Ada Apa

Ada Apa
140


__ADS_3

Renata sedang membalas pesan dari seseorang entah siapa orang itu. Raut wajahnya mendadak menjadi suram.


"Siapa orang ini yang berani berkata tentang aku."batin Renata mulai geram saat meremas ponselnya dan tidak lupa juga dia memecahkan gelas di depannya sampai terdengar dari ruang keluarga.


"Pa, siapa yang pecahkan gelas di dapur. "tanya Mona panik dan kaget.


"Ayo kita cek ke dapur sekarang, Ma."jawab Agung penasaran.


Sadar dirinya pecahkan gelas Renata langsung mengambil sapu dan sekop di belakang lalu menyapu bekas pecahan kaca beling tersebut.


Agung dan Mona melihat Renata sedang sapu di dapur, Agung langsung bertanya dengan suara nada yang tinggi.


"Adek, kenapa gelas nya di pecahkan."tanya Agung marah.


"Maafkan adek,Papa Mama. Sebenarnya adek marah karena ada orang yang berani mengancam adek."jawab Renata yang sangat ketakutan melihat wajah Agung.


"Siapa yang berani ancam adek."tanya Mona mulai marah.


Renata menaroh sapu dan sekop di ujung dapur lalu mengambil ponselnya dan menyuruh kedua orangtua nya untuk melihat isi pesan dari orang yang tidak di kenal.


Pasangan suami istri itu juga terkejut melihat isi pesan yang mengancam putrinya,Agung langsung berpikir pasti ini ulahnya Irena atau Rossa.


"Lanjutkan sapunya sekarang, ini ponselnya adek papa pinjam dulu,nanti mama yang belikan ponsel buat adek lagi."kata Agung dingin dan pergi ke ruangan kerja,meninggalkan istri dan putrinya di dapur.


"Mama."panggil Renata lesu dan dengan setia pegang sapu dan sekop di tangannya.


"Adek gak papa kan."tanya Mona khawatir.


"Adek takut, Mama."jawab Renata dengan jujur.


"Mau mama bantu kah, anak mama yang cantik ini."tawar Mona ke Renata.


"Tak usah,Mama? Ini salahnya adek,Mama."tolak Renata secara halus dan melanjutkan kegiatan yang tertunda yaitu menyapu.


"Kalo minum susu, mau gak adek."tawar Mona ke Renata.


"Boleh Mama."jawab Renata sedikit manja.


"Baiklah adek."balas Mona lembut.


Jonathan,Ezra dan Sean sedang ada di club malam yang mewah dan elit. Namun ada kelompok wanita yang sedang membicarakan tentang Rossa yang trio Hadikusuma jadi penasaran dan tertarik tentang gosip nya Rossa.


"Siapa itu cewek."tanya wanita itu kepada temannya,pas melihat ada Rossa yang duduk sendirian disini.


"Gak tahu gue,katanya ibunya masuk kembali ke rumah sakit jiwa karena ayahnya mau ceraikan ibunya, ibunya itu suka ganggu anaknya Pak Agung dan Bu Mona, siapa tuh nama anaknya , oh iya nama putrinya itu adalah Renata Hadikusuma."jawab temannya itu.


Rossa sedang mengirim pesan kepada Renata dan dia lah pelaku nya yang membuat Renata takut,Rossa tak sadar jika ada trio Hadikusuma ada disini.


Tiba-tiba ada bunyi telpon di ponselnya Jonathan,dia melihat ada nama kontak itu dan sedikit malas mengangkat telpon tersebut.


"Halo kamu dimana, Jo. Jangan bilang kamu ada di tempat neraka itu lagi iya."tanya Agung tak sabaran.


"Iya aku ada di club,papa."jawab Jonathan kesal. Jonathan tahu pasti dirinya di suruh pulang sama papanya.

__ADS_1


"Papa minta tolong ke kamu, tolong belikan martabak manis buat adekmu pas pulangan nanti iya."kata Agung dan Jonathan sangat kesal sekali.


"Suruh adek beli sendiri sana,adek tuh uangnya banyak karena baru gajian tadi siang tuh,papa."ujar Jonathan kesal banget pokoknya.


"Ini sudah malam, Jo. Anak gadis gak boleh jalan-jalan di atas jam 8 malam."ucap Agung yang membela putrinya.


"Iya."jawab Jonathan dengan singkat, dirinya hendak mau mematikan telpon tersebut tetapi Agung langsung teriak sampai telinga kiri Jonathan sakit.


"Ada apa, papaku paling ganteng sedunia."tanya Jonathan heran.


"Kamu langsung ambil ponsel nya Rossa?sekarang."perintah Agung dengan tegas.


Jonathan matikan telponnya meskipun dirinya tak mengerti apa yang di maksud oleh ayahnya.


"Om Agung yang nelpon iya."tebak Sean dan Jonathan mengangguk saja.


Ezra bingung biasanya Jonathan kalo di telpon oleh Agung sudah pasti disuruh pulang tapi ini kok gak disuruh pulang iya.


Jonathan berjalan ke arah Rossa yang sibuk mengirim pesan ancaman buat Renata tanpa tahu ada Jonathan.


"Renata Hadikusuma, si cewek sialan itu benar-benar bikin gue jengkel saja."kata Rossa jengkel.


Saking marahnya karena adek satu-satunya yang dia miliki ini dihina oleh anak dari pasien rumah sakit jiwa ini. Jonathan langsung mengambil ponsel dari tangan nya Rossa dengan paksa. Rossa sangat panik karena dirinya bisa ketahuan oleh Jonathan gara-gara mengancam Renata.


"Kenapa kau suka sekali mengganggu adek gue,hah."bentak Jonathan dengan keras sampai seluruh tamu disini pada terdengar termasuk Sean dan Ezra.


Jonathan langsung membaca pesan tersebut dirinya juga mengecek nomor ponselnya Renata di ponselnya, apakah nomornya sama atau tidak. Ternyata nomor itu ada di ponselnya dengan nama kontak adek.


"Lo minta nomor adek gue dari siapa, pasti dari David kan."tanya Jonathan marah.


"Pantas saja papaku suruh gue rebut ponsel mu ternyata lo berani ancam adek gue, gue gak pernah ganggu dirimu dan kedua adekmu tapi dengan teganya lo berani ganggu adek gue, adekku juga tak ganggu kamu lo,kenapa gak sekalian dirimu yang masuk ke rumah sakit jiwa susul mami kesayangan mu itu."teriak Jonathan sambil marah-marah.


Suasana di club malam menjadi seram seperti suasana di kuburan karena teriakan dari Jonathan.


Ada dering telpon dari Agung namun Jonathan langsung telpon dari ayahnya.


"Jo, cepat pulang sekarang, adekmu lagi kesurupan, papa yakin pasti ini ulahnya Rossa."ucap Agung yang terdengar ada suara teriakan khas orang kesurupan.


Kepala Jonathan tambah pusing sekali, dia tahu Renata anaknya rajin ibadah dan lebih sering berdoa dibandingkan dirinya.


Sean dan Ezra juga menyusul ke Jonathan yang sambil menangis bahkan dirinya lupa mematikan telpon dari Agung.


"Jo, pulang sekarang."ucap Agung marah,dan Sean langsung jawab ucapan Agung.


"Iya om,aku bawa pulang putramu om."jawab Sean takut.


"Gak usah kamu yang bawa anak om, suruh siapa saja yang ikut dengan anakku, kamu urus bini yang lagi hamil itu."kata Agung galak dan langsung matikan telpon tersebut.


Jonathan menatap tajam ke arah Rossa, Rossa sangat ketakutan bahkan dirinya sangat bodoh sekali.


"Ingat gue bakal incar kamu walaupun kamu melarikan ke luar negeri, gue bakal teror sampai kamu mati nanti."ancam Jonathan membuat Rossa ketakutan bahkan Ezra dan Sean juga takut.


Di rumah Agung dan Mona tak mampu menghentikan Renata yang sedang kesurupan. Bahkan Agung juga menelpon pemuka agama agar Renata tidak kesurupan lagi.

__ADS_1


Tak lama Jonathan dan Ezra datang,Ezra langsung ketakutan melihat Renata lagi kesurupan. Jonathan langsung pegang lengan Renata malah dirinya kena pukulan dari adeknya.


"Om dan Tante, ada apa dengan Renata."tanya Ezra penasaran.


"Tadi pas habis minum susu tiba-tiba adek kesurupan,tante gak tahu penyebabnya apa."jawab Mona yang kepala pusing.


"Jo, kamu gak papa, nak."tanya Mona terkejut melihat putranya habis di pukul oleh Renata walaupun keadaan nya lagi kesurupan.


"Aku gak papa, Mama."jawab Jonathan dingin.


Pemuka agama itu sudah datang dengan membawa benda suci dan buku-buku doa.


*sejenis pengusir setan lah*


"Bisa di jelaskan kenapa Nona Renata bisa kesurupan."tanya pemuka agama sangat prihatin melihat Renata yang sedang kesurupan sambil mengeluarkan buku doa dari dalam tasnya.


Mona menjelaskan apa yang terjadi terhadap Renata membuat Ezra dan Jonathan terdiam. Ketika mau laksanakan doa tersebut.


Renata semakin menjadi-jadi ketika melihat buku doa tersebut bahkan dirinya lempar buku doa tersebut dan kakinya menendang wajahnya Ezra yang sedang menahan kakinya Renata sehingga hidungnya Ezra berdarah gara-gara tendangan dari Renata yang sangat kuat.


Tanpa menyerah Agung dan Jonathan terus menahan kedua kakinya Renata yang hentinya menendang sana sini. Upacara doa tersebut tetap di laksanakan.


Jun dapat kabar dari Justin jika Renata lagi kesurupan,di kompleks rumahnya Justin dan Renata menjadi heboh di warga kompleks tersebut.


Jun langsung ke rumahnya Renata dia tahu ini sudah malam walaupun ini belum jam 10 malam namun jiwa penasaran semakin jadi.


Mona sangat panik sekali bahkan dirinya lupa menelpon Scott dan Azura. Otaknya dipenuhi oleh putrinya.


"Siapa yang tega kepada putriku,ya tuhan."batin Mona sambil memegang kepalanya Renata.


Renata langsung terdiam ketika dirinya tidak kesurupan lagi disaat dirinya di doakan namum tidak saja dirinya tidak sadar.


"Saya rasa Nona Renata harus sering berdoa dan rajin beribadah jika tidak Nona Renata akan seperti ini lagi, saya harus pamit dulu, terimakasih bapak Agung dan ibu Mona."ucap pemuka agama sambil bereskan barangnya dan pergi pulang ke asrama.


Tak lupa pasangan suami istri itu berterima kasih kepada pemuka agama. Renata langsung ke kamarnya tanpa peduli orang di sekitar nya.


"Aku yakin ini pasti ulahnya Rossa,, gak mungkin ini ulahnya Sandra dan kedua adiknya."ucap Jonathan sambil mengusap lengan yang habis oleh adeknya.


"Ternyata tuh cewek tak ada tobat iya."kata Ezra merinding.


"Ezra, bisakah kamu menginap disini untuk 2 minggu saja, gak papa kan."ucap Mona serius tetapi Jonathan tak setuju dan Agung setuju.


"Aku tak setuju banget dia menginap disini, soalnya harus berbagi tempat tidur lagi di kamar gue."tolak Jonathan tak mau.


"Papa setuju, kalo Peter baru saja ada Keira yang baru lahir sedangkan Sean harus menemani istrinya dan Ezra kan belum menikah jadi iya bebas gitu hehehe."jawab Agung santai menepuk bahunya Ezra.


"Iya sudah papa obati hidung nya dia, gue mau ke kamar dulu."balas Jonathan kesal.


Di luar Jun dan Justin tidak di bolehkan masuk kerumahnya Renata karena sudah malam bahkan mereka disuruh pulang oleh satpam tersebut.


Alhasil mereka berdua tidak bisa ketemu Renata deh, kalo besok iya Renata kerja lah.


🍁🍁🍁🍁🍁🌿🌿🌿

__ADS_1


Siapa yang bikin Renata kesurupan iya.


__ADS_2