
Agung merenungkan kembali ucapan dari Renata pas balik ke kantor adeknya.
Sejak kecelakaan maut itu Agung tak sempat menuntaskan rasa penasarannya dan justru putrinya yang melihat adegan itu yang semestinya gak boleh dia lihat.
"Adek papa boleh masuk gak."panggil Agung pas mengetuk pintu kamar putrinya.
Yang punya kamar orangnya lagi tidur.
"Adek."panggil Agung sekali lagi.
Tidak ada suara dari pemilik kamar tersebut. Agung kembali ke kamarnya.
"Tidur kali nih anak."batin Agung.
Pagi hari Renata badannya panas karena shock dan kaget melihat adegan kemarin.
"Adek bangun, sudah gadis masih saja kebo jadi bocah."teriak Jonathan sambil menepuk pipinya Renata.
Ada yang aneh pas Jonathan menepuk pipinya Renata. Tangan lari ke dahinya Renata.
"Astaga panas banget nih bocah."kata Jonathan saat tangan nya memegang dahi adeknya.
Jonathan langsung mengurusi adeknya yang sakit.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
David,Danny dan Jaden kebingungan mencari informasi Jun sekarang bahkan mereka juga bertanya ke Michelle jawabannya tidak tahu.
"Kemana Jun pergi iya."tanya Jaden serius.
"Iya mana kita tahu,gue sudah minta ke papi iya hasilnya nihil sekali."jawab David tak tahu.
Bahkan mereka bertiga juga gak tahu jika Michelle dan Jun sudah putus sejak lama.
"Oh iya Renata kan ada dekat sama Jun, mending tanya saja sama Renata saja lah."saran Danny dan David mukanya menjadi asam.
Tidak ada kerelaan jika Renata sekarang lebih menyukai Jun daripada dirinya.
"Gak akan aku biarkan."batin David.
"Oh iya kita tanya saja ke Renata."ucap Jaden baru ngerti dia.
"Iya kita kerumahnya saja lah kali gitu."saran Danny tapi David gak setuju.
"Gak usah ke rumahnya,lagian dia lagi di kantor ayahnya."tolak David tak setuju.
David gak tahu jika Renata tidak di kantor melainkan di rumahnya karena sakit.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Entah siang ini Renata badannya tambah panas padahal dia sudah minum obat.
"Sialan."batin Renata saat mengumpat dalam hatinya.
🍁🍁🍁🍁
Alan langsung berhadapan dengan Agung di sebuah cafe milik Ezra. Ezra jadi saksi dari kedua omnya tapi agak jauhan dikit.
"Kemarin kamu lagi ngapain selain bekerja."tanya Agung serius.
"Lagi kerja doang Kak Agung."jawab Alan saat mencari alasan.
"Cuma kerja doang bukan berduaan sama kuntilanak kan."sindir Agung membuat Alan tersinggung sedangkan Ezra bingung dengan percakapan 2 pria yang berusia 50an.
"Putri kesayangan mu ada bilang apa ke kakak kemarin."tanya Alan mulai curiga dengan Renata.
"Putriku gak bilang apa-apa kemarin,."jawab Agung dengan santainya.
"Kau pasti menebak kalo putriku yang melihat adegan kamu dengan wanita itu kan,ya kan Alan Hadikusuma., sejujurnya aku sangat shock ketika putriku datang sambil menangis,aku pikir putriku menangis karena kamu tidak mengijinkan dia masuk melainkan dia melihat adegan kamu dengan wanita itu,aku bingung kenapa adek sangat lama sekali, sekalinya dia melihat ini yang semestinya dia gak boleh lihat."cerita Agung dengan tatapan matanya yang tajam ke arah Alan sedangkan Alan langsung tertusuk duri dihatinya karena cerita dari Agung.
Sedangkan Ezra tak mengerti kenapa ini bisa terjadi.
"Aku dan Jonathan bingung kenapa adek menangis, dengan polosnya adek bilang kalo kamu sedang berselingkuh dengan wanita itu,siapa wanita itu Alan Hadikusuma."ucap Agung serius.
Matanya Ezra langsung terbelalak dan shock mendengar ucapan dari Agung, benar' bikin emosi mah ini.
"Om Alan selingkuh."batin Ezra.
Alan tak mampu berbicara dengan kakaknya. Alan begitu bodoh sekali bagaimana bisa gadis sepolos Renata bisa melihat adegan dirinya dengan Salsa kemarin,dia tak bisa menyalahkan Renata kan karena cepat atau lambat perselingkuhan ini bakal di bongkar.
"Itu baru si adek yang melihat nya belum lagi putramu,menantu atau istri sahmu yang melihat ini secara langsung."kata Agung kecewa.
Tak hanya Ezra saja yang mendengarnya bahkan Sean dan Clara juga mendengar nya.
"Apa yang mereka bicarakan."tanya Clara tak mengerti.
"Gak tahu,aku saja baru disini pas ada Om Agung dan Om Alan disini."jawab Ezra santai.
"Kalo gitu tanya saja sama Renata tapi kata Jo,Renata lagi demam."saran Sean serius.
"Tanya saja sama Jo, ngapain tanya sama Renata."kata Clara serius.
"Yang tahu masalah ini iya Renata, Clara..Renata yang tahu masalahnya kalo Jo iya cuma dengar saja lah."kata Ezra gak mau kalah dengan Clara.
__ADS_1
"Iya sih."jawab Clara sedikit malas.
"Jawab Lan,siapa wanita itu."tanya Agung tak sabaran.
Alan bingung bagaimana menjawab pertanyaan dari Agung.
"Atau aku sendiri siapa wanita itu."ancam Agung membuat Alan membuka suaranya.
"Ok,itu Salsabila Geovani,dia seumuran Jonathan."jawab Alan takut dan Agung langsung bangkit dari duduknya dan balik ke kantornya.
🍁🍁🍁🍁
Agung langsung mencari Jonathan namun sayangnya Jonathan belum muncul.
"Roy,dimana Jonathan."tanya Agung serius.
"Itu di belakang mu."jawab Roy polos dan Agung menoleh ke Jonathan dengan raut wajah yang bingung.
"Ada apa Pa."tanya Jonathan bingung.
"Gimana keadaan adekmu,Jo."tanya Agung ke anaknya yang baru datang.
"Masih gitu-gitu saja tuh adek."jawab Jonathan langsung duduk di kursi kebesarannya.
Agung agak malas disini dan memilih pulang ke rumahnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Jun melihat chat dengan sahabatnya tetapi tidak membalasnya.
Dia juga melihat isi chat dengan Renata tapi tidak mampu membalasnya dan meletakkan ponselnya di atas meja belajar.
"Dia lagi ngapain iya."batin Jun.
🍁🍁🍁🍁🍁
Renata menunggu balasan dari Jun tapi lagi-lagi tidak di balasnya sama orangnya.
"Dia lagi ngapain sih sampai gak mau balas pesanku."batin Renata.
Ada bunyi notif di ponselnya Renata, Renata kira itu dari Jun dan ternyata itu dari David.
Raut wajahnya berubah jadi sedih dan kecewa
"Ini bukan yang aku harapkan."kata Renata kecewa.
Renata tidak membalasnya dan langsung keluar kamar nya karena bosan.
Pas keluar dari kamarnya Renata melihat papanya sudah pulang.
"Sudah dek."jawab Agung lembut.
Renata langsung memeluk papanya dengan manja, Renata juga paling manja sama papanya setelah mamanya dan Agung membalas pelukan hangat dari putrinya.
"Sudah gede tapi masih manja juga nih adek."kata Agung sambil mengelus punggung putrinya.
"Sama kayak kamu juga Gung, sama-sama manja hahahaha."ucap Mona pas melihat suami dan putrinya berpelukan.
"Putri papa yang cantik masih sakit kah."tanya Agung dan Renata masih didalam pelukan hangat dari ayahnya.
"Masih pa."jawab Renata polos.
"Sudah iya manjanya papa mau mandi dulu."kata Agung lembut dan Renata langsung melepaskan pelukannya.
Tak lupa juga Agung memeluk istrinya dengan erat.
"Katanya mau mandi."kata Mona lembut.
"Iya ini mau mandi kok tapi aku mau lama-lama dulu acara peluknya."jawab Agung santai.
Agung bergegas ke kamarnya untuk mandi sedangkan Mona dan Renata iya masih diruang keluarga.
🍁🍂🍁🍁🍂
Renata sedang menonton drama Korea di layar laptopnya,saat ini dirinya masih demam dari kemarin,bosan sekali dia di kamar.
Ada bunyi notif dari David,nama kontaknya itu koala gila di ponselnya Renata.
"Dia lagi dia lagi,kesal gue."batin Renata pas melihat isi chat dari David.
Seperti biasa Renata tidak membalasnya melainkan melanjutkan menonton drama Korea yang tertunda tadi.
🥀🥀🥀🥀
"Kenapa wajahmu seperti itu,Vid."tanya Sean ke David.
"Itu Kak,si Renata gak balas pesanku,dia lagi ngapain sih."jawab David merengek ke Sean,Jonathan dan Peter
"Gak balas berarti kamu gak di anggap sama dia hahaha."ledek Peter saat menertawakan David.
"Jahat banget sih Kakak."kata David bete.
"Emangnya suka sama adekku dari kapan,Vid."tanya Jonathan serius.
__ADS_1
"Iya sejak SMP lah, Kak Jonathan tapi aku gak berani menyatakan perasaan ku ke dia."jawab David jujur dan polos.
"Kasihan sekali kamu nak."balas Jonathan ke David.
David bete sekali di wajahnya sedangkan Jonathan melirik wajah bete dari David.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Eh kemarin gue gak sengaja lihat Om Agung dan Om Alan sedang berbicara serius kemarin."kata Ezra serius.
"Maksudnya apa weh."tanya Jonathan penasaran.
"Iya soal Om Alan lah."jawab Ezra polos.
"Papi selingkuh dengan wanita itu,gue sudah lama mengetahui nya tapi gak ketemu mereka pas mereka berdua lagi itu-ituan,malahan ketemu nya di pas jalan berdua lagi,aku belum bisa memberi tahu ke mami."kata Peter dengan wajah yang sendu.
"Kalo kamu tahu kenapa kamu tidak memberitahu ke kita lah,siapa tahu kita bantu kami eh malahan si adek yang melihat adegan itu pas 3 hari yang lalu,ketika aku dan papaku lagi menunggunya pulang,adek pulang sambil menangis,adek bilang kalo adek melihat papimu dengan wanita itu , jujur iya gue bukan anaknya saja sakit hati loh pas melihat itu walaupun cuma di video apalagi melihat nya secara langsung seperti adek,adek sampai demam saking shock nya melihat adegan yang seharusnya gak boleh adek lihat."cerita Jonathan panjang lebar.
"Apa Renata melihat adegan itu, terus mana videonya."tanya Peter serius.
"Iya di ponselnya adek lah,kamu minta sudah ponselnya mumpung kamu ada disini."jawab Jonathan santai.
"Iya adekmu dimana,Jo. Dia saja gak ada di kamarnya."tanya Sean kesal.
"Carilah gila."kata Jonathan ngegas.
Renata lagi di ruang kerja papanya sambil melirik foto keluarga eh ralat maksudnya foto pernikahan kedua orangtuanya di atas meja kerja papanya.
"Jangan di paksa kalo masih demam dek."pesan Agung lembut.
"Jadi kayak apa Pa."tanya Renata polos.
"Tunggu demam sudah turun,baru bisa melanjutkan yang ini."jawab Agung serius.
"Adek, sepertinya lagi merindukan seseorang,cowok kah dek."tebak Agung pas menggoda putrinya.
"Apaan sih papa,gak jelas nah."jawab Renata bete.
"Sudah jangan bohong sama papa,papa tahu adek lagi galau kok pas cowoknya pergi ke Belanda,adek suka yang mana,Jun atau David."kata Agung dan Renata langsung terkejut bagaimana bisa papanya tahu dia lagi galau.
"Papa tahu darimana sih."tanya Renata serius.
"Dari kakakmu."jawab Agung polos. Renata langsung keluar dari ruangan kerja papanya dan mencari Jonathan.
Sudah ketemu Jonathan,Renata langsung marah ke Jonathan.
"Kak Jo jahat sama adek."teriak Renata marah dan emosi.
Keempat pria ini pada bingung dengan marahnya Renata.
"Apa sih dek,kok marah-marah sih."kata Jonathan santai di wajahnya.
"Kak Jo kenapa malah baca surat dari Jun."kata Renata marah.
"Iya itu salahmu Ren,kenapa juga kamu jatuhkan surat itu dekat kolam berenang beberapa hari yang lalu, otomatis iya kita semuanya baca lah."jawab Sean polos tapi Renata marah juga ke Sean.
"Kak Sean jahat, semuanya jahat sama adek."marah Renata terus.
"Sudah pang jangan marah terus,gue mau tanya sama kamu dimana video yang kamu rekam 3 hari yang lalu."kata Peter serius dan Renata langsung menyerahkan ponselnya ke Peter.
"Cari sendiri videonya."kata Renata malas.
Karena Jonathan sudah melihat video itu jadi Ezra, Sean dan Peter yang melihat adegan itu di ponselnya Renata.
Mata mereka bertiga langsung terbelalak apalagi Peter yang anak kandungnya langsung menangis.
"Gila sudah tua tapi doyan sama yang muda."kata Ezra kesal.
"Sudah kakek-kakek pula."sindir Sean ikut ikutan sambung perkataan dari Ezra.
Gak tahu lagi dah mereka berempat ini sedangkan Renata balik ke kamarnya.
Keheningan ini di ganggu oleh bunyi telpon dari ponselnya Renata.
"Heh ada bunyi telpon dari Koala Gila weh."kata Ezra kaget ada bunyi telpon.
"Gue yang angkat telepon nya."ucap Jonathan langsung mengambil ponselnya Renata.
"Halo ini dengan siapa."tanya Jonathan serius.
"Aku David Kak,gimana kabarnya Renata,Kak Jonathan."jawab David diseberang sana.
"David,oh adekku lagi demam dan kenapa dia gak balas pesanmu iya."tebak Jonathan.
"Iya Kak,aku cuma tanya saja ko,iya sudah aku tutup dulu telponnya."ucap David dan memutuskan telponnya.
Jonathan menatap ponsel Renata yang sudah lama dia tak gantinya, padahal kartu yang dia berikan itu bisa Renata beli tapi pada dasarnya Renata emang malas belanja iya dia tahunya beli makanan, pembalut dan buku sama skincare doang.
Disisi lain
David kecewa karena yang jawab itu adalah Jonathan seharusnya kan pemilik ponselnya itu.
"Kenapa sih dia ini."batin David kecewa.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Aku kembali lagi maaf cerita nya gantung kayak jemuran.