
Marian dan Odelia bingung kenapa keluarga nya Renata pada kumpul di ruang keluarga iya tapi mereka berdua gak bisa ikut campur saat ini.
"Ren,aku 1 bulan lagi mau pulang kampung soalnya ini ada acara 1 tahun kedua orangtuaku."ucap Odelia dengan wajah yang sedih.
"Iya kah."jawab Renata biasa saja.
"Ren, gue perhatiin kamu lagi sedih deh bahkan kamu juga gak mau David dekat denganmu.. apa ada dengan mu,Renata."tanya Marian khawatir dan curiga dengan Renata.
Renata menceritakan semuanya yang apa yang terjadi kepada dirinya sambil menangis dan menahan peri di hatinya.
"Jadi kamu suka sama Jun kah,lalu bagaimana dengan David nanti."tanya Marian serius dan heboh.
"Aku sudah pernah bilang kan ke kalian,aku gak pernah menyukai David dari SMP hingga sekarang,karena aku menganggap David hanya teman saja lagipula aku takut jika David dan Jun bermusuhan karena aku."jawab Renata dengan rasa sedihnya dan tangisan tambah pecah.
"Jadi kamu demam karena memikirkan nasib mereka kah, Renata Hadikusuma,apa kakakmu tahu tentang itu."tanya Odelia serius.
"Iya aku sampai demam karena memikirkan itu,soal Kak Jo tahu, cepat atau lambat Kak Jo pasti tahu lah tapi aku takut jika Kak Jo gak setuju aku dengan salah satu dari mereka karena mereka berdua pasti rebutan aku nah"jawab Renata saat dirinya masih menangis.
Ada suara ketukan di luar Renata mau membuka pintunya tapi Marian yang buka pintunya.
Yang ketuk itu adalah Jonathan.
"Itu ada si koala gila datang itu cari adek,gimana nih adek kasihan tahu koala gila itu menunggu adek lo."kata Jonathan serius lalu menatap 2 gadis yang raut wajahnya yang bingung.
Renata bingung kenapa kakaknya bisa tahu jika koala gitu itu adalah David.
"Adek gak mau bertemu dengan nya,Kak...adek gak mau kak,suruh dia pulang saja Kak."jawab Renata menolak David datang untuk menemui nya.
"Baiklah aku kasih tahu ke dia."balas Jonathan lembut.
Pintu di tutup kembali oleh Marian dan Renata masih duduk di lantai sambil menatap bonekanya.
"Siapa itu koala gila itu."tanya Marian dan Odelia bersamaan.
"David kan emojinya kan koala sedangkan Jun itu panda,lalu Danny itu babi dan Jaden itu harimau."jelas Renata santai.
"Oh gitu ya."jawab Marian malas.
Ada lagi suara ketukan dari pintu luar dan Renata berjalan dengan cara ngesot tapi bukan suster ngesot iya.
Jonathan datang lagi dan Renata menatap malas ke kakaknya , kakaknya selalu ganggu acara dunia cewek ala Renata.
"Ada apa Kak."tanya Renata dengan ketus sekali.
"Itu dia sudah pulang,tega banget adek sama dia."kata Jonathan dengan mulut julidnya.
"Biarkan saja,toh adek mana pernah suka sama dia,dianya kali yang kepedean."ucap Renata malas.
"Iya deh,aku pergi dulu."kata Jonathan karena dia tahu pasti dirinya di usir oleh adeknya sendiri.
"Lega kalo kakak gak ganggu adek."batin Renata.
Renata kembali menutup pintu kamarnya dan kembali duduk di lantai.
"Kita nonton drama Korea yuk."ajak Renata ke 2 gadis dan Marian sama Odelia mengangguk setuju.
Renata mengambil laptop dan camilan yang dia sembunyikan di dalam lemari khusus dan menyalakan laptop nya lalu menonton drama Korea yang lagi nge-hits saat ini.
Ada lagi suara ketukan dari pintu kamar Renata dan mengganggu aktivitas menonton drama Korea itu dan Renata langsung membuka pintu kamarnya.
Jonathan lagi yang datang bikin mood Renata hancur lebur.
"Kakak ngapain sih datang lagi ke sini."tanya Renata marah.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Renata, Jonathan langsung masuk dan mencari sesuatu di kamar adeknya.
Odelia dan Marian terkejut dengan kehadiran dari Jonathan yang super santai tapi fashionable sekali penampilan nya.
"Kakak ngapain kesini sih."teriak Renata marah tapi Jonathan malah abaikan teriak nya Renata.
Jonathan mencari buku yang ada di atas meja belajar adeknya dan ketemu dah bukunya.
Buku itu berjudul the best friend forever.
"Lanjutkan saja nontonnya dan aku mau baca dulu,."kata Jonathan santai dan duduk di kursi belajar milik adeknya.
Renata mengalah dengan kakaknya tanpa sadar air matanya mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
Apa yang dia tangisi dan ternyata itu yang dia tangisi itu novel yang dia baca oleh Jonathan.
Flashback on.
Seminggu sebelum acara kelulusan SMA,Jun bertemu dengan Renata di taman biasa. ..
Renata datang dengan penampilan yang santai dan duduk disampingnya Jun yang ada di bangku taman.
"Ren,ini buatmu maaf aku cuma kasih ini saja ke kamu."kata Jun tulus dan Renata mengambil novel itu dari tangan Jun.
"Terimakasih Jun."ucap Renata dengan tulus dan lembut bahkan dirinya juga tersenyum ke Jun.
Renata senang dengan pemberian dari Jun walaupun hanya sederhana tetapi Renata tetapi menghargai nya.
Flashback off.
"Kok gak nonton drama nya dek."ucap Jonathan pas melihat adeknya lagi melamun dan Renata langsung bersikap seperti biasa karena ketahuan melamun.
"Ini adek mau nonton kok."kata Renata polos.
Jonathan cuma melirik sekilas lalu melanjutkan baca novel milik Renata.
🍁🍁🍁🍁
Sore ini demamnya Renata mulai turun dan Jonathan membawa Renata ke suatu tempat.
"Adek mau ikut kah."tawar Jonathan ke adeknya lagi duduk di lantai kamar dia lah.
"Kemana Kakak."tanya Renata polos.
"Nanti aku kasih tahu, sekarang adek siap-siap iya,aku tunggu di mobil iya dek."kata Jonathan lalu meninggalkan Renata yang masih bingung.
Renata hanya memakai celana pendek hitam dan kaos oblong berwarna abu-abu yang motifnya bunga kantil kesukaannya kuntilanak.
Ada-ada saja iya Renata mempunyai kaos motif beginian.
Suka bunga kantil tapi dia alergi terhadap bunga dan dia bukan menyukai hal yang berbau mistis iya.
"Heh bunga kantil mau ngapain loh."kata Jonathan ke Ezra pas mau datang ke rumahnya.
"Ada ayah gue gila, ngapain kamu panggil aku bunga kantil kesukaannya mbak Kunti itu."protes Ezra tak terima dia.
"Kakak adek sudah siap."ucap Renata ceria.
"Adek cepat ganti baju sana.,masa pakai kaos yang bermotif bunga kantil sih, emangnya gak ada motif lain apa,nanti di kira adek ini penyuka berbau mistis loh."kata Jonathan ngegas dan kesal.
"Aishh,nanti saja kak."jawab Renata polos dan lugu.
"Iya dek,ayo kita pergi sekarang."kata Jonathan pasrah dengan gadis yang berstatus adeknya.
"Kalian berdua mau kemana."tanya Ezra ke Jonathan atau Renata.
"Gue ada urusan mendadak."jawab Jonathan kesal dan agar Ezra tidak melanjutkan pertanyaan nya lagi.
🍁🍁🍁🍁
Di taman ini Jonathan sengaja meninggalkan adeknya sendiri di taman.
Tangisan dan teriak dari tidak tanggapi oleh Jonathan.
"Kakak, tolong jangan tinggalkan adek sendirian disini hiks hiks hiks... Tuhan tolong adek,adek gak mau nyusul kesana dan adek masih sayang nyawa adek iya Tuhan."teriak Renata keras dan menangis sekencang-kencangnya.
Ada seorang pria yang usianya sama dengan Renata lalu menghampiri Renata yang sedang menangis.
"Renata Hadikusuma,balik lah."ucap Jun lembut dan Renata langsung membalikkan tubuhnya dan menatap sendu ke Jun.
Jujur Renata sangat rindu kepada Jun lalu dirinya langsung memeluk Jun dengan erat. Begitu juga Jun merindukan sosok gadis yang berparas dan dingin ayu ini.
"Kapan kamu balik kesini."tanya Renata pas melepaskan pelukannya lalu menatap lagi ke Jun.
"Aku balik di dasarkan oleh kakakmu, waktu itu kakakmu memohon ke aku."kata Jun jujur.
Flashback on.
Jonathan sengaja tidak memberitahu ke adeknya waktu Renata memohon ke dirinya untuk mencari informasi tentang Jun di Belanda padahal Renata tahu iya pas di kasih tahu oleh Jun.
Jonathan kira Jun tinggal di Amsterdam ternyata bukan melainkan Kota Leiden Belanda.
__ADS_1
"Yohan, apakah kamu sudah mendapatkan nomor handphone dari Jun Anggawira."tanya Jonathan serius.
"Sudah dan ini nomor telepon nya."kata Yohan lalu memberikan nomor telepon nya Jun.
Jonathan mengambil kertas dan menekan tombol angka di ponselnya dan menelpon Jun.
"Halo ini dengan siapa iya."tanya Jun di Kota Leiden sana.
"Ini gue Jonathan Hadikusuma kakak dari Renata Hadikusuma."jawab Jonathan dingin.
"Oh ada apa iya Kak Jonathan."tanya Jun bingung.
"Kau dimana sekarang."tanya Jonathan serius.
"Aku di kota Leiden Kak."jawab Jun santai.
"Oh gitu, bisakah kamu pulang ke Indonesia sebentar saja,adek gue lagi galau tingkat dewi karena dirimu,adek gue selalu menangis ketika kamu kasih surat ke adek gue, masalah itu biar aku yang biayakan pulang pergi nanti,gue mohon ke kamu iya tolong bikin adek gue bahagia,gue gak mau adek gue kembali seperti dulu lagi yaitu bersikap dingin dan super cuek,hanya kamu saja yang membuat dirinya bahagia."ucap Jonathan memohon kepada Jun.
Jun bingung dengan ucapan dari Jonathan yang meminta tolong kepadanya.
"Tapi aku minta ijin dulu kepada paman dan bibiku,Kak Jonathan..."jawab Jun polos.
"Oh kalo sudah dapat ijin dari paman dan bibimu,tolong kasih kasih tau ke aku iya."balas Jonathan santai dan memainkan jarinya diatas meja.
"Baik Kak."ucap Jun santai.
Jonathan memutuskan sepihak telepon dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Flashback off.
Renata melonggarkan pelukannya dan menatap Jun dengan bingung.
"Jadi ini rencananya Kak Jo iya."tanya Renata bingung.
"Iya,kakakmu memohon ke aku dan kemarin kakakmu juga yang jemput aku dibandara,di perjalanan kakakmu menangis karena gak bisa menjadi kakak yang baik buatmu, jujur kakakmu sedih dan menangis karena kamu lagi demam ditambah lagi kamu lagi sedih,rindu dan sakit hati karena aku."jawab Jun dengan lesu dan sendu.
Air mata mulai mengalir dari bola matanya. Apakah Jun mulai menyukainya dengan apa adanya.
"Kenapa kamu bohong ke aku."tanya Renata kecewa karena dibohongi.
"Itu karena kakakmu,Ren."jawab Jun polos.
"Ren,kakakmu itu baik banget loh sampai rela dia memohon ke aku,aku saja takut dengan kakakmu karena kakakmu bukan sembarang yang meminta seperti itu."ucap Jun lembut.
"Aku minta maaf karena aku sudah bohongi kamu,Ren."maaf Jun dengan tulus.
3 hari yang lalu Jun mengurus kepulangan nya ke Indonesia dengan di bantu oleh suruhannya Jonathan.
"Apa demammu masih tinggi."tanya Jun khawatir dengan wajah pucat dari Renata.
Renata menggeleng kepalanya dan menunduk kepalanya ke bawah.
Tambah keras tangisan dari gadis ini. Jonathan melihat adegan yang mengharukan itu sejujurnya dia bingung kenapa kisah asmara dari adeknya jauh lebih rumit dibandingkan dirinya waktu remaja.
"Kenapa si adek lebih cengeng."ucap Jonathan berjalan ke arah Renata dan Jun.
"Kak Jo jahat sama adek,kenapa gak kasih tahu ke adek."keluh Renata kesal dan menangis.
"Kalo di kasih tahu iya gak suprise lah adek, gimana sih bocah."kata Jonathan ngegas.
"Kakak, terimakasih sudah membuat adek lebih baik dari hari kemarin."ucap Renata dengan tulus.
"Aku justru berterimakasih kepada Jun,kalo bukan ijin dari pamannya mungkin adek galau terus sampai nenek-nenek nanti."kata Jonathan lembut.
Jun dan Renata saling bertatapan lalu Renata langsung buang muka karena malu dan salah tingkah.
"Ren,kamu penggemar bunga kantil kah."tanya Jun dengan mulut julidnya.
"Aku bukan penggemar bunga kantil,itu kesukaannya mbak kuntilanak."kata Renata ngegas.
"Oh gitu iya"jawab Jun santai.
Keduanya benar-benar saling merindukan di taman ini.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Akhirnya Renata ketemu lagi dengan Jun.
__ADS_1
Maaf scene mereka berdua cuma sedikit doang.