalu bersikap dingin sama seperti ayah dan kakaknya itu dan selalu bikin masalah di sekolah lagi-lagi itu dari ayahnya mereka sendiri."jawab Scott panjang lebar sekali.
Beda lagi dengan mereka bertiga tadi.
Sean dan Jonathan bingung kenapa Renata hanya menatap layar ponselnya sejak tadi pas diusir oleh kakeknya.
"Adek kok daritadi menatap layar ponsel mulu,apa sih yang dilihati."tanya Jonathan bingung.
"Kak Jo dan Kak Sean, coba lihat foto ini, cantik kan hehehe sama kayak adek hehehe."jawab Renata dengan pede banget dan cengengesan.
Tapi iya 2 pria dewasa itu malah nurut dengan gadis tersebut.
Jonathan dan Sean juga menatap layar ponselnya Renata, terkejut sekali karena itu foto nenek mereka waktu masih remaja.
"Ini nenek kah,ya ampun nenek dulu cantik sekali,pantas kakek dulu tergila-gila dengan nenek."kata Sean melihat foto Azura dulu banget.
"Eh lihat wajah nenek mirip aku tapi bedanya aku tampan hehe."ucap Jonathan dengan pede sekali.
"Tapi benaran lo kamu,adek dan Om Agung benar' mirip dengan nenek sedangkan aku lebih mirip kakek dan Daddy hehehe."jawab Sean lagi pede nih.
"Aku baru sadar jika adek seperti nenek lo,coba kamu lihat Sean dari penampilan nya saja mirip banget dengan adek terus wajahnya juga sama-sama cantik gitu hanya yang membedakan itu adalah rambut nya rambut nenek sedikit ikal sedangkan rambut adek iya lurus gitu."kata Jonathan yang masih melihat fotonya Azura.
"Iya pantas adek cantik karena wajahnya fotokopian nya dari nenek lah."jawab Sean membandingkan wajah Jonathan, Renata dengan fotonya Azura dulu.
"Adek dapat foto ini darimana."tanya Sean lagi.
"Dari Om Aldo hehehe."jawab Renata polos.
Kedua pria dewasa malah asyik melihat foto neneknya waktu remaja dulu sedangkan yang punya ponsel nya lagi kesal nih.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.