
2 jam Jonathan membawa Renata dan 2 bocah itu jalan-jalan keliling kampung warna warni saatnya mereka harus pulang.
"Adek kita pulang iya,"kata Jonathan serius.
"Ais bete banget sumpah dirumah."jawab Renata kecewa dan malas.
"Tak ada kata Ais,kita harus pulang sekarang."balas Jonathan serius lagi.
Mau tak mau Renata harus mengalah dengan kakaknya.
Jun dan Danny melihat ada Renata dan Jonathan sambil membawa 2 anak kecil itu,Jun dan Danny gak tahu siapa 2 anak kecil dan apa hubungannya 2 anak kecil itu dengan Renata dan Jonathan.
"Dan, kayaknya itu anaknya Kak Peter sama wanita itu deh,mana mungkin itu anaknya Kak Jonathan karena Kak Jonathan kan belum menikah."tanya Jun dengan tebakan saja,
Jun gak tahu jika Jonathan dulunya pernah menikah tapi sudah menjadi seorang duda tanpa anak.
"Aku sih agak yakin sih kalo itu anaknya Kak Peter soalnya iya itu bukan anaknya Kak Jonathan atau Renata,katanya sih Kak Jonathan itu duda,aku pernah dengar gosip dari Kyle dan Kevin."jawab Danny santai.
Jun sedikit terkejut dengar ucapan dari Danny,Jun jadi penasaran dengan statusnya Jonathan yang sebelumnya.
"Tapi kok Kak Jonathan seperti pria perjaka yang belum menikah sama sekali."tanya Jun penasaran.
"Aku juga kaget sih katanya Kak Jonathan itu duda dan mantan istrinya itu Kak Maya Kusnadi anaknya Om Manuel Kusnadi dan Tante Mira Dinata."kata Danny santai.
"Kyle dan Kevin tau darimana dan dimana sekarang mantan istrinya Kak Jonathan."tanya Jun penasaran.
"Aku juga tak tahu mereka berdua tahu darimana,iya sudah kamu tanya sendiri sana Kyle dan Kevin,Kak Maya itu sudah meninggal dunia 3 tahun yang lalu sampai sekarang Kak Jonathan belum menikah lagi."jawab Danny malas.
"Penasaran sama wajahnya Kak Maya itu seperti apa."lanjut Danny juga penasaran sama wajahnya Maya.
"Sama aku juga penasaran sama wajahnya Kak Maya."ujar Jun penasaran sama wajahnya Maya.
"Ayo kita pergi sekarang."ajak Danny.
Jun juga pergi bersama Danny sahabat gilanya itu.
Renata juga melihat ada Danny dan Jun tetapi dirinya gak tahu apa yang mereka berdua bicarakan.
"Sebenarnya aku ingin sekali akrab dengan mereka berdua tapi rasa gengsi ku yang belum aku hilangkan."batin Renata.
🍁🍁🍁🍁\=\=\=\=\=\=\=\=🍁🍁🍁🍁
Malam hari Renata disuruh oleh Jonathan untuk mengerjakan Excel di laptopnya, Jonathan sedang mengawasi adeknya seperti pengawasan ujian di sekolah anggap saja Jonathan ini guru yang bawel dan cerewet.
"Kak Jo,adek pusing tahu kerjakan ini."keluh Renata marah.
"Makanya adek itu dengarkan apa yang aku bilang tadi,jadi error kan otakmu,sini aku ajarkan lagi sampai adek bisa."marah Jonathan kepada Renata.
Harus sabar iya dia ajarkan adeknya hingga Renata bisa mengerjakannya.
"Sudah selesai Kak Jo."ucap Renata.
"Sini gue lihat hasilnya."kata Jonathan serius sambil melihat hasil kerjaan dari adeknya.
"Iya sudah adek tidur sana, hasil nya ok."ucap Jonathan dingin dan meninggalkan kamar adeknya.
Renata mematikan laptopnya dan menutup laptopnya lalu beranjak ke ranjang tidurnya karena dirinya sudah mengantuk matanya.
Pagi hari Agung dan Mona sedang duduk berduaan di ruang keluarga sambil bersantai ria.
Datanglah Jonathan dari lantai 2 dan bergabung di ruang keluarga.
"Ma Pa kok diam saja sih."tanya Jonathan memecahkan keheningan dari kedua orangtuanya.
"Mama kamu cueki papa nah, padahal papa kan cuma minta jatah sekali saja tadi malam pas habis bergelut di ranjang tapi mamamu marah dan cueki papa karena alasannya capek lah."aduh Agung kayak anak kecil.
"Kamu tuh nafsunya gak jelas,jelas jelas kamu juga capek dan lelah tapi nekat saja,nanti malam aku ganti nah,mau gak Agung Hadikusuma."kata Mona ngegas.
Jonathan muak dengan Ayahnya yang mesum dengan ibunya itu, padahal dirinya juga mesum tapi tidak separah Agung.
"Apaan sih ceritanya gak jelas.papa ini."kata Jonathan muak banget.
__ADS_1
"Kamu tuh emang kurang belaian kali."sindir Agung tapi lengannya di cubit oleh Mona.
"Agung,kenapa sih kamu malah sindir Jonathan sih, bukannya prihatin dengan dia yang kehilangan istri tercinta."marah Mona membuat Agung takut.
Jonathan puas melihat wajah takut dari Agung karena mamanya membela dirinya.
Untung saja gak ada Renata iya disini karena Renata masih di kamarnya. Tapi Renata sudah bangun dan sudah mandi hanya saja dia malas mendengar percakapan orang dewasa bahkan bahasnya itu tentang yang sudah menikah pula makanya dia malas join karena belum menikah.
"Btw dimana si adek kok dia gak nongol sih."tanya Agung gak melihat batang hidung dari putrinya.
"Lagi tidur kali."jawab Jonathan malas.
"Masa anak gadis kok bangunnya siang sih."ucap Agung gregetan.
"Sebentar mama panggil adek dulu."ujar Mona bangkit dari duduknya dan mencari putrinya.
Saat mau mencari Renata,Mona melihat Renata berjalan ke ruang keluarga dan duduk disampingnya Jonathan. Mona tak jadi mencari putrinya.
"Adek jam berapa bangunnya."tanya Agung penasaran.
"Jam 5 pagi."jawab Renata santai.
"Terus kenapa baru sekarang adek kesini kenapa tidak daritadi."tanya Agung.
"Adek mau kesini tapi papa, mama dan Kak Jo malah bahas yang gak penting banget bagi adek,iya sudah adek malas join."jawab Renata sambil menyindir ayahnya yang mesum.
Agung mendadak terdiam karena jawaban dari putrinya,tapi ada benarnya juga sih.
"Kok diam sih Gung."tanya Mona bingung.
"Lupakan saja lah."kata Agung malas.
"Papa,adek mau tanya kapan si Kak Peter dan Kak Rani menikah."tanya Renata penasaran.
"Papa gak tahu karena mereka berdua gak kasih tau kapan mereka menikah."jawab Agung santai.
"Terus dulu papa dan mama bertemu pertama kali dimana waktu itu sebelum mama dan papa menikah."tanya Renata penasaran bagaimana Agung dan Mona bertemu untuk pertama kalinya.
"Iya nah Pa,aku juga penasaran bagaimana dulu papa menyatakan cintanya kepada mama waktu masih muda dulu."tanya Jonathan ikut penasaran.
"Dulu papa kamu itu bandelnya bukan main di sekolah,selalu di panggil oleh guru BK dan kepala sekolah karena hanya melindungi mama doang,papa kamu itu cemburuan hahahaha kalo mama ada fansnya disekolah,mama dan papa dulu bertemu iya waktu awal masuk SMA dulu,disitu papa kamu tertarik dengan mama tapi mama belum tertarik dengan papa kamu karena papa kamu itu orangnya bad boy dan wajahnya dingin banget,gak pernah senyum persis kayak kalian berdua hahahaha tapi tampan sih, waktu itu mama dulunya seorang mayoret drumband di sekolah disitu papa kamu makin tertarik dengan mama, waktu itu juga papa kamu seorang kapten basket di sekolah, padahal di luar sana banyak para gadis-gadis cantik yang suka sama papamu tapi papamu tetap tertarik dengan mama, waktu itu kelas 2 SMA papa kamu menyatakannya kepada Mama disitu mama dan papa kamu berpacaran hingga menikah,papa kamu itu orangnya nekat,masa pas mau kenalkan ke orangtuanya papa kamu malah nekat berciuman di pintu rumahnya sampai nenek kalian marah sama papa kamu,tapi mama itu juga cinta sejatinya papa hingga saat ini karena papa kamu orangnya setia sekali sama mama."cerita Mona mengingat masa lalunya.
"Pantasan adek suka bikin masalah,papa sendiri toh penyebabnya."kata Renata.
"Makanya kalian berdua itu turun iya papamu lah, sama-sama suka cari masalah sampai di panggil oleh kepala sekolah, apalagi si Jonathan suka bolos sekolah."ujar Mona sampai Jonathan menohok.
"Papa orangnya suka gombal kah?ma."tanya Jonathan penasaran.
"11 12 lah sama kayak kamu hehehe,iya namanya juga bapak dan anak."jawab Mona membuat Agung dan Jonathan saling bertatapan.
"Ma Pa dan Kak Jo,adek mau apa iya, bingung."kata Renata bingung sambil menggaruk tengkuknya yang gatal.
"Bingung kenapa,Dek."tanya Agung ikut juga bingung.
"Iya nih adek kenapa."tanya Mona bingung.
"Mau makan."tebak Jonathan asal asalan.
"Bukan,itu adek mau bertanya tapi jangan marah iya Papa,Mama dan Kak Jo."kata Renata serius membuat Agung,Mona dan Jonathan bingung.
"Ceritakan semuanya apa yang kamu ungkapan."ucap Jonathan serius.
"Adek sebenarnya takut jika mau masuk sekolah nanti,adek takut mereka menghina adek,di sekolah adek selalu gitukan sama murid-murid lain,gak tau kenapa,adek tak seberuntung dengan Kak Jo,Papa dan Mama waktu disekolah,adek takut sekali."cerita Renata sambil menangis.
"Apalagi adek ini berasal dari keluarga Hadikusuma,jelas adek yang dihina walaupun adek gak salah."lanjut Renata masih menangis.
"Kenapa adek diam saja,kalo ada masalah seperti ini cepat lapor ke papa,papa paling gak suka orang yang berani menyakiti adek, sekalipun kakekmu,Om kamu dan para sepupu kamu."ucap Agung serius.
Tak ada seorang ayah yang tega jika putrinya di gitukan oleh orang lain karena ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya.
Agung sangat benci jika putri bungsunya digitukan oleh orang lain,dia bisa melakukan apa saja demi melindungi putrinya bahkan membunuh orang tanpa peduli siapa orang itu karena dia susah merawat putrinya dari bayi hingga remaja.
__ADS_1
"Papa akan membunuhnya tak peduli siapa orang itu,enak saja dia menyakiti putri aku,aku membesarkan adek dari bayi hingga remaja, setengah mati aku membanting tulang demi sekolah anakku,karena merawat anak perempuan itu tak gampang beda dengan anak laki-laki,"kata Agung marah dengan siapa yang berani menyakiti putri bungsunya.
Sama seperti Agung, Jonathan paling takut jika ada temannya yang mau dekat dengan adek bungsunya karena Renata itu masih polos dan lugu meskipun orangnya dingin.
Siapapun orangnya Jonathan bakal jadi seorang psikopat jika ada yang berani menyakiti adek kesayangannya.
Mona bersalah kepada putrinya karena dirinya terlalu sibuk bekerja tanpa tahu isi hatinya Renata.
"Adek jangan menangis iya,kan ada papa,mama dan kakakmu,mama minta maaf karena gak tahu apa yang rasakan di dalam hatimu,"kata Mona sambil memegang tangan Renata.
Kalo dilihat Renata hanya meminta kedua orangtuanya perhatian kepada dirinya tetapi Agung dan Mona terlalu sibuk dengan pekerjaan, Jonathan masih ada waktu luangnya buat Renata jadi Jonathan sedikit mengerti perasaan adeknya.
"Adek hanya minta papa dan mama cuma dengar curhatan dia,adek sering menangis dan mengadu ke aku setiap dirinya di kala sedih dan galau,adek itu sering ke kuburan nenek setiap pulang sekolah,aku sering melihat adek menangis di depan kuburan nenek,aku tak tega melihatnya apalagi nenek meninggal bertepatan hari ulang tahunnya si adek."ucap Jonathan.
"Tau kenapa si adek bersikap dingin karena papa dan mama kurang mengerti perasaannya adek,adek selalu menuruti perintah mama dan papa tapi mama dan papa melarang adek ini itu lah, ketika adek lagi sedih adek selalu mencari teman curhat tapi lagi-lagi papa dan mama sibuk dengan pekerjaan masing-masing,adek selalu memendam perasaannya sendiri hingga aku paksa adek untuk bercerita, akhirnya aku tahu penyebabnya kenapa adek bersikap dingin karena kurang perhatian dari papa dan mama."lanjut Jonathan serius.
Agung dan Mona lagi-lagi tertampar kenyataan bahwa Renata selalu bersikap dingin karena mereka berdua terlalu sibuk.
"Pa Ma,aku juga merasakan apa yang adek rasakan,kita berdua sama-sama butuh perhatian sama papa dan mama,aku sebenarnya tertekan Pa Ma,aku sebenarnya gak mau menguruskan posisi papa tetapi papa dan mama malah paksa,otakku benar-benar bekerja keras untuk itu padahal aku ini dulu masih seorang pelajar sekolah."ucap Jonathan mulai mengeluarkan unek-unek dari dalam hatinya.
Renata mendengar ucapan dari kakaknya langsung mengambil tangan Jonathan dan mengelusnya.
Sejujurnya Renata tak tega dengan kakaknya,kakaknya lebih tertekan daripada dirinya.
"Kak Jo sama kayak aku sama-sama tertekan."batin Renata.
Agung dan Mona juga bersalah kepada Jonathan karena memaksa Jonathan untuk meneruskan perusahaan milik Agung.
"Papa minta maaf Jo dan adek,papa gak tahu kalo anak papa ini tertekan sekali,papa bukan ayah yang baik buat kalian berdua."kata Agung menangis.
"Papa tetap jadi ayah yang baik buat adek dan Kak Jo,jangan berbicara seperti itu,adek cuma mau mama dan papa selalu di samping adek dan Kak Jo,hanya itu saja yang adek mau."kata Renata dengan suara sendu.
Dengar perkataan putrinya hati Agung sedikit lega tapi tetap saja dia bersalah kepada kedua anaknya.
"Papa, jangan kayak orang bersalah pang,aku cuma mengeluarkan unek-unek saja kok,lagi pula papa dan mama juga gak ada salah kok dengan aku,hanya saja jangan terlalu sibuk,coba ada luangkan waktu bersama anaknya kah,"kata Jonathan sambil menggoda Agung.
"Iya papa dan mama mau ajak kalian jalan-jalan tapi Alan dan Laura malah memotong liburan ini heh,kesal papa heh jadinya,bete tau,Alan ini emang suka betul kayak gitu ke papa, dulu papa curhat sama dia malah di bocorkan sama mamamu, asem emang tuh Alan,om kamu itu."jawab Agung kesal sama Alan.
"Marahi Om Alan sana pa."sambung Jonathan.
"Sudah papa marahin tapi orangnya cengengesan."kesal Agung.
"Papa dan Alan sama saja sifatnya,sadar diri coba kamu pah."sindir Mona membuat Jonathan dan Renata tertawa.
Agung kesal karena suasana yang sedih menjadi random.
"Oh iya Papa nanti kalo adek sudah ujian mau ajak kalian bertiga jalan-jalan."kata Agung.
"Kemana Pa."tanya Renata antusias.
"Gak tahu,mau kemana juga papa juga gak tahu tempatnya."jawab Agung santai.
"Gak jelas papa ini,harus ada rencana dulu pah baru bisa pergi."balas Jonathan ngegas dan julid.
"Kamu gak usah ikut.Jonathan Hadikusuma."kata Agung.
"Mama,papa tuh nakal banget."aduh Jonathan manja.
"Bapak dan anak sama saja,papa gak boleh gitu sama Jo,apa yang dikatakan Jo itu benar,harus ada rencana dulu baru pergi."ujar Mona serius.
"Pusing adek jadinya nanti ujung-ujungnya gak jadi mulu,capek tahu."kata Renata bete.
"Doakan supaya jadi liburannya."jawab Agung tak santai.
Isi rumah ini menjadi hangat karena Agung dan Mona meluangkan waktunya bersama kedua anaknya di kala mereka tidak sibuk.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Maaf ceritanya ini edisi keluarga Cemara dari Renata dan Jonathan.
Jadi penyebab Renata dingin adalah kurangnya perhatian dari Agung dan Mona sendiri.
__ADS_1