
Renata sudah sadar dari pingsannya dan kepalanya masih sakit sekali.
Dia memikirkan kejadian di depan gerbang rumah tadi gara-gara David dan Jun.
Renata langsung bangkit dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya.
Agung dan Mona sibuk marahi Danny,David dan Jun di ruang tamu sedangkan Jonathan lagi di kamar.
"Kenapa kamu tidak menghentikan perkelahian sahabatmu itu.hah."marah Mona ke Danny.
Danny ketakutan karena Mona marahnya sangat mengerikan sama seperti suaminya.
"Tante saya sudah meleraikan mereka berdua tapi saya juga kena pukulannya."jawab Danny jujur.
"Terus apa maunya dari sahabat kamu itu sampai berkelahi karena anak saya."tanya Mona tak puas dengan jawaban dari Danny.
"Saya juga gak tahu Tante, soalnya saya baru tahu jika David suka sama anak Tante,yang saya tahu Jun emang dari awal kelas 12 dia suka sama anak Tante,itu saja Tante yang saya tahu, bahkan saya juga baru jika David dan anak Tante pernah 1 SMP yang sama "jawab Danny jujur lagi.
Renata menguping pembicaraan kedua orangtuanya dan ketiga pemuda di ruang tamu.
Air mata terus mengalir tanpa henti di pipinya Renata.
"Sekarang apa maunya kalian berdua sampai anak saya jadi korbannya."tanya Mona marah.
David dan Jun hanya bisa diam karena tak bisa menjawab pertanyaan dari Mona.
"Bisa jawab tidak."teriak Mona dengan keras.
Sekali lagi David dan Jun tak bisa menjawabnya.
"Iya,ada apa."tanya Jonathan dengan berpakaian rapi.
"Di kantor ada masalah."ucap Roy di kantor.
"Masalah apa Pak Roy."tanya Jonathan serius.
"Nanti saya jelaskan disana, intinya anda harus kesana sekarang."kata Roy serius.
Jonathan langsung matikan telepon dari Roy, sejujurnya dia juga penasaran apa yang terjadi di kantor dan di lantai bawah rumahnya.
"Dia itu bikin masalah di rumah ini."batin Jonathan marah kepada David atau Jun.
__ADS_1
Jonathan turun ke lantai bawah dia tak tahu jika Renata sedang menguping pembicaraan yang ada di ruang tamu.
Raut wajahnya Jonathan sangat asam melihat David dan Jun,ini yang kedua kalinya dia melihat David dan Jun berkelahi karena gadis yang sama.
"Belum puas kalian berdua berkelahi karena adek gue,hah."ucap Jonathan marah.
Agung,Mona dan Danny bingung dengan ucapan dari Jonathan.
"Maksudnya apa,Jo,apa kamu pernah melihat mereka berdua berkelahi karena adek."tanya Mona geram.
"Iya aku pernah melihat mereka berdua berkelahi di sekolah waktu itu aku dan Sean pergi ke sekolah nya adek,aku dan Sean berinisiatif membawa adek jalan-jalan biar tak stres pas belajar nanti,Aku dan Sean gak sengaja melihat adek menangis bersama temannya di taman sekolah, jujur aku tak tega melihat adek seperti itu dan aku tak tahu apa yang di bicarakan oleh adek dan temannya,ketika adek bangkit berdiri ada bola basket yang mendarat di hidung nya adek, hidung adek berdarah,aku panik sekali karena adek dan berusaha menolong adek waktu itu tetapi mereka berdua malah berkelahi untuk menolong adek,aku marah kepada mereka berdua kalo gak mau tolong adek iya jangan berkelahi iya,aku minta tolong kepada Marian untuk obati hidungnya adek di UKS dan aku mengurusi mereka berdua saja ma di sekolah,Sean waktu itu menenangkan adeknya David yaitu John."jelas Jonathan dengan panjang lebar.
Reaksi Mona dan Agung langsung memuncak kemarahannya sedangkan Danny baru menyadari jika David dan Jun berkelahi itu bukan karena Michelle melainkan Renata.
"Kurang ajar banget kalian sama putri saya."teriak Mona marah. Marahnya tak bisa di kontrol.
Mona hendak menampar wajah dari David dan Jun tetapi ada suara teriak dari Renata.
"Mama jangan tampar mereka, cukup selesaikan secara baik-baik bukan main tampar."teriak Renata keras dan emosi.
Danny,David dan Jun terbelalak matanya saat Renata berteriak dengan ibunya, Agung dan Mona langsung memarahi anaknya sedangkan Jonathan jadi penonton drama di ruang tamu.
"Adek jangan pernah membela mereka bertiga."ucap Mona marah dan langsung menghampiri Renata yang masih berdiri disini.
"Jangan sampai tangan mama melayang di wajahnya adek jika berani membela mereka lagi."ancam Mona namun Renata tidak takut.
"Ini masalah adek dengan mereka,mama dan papa gak usah ikut campur dalam urusan ini, cukup adek yang menangani nya."kata Renata dengan tegas.
"Adek lebih baik pergi ke kamar saja daripada urus beginian, ingat adek tadi pingsan karena mereka berdua ini."teriak Agung dengan emosi.
"Adek bukan anak kecil lagi,Pa Ma.,adek sudah dewasa."kata Renata tidak terima.
"Berani melawan iya Adek,begini kah etika adek kepada orang tuamu sendiri."ucap Mona marah lagi.
"Adek tidak melawan papa dan mama tapi adek hanya tak tega melihat wajah mereka yang kena pukulan,adek mau obati mereka ma."jawab Renata jujur.
"Tidak usah, adek sendiri masih sakit dan lebih baik adek urus penyakit adek sendiri daripada obati wajah mereka bertiga ini."kata Agung serius dan menatap tajam ke arah Danny,David dan Jun.
"Paijo."panggil Agung dengan keras.
Paijo datang dari luar dan menatap bingung ke arah Agung dan Mona.
__ADS_1
"Ada apa Tuan."tanya Paijo polos dan bingung.
"Obati mereka bertiga sekarang."perintah Agung tegas.
Paijo mengambil kotak P3K yang sudah di sediakan oleh pemilik rumah ini dan mengobati wajah dari ketiga pemuda ini.
Sejujurnya Paijo tak mau karena takut mereka tak mau,dan Danny, David dan Jun hanya pasrah saja.
"Balik ke kamar,Adek."perintah Mona namun Renata tak mau.
"Tidak mau,adek haus."tolak Renata dingin dan pergi ke dapur.
"Makanya kalo berkelahi lihat dulu keadaan nya,jangan main aduh jotos saja dirumah orang,kan repot jadinya."sindir Jonathan dan membuat David dan Jun terdiam karena malu di sindir.
"Tuh kan adek gue jadi pingsan gara-gara kalian berdua dan untung saja adek gue gak mati di tempat,kalian berdua tak tahu betapa susahnya aku menjaga adek gue dari bayi hingga saat ini, kalian tak tahu jika aku selalu menjaga jarak ke wanita genit ke aku karena aku tak mau adek gue kena karma karena kelakuan dari kakaknya sendiri,gue juga tak pernah sentuh atau tidur dengan wanita lain selain mantan istri gue karena teringat adek gue terus"sambung Jonathan masih menyindir lagi ke David dan Jun.
"Kalian berdua gak usah bertemu dengan anak saya lagi,kalo kalian nekat siap-siap nyawa jadi taruhannya."ancam Mona.
"Kalian bertiga pergi dari sini, sekarang."teriak Mona dan mengusir Danny, David dan Jun.
"Ma, selesaikan dulu masalah nya baru mereka pergi dari sini."kata Agung serius.
Mona malas meskipun dirinya tak setuju dengan perkataan dari suaminya.
Renata penasaran apa yang dibicarakan di ruang tamu setelah selesai minum karena haus,dia ingin tahu sekali.
"Cepat minta maaf sekarang."ucap Agung dengan suaranya yang berat dan keras.
Mau tak mau David dan Jun harus berminta maaf di hadapannya Agung,Mona dan Jonathan meskipun dalam hati mereka malas.
"Pulang lah sekarang juga."ucap Agung dingin.
Ketiga pemuda ini pada pulangan sedangkan Jonathan harus bergegas ke kantor lagi.
"Pa Ma,aku pergi dulu ke kantor,ada yang aku urus."ucap Jonathan serius.
"Iya hati-hati dijalan nak, jangan lupa makan iya dan jangan pernah pergi ke tempat neraka yang gak jelas itu."kata Agung serius sambil mengancam putranya.
Jonathan tidak menanggapi perkataan dari ayahnya yang penting dia harus mencari cara supaya di kantor tak ada masalah.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Sebenarnya sudah siap di update tapi terhapus oleh diriku sendiri.
Terpaksa saya bikin lagi ceritanya.