
Renata berjalan tanpa sengaja dia melihat ada John dan Justin di sana namun dirinya malas meladeninya .
Tujuan kesini adalah ingin tahu kondisi dari David habis itu pulang. Renata bertanya langsung ke dokter nya David, kondisinya David tidak separah Renata dulu tetapi hanya belum sadar saja.
Renata langsung pulang ke rumahnya, dia takut orangtua nya mencarinya nanti.
Di jalanan sangat macet karena ini adalah malam minggu,sial bagi Renata karena terjebak macet disini.
"Ah sial banget setan malah malam mingguan disini."batin Renata yang sengaja memencet klakson mobilnya.
Di tempat lain, Azura mendatangi rumah sakit jiwa tempat dimana Irena di rawat.
Sakit hati jika cucunya di santet sama orang yang berani menyakiti cucunya. Azura benar2 menyesal tidak membantu Renata ketika kesurupan dan muntah darah.
Irena sangat menyesal kepada Renata, seharusnya dia tak perlu melibatkan Rossa, sungguh hatinya juga sedih ketika tahu Renata di santet oleh putrinya tapi ada yang bikin sedih,menyesal dan jengkel adalah,pertama menyesal karena abaikan John dan Sandra yang tak tahu apa-apa malah berkorban untuk keluarga yang kedua sedih karena David tertusuk oleh Rossa hanya untuk melindungi Renata dan terakhir jengkel karena Rossa tega kepada Renata terus tega menggugurkan janin tak berdosa dan hamil tanpa suami. Sungguh dirinya ibu yang paling terburuk saat ini.
"Saya mau ketemu sama pasien yang bernama Irena Handono."tanya Azura kepada satpam.
__ADS_1
"Di ruangan kasturi nomor 7."jawab satpam dengan sopan.
"Baik terimakasih."balas Azura dengan lembut.
Irena daritadi menangis karena kelakuan Rossa, David koma di rumah sakit dan Renata jadi korban kejahatan dari putrinya.
Irena melihat ada Azura tetapi dia tidak kenal sama Azura di masa lalu hingga sekarang.
"Maaf tante ini siapa."tanya Irena takut.
"Saya Azura Dirgantara,senang ketemu denganmu."jawab Azura lembut.
"Saya tidak kenal tante."balas Irena sopan.
"Saya adalah nenek dari Ezra, Jonathan, Sean, Peter dan Renata, pasti kamu sangat kenal kan sama gadis yang bernama Renata Hadikusuma. Gadis yang selalu kamu ganggu, sekarang saat ini saya tidak mengungkit masa lalumu tapi saya bilang sama kamu tolong jika kamu keluar dari rumah sakit jiwa, urus anakmu serta calon cucu, sejahat apapun kamu kepada cucuku terutama Renata Hadikusuma,Renata tetap menolong mu jika kamu dan keluarga lagi kesulitan meskipun Agung dan Mona tak pernah ijinkannya tetapi untuk masalah hatinya Renata untuk David,sebenarnya Renata tidak pernah menyukai putramu, hanya saja David yang terlalu terobsesi dengan Renata sehingga Renata sangat jengkel kepada David, David pernah marahi Renata ketika David mengundang Renata ke acara ulang tahunnya sebenarnya itu bertepatan acara 100 hari meninggal nya mantan istrinya Jonathan,David juga gak mau menolong Renata ketika Renata hampir lecehkan oleh kakak kelasnya,itu lah alasannya Renata benci dan jengkel sama David karena keegoisan dari David sendiri."kata Azura sambil menangis.
Irena yang mendengar lanjut menangis karena dia baru tahu alasan Renata membenci putranya, sakit hati dan batinnya terluka pasti yang dirasakan oleh Renata.
__ADS_1
"Renata tak pernah senyum dengan siapapun didepan umum meski di depan keluarga nya sendiri karena hatinya sangat terluka, dia dulunya adalah gadis yang ceria sekarang dia berubah menjadi gadis yang sangat dingin bahkan kedinginan laki-laki pun kalah dengannya."lanjut Azura menangis.
Azura meninggalkan Irena sendiri sedangkan Irena terus menangis tanpa hentinya.
Renata masuk ke dalam gedung stasiun televisi untuk pertama kalinya,Mona menelponnya untuk minta jemput ke Renata,kebetulan saja tempat inj berdekatan dengan jalanan yang macet.
"Mau cari siapa, eneng."tanya Satpam dengan sopan.
"Ibu saya, nama ibu saya Mona Anggara,ada kah ibu saya di dalam."jawab Renata sopan tapi dingin.
Kebetulan juga sang manajer ibunya yang sedang berpapasan dengan Renata.
"Tante, dimana mamaku."tanya Renata dengan sopan.
"Itu Kak Mona baru saja keluar dari studio."jawab Manajer lembut.
Mona baru saja keluar dari studio dan melihat putri bungsu nya dengan pakaian dari pagi hingga sekarang.
__ADS_1
"Kita pulang saja,dek."ucap Mona dingin.
Renata tanpa menjawab apapun dan bersikap dingin terus.