
Di rumah sakit Renata lebih banyak diam karena banyak pikiran yang selalu menghantui dirinya,Andin dengan setia menunggu hasil dari dokter yang menangani David.
"Ren, kamu mau gak."ucap Andin memberi permen jahe ke Renata.
Renata yang tadinya diam, dia melirik permen jahe,iya permen jahe itu adalah makanan favorit nya selain itu permen favoritnya yaitu permen berwarna biru dan permen kaki merah rasa mangga sama permen susu dengan 3 rasa.
"Tahu aja kalo aku suka ini."jawab Renata dengan senang hati dirinya mengambil permen jahe dari tangan Andin.
Tak lupa juga Renata membuka bungkus permen jahe lalu memakannya tak lupa juga dirinya buang bungkus permen tersebut ke dalam tempat sampah. Jonathan datang dan duduk disampingnya Andin.
"Din, dimana adekku."tanya Jonathan dingin.
"Itu lagi buang sampah."jawab Andin lembut walaupun pria disampingnya ini dingin banget pokoknya.
"Kamu mau pulang kah, ini sudah malam lo, takutnya kedua orangtua mu marah sama kamu."ucap Jonathan dingin tapi sebenarnya dia perhatian kepada gadis itu.
"Iya ini mau pulang,Kak Jonathan tapi harus ijin pulang dulu sama Renata."jawab Andin lembut.
"Tak perlu izin pulang ke adekku, mau aku antarkan pulang."tawar Jonathan kepada Andin.
"Tapi nanti Kak Jonathan potong gaji saya, gaji saya kan buat biaya kuliah saya nanti."kata Andin takut gajinya di potong kalo dia terima tawaran dari Jonathan.
Di ujung sana Renata tersenyum bahagia karena Jonathan mulai mengakrabkan diri kepada Andin, jujur dia senang jika kakaknya mulai mencari cintanya.
"Semoga Kak Jo bahagia sama Andin daripada dijodohkan sama orang lain."batin Renata bangga.
"Ini di luar pekerjaan,Andin. Aku tak memotong gajimu kok, aku justru berterimakasih kepadamu karena sudah menolong adekku walaupun dulu kamu pernah dimarahi oleh kedua orangtua ku karena mau membela adekku, sekali lagi aku berterima kasih kepadamu."ucap Jonathan dengan tulus.
"Kak Jonathan emang nya gak malu antar saya pulang."tanya Andin tak percaya diri.
"Malu kenapa,."tanya Jonathan balik bertanya.
"Soalnya Kak Jonathan itu sangat tampan, terus banyak tuh cewek cantik yang suka sama Kak Jonathan walaupun cewek cantik itu kalah saing ibunya kakak dan Renata,sedangkan saya iya gak cantik,biasa saja lah siapa juga yang mau sama saya."jawab Andin dengan jujur.
"Kamu tuh sebenarnya kurang percaya pada dirimu sendiri,sebenarnya kamu itu cantik tapi beda sama yang lain, bahkan nenekku saja memuji kamu cantik,Renata juga bilang kalo kamu itu cantik cuma dia gak bilang ke kamu secara langsung gitu, ayo pulang sekarang."ucap Jonathan sukses membuat hatinya Andin berbunga bunga.
"Tapi gimana dengan David."tanya Andin khawatir.
"Aku sudah menelpon papinya, dia kan bukan saudara kandung mu, kalo masalah Renata iya,Renata sudah pulang duluan karena dia ikut tanteku pulang kerja."jawab Jonathan santai.
"Renata bohongi aku ternyata,bilang buang bekas bungkus permen malah aku yang ditinggali."kata Andin kesal, kesal dibohongi.
"Dia capek, Andin. Adek tuh banyak pikiran gara-gara si gila itu."jawab Jonathan sesantai mungkin.
"Jadi bagaimana,Andin Kuswoyo."tanya Jonathan penasaran.
__ADS_1
"Baiklah Kak Jonathan."jawab Andin sedikit malas menjawabnya.
Jonathan sampai di rumah,ibu suri ini menunggu nya di pintu masuk.
"Eh ada mama, ngapain disini."tanya Jonathan kaget melihat Mona.
"Mama pikir kamu pergi ke tempat neraka lagi."jawab Mona sambil membawa rotan legendaris.
"Gak mama, aku habis antar Andin pulang."balas Jonathan jujur.
Mona baru bisa percaya dengan balasan dari putranya soalnya Renata juga memberitahu ke dirinya namun dirinya tak percaya.
"Andin, apa kamu gak di marahi sama orangtua nya, kamu harus tahu keluarga dia itu adalah pekerjaan di bidang pendidikan,ayahnya dosen terhormat disini."ucap Mona serius.
"Gak dimarahi justru papinya senang sama aku, katanya baru kali dia melihat aku secara langsung, karena papinya idola sama aku,mama. Papinya gak jauh beda sama putrinya. Bahkan aku di suruh panggil papinya."jawab Jonathan dengan senyum senang.
"Kamu mau menikahi nya,."tanya Agung penasaran karena dia menguping lagi.
"Kalo bisa iya langsung nikahkan dia saja daripada capek di tanyai kapan nikah kapan nikah dan di jodohkan sama orang lain."jawab Jonathan dengan santai.
"Kalo gitu suruh besok dia kesini, Mama mau bicara dengannya."balas Mona dengan senang dan antusias.
"Iya sudah adek yang undang dia kesini,."kata Jonathan malas.
"Ma Pa, mana adek."tanya Jonathan tak melihat adek kesayangan nya.
"Oh adekmu lagi di kamarnya."jawab Agung santai.
Jonathan langsung ke kamarnya karena dia capek banget sedangkan kedua orangtua nya balik ke kamarnya, iya lagi ngapain mana saya tahu mereka mau ngapain.
Di depan kamar kakaknya ,Renata menunggu kakaknya sambil memegang bonekanya llama. Tak lama Jonathan datang.
"Pulang sama siapa tadi, adek."tanya Jonathan penasaran.
"Sama Tante Sabrina."jawab Renata polos.
"Terus ngapain didepan kamarku."tanya Jonathan penasaran.
"Adek mau tanya tadi pas sama Andin,gimana perasaan kakak, biasanya jika bersama wanita lain Kak Jo lebih banyak diam dan bersikap dingin tapi ini kok beda iya sama Andin."tanya Renata penasaran sambil memeluk bonekanya.
Jonathan malas banget menjawab nya dengan iseng dia mengambil boneka adeknya dan melempar nya ke lantai bawah. Renata langsung ngamuk karena boneka llama nya dilempar.
"Kak Jo jelek,Kak Jo gila."teriak Renata sambil marah-marah,Jonathan justru malah ketawa.
Renata ke lantai bawah untuk mengambil bonekanya,Ezra tak sengaja melihat ada boneka itu ,dia tahu siapa pemilik nya.
__ADS_1
"Kak Jo jelek, Kak Jo jelek,Kak Jo jelek."teriak Renata sambil mencari boneka nya.
"Ini bonekamu,."kata Ezra kebetulan dia dengar teriakan dari Renata,sebenarnya dia gak konsen nonton sinetron.
"Kak Ezra jelek."balas Renata masih ngambek.
Ezra tambah kesal karena ini gadis bukannya berterima kasih malah membalasnya dengan kata jelek. Renata langsung ke ruang keluarga karena ada sinetron favorit nya, sayang banget kalo di lewatkan sambil membawa bonekanya.
"Kalo tahu tadi tuh gue buang tuh boneka hantunya itu."batin Ezra kesal sampai ke ubun-ubun.
"Kak Ezra, ayo ini sinetron nya mau mulai lo."panggil Renata dengan suara sok imut.
"Gak usah sok imut jadi bocah, gue gak mood nontonnya karena ada kamu disitu sama boneka santetmu itu."jawab Ezra mulai ngambek.
"Iya sudah pulang sana ke rumah ayah bunda sekarang,ini rumahnya papa mama nya adek dan Kak Jo."balas Renata dengan simpel.
"Bodoh amat, gue mau tidur."kata Ezra kesal sedangkan Renata sibuk menonton sinetron.
Keesokan harinya.
Jelang mau pulang kerja Renata lebih banyak diam bahkan sarapan nya hanya sedikit saja terus dirinya juga melewati jam makan siang dan sibuk dengan pekerjaan di kantor. Andin sudah pulang dari 1 jam yang sedangkan Renata masih betah disini.
"Aku tak tahu keadaan kamu, Vid,terus Jun,dia mau balik ke Belanda besok."batin Renata yang pikirannya David dan Jun.
Kenapa harus ada David dan Jun di kehidupan nya,Renata benarΒ² pusing melihat dramanya sendiri.
Patrick tak sudi melihat wajah dari Rossa, sungguh putrinya benar-benar bikin harga dirinya hancur seketika gara-gara putrinya santet kan Renata 3 hari yang lalu.
"Mulai sekarang kamu urus anakmu sendirian disana,papi hanya kasih uang 30 juta habis itu kamu cari kerjaanya sendiri buat kehidupan kamu dan anakmu nanti."ucap Patrick marah.
"Papi.."lirih Rossa sambil menatap wajah dingin milik Patrick.
"Kamu harus tanggung jawab atas kelakuan mu sendiri,maaf papi gak bisa bantu kamu lagi, kamu harus hidup mandiri jangan manja jadi orang,coba kamu belajar dari Renata, dia tak pernah manja sama orang tuanya kerja sendiri."kata Patrick geram.Dengar nama Renata, Rossa langsung marah.
"Renata,Renata,Renata,Renata,Renata lagi, aku dengar nama setan itu, kenapa sih papi malah bandingkan aku sama si cewek penyakitan itu, beda lah dia itu kampungan dan jelek sedangkan aku emang cantik dari lahir."teriak Rossa marah dan bosan dengar nama Renata.
"Minta maaf sama Renata,sekarang."bentak Patrick kepada Rossa.
"Aku gak mau dan tak sudi minta maaf sama dia."jawab Rossa jengkel.
"Suatu saat nanti kamu akan menyesal, Rossa. Ingat tuh, Rossa Jumantara."teriak Patrick marah sedangkan Rossa langsung pergi entah kemana bahkan dia abaikan teriak dari papinya.
ππππππ
Permen yang di maksud oleh Renata adalah permen pendekar biru dan permen hot hot pop, permen legendaris di jaman sekolah dulu
__ADS_1